
Mansion Alexander seketika itu juga riuh dengan kesibukan para maid dan tamu yang hanya dihadiri oleh keluarga besar kedua pihak. Terkesan gila memang tetapi hanya ini lah salah satu jalan yang harus dilalui.
Dimitry disibukkan dengan mencari salah satu pemuka agama Islam, untuk menjadi saksi sekaligus merangkap sebagai penghulu. Sementara Avram tampak menghubungi salah satu petugas pencatatan sipil untuk mencatat Akta nikah.
Acara lamaran yang seharusnya berlangsung berubah seketika menjadi acara ijab qobul. Raina yang shock hanya bisa terdiam sembari menatap kosong kearah beberapa maid dan anggota keluarga yang terlihat hilir mudik sibuk mempersiapkan semuanya.
Setelah semua orang menjalankan shalat isya, mereka disibukkan dengan agenda dadakan yang mengejutkan. Beruntung semua yang dipanggil secara mendadak itu bisa hadir malam ini, meskipun sudah larut malam. Tetapi karena acara memang tidak bisa menunggu hingga besok.
Dekorasi tidak dirubah sama sekali, hanya ditambah membentangkan karpet bulu untuk duduk para tamu tambahan yang hadir. Allard terlihat ikut sibuk membantu. Karena memang Avram yang bukan merupakan seorang muslim, sehingga dia tidak mengetahui segalanya tentang pernikahan muslim ini.
Para tamu undangan dadakan terlihat sudah datang dan memenuhi ruangan, Raina diminta masuk kedalam kamar yang memang berada dilantai satu. Petugas pencatat akta nikah pun terlihat sudah sibuk melengkapi data kedua calon mempelai. Meskipun Akta nikah tidak bisa langsung jadi malam itu juga, tetapi setidaknya pernikahan yang terjadi malam ini adalah pernikahan yang sah baik menurut hukum dan negara. Bukan merupakan pernikahan siri.
Tak lupa Luke menghapus tulisan engagement menjadi wedding pada bingkai dekorasi. Semua terasa seperti mimpi bagi kedua calon mempelai. "Mom.... " Raina tak lagi bisa duduk dengan tenang... degup jantungnya bertalu-talu saat Aksa terlihat sedang belajar mengucapkan kalimat ijab qobul, dengan menggunakan bahasa Arab, melihat perbedaan bahasa dan mungkin akan membuat para tamu bingung, akhirnya Aksa memilih menggunakan bahasa Arab.
"Tenanglah sweetie, semuanya akan baik-baik saja," Ana mencoba menenangkan Raina, meskipun kegugupan juga menyerangnya saat ini.
Ica terlihat membisