
Pasukan yang tadinya bergerak menuju Gangnam, berhenti sesaat, Alle berunding dengan ayah mertua, dan akhirnya di ambil keputusan jika Allard beserta pasukan khususnya akan tetap pergi ke Gangnam, sementara dirinya beserta anak buahnya menunggu untuk menemukan titik keberadaan Arick melalui sinyal ponsel dalam panggilan tersebut.
Tanpa menunggu lama, hacker terbaik yang di miliki Alle mengatakan jika sinyal ponsel yang baru saja menelpon titik koordinatnya telah ditemukan. Berada disebuah pulau terpencil di sebelah barat pesisir semenanjung Korea.
Saat itu juga Alle memerintahkan Carl untuk membawa haly, dan dia ikut serta naik ke haly tersebut, melalui sebuah gedung terdekat yang mempunyai landasan halycopter. Alle menggunakan Air phone dan halycopter yang dikendalikan oleh anak buah terbaik Alle itu terbang dengan cepat menuju titik koordinat yang telah diberitahukan oleh hacker terbaik Alle.
Meskipun saat ini ponsel Raina sudah mati karena kehabisan baterai. Tetapi beruntungnya tim IT Alle mampu mendeteksi sinyal keberadaan ponsel Raina.
"Tambah kecepetan lagi, aku tidak ingin terlambat sedikit pun." Titah Alle tegas, saat ini didalam haly hanyalah orang-orang kepercayaannya saja yakni Carl, Ben dan tiga anak buah yang lainnya.
Airbus H225 Super Puma tidak dapat mendarat karena ditepi mercusuar itu tidak ada landasan dan juga kondisi salju yang tebal membuat mereka hanya bisa turun menggunakan tali.
Carl adalah yang paling pertama turun disusul Alle dan Ben serta yang lain, Keenam orang itu langsung turun dan di sana sudah ada sekelompok orang dengan senjata api lengkap juga sedang menuju mercusuar itu.
Baku tembak tidak dapat dihindari kedua kelompok itu saling baku tembak menggunakan pistol mereka masing-masing, Alle membagi tugas, Ketiga anak buah terbaik Carl menghadang kelompok musuh, sedangkan Carl dan Ben mengikuti Alle untuk menemukan keberadaan Arick.
Tentu jalannya tidak semulus yang diperkirakan, puluhan peluru mencoba menembus ketiganya saat akan berusaha naik keatas tangga, membuat ketiga pria dewasa itu bekerjasama untuk melindungi satu sama lain.
Sekitar dua puluh orang berada disana, bukan hal sulit menaklukkan mereka, bagi Alle, Carl dan Ben itu merupakan hal mudah tetapi mereka juga harus saling menjaga, Alle tidak ingin ada korban jiwa dari pihaknya.
........
Arick yang mendengar deru halycopter segera mencari celah untuk bisa melihat keluar, dia yakin sang ayah telah datang, meskipun hari sudah cukup siang tapi karena salju masih saja terus turun membuat rasa dingin kian menusuk tulang.
Arick bergegas menghampiri Raina yang sudah tidak lagi sadarkan diri, dia terlihat lunglai dengan mata terpejam. "Kak, bangunlah, bantuan sudah datang, ayo sadarlah." Arick berusaha membangunkan Raina dengan mengguncangkan tubuhnya.
__ADS_1
Raina membuka mata meskipun terasa berat, kesadarannya menipis tetapi dia masih bisa mendengar ucapan Arick, dia menggangguk lemah, kemudian mencoba duduk tegap membuka mata sepenuhnya, kemudian meringis saat tangannya dia gerakkan.
"Ayo, kita turun sepertinya daddy ku sudah datang." Arick berusaha membantu Raina berdiri meskipun tergopoh-gopoh. Dia berjalan turun perlahan dibantu dengan Arick yang memapahnya.
Suara tembakan semakin surut, tak seintens seperti awal kedatangan haly. Lamat-lamat Arick mendengar suara sang ayah dan asisten pribadinya, perasaannya menjadi sangat lega sat itu juga meskipun belum benar-benar melihatnya.
.......
