Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Luka Yang Tak Dirasa


__ADS_3

Siang itu menjadi siang yang mencekam bagi seluruh keluarga besar Dennison dan Del Cano, bagaimana tidak, Arick Del Cano sang pewaris tahta kerajaan bisnis sang ayah dan juga merupakan cucu dari Dennison group, diculik oleh orang tak dikenal.


Berbagai macam spekulasi dan dugaan keluar dari pemikiran keluarga besar mereka. Saat itu juga Alle dan Cheyra yang diberi tahu jika sang putra diculik nyaris didepan matanya, karena dia sudah berada di secret hotel, meskipun masih di loby, membuat keduanya menggila hebat.


Terlebih Alle yang beberapa tahun ini sudah mencoba keluar dari dunia hitam membuatnya benar-benar murka. Inilah yang dia takutkan saat menjadi penguasa dunia hitam, anak dan keluarganya yang menjadi korban.


Hal itu juga yang selalu ditekankan oleh kedua mertuanya, untuk secepat mungkin terbebas dari dunia hitam, mengingat Alle merupakan seorang mafia penguasa daratan Eropa, membuatnya banyak ditakuti sekaligus banyak musuh yang berbuat picik.


"Prang.... " Alle menggila saat melihat CCTV pelataran depan hotel. Bagaimana bisa dia kecolongan. Terlebih saat Arick tengah bersama dengan sang nenek. Membuat Alle meradang.


Ica yang syok karena dia yang terakhir bersama Arick membuatnya nyaris pingsan tidak sadarkan diri. Sementara Cheyra hanya dapat terdiam dengan lelehan air mata yang tak kunjung surut sejak siang tadi.


Alle mengerahkan semua kekuatan yang dia miliki untuk mencari keberadaan sang putra, disebelahnya Allard sang kakek pun turut meradang mendengar cucu kesayangannya diculik saat bersama Ica, nyaris membuat taring yang selama puluhan tahun ini dia sembunyikan akhirnya keluar.


Meskipun dia sudah benar-benar bersih dari dunia hitam, nyatanya hubungan baiknya dengan para bawahannya masih terjalin erat hingga sekarang, membuat Allard tak segan-segan meminta bantuan siapa pun pada anak buahnya terdahulu.


"Kerahkan semua anak buah yang kita miliki Ben, Carl, aku ingin sebelum fajar menyingsing Arick sudah berada dalam pelukan mommynya." Titah Alle dengan mata memerah menahan amarah yang berkobar dalam dirinya.


"Baik tuan, kita gunakan hacker terbaik milik ADC Corp untuk menemukan keberadaan tuan muda." Jawab Benicio, ADC merupakan perusahaan elektronik canggih milik Alle, yang dia bangun tanpa membawa nama besar sang ayah Maxime Del Cano.


"Sayangnya anak itu selalu meninggalkan gelang yang ku buat untuknya, dia terlalu keras kepala." Alle memang membuat gelang sepasang yang satu dia berikan pada Arick dan yang satu lagi dia berikan pada Ashila tetapi kebiasaan Arick selalu melepas gelang itu membuatnya sedikit kewalahan saat ini.


Gelang itu didesain khusus olehnya dengan dipasang GPS canggih, tanpa bisa terdeteksi oleh alat pelacak abal abal. Tetapi sayangnya Arick meninggalkan gelang itu di mansion Allard sang kakek.


"Arick, berikan petunjuk sayang, dimana kau berada." Ucap Alle dengan tangan mengepal kuat.

__ADS_1


Dia nyaris gila karena sudah lebih dari lima jam dia belum menemukan keberadaan Arick. Dia sempat menemukan mobil van hitam yang digunakan untuk menculik sang putra, sayangnya, mobil itu hanya mobil kosong.


Alle yakin dia memindahkan Arick ke dalam mobil yang lain, jauh dari jangkauan CCTV, dia bahkan meretas satelit untuk membantu mencari keberadaan sang putra. Dengan Hacker terbaik miliknya.


Yang membuat dia semakin kalut adalah karena penculik itu sama sekali tidak menelpon untuk meminta tebusan apa pun. Itu artinya dia memang bukan penculik yang memeras uang. Yang ditakutkan Alle adalah dia salah satu mafia atau genk yang dulu berselisih faham atau tidak suda dengannya.


Alle mengusap rambutnya frustasi. Sementara Aksa terlihat mondar mandir, dia berpikir penih perhitungan, kemana kiranya sang penculik membawa keponakannya.


Dia juga meminta beberapa anak buah terbaiknya untuk bertugas di bandara, di pelabuhan dan stasiun bahkan halte-halte pinggir jalan untuk menemukan keberadaan sang ponakan.


"Tenanglah kak, Arick anak yang kuat dan tangguh, aku yakin dia bisa terus mengulur waktu, karena dia anak yang cerdas." Ucap Aksa yakin, entah kenapa dia mempunyai keyakinan jika sang keponakan dalam keadaan baik-baik saja.


