
Raina begitu senang saat dia diberitahu bahwa dia diminta untuk merias salah satu publik figur namun seniornya sama sekali tidak memberi tahu dia siapa orangnya, hanya saja senior Raina mengatakan jika semua sudah disiapkan, dari mulai busana hingga tema yang akan dia aplikasikan nanti.
Raina mulai bersiap mempersiapkan semuanya memasukkan semuanya kedalam koper, karena acara pertunangan kliennya akan digelar di Jakarta, Raina berharap ini bisa menjadi batu loncatan untuk karirnya mencapai puncak, dan dia bisa segera mewujudkan mimpinya.
"Akhirnya selangkah lebih dekat dengan impian ku, ya Allah permudahkanlah segala urusan ku, permudahkan juga jalan ku untuk mencari orang tua kandung ku." Doa yang Raina panjatkan dalam sujud sepertiga malamnya ini, ya mulai disaat dia berusaha mengejar mimpinya Raina mulai rajin untuk melakukan ibadah malam.
Awalnya terasa berat tetapi niat dan tekadnya menghancurkan semua kantuk dan malas yang bercokol dalam dirinya. Meskipun berat karena terkadang dia baru saja mulai terlelap, tetapi saat rasa malas datang, dia selalu mengingat mimpinya.
"Jika ibadah saja aku malas bagaimana Allah akan mengabulkan keinginan ku." Kata-kata itu yang selalu Raina tanamkan dalam pikirannya. Hingga dia mampu melakukan shalat sunah di sepertiga malam.
........
"Kak bilang pada mommy dan daddy aku tidak akan pulang sebelum mereka membatalkan perjodohan itu." Ungkap Aksa uring-uringan, dia sengaja mendatangi sang kakak untuk bisa mendapatkan dukungan dari kakaknya.
"Aksa, kakak bukannya tidak mengerti perasaan mu, tapi kakak sudah berbicara pada mommy, dan kau tau kalau mommy tidak akan melangkah tanpa petunjuk dari yang kuasa bukan?" Tanya Cheyra menatap dalam manik mata sang adik.
"Maksud kakak, mommy sudah melakukan shalat istikharah begitu? hah, bagaimana bisa, padahal aku yang harusnya melakukan itu, tapi kenapa malah mommy?" Tukas Aksa sembari wajahnya ditekuk dan dia benar-benar terlihat geram.
"Akan lebih baik jika kau tanyakan sendiri pada mommy dek. Kakak juga tidak bisa melakukan apa pun kalau mommy dan daddy sudah mengambil keputusan, kau tau hal itu kan? bahkan aku juga dijodohkan." Sahut Cheyra sembari memberi pengertian pada sang adik yang tengah dilanda kegalauan karena cinta.
Aksa menatap sang kakak dengan pandangan tidak percaya, bahkan sang kakak sekarang berpindah ke kubu orang tuanya. Lalu pada siapa dia harus meminta dukungan.
"Dek dengar, kakak tahu saat ini kau tidak menyukainya, tetapi bisa jadi itu yang terbaik buat mu yang Allah berikan. Lebih baik kau bicara pada mommy dulu sebelum mengambil keputusan, lau juga boleh meminta petunjuk dari yang maha kuasa dek." Tutur Cheyra panjang lebar, mencoba membuat sang adik menurut dan tidak berontak.
........
"Kosongkan jadwal ku satu minggu kedepan, karena aku akan pergi ke Indonesia, untuk menghadiri undangan relasi bisnis,"
__ADS_1
"Baik tuan."
"Satu lagi, jangan biarkan orang lain tahu kepergian ku ke Indonesia selain ke Jakarta, apa kau mengerti?"
"Mengerti tuan, semuanya sudah saya atur sesuai jadwal dan keberangkatan. Saya juga sudah memastikan semuanya dengan benar."
"Good job, kau boleh pulang lebih awal, aku harus mempersiapkan sesuatu." Ujar Dimitry sembari bangun menuju letak dimana berangkasnya berada.
Dimitry membuka dengan beberapa kali memutar tombol kunci, setelah terbuka, dia kembali menyentuh kan kelima jarinya serta memasukkan beberapa kombinasi angka, barulah berangkas itu bisa terbuka. Dimitry memang membuat sendiri berangkasnya, hingga tidak ada yang menyamainya di mana pun, karena dia tahu akan seperti apa kehidupannya sebagai anak dari mafia ternama di Rusia.
Setelah berangkas terbuka, Dimitry mengambil salah satu berkas penting didalamnya. Uniknya berangkas Dimitry bukanlah berisi emas dan perhiasan mewah, melainkan hanya surat-surat berharga fantastis.
Dimitry mengambil satu berkas yang terlihat usang terlihat dari warnanya yang sudah memudar. Dia membuka stop map dan amplop coklat berisi potongan foto lawas dan juga data diri seseorang.
" Aku pasti akan menemukan mu Riana, dimana pun kau berada, tunggulah sayang, aku akan menjemput mu pulang." Ungkap Dimitry sembari memandangi foto bayi perempuan lucu berusia tujuh bulan dalam dekapan seorang wanita muda. Didalam foto itu terlihat bayi perempuan mengenakan kalung dan juga gelang yang sepesial karena di desain langsung oleh sang mommy Ananta, saat mengetahui bayinya berjenis kelamin perempuan.
Dimitry membuka amplop coklat yang disana terdapat data diri wanita muda yang tengah menggendong sang adik.
"Provinsi Jawa Tengah? Bukankah sama dengan tempat asal mommy? harusnya mommy tahu dari mana dia berasal." Dimitry membolak balik data diri itu dan kembali membacanya dengan seksama.
"Aku akan memastikan menemukan keberadaan mu Riana, pasti.... "
Dimitry memasukkan data diri itu kedalam tas kerjanya, kemudian membawanya pulang bersama untuk bersiap-siap bertolak ke Indonesia esok pagi.
......
"Rain.... Aku merindukan mu, teramat sangat... "
__ADS_1
Pesan dari Aksa entah untuk yang keberapa pria itu terus mengirimi Raina pesan, meskipun Raina telah membalasnya, Aksa seolah berbicara sendiri dan dia menuliskan apa pun yang sedang ingin dia katakan pada sang kekasih.
"Aku juga sangat merindukan mu mas, sangat..."
......
"Ben, tolong carikan informasi terakhir dimana pengasuh anak Alexander Avram berada terakhir kali delapan belas tahun yang lalu, jika aku beruntung, aku bisa menemukannya dan menukar informasi penting ini dengan Alexander Avram."
"Baik tuan, tetapi sepertinya pencarian kita tidak akan mudah, mengingat kejadian itu audah lama dan juga terlihat suram."
"Aku tau, tapi carilah setidaknya kemana negara tujuan dia pergi."
"Baik, sesuai perintah anda tuan Allessandro."
"Kau boleh kembali Ben."
"Terimakasih tuan."
"Andai saat itu pengasuhnya tidak membawanya pergi, mungkin kah dia masih bisa diselamatkan."
Alle menggenggam erat Kalung emas berliontin kecil itu dalam tangannya, dia kemudian meyakini jika dia masih bisa menemukan keberadaan gadis kecil itu.
"Mungkin saat ini usia mu sudah sembilan belas tahun gadis kecil"
......... Bersambung .........
Malem semua... salam ku g pernah dijawab sekarang uey... lemes bestie... tanpa komen dari kalian... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1