Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Kejutan Pagi Hari


__ADS_3

Sudah tak terhitung lagi berapa kali Raina keluar masuk dalam room chat pribadinya dengan Aksa, dia terus saja mengetikkan pesan, tetapi kemudian dia menghapusnya kembali. Terlalu bingung dan banyak pertimbangan hanya untuk segedar mengirimkan pesan pada pria yang telah berstatus suaminya beberapa waktu yang lalu.


Banyak pertimbangan yang membuatnya mengurungkan niatnya mengirim pesan pada Aksa, dia takut mengganggu pekerjaan suaminya, sementara pesan Aksa sendiri terkesan seperti tidak ingin diganggu dan hanya menyuruhnya menunggu kedatangannya. Tetapi disisi lain rindunya menggunung, membuatnya nyaris seperti ABG labil yang baru mengenal cinta.


Raina memutuskan untuk menunggu seperti perintah Aksa, meskipun dia mati matian menahan rindu yang kian menyesakkan, kekhawatiran terlihat jelas diraut wajahnya saat ini. Terlebih saat dia melihat bagaimana sibuknya Dimitry dan Avram yang terus saja hilir mudik dan berulang kali menerima panggilan masuk diponsel pribadinya tanpa henti.


Beberapa kali terlihat mereka mengadakan meeting diruang lantai empat mansion, yang hanya dihadiri oleh ayah, kakak beserta Asisten dan juga puluhan bodyguard, bahkan Raina sempat melihat wajah-wajah baru yang selama ini tidak pernah dia temui. Tetapi dia yakin jika mereka merupakan pengawal, terlihat dari postur tubuhnya yang memang tinggi dan besar.


"Nona, anda dipanggil Nyonya untuk segera makan siang." Cika terlihat berbicara setelah sebelumnya hanya berada di depan pintu sembari mengamati apa saja pergerakan Raina. Ya, bahkan sekarang Cika selalu mengikutinya kemana pun, bahkan didalam mansion yang megah ini, dia hanya seluruh pengawal serta kepala pelayan, dan pelayan pribadi memakai ear piece ditelinganya masing-masing untuk menghubungkan satu sama lainnya.


"Ya, baiklah aku akan segera turun." Raina berkata sembari menyusun semua alat-alat membuat sketsanya, dia kemudian berdiri dan berjalan setelah sebelumnya memakai hijab instan untuk kelantai satu. Saat tengah berada ditangga perhatiannya tertuju pada dinding kaca yang menampilkan puluhan mobil mewah yang berjajar rapi didepan mansion. Sepertinya Daddy dan Dimitry tengah melakukan meeting lagi bersama para pengawal.


'Segenting inikah hanya situasi saat ini dimansion.' ucapnya dalam hati, Cika yang melihat nonanya berhenti pun ikut mengikuti kemana arah tatapan mata Raina. "Sepertinya sedang ada meeting dilantai empat nona." Ucapnya tanpa menunggu Raina bertanya.


Raina mengangguk, "Sepertinya akhir-akhir ini mansion terlalu ramai, aku merindukan saat-saat kebebasan ku seperti di Indonesia. Tanpa harus pusing dengan urusan lainnya." Tutur Raina sembari melangkah meniti anak tangga yang tinggal beberapa pijakan lagi.


"Bersabarlah nona, semua sedang mengusahalan kebebasan anda saat ini." Cika dengan patuh mengikuti langkah Raina.


"Ya, aku tau, hanya saja sangat disayangkan mengapa harus melibatkan banyak pihak seperti ini. Kau lihat mereka semua, pasti juga memiliki keluarga bukan?" Tuturnya dengan pandangan tertuju pada beberapa pria dengan tubuh tinggi tegap tengah keluar dari lift dan menuju ke mobil masing-masing.


"Ya nona, tapi itu sudah merupakan konsekuensi dari pekerjaannya." Tanpa bertanya lebih, Cika mengetahui jika Raina merasa sangat bersalah, jika ada beberapa dari mereka yang bekerja pada keluarganya terluka, hanya demi melindunginya.

__ADS_1


"Dari dulu, aku terbiasa sendiri dan tidak ingin merepotkan siapa pun, saat ini perasaan ku benar-benar buruk." Terlihat beberapa kali Raina menghela nafasnya dalam.


"Karena yang kita hadapi bukan orang biasa nona, dia memiliki pengaruh yang besar di negaranya, dan berkaitan langsung dengan organisasi gangster terbesar di sana." Tanpa ingin menutupi lagi, Cika mengatakan tentang kebenaran siapa sesungguhnya Asahi ini.


"Ya aku tahu," Jawaban Raina sontak membuat Cika terkejut, padahal selama ini dia dan yang lainnya berusaha menutupi tentang kebenaran sebesar apa pengaruh Asahi. Tetapi dia harus kembali diingatkan jika memang benar Raina merupakan anak biologis dari mafia Rusia. Cika tersenyum miring, lagi-lagi dia merasa bodoh dan terlalu menganggap Raina tidak mengetahui apa pun.


