Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Kerja Keras Seorang Aksa


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu sejak kedatangan Asahi di mansion Alexander Avram, penjagaan diperketat dengan menambahkan pasukan elit milik Dimitry yang didatangkan langsung dari markas utamanya yang berada dipinggiran kota Moscow. Meskipun anak buah serta pengawal yang dimiliki Alexander Avram cukup banyak tetapi nyatanya Dimitry memiliki pasukan elitnya sendiri yang dia latih dengan tangannya dan dibantu dengan mendatangkan pelatih beladiri dari negara asal bela diri itu masing-masing.


Leon masihlah pengawal yang dipercaya untuk mengawal Raina kemana pun, sudah seminggu ini Avram melarangnya bekerja di rumah mode miliknya, kekhawatiran terbesarnya saat ini adalah keselamatan sang putri. Mengingat siapa Asahi yang merupakan musuh mereka.


"Huufffttt....." Raina menghela nafas bosan. Terus berada dilantai dua yang merupakan ruangan kerjanya membuatnya sedikit bosan. Terlebih sudah nyaris dua minggu Aksa tidak menghubunginya. Bahkan pesan yang dikirimkannya masih setia hanya dibuka tanpa adanya balasan apa pun.


"Mas..... sesibuk itu kah.... Bahkan ini sudah 12 hari kau tidak memberikan kabar." Rasa kecewanya terkalahkan dengan kekhawatirannya yang mendominasi. Dia takut Aksa memilih jalannya sendiri.


Bosan membuka tutup room chat pada ponselnya, Raina beranjak meninggalkan sket gaun pengantin yang belum dia selesaikan, sket gaun pengantin yang bahkan sudah dia buat beberapa hari ini, tetapi hingga saat ini belum ia selesaikan karena pikirannya selalu dipenuhi kekhawatiran tentang Aksa.


Pernah beberapa hari yang lalu dia nekat menelpon Aksa, meskipun panggilan itu tersambung, tetapi nyatanya tidak pernah diangkat oleh Aksa. Dia tidak cemas jika Aksa akan berpaling, tetapi yang dia cemaskan adalah jika Aksa nekat menggunakan caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah.


Raina melangkah masuk kedalam kamar pribadinya, dia mendudukkan diri di sofa yang terletak disebelah kaca besar dengan ketebalan yang tak dapat ditembus peluru. Melihat betapa sibuknya kakak serta ayahnya. Saat dia bertanya hanya jawaban pekerjaanlah yang dia dapatkan.


Sebenarnya dia merasa kesal karena Raina bukannya tidak tahu jika Daddy dan Kakaknya tengah menyusun strategi untuk menghadapi Asahi. Dia tidak sebodoh itu hanya diam saja tanpa tahu apa pun. Sementara disini pemeran utamanya adalah dia.


......


Sementara di belahan bumi yang lain, Aksa tengah disibukkan dengan kegiatannya yang tanpa jeda. Dia harus tetap mengawasi pekerjaannya meskipun dari jauh. Pekerjaannya saja sudah sangat menggunung, ditambah lagi dengan masalah yang dia hadapi. Aksa tak mau hanya berpangku tangan menunggu perintah ayahnya dan mertua serta kakak iparnya.


Dia sadar jika tanggungjawab dan keselamatan Raina sepenuhnya merupakan kewajibannya, Aksa berusaha merampungkan proyek terbesarnya yang bekerja sama dengan pengusaha lainnya dibeberapa negara diantaranya Indonesia, Singapura serta Jepang dan Korsel. Dia merupakan pemegang saham terbesar di proyek itu. Meskipun bukan dia pemiliknya.


Ayah serta keluarganya yang lain belum mengetahui tentang proyek barunya. Aksa sengaja belum mengatakan pada Daddynya. Jika pun sang mommy mengetahui hal itu dia yakin mommy-nya akan menyuruhkan untuk memikirkan ulang untuk ikut andil dalam proyek itu.

__ADS_1


"Tuan, anda mendapatkan pesan dari istri anda." Kalimat keramat yang membuat Aksa seketika menghentikan kegiatannya berselancar didunia maya sembari memperhatikan sebuah tab yang menampilkan grafik angka naik turun. Aksa menghela nafas dalam, dia membuka kacamata bacanya, sembari meraih ponsel yang sementara dia titipkan pada asisten pribadinya.


"Sudah berapa hari sejak kunjungan kita ke Moscow?" Tannyanya pada Ki Tae.


"14 hari tuan." Aksa menghela nafasnya berat. Dia tidak bermaksud mengabaikan Raina, tetapi dia sedang berusaha menjaga hatinya agar tetap kuat dan tidak terpengaruh ingin segera bertemu. Karena dia sadar jika tanggungjawabnya lebih besar dari itu.


