Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Welcome Back Riana Alexa


__ADS_3

Bandar udara Demodedovo terlihat sangat sibuk siang ini, meskipun udara diluar sangatlah terik, tetapi hal itu tidak menghalangi manusia untuk beraktivitas.


Keberadaan sekelompok pasukan elit milik Dimitry yang sejak satu jam yang lalu berusaha untuk mensterilkan terminal kedatangan luar negri, pasukan itu berjumlah dua puluh orang sepuluh berada di terminal kedatangan luar negri dan sepuluh lainnya berada diluar.


Bukan tanpa sebab Dimitry melakukan hal itu, dia beberapa kali mendapatkan laporan dari anak buahnya yang bekerja sebagai tim keamanan cyber keluarga Alexander, jika banyak yang berusaha menyerang data pribadi Raina, mulai dari bisnis maupun data pribadinya.


Tak ayal itu membuat Dimitry geram, sebegitu cepat para musuh keluarganya mengetahui desas desus jika Raina merupakan putri Alexander yang telah lama hilang.


Raina sendiri tidak mengetahui jika telah banyak yang mulai mengincarnya, Dimitry mengambil alih semua tim cyber untum dia pekerjakan guna melindungi sang adik.


Pesawat jet pribadi milik Dimitry berhasil landing dengan sempurna di bandar udara Demodedovo. Dia lantas mempersiapkan dirinya untuk segera turun.


"Apakah ini tidak terlalu berlebihan Cika?" Raina yang baru saja menginjakkan kakinya di negara yang terkenal dengan senjata nuklirnya di Dunia itu menjadi terperangah, kala melihat banyaknya bodyguard yang berjaga di pintu kedatangan.


"Tidak nona, ini merupakan protokoler keluarga Alexander yang biasa." Jawaban Cika membuat Raina terperangah.


"Welcome back my sister... Aku sangat merindukan mu... " Dimitry yang telah menunggu di depan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, bersiap menyambut kedatangan sang adik tercinta.


Sementara Raina terlihat tersenyum miring setelah menyadari betapa dia disambut dengan sangat baik oleh sang kakak membuatnya merasa senang, meskipun kenyataannya apa yang dilakukan Dimitry selalu berlebihan menurutnya.


Dia berjalan dengan diiringi sepuluh bodyguard pria dan satu bodyguard wanita, membuat semua mata yang berada disekitarnya tertuju kearahnya. Terlebih para wanita yang melihat siapa yang menyambut kedatangan Raina.


Seketika membuat para wanita yang berada disana berteriak histeris, mereka merasa iri dengan posisi Raina saat ini, yang disambut oleh prince mafia Rusia sekaligus pengusaha muda penerus Alexander's Jewelry.


Raina menyambut uluran tangan Dimitry yang membawa bouqet bunga mawar berukuran besar ditangan kirinya. Raina meraih bouqet itu, kemudian saat itu juga Dimitry segera membawanya kedalam pelukan. Tak ayal semua yang dilakukan Dimitry membuat para wanita menjerit histeris.

__ADS_1


Tak lupa beberapa kali dia melayangkan kecupan dipelipis Raina yang terbalut pasmina berwarna mocca itu. "Thanks kak atas penyambutan yang sangat berlebihan ini."


"No, ini bukan berlebihan untuk menyambut seorang owner Raina's Alexander Gallery." Seketika itu juga Raina melayangkan pukulan kearah lengan kanan Dimitry disertai tatapan memicing dan bibir yang mengerucut.


"Hahahaha.... Oke oke, aku mengerti, berhenti menatap ku seperti itu sweetie," Pungkas Dimitry disertai kerlingan sebelah matanya yang lagi-lagi membuat para wanita histeris dan mengabadikan hal itu melalui ponsel pribadi mereka masing-masing.


"Sebaiknya kita segera pulang, kau tau aku sudah terlalu lelah menjawab pertanyaan mommy yang menanyakan kedatangan mu, sepertinya dia sangat merindukan putrinya yang nakal ini." Bisik Dimitry seraya berjalan merangkul Raina untuk segera dibawa ke mansion Alexander.


"Kau sungguh terlalu sangat berlebihan kak." Tukas Raina sembari berjalan mengikuti langkah kaki Dimitry dia terlihat sedikit kewalahan karena langkah kaki Dimitry yang lebar.


