
Malam semakin larut bahkan cafe sudah hampir tutup, tetapi tamu Raina masih setia berada disana, dia bahkan menempati kursi sofa panjang dan menggunakannya untuk tiduran, Raina menatapnya jengah.
"Sebenarnya apa yang membuat anda masih bertahan di sini tuan Dimitry?" Ucap Raina dengan malas, dia sudah bosan sedari tadi terus mengusir pria bule itu.
"Sudah ku katakan jika aku tidak akan pergi, dan aku akan terus berada di sini, sampai kau menyetujui persyaratan yang ku ajukan." Jawab Dimitry dengan mata tertutup, seolah tidur dan tidak terjadi apa-apa, Dimitry cuek dengan perlakuan Raina.
"Memang anda orang yang tidak tahu malu."
"Hahaha....." Dimitry tertawa mendengar perkataan Raina. "Ya, itu semua karena sikap keras kepala mu."
"Aku? kenapa jadi aku?"
"Bukankan tadi aku mengajukan dua pilihan? aku akan terus berada disini, atau kau ikut bersama ku ke Rusia hanya dua hari."
"Hufttt.... sudah ku katakan, aku tidak akan menuruti keinginan mu. Pekerjaan ku sudah sangat menumpuk, karena aku membuang percuma waktu ku di Korea." Jawab Raina frustasi.
"Apa gunanya kau memiliki puluhan karyawan, jika kau masih harus turun tangan sendiri?"
"Dengar! Pekerjaan ku itu merupakan hasil karya tangan ku, jadi jika orang lain yang mengerjakannya, hasilnya tidak akan sama, apa kau faham itu? huh... ku rasa, kau sama sekali tidak mengerti, karena orang seperti mu, hanya akan memerintahkan apa pun yang kau inginkan, termasuk pekerjaan mu." Ucap Raina ketus.
"woa woa woa.... kau marah rupanya nona Alexa."
"Alexa? siapa Alexa? my name is Raina, Raina Ghiska Zoya. Understand?"
__ADS_1
Dimitry tak lagi menjawab ucapan Raina, dia justru menatap dalam netra bening Raina yang saat ini terlihat marah padanya. Tapi Dimitry tak ambil pusing, dia segera undur diri, rupanya Raina bukanlah gadis yang gampang dibujuk.
"Baiklah, malam ini aku mengalah, aku akan tidur di hotel, tapi bersiaplah besok, kita akan pergi ke Rusia." Ucapnya final, kemudian dia melangkah pergi meninggalkan galery milik Raina.
"Dasar pria aneh. Sebenarnya apa maunya, mengapa bersi keras mengajak ku ke Rusia." Seketika pikiran buruk terlintas dalam benar Raina, hingga membuatnya bergidik.
............
"Aksa, ada apa dengan mu? mengapa begitu banyak klient yang tidak puas dan mengatakan ingin menemui mu, sebenarnya apa yang sedang kau lakukan, sampai mengabaikan beberapa investor penting perusahaan?" Ucap Allard sedikit emosi, dia mendapatkan laporan bahwa akhir-akhir ini Aksa tak lagi ingin menemui investor.
Aksa tak menjawab pertanyaan sang ayah, dia memilih bungkam, dengan mata menerawang jauh kedepan, hatinya benar-benar bergejolak saat ini. Dia takut tidak bisa mengontrol emosinya, dan malah berujung baku hantam dengan sang ayah.
Maka dari itu dia memilih diam, tetapi jauh dalam hatinya, dia sedang tidak baik-baik saja. Dia juga mengabaikan ponselnya yang sejak kemarin terus berdering, dia menunggu akan seperti apa takdir membawa perjalanan kisah hidupnya, jika perasaannya masih tidak ingin berpaling sama sekali.
........
"Apa kau sudah melaksanakan perintah ku Ben?" Ucap Alle dengan serius.
"Sudah tuan, suruhan kita sudah mulai bergerak masuk ke dalam kubu genk itu. Kita bisa memanfaatkan kelengahannya."
"Good, aku suka cara kerja mu. Ah... dan juga, selidiki seseorang yang selalu mengikuti langkah gadis itu di Indonesia."
"Baik tuan, tapi menurut pendapat saya, dia buka dari kubu tuan Dimitry, saya masih berusaha mencari siapa yang mendukung dibelakangnya."
__ADS_1
"Aku juga berpikir seperti itu, Carl, ini tugas mu, jaga baik-baik gadis itu, meskipun aku tau saat ini Dimitry sedang berada disekelilingnya."
"Baik tuan, akan saya laksanakan sesuai perintah."
"Good, thanks atas kerja keras kalian."
Keduanya menunduk bersamaan, kemudian berbalik arah keluar dan mengerjakan perintah masing-masing.
..........
Pagi ini, Raina dikejutkan dengan kehadiran Dimitry yang sudah berdiri didepan pintu, dengan terus menekan bel berulang kali. Membuat semua karyawan yang bertugas pagi, berteriak histeris karena kehadirannya.
"Aku berjanji, akan memberikan apa pun, jika kau bersedia ikut dengan ku ke Rusia, hanya dua hari, aku berjanji tidak akan lebih. Hem.. " Dimitry terus membujuk Raina agar mau diajak ke Rusia.
"Untuk apa aku harus menuruti keinginan mu tuan Dimitry." Jawab Raina.
"Rain, aku serius ada yang ingin aku sampaikan pada mu, tapi harus di sana, aku tidak akan mencelakai mu, aku janji. Ajak lah Lita bersama mu jika kau takut."
"Tapi aku..... "
......... Bersambung .........
Hai.... malem.... maaf agak telat Up aku-nya.... ππjan lupa like, vote n comen yaa... mksih.. βΊβΊβΊππππ
__ADS_1