Aksa membuka ponselnya, membaca ratusan pesan yang dikirimkan Raina padanya, jika biasanya dia hanya membukanya saja pada malam hari sebelum tidur. Tapi kali ini dia mengetikkan sesuatu disana.


Aksa :


"Waalaikumsalam istri ku, maaf beberapa hari ini aku terkesan mengabaikan mu, sungguh aku tidak berniat seperti itu, bersabarlah sebentar lagi, aku sedang berusaha menyelesaikan pekerjaan dan tanggungjawab ku, sebentar lagi aku akan secepatnya mengunjungi mu jika semuanya telah selesai. Jaga diri mu baik-baik."


Setelah mengetikkan balasan yang cukup panjang Aksa kembali menghubungi seseorang saat grafik yang dia perhatikan bergerak menyentuh angka yang dia harapkan, senyum puas terlihat jelas di wajahnya. Berbicara dengan serius membahas tentang proyek raksasa dengan investasi terbesarnya, membuat Aksa akhirnya bisa bernafas lega. Setelah ini hanya merampungkan beberapa dokumen milik perusahaan ritelnya. Sementara yang lain bisa dia pantau melalui Ki Tae.


"Baik tuan. Sekalian saya telah menyiapkan pengawalan khusus untuk anda dibeberapa negara yang akan anda kunjungi." Ucap Ki Tae dengan melangkah mengikuti langkah sang tuan.


"Kerja bagus, terimakasih atas kerja keras mu selama nyaris satu bulan ini." Balas Aksa sungguh-sungguh.


"Ya tuan. ini memang sudah menjadi tugas saya." Keduanya meninggalkan Secret Hotel dan bergegas kebandara. Ki Tae yang selalu bekerja dengan sigap dan cepat membuat Aksa tidak lalu kesulitan, karena dia mempunyai inisiatif yang selalu dibutuhkan Aksa tanpa harus diminta.


.........


"What???? kau serius dengan ucapan mu Ben?" Alle memekik terkejut saat Benicio mengatakan hal yang membuatnya nyaris melompat dari tempatnya duduk.

__ADS_1


"Ya tuan, kabar bahagianya dia berhasil mendusuki posisi itu. Jadi sekarang posisi anda dan tuan Aksa sama-sama kuatnya, bedanya jika anda menguasai daratan Eropa, sementara tuan Aksa menguasai Asia." Ucapan Benicio membuat Alle membuka mulutnya, dia cukup terkejut dengan pencapaian sang adik iparnya yang sangat mendadak.


"Jadi anda bisa sedikit tenang karena apa yang anda takutkan tidak akan terjadi, tetapi sepertinya tuan besar dan tuan Maxime belum mengetahui kabar ini. Dan asisten tuan Aksa meminta saya secara pribadi untuk tidak memberitahu hal ini terlebih dahulu pada para orang tua dan yang lainnya.


" Oke, baiklah, kita lihat akan semenarik dan seseru apa konflik puncaknya nanti. Tapi kau tetap siapkan yang terbaik untuknya, aku tak mau lengah sedikitpun."


"Baik tuan."


......


Pria dengan tubuh mengkilat yang dipenuhi tato dibadannya itu terlihat tengah mengelap keringat yang menetes, kedua wanita cantik yang baru saja membuatnya berkeringat itu terkapar tak berdaya diarena gim pribadinya. Ya, selain sadis dan berkuasa Asahi juga terkenal tidak tahu malu dan tidak tahu tempat jika sudah menyinggung tentang nafsu bejatnya.


Dia tersenyum miring, dua wanita mampu dia taklukkan bahkan beberapa waktu lalu, keduanya terlihat merintih dan berteriak meminta ampun pada sang tuan untuk segera menyudahinya. Kedua wanita itu memang masih terlihat muda dan amatir. Tetapi hal itulah yang disukai oleh Asahi.


Dengan tanpa rasa bersalah dia meninggalkan kedua wanita itu, dan menyuruh anak buahnya untuk menghabiskan sisa makan paginya yang sudah tak berdaya. Tanpa belas kasihan para bawahannya justru merasa senang, karena bisa menyalurkan hasratnya tanpa harus membayar sepeser pun.


Setelah membersihkan diri dan memakan sarapannya yang kesiangan, Asahi terlihat menerima panggilan dari petingginya di kelompok Y@kuza. Berbanding terbalik dengan sikapnya pada bawahannya, kali ini dia bersikap manis dan sangat penurut pada atasannya itu. Panggilan berakhir dengan senyum merekah dibibirnya.


"Tunggulah pembalasan ku tuan Alexander Avram, aku akan membawa putri kecil mu yang membuat ku terus berfantasi liar itu. Aku akan membuatnya menjadi nyata." Smirknya terlihat menyeramkan sembari meneguk botol minuman keras dalam genggamannya.


....... Bersambung ......


Tunggu kelanjutan ceritanya besok yaa... jan lupa like n comen makasih... ☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2