Di lain pihak, Dimitry juga sedang panik mencari keberadaan Raina, dia sempat mengikuti dan menyadap sinyal ponsel Raina, saat menunggu dibandara, dia sama sekaki tidak menemukan keberadaan Raina, hingga membuatnya gila, yang terakhir dia ikuti Raina pergi ke pulau kecil, dan dia menyusul Raina, tetapi alangkah terkejutnya ketika dia mengetahui jika Raina menghilang membuatnya menggila saat itu juga dia meminta ahli IT-nya untuk melacak sinyal keberadaan ponsel Raina.
Rasa penasaran membuat Dimitry tidak bisa hanya menunggu dan berpangku tangan, dengan kekuasaannya dia bisa mendapatkan apa pun yang dia inginkan, termasuk menyewa hely untuk sampai pada pulau terpencil itu.
"Where are you Rain, kembali lah..." Dimitry mencari keberadaan Raina dengan cermat, dan dia mendengar suara baku tembak membuatnya memutar haluan dan kembali ke mercusuar yang tak lagi berfungsi itu.
Saat Dimitry akan naik ke atas, terlihat Ben dan Carl yang sedang memapah seorang perempuan dengan menggunakan hijab, disusul Alle dengan menggendong Arick di punggungnya.
Keduanya terlihat lemah, terlebih lagi Raina yang sudah antara sadar dan tidak, dia hanya terus berjalan, pandangan matanya sudah menggelap sejak tadi langkahnya oun berulang kali tersandung dan lurutnya lunglai.
Membuat Ben tidak sabar dan segera meraih tubuh mungil Raina dan menggendongnya ala karung beras, mengingat dia juga harus menuruni anak tangga.
"What happened?" Tanya Dimitry berusaha mencari tahu yang terjadi.
Alle tampak terkejut melihat keberadaan Dimitry disana, kemudian dia menjelaskan situasinya secara singkat. Dia yakin Dimitry sudah mengerti situasi yang terjadi.
"Sekelompok gengster mencoba menculik putra ku."
__ADS_1
"What?"
"Kita kembali ke Seoul lebih dahulu, mereka membutuhkan pengobatan." Teriak Alle sembari berlari kecil untuk keluar dari mercusuar dan naik keatas Haly.
Tubuh Raina ditarik menggunakan tali oleh anak buah Alle. Karena dia tidak lagi memiliki tenaga untuk bisa menaiki tangga menggunakan tali ke atas haly. Dimitry belum mengetahui keberadaan Raina, karena yang dia ketahui Raina tidak menggunakan Hijab.
Saat tubuh Raina berada di atas, Dimitry baru menyadari jika itu merupakan Raina, seketika itu juga dia menggila, tetapi kemudian dia mengikuti kemana haly itu pergi.
........
Rumah sakit milik sahabat terbaik Allard saat ini sudah dipenuhi oleh keluarga besar Del Cano dan Dennison, saat Ben memberitahukan pada Ica, dia segera meluncur bersama Cheyra dan juga Ashila menuju rumah sakit yang sudah ditentukan Alle.
Dua lantai sudah disterilkan, bahkan keluarga Allard mempunyai gedung khusus hanya untuk keluarga dan anak buahnya ketika sakit. Dokter dan perawat serta brangkar dorong sudah berjajar di atas gedung yang memang terdapat landasan haly.
Saat dua halycopter mendarat dengan sempurna dan satu persatu penumpangnya turun, semua histeris memanggil nama Arick, terlebih Cheyra yang saat itu juga langsung berlari dan memeluk sang putra diiringi air mata yang membanjiri.
Semua orang terheran ketika Ben turun dan mengisyaratkan untuk membawa brangkar dorong untuk maju mendekat, terlihat sosok wanita muda dengan mengenakan hijab terkulai lemah setelah ditidurkan di brangkar dorong.
Dokter segera membawa tubuh Raina dengan berlari karena dia tahu jika kondisi Raina saat ini sedang kritis. Aksa yang saat itu sedang menggendong Ashila pun ikut terkejut melihat hal itu. Meskipun dia belum menyadari keberadaan Raina.
"Raina,...... " Teriakan Dimitry disusul dengan dia yang berlari mengejar Raina yang sedang didorong membuat semua mata yang berada disitu terkejut tak terkecuali Aksa. Dia mematung sesaat dan merasa tidak percaya dengan apa yang ada didepan matanya saat ini.
......... Bersambung .........
Yuhuuuu aku Up lagi.. jan lupa kasih Vote yaa... makasih βΊβΊβΊπππ
__ADS_1