Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Pertunangan


__ADS_3

"Rain, bisakah kita bicara sebentar." Aksa setengah berlari mengejar Raina yang menyeret koper dengan kaki tertatihnya.


"Raina sebenarnya enggan menoleh, karena dia takut pertahanannya jebol, untuk tidak memeluk Aksa.


Allard dan Dimitry hanya bisa terdiam melihat interaksi Aksa dan Raina, karena bagaimanapun juga harusnya Aksa bisa mendapatkan cintanya.


"Rain Tunggu," Aksa menarik paksa pergelangan tangan Raina karena dilihatnya Raina ingin meninggalkannya tanpa mau bicara.


"Akh... Mas Aksa lepas."


"Enggak, aku nggak akan lepasin tangan mu sebelum kamu berjanji mau bicara pada ku." Aksa sedikit berteriak karena emosinya tersulut.


Sementara Raina melepaskan koper yang dia bawa langkahnya semakin pincang karena terseret Aksa hingga dia terjatuh karena kakinya tak lagi bisa mengimbangi langkah Aksa yang lebar dan cepat.


"Akh... "


Seketika Aksa menghentikan langkahnya saat mendengar teriakan Raina.


Dia seketika mengutuk kebodohannya karena lagi-lagi melukai Raina, Raina memegangi kakinya yang terlihat meradang, dia meringis menahan sakit dan kini sikunya pun terluka karena terbentur lantai yang keras.


"Rain, maaf aku tidak bermaksud... "


"Apa kau tidak melihat kakinya terluka? kenapa menariknya?" Dimitry berlari mengejar Raina, berusaha menolongnya tetapi Aksa menepis tangan Dimitry.


"Jangan menyentuhnya," Ujar Aksa terlihat tegas, dia tidak ingin Dimitry menyentuh Raina sembarangan.


"Apa hak mu melarang ku tuan Aksa?" Tantang Dimitry yang terlihat marah.


"Dia kekasih ku Dimitry." Aksa tak lagi memanggil Dimitry dengan embel-embel tuan didepannya.


"Huh..... Are you crazy?" Tanya Dimitry melotot tidak percaya.


"Ya aku gila karena aku terlalu mencintainya."

__ADS_1


"Aksa!" Tegur Allard yang tidak terima jika sang anak masih menganggap Raina kekasihnya, sementara sebentar lagi dia akan bertukar cincin sebagai simbol.


"Bukankan hari ini kau akan bertunangan dengan nona Alina?" Geram Dimitry karena merasa dibodohi.


"Itu bukan keinginan ku." Jawab Aksa tegas dan langsung mendapatkan bogem mentah dari sang ayah.


Bugh...


"Kita sudah menyepakatinya."


Ditengah pertikaian itu Raina yang sempat terkejut melihat Allard memukul Aksa, dia berusaha bangkit meskipun tertatih, dia mengambil tas jinjingnya, dan berusaha meraih koper. Dimitry yang mengetahui hal itu tidak tinggal diam, dia membantu Raina menyeret koper dan memapahnya ke kamar pesanan Raina.


"Rain, kita harus bicara."


Raina tak lagi ingin menambah keruh suasana, dia memilih meninggalkan Aksa dan Allard, berjalan dipapah Dimitry menuju kamarnya.


Dimitry membuka Akses pintu masuk kamar hotel Raina, dia menaruh koper disudut ruangan, serta tas jinjing Raina di atas nakas, membantu Raina duduk dan untuk meluruskan kakinya.


"Apa kalian benar-benar berkencan?" Dimitry mencoba mencari tahu pada Raina.


"Sudah selesai atau dipaksa selesai?"


"Tak ada bedanya, yang ku tahu dia akan melangsungkan pertunangan dengan Alina Parveen." Jawab Raina dengan melengos karena tiba-tiba air matanya lolos.


"Rain, apa pun itu, lupakan dia, dia tidak bisa mempertahankan mu disisinya."


"Aku sadar diri untuk hal itu tuan, seorang pewaris Dennison group tidak akan bersanding dengan gadis yang tidak jelas asal usulnya seperti ku."


"Maksud mu Rain?"


"Awalnya aku tidak tahu dia dari keluarga apa, yang ku tahu dia memang seorang Direktur, tetapi tidak mengetahui jika ternyata keluarganya sangat berpengaruh di Asia."


"Kau serius?"

__ADS_1


"Ya, setelah aku tahu, aku semakin tidak ingin bersamanya, perbedaan kita terlalu jauh."


Raina sempat mencari tahu melalui ponselnya, dia mencari tahu mengenai perusahaan Dennison group dan dia benar-benar dibuat malu, ternyata keluarga Aksa sekaya itu dan termasuk keluarga berpengaruh di Asia. Membuat nyalinya menciut seketika.


"Jadi benar kalian pada awalnya berkencan?" Meskipun Dimitry sudah mengetahuinya dia hanya ingin memastikan saja kebenarannya.


"Minum obat mu, sebenarnya jika kau tahan, aku bisa mengembalikan lagi otot mu yang kesleo, hanya saja kau pasti akan sangat kesakitan."


"Lakukanlah, aku harus pulang besok pagi, ku mohon tuan, lakukan jika itu bisa membuat kaki ku lebih baik."


"Kau yakin,"


"Sangat yakin tuan"


Dimitry melepaskan perban menarik dengan cepat kemudian menggoyangkan kekanan dan kiri, hingga membuat Raina berguling menahan sakit. Setelah itu Raina merasa lebih baik dan sudah kembali seperti semula. Meskipun awalnya dia merasakan sakit yang teramat sangat.


Raina tidak mengetahui bagaimana berjalannya acara pertunangan itu, karena dia memilih menyendiri dikamarnya, malam semakin larut, udara dingin menyerbu masuk melalui pintu balkon yang sengaja dibuka Raina.


Dia duduk menikmati secangkir coklat panas ditemani angin malam. Kelopak matanya membengkak, karena terlalu banyak menangis, hidungnya memerah dan rambutnya terurai tak beraturan.


Dia mengurung diri dikamar, menikmati rasa sakit yang diberikan Aksa, tidak memesan makanan apa pun meskipun perutnya terasa perih. Tapi tidak seperih hatinya yang terluka.


Angin malam bertiup, dia berselancar di dunia maya, tetapi yang viral hari ini adalah pertunangan Aksa dan Raina yang telah diposting oleh beberapa sahabat Alina.


Raina memegangi dadanya yang terasa nyeri, saat dia melihat Aksa menyematkan cincin di jari manis Alina yang terlihat tersenyum manis, rasa sesak tiba-tiba hadir hingga membuatnya kesulitan bernafas dengan benar.


Semua tamu undangan tampak bahagia dengan pertunangan itu. 'Apa hanya aku yang tidak bahagia dengan pertunangan mereka' Batin Raina menjerit.


Dia menangis tergugu, Raina menelungkupkan wajahnya diantara kedua kakinya yang tertekuk, sungguh hatinya seperti teriris dan ditancapi ribuan paku, bahkan dia harus membuka mulutnya lebar saat nafasnya terasa sesak bagaikan terhimpit batu besar yang menimpanya.


Raina kembali ke ranjang, melupakan lapar yang menggigit, dia sungguh sangat kepayahan menahan sakit di hatinya, membiarkan angin dingin bertiup dari jendela balkon, dia menidurkan tubuhnya yang terasa lelah, kepalanya juga terasa sangat pusing dan berdenyut.


........ Bersambung ........

__ADS_1


Masih edisi galau, jangaN lupa vote, like n comen mkasih...


__ADS_2