Makan siang berlangsung dengan kesunyian, hanya beberapa kali terlihat Ana yang memberikan lauk pauk ke dalam piring Raina, dia terus memperhatikan putrinya itu yang setiap hari nafsu makannya terus berkurang. Bukannya tidak tahu, Ana sangat mengerti jika sang putri pastilah memikirkan suaminya yang belum terlihat hingga saat ini, terlebih dia sangat jarang menghubunginya.


"Makanlah yang banyak Rain, tubuh mu terlihat kurus belakangan ini. Aku tidak ingin disalahkan jika suami mu berkunjung dan melihat mu kehilangan berat badan mu." Kelakar Dimitry yang langsung mendapatkan tatapan kesal dari Raina.


"Urus saja wanita mu itu, berulang kali dia berusaha menembua pertahanan para pengawal dan berakhir ditanah yang keras karna berusaha masuk melewati gerbang." Balas Raina telak, hingga membuat Ana mendelik kearah Dimitry.


Sementara Dimitry hanya bisa meringis membalas tatapan tajam sang mommy. Dan beralih menatap Raina dengan kedua jarinya menunjuk kearah Raina dan berbalik kearahnya tepat dimatanya.


.......


Malam semakin larut, seperti biasa Raina belum bisa memejamkan matanya barang sekejap pun. Hingga nyaris sepertiga malam, dia akhirnya tertidur tetapi setelahnya tersentak saat mimpi buruk masuk kedalam tidurnya. Raina memutuskan mengambil wudhu dan melakukan sholat sunnah. Dia terus bersimpuh sembari menengadahkan kedua tangannya meminta untuk kebaikan dan keselamatan serta kelancaran suaminya dan dimudahkan urusannya.


Hingga tanpa sadar tubuhnya meringkuk tertidur diatas sajadah, tidak seperti tidurnya sebelumnya. Kali ini Raina merasa sangat damai dan tentram, dia bahkan terus mencari posisi ternyamannya saat ini.


Subuh terlewat dan Raina terbangun saat jam menunjukkan pukul setengah empat pagi, itu artinya satu jam sudah dia melewatkan waktu subuhnya. Tapi perasaan nyama membuatnya terlena. Dia mengerjab beberapa kali, sebelum benar-benar membuka mata sempurna.

__ADS_1


Matanya terbuka sempurna, dan saat itu juga dia berteriak, saat netra cantiknya tertuju pada sebuah jakun pria yang tepat berada didepannya. Teriakannya tertahan karena pria itu membekap mulutnya.


"Kenapa berisik sekali Rain, aku batu tidur satu jam yang lalu." Suara Bariton serak khas orang bangun tidur itu mengalun seksi ditelinga Raina, benarkah apa yang saat ini dia lihat ini nyata?. Pria ini yang selalu dia pikirkan dan khawatirkan dalam lima belas hari terakhirnya. Pria yang selalu dia rindukan kehadirannya.


Netra cantik itu mengerjap beberapa kali, tangan Raina bergerak menyentuh jakun yang terlihat naik turun itu. Seketika itu juga tangannya kembali dicekal. "Jangan menyentuh pria sesuka mu saat pagi seperti ini Rain," Entah apa maksudnya Aksa mengatakan hal itu.


Jantung Rain seolah berlompatan hendak keluar, sungguh, benarkah saat ini dia berada dalam pelukan suaminya?, kapan pria itu pulang? Tunggu, bukankah tadi dia masih diatas sajadah? lalu kenapa saat ini dia berada di ranjang, dan kemana perginya mukena yang dia kenakan?. Terakhir Raina membulatkan matanya saat dia terpikirkan sesuatu. Segera dia melihat kebawah dibalik selimut, dan helaan nafas lega pun terdengar. Apa yang dia pikirkan tidak menjadi nyata.


"Mengapa? apa yang kau pikirkan sepagi ini sayang? aku tidak mungkin menyentuh mu dalam keadaan kau tidak sadar."


Deg.....


Ucapan Aksa sungguh membuat Raina serasa ingin menghilang saat ini juga, ternyata suaminya itu mengerti kemana arah pikirannya. Saat belum sepenuhnya tenang kembali dia dikejutkan oleh kecupan lembut di kening dan pelipisnya.


"Morning Rain, apa kita terlambat sholat subuh?" Deg...


Lagi... entah untuk yang keberapa jantungnya berpacu dengan kuat, tetapi kemudian dia melihat kearah dinding dan terpekik kecil saat menyadari jika saat ini dia sudah terlambat ibadah subuhnya.


"Mas... Kita telat... ayo bangun... "


........ Bersambung .........

__ADS_1


Yuk... cepetan siapa yang mau ikutan ma Raina jamaah bareng ma Aksa??? ☺☺🀣🀣🀣


yuk jan pelit kasih like dan Comen yaa makasih.. 😘😘😘


__ADS_2