"Dia masih kecil Aksa, anak delapan tahun bisa apa jika yang dia hadapi pria dewasa dengan kekuatan dan jumlah yang cukup banyak." Teriak Cheyra putus asa.


"Tenangkan diri mu, pergilah berwudhu dan jalankan kewajiban mu terlebih dahulu." Putus Aska final, adakalanya dia menurut pada sang kakak, tetapi saat situasi genting seperti saat ini, terkadang keputusan Aska jauh lebih masuk akal ketimbang pemikirannya yang selalu over thinking.


............


Dipulau terpencil, rombongan Audy dan kru yang lain sibuk mencari keberadaan Raina yang tak kunjung ditemukan, dan berakhir pada Sang calon mempelai pria akhirnya memutuskan menghubungi pihak keamanan setempat, hingga melibatkan petugas keamanan dan tim SAR untuk mencari keberadaan Raina, karena hingga tiga jam sejak dia pamit untuk ke toilet sampai sekarang belum kembali.


Lita tidak bisa diam, dia terus saja berdoa sembari mondar mandir karena tidak tenang, udara dingin yang semakin menusuk membuat tim keamanan menyuruh para rombongan untuk segera kembali ke penginapan, dan berjanji akan terus mencari keberadaan Raina. Berbekal foto dan nomor ponsel Raina untuk dicari sesegera mungkin.


.........


"Akh..... Tiba-tiba Raina merasa lengan kirinya dipukul hingga tubuhnya yang berusaha melindungi anak laki-laki itu terpental kebelakang saat timah panas menembus lengan kirinya.

__ADS_1


Raina yang tidak pernah berurusan dengan hal semacam itu, membuatnya tidak benar-benat mengetahui apa yang terjadi pada lengan kirinya. Dia belum merasakan sakit sesaat terkena tembakan, tanpa berhenti dia terus melangkah dengan tangan kanan meraih bahu anak laki-laki yang tingginya nyaris sama dengannya.


Hingga Raina mencium bau anyir dan dia merasa lengannya basah dia baru menyadari ada sesuatu yang tidak beres dan saat itu juga rasa nyeri menghampirinya, tetapi dia masih mengabaikan rasa sakit itu dan terus berlari sembari tangan kirinya memegang ponsel, dan tangan kanannya meraih bahu anak laki-laki seraya terus berusaha menariknya untuk berlari lebih cepat lagi.


Saat sampai pada pinggiran Laut Danau yang airnya membeku, Raina terus berlari cepat meskipun langkahnya tertatih karena beberapa dari pijakan kakinya ternyata amblas karena dalamnya memanglah air. Tetapi dia masih terus berusaha berlari hingga dia mendengar teriakan dua laki-laki yang mengejarnya ternyata terperosok dan terjebak di danau karena airnya mencair.


Bobot tubuhnya yang berat membuat es yang membeku dipermukaan tidak dapat menahannya dan dua orang itu terperosok dan terjebak di tengah danau. Tetapi Raina tak menghiraukan itu, dia terus berlari hingga nafasnya terasa putus-putus.


Tubuhnya melemah karena sedari tadi dia terusengucurkan darah di lengan kirinya, Anak laki-laki itu menyadari kondisi Raina.


"Kak, kau tak apa?" Dia bertanya dengan panik karena dia yang terbiasa hidup dengan dikelilingi hal berbau tembakan membuatnya bisa mengenali jika suara yang tercipta tadi merupakan suara tembakan, dan dia menyadari jika wanita muda yang bersamanya telah terkena peluru dari penculiknya.


"A-aku baik, it's oke, ayo kita harus lanjutkan perjalanan, sepertinya masih jauh." Tanpa disadari saat ini ponsel Raina bahkan sudah berlumuran darah segar, tetapi karena rasa takut dan panik membuatnya mengabaikan rasa sakit itu.


"Kak, sepertinya kau terluka!" Dalam remang malam, anak kaki laki itu berinisiatif meraih lengan Raina, dan benar saja seketika itu kedua tangannya menjadi basah dan bau anyir sangat menyengat.


Anak itu melepaskan syal rajut yang dia kenakan, meraih ponsel Raina dan mencari sumber darah itu berasal, saat itu Raina yang baru menyadari dan melihat ternyata lengan dan tangan kirinya sudah berlumuran darah menjadi panik seketika.


"Darah apa ini?"


"Diamlah sebentar aku akan berusaha menghentikan perdarahannya kak." Kemudian anak itu mengikat kuat lengan kiri Raina dan setelah itu dia mengangguk, tanda sudah siap untuk berjalan lagi.


"Siapa nama mu nak?" Tanya Raina menggunakan bahasa Inggris,


"Aku..... "

__ADS_1


.......... Bersambung ..........


Malam All..... penasaran dengan kelanjutannya... jangan lupa like n comen yaa... makasih... sayang kalian banyak-banyak.... 😘😘😘


__ADS_2