
Raina terbangun saat telah lewat waktu subuh, entah mengapa tidurnya malam ini menjadi sangat nyenyak, padahal sebelumnya dia susah sekali untuk memejamkan matanya, karena mengingat hari ini begitu banyak kejutan tak terduga yang menghampirinya.
Mulai dari acara lamaran dadakan yang terkesan dirahasiakan darinya, juga acara lamaran yang mendadak berubah menjadi acara ijab qobul, yang membuatnya resmi menyandang gelar sebagai nyonya Aksa Dennison. Hingga larut malam dia sangat sulit memejamkan kedua matanya.
Hingga pagi ini dia bangun terlambat, dan yang membuatnya nyaris berteriak adalah saat dia menyadari bahwa dia sedang berada dalam pelukan Aksa. Akan tetapi Raina menutup mulutnya saat berhasil mengingat jika semalam dirinya telah resmi menjadi istri dari seorang Aksa Dennison Lee.
Leher jenjang dengan jakun yang terlihat menonjol itu berhasil membuatnya tak berkedip. Kedua netra cantik Raina melihat dengan seksama ciptaan dengan perpaduan yang pas didepannya saat ini Alis tebal, hidung tinggi yang menjulang, Bibir yang bervolume, dengan Rahang tegasnya. Terlebih lagi saat dia berusaha bangun, kedua tangan kokoh itu malah memeluknya semakin erat. Raina bingung apakah Aksa sudah terbangun atau belum. Tetapi kedua bola matanya masih terpejam erat.
Raina perlahan berusaha untuk melepaskan diri, karena dia yakin jika keduanya terbangun situasi akan menjadi sangat canggung, tetapi dia dikejutkan dengan suara bariton yang masih serak khas bangun tidur. "Biarkan seperti ini lima menit saja. Ku mohon, aku sudah sangat lama menantikan momen ini Rain."
Ucapan Aksa membuat seluruh tubuh Raina menegang seketika. Itu artinya Aksa sudah terbangun, dan dia sadar dengan apa yang saat ini terjadi. Hal itu membuat semburat merah pada kedua pipi mulus Raina terlihat nyata.
"Eemmm.... M-mas Aksa... Tapi ini sudah siang, kita tertinggal shalat subuh." Ucap Raina meskipun terbata, tetapi dia ingat jika kewajibannya sedang menunggu.
Deg...
Seketika kedua pasang netra mereka bersitatap membuat Raina langsung menundukkan pandanganya, sementara Aksa yang tersadar dengan ucapan Raina langsung membuka mata. "Maaf,... Ayo bangun kita sholat subuh berjamaah. Tidak usah mandi terlebih dahulu sudah sangat terlambat." Titah Aksa untuk pertama kalinya lada sang istri.
Raina menganggukkan kepalanya dengan kaku, Aksa melepaskan pelukannya, keduanya segera bangkit dari ranjang dan masuk kekamar mandi, dengan Raina yang terlebih dahulu. Kedua insan itu menjalankan kewajibannya shalat berjamaah pertama kali sejak dinyatakan sah sebagai suami istri, Raina sangat menyukai dan kagum dengan bacan dan suara Aksa yang sangat nyaman ditelinganya, tak lupa Raina mengaminkan do'a yang dipanjatkan Aksa.
Selesai dengan wiridnya, Aksa berbalik dan mengulurkan tangan kanannya pada makmum satu-satunya itu, dengan takdzim Raina menerima uluran tangan sang suami dan dikecupnya punggung tangan serta telapak tangannya, Raina sempat terkejut dan nyaris menarik tangan kanannya saat Aksa meraih dan mengecup telapak tangan Raina, juga saat tanpa aba-aba kecupan itu beralih pada keningnya.
__ADS_1
"Mas... kenapa mencium telapak tangan ku?" Raina tak lagi kuasa menahan rasa penasarannya, akhirnya dia memberanikan diri menanyakan hal itu.
"Memangnya kenapa?" Tanya balik Aksa dengan senyum dan tatapan meneduhkan.
"Itu nggak etis mas... tak pantas bukan?"
Alih-alih terkejut, Aksa malah terkekeh dengan jawaban Raina, kemudian dia meraih kedua tangan Raina, mengecupnya tepat dikedua telapak tangan sang istri, yang lagi-lagi membuat Raina terbelalak tak percaya dengan sikap suaminya itu.
"Bagi ku, kedua telapak tangan ini yang kelak akan selalu mengaminkan setiap doa yang ku panjatkan, dan akan senantiasa menengadah untuk mendoakan suami dan anak-anak kita kelak. Jadi aku merasa itu belum cukup jika dibandingkan dengan apa yang akan kau lakukan kedepannya Rain."
Gleg....
Aksa dan Raina memilih mengobrol berdua, Aksa membicarakan apa yang telah dibahas tadi malam bersama ayah dan mertua serta kedua kakak laki-lakinya. Tentu saja dengan pekikan kecil dari Raina, karena dia sama sekali tidak menyangka jika selama ini ternyata banyak yang mengikuti gerak geriknya.
Meskipun Aksa tak menceritakan secara detail dan menutupi semua hal yang membuat Raina semakin ketakutan. Keduanya memutuskan untuk menjaga jarak terlebih dahulu, sesuai kesepakatan para orang tua. Percakapan keduanya terhenti saat kepala pelayan mengetuk pintu kamarnya dan mengatakan jika sarapan pagi akan dilakukan setengah jam lagi, membuat Aksa dan Raina memutuskan untuk segera membersihkan dirinya dan kemudian turun untuk sarapan bersama.
.......
"Lexa,... " Avram membuka suara dengan memanggil Raina dengan panggilan sayangnya untuk sang putri. Sementara Raina menoleh dan menatap sang ayah, untuk menyimak apa yang akan dikatakan Avram.
"Ya dad,.. "
__ADS_1
"Kami semua telah sepakat, meskipun kalian berdua telah menikah, tetapi kalian akan tetap seperti biasa sementara waktu, Aksa sudah memberitahukan hal ini pada mu?" Avram menyeka mulutnya dengan saputangan putih yang tersedia, pertanda makannya telah usai.
"Ya Dad, Mas Aksa sudah mengatakan semuanya tadi. Baiklah, aku ikut saja bagaimana baiknya." Ujar Raina patuh. Sementara anggota keluarga yang lain menyimak dengan seksama obrolan berat yang dimulai pagi ini.
"Daddy tau jika ini sangat berat buat kalian berdua, tapi ini adalah opsi terbaik dari pada yang lainnya, Daddy berharap kalian berdua bisa bersabar menjalani ini sementara waktu, tapi daddy yakin jika Aksa pasti akan selalu punya cara tersendiri untuk mencuri waktu bersama mu." Allard menyahut dengan godaan diakhir kalimat untuk sepasang pengantin baru itu.
Sontak semua yang berada di meja panjang itu tersenyum dengan melirik kearah Aksa dan Raina secara bergantian. Terlebih pada Aksa yang memang sangat mencintai Raina. Keduanya mengangguk patuh pada titah Allard dan Avram.
"Bersabarlah Aksa, sekarang ini masih belum saatnya berbuka puasa." Ledek Alle dengan senyuman miring dan tatapan mengejeknya pada adik iparnya itu. Membuat tawa Dimitry menggema dilantai satu mansion Avram. membuat kedua insan yang digoda terlihat canggung dengan tatapan mata yang terus tertuju pada keduanya.
"Kau harus mengingatnya, jika Raina ini masih sangat original Aksa, dia tidak punya pengalaman sama sekali, ku harap kau tak terlalu menyakitinya." Ucapan tanpa filter Dimitry membuat Raina seolah ingin menghilang saat itu juga.
"Apa kau lupa jika Aksa ini merupakan didikan dari Mommy terbaik kami tuan Dimitry. Dia juga sama sekali tidak memiliki pengalaman yang baik. Tidak seperti mu yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi... hahaha." Tawa Alle menggelegar saat berhasil menohok Dimitry dengan telak disambut dengan tawa seisi ruangan tak terkecuali para maid yang terlihat berusaha menahan tawanya.
....... Bersambung .......
Hay semua maaf bgt baru bisa Up... setelah Lebaran disibukkan dengan silaturahmi dan halal bi halal terus author tepar dua mingguan...
Mohon maaf lahir batin ya untuk semua reders... maaf jika masih banyak kurang dalam penulisan juga waktu Up yang sangat-sangat jarang.
Makasih masih mau baca karya receh ku... βΊβΊβΊπππ
__ADS_1