"Kau tau bahkan daddy menginginkan kau disambut dengan seremony, sekaligus untuk ajang promosi perusahaan mu. Tapi aku menolaknya, karena ku tau kau pasti tidak menyukainya kan." Tutur Dimitry seraya membukakan pintu mobil mercedez benz seri terbaru di musim ini yang tentunya sudah dimodifikasi sedemikian rupa, dilengkapi dengan anti peluru.


Mobil hitam metalik yang dikendarai oleh Luke itu berjalan membelah kota Moscow dengan diiringi Lima mobil mewah yang berisi bodyguard keluarga Alexander. Semua mata tertuju pada iring-iringan itu.


Cika sendiri sampai berdecak kagum, meskipun dia sudah diberikan tugas untuk mengawal Raina, tetapi baru kali ini dia akan bertemu dengan tuan besar yakni Alexander Avram.


"Apa kau meragukan kemampuan ku Rain? aku bahkan nyaris tidak tidur selama dua malam ini demi mempersiapkan segalanya. Semuanya sudah sembilan puluh persen Rain, kau akan melihatnya sebentar lagi, tapi sebelum itu kau harus menemui nyonya Alexander terlebih dahulu, karena dia sudah sangat merindukan mu." Jawab Dimitry pongah dengan kemampuannya. Meskipun dia harus turun tangan sendiri demi sang adik tercinta.


"Thanks ya kak, aku merasa bersyukur bisa memiliki keluarga yang sangat royal." Tutur Raina dengan mata berkaca-kaca.


Dimitry hanya mengangguk, dan mereka meneruskan perjalanan untuk segera sampai di mansion, karena Avram dan Ana sudah menunggu kedatangannya.


........


"Aksa, kau yakin ingin mendatangi pembukaan perusahaan Raina sendiri tanpa Alina?" Cheyra yang baru saja keluar dari kamar sang putra, berjalan mendekat kearah Aksa yang terlihat tengah menekuni beberapa tumpukan dokumen di atas meja kerjanya.

__ADS_1


"Ya, karena didalam undangan hanya tertera nama ku saja, akan sangat tidak etis jika aku juga membawa serta Alina." Jawab Aksa dengan tanpa mengalihkan atensinya dari dokumen ditangannya.


"Ku rasa dia diundang beserta kedua orang tuanya, mengingat Alina juga pernah menggunakan jasa Raina saat acara pertunangan kalian." Cheyra mendudukkan dirinya dikursi yang berada disebrang Aksa.


"Ku rasa begitu, biarlah kak, untuk saat ini aku akan bersikap seperti ini, karena ucapan ku tak kan berarti apa pun jika Daddy dan Mommy tidak memutuskan hubungan ini." Ucap Aksa dengan helaan nafas lelahnya.


"Bersabarlah sebentar lagi, aku yakin kalian akan bisa bersama." Ujar Cheyra sembari bangkit berdiri dan menepuk beberapa kali pundak Aksa.


..........


"Sudah kau persiapkan dengan matang semua tugas mu?" Ucap pria dengan satu tangan berada dalam saku celana, dia berdiri ditepi dinding kaca seraya melihat kearah bawah tempat gedung dimana sirinya berada.


"Sudah tuan, saya juga akan memasukkan seorang wanita yang bertugas mengawasi keadaan di dalam gedung hotel, tempat berlangsungnya acara grand opening itu." Jawab pria yang lainnya dengan kepala tertunduk.


"Good, persiapkan semua dengan baik, aku tidak ingin gagal lagi kali ini, mencari celah untuk mendapatkan akses di keluarga Alexander bukan hal yang mudah. Aku tak sabar melihat seperti apa rupa putrinya yang terkenal lebih cantik dari pada didalam foto." Ucapnya lagi dengan senyuman smirk yang terlihat menakutkan.


"Akan saya usahakan misi kita berhasil kali ini tuan."


"Good, buktikan, aku tidak ingin bualan semata."


"Baik tuan."


Setelahnya pria yang berada dibelakang pamit undur diri. Tinggallah pria yang memiliki rambut sedikit ikal meskipun dipangkas pendek, dengan rahang kokoh, sedang tersenyum penuh arti. "Aku tak sabar ingin bertemu dengan mu secara langsung Raina." Ujarnya dengan senyum smirk mengerikan.


....... Bersambung .......

__ADS_1


Hai semua... maaf ya aku baru bisa Up lagi... kemarin2 benar2 sibuk dengan real life mudah2an mulai saat ini udah bisa Up Rutin lagi.. jan lupa vote n komen biar Authornya semangat β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™ makasih babyak-banyak...


__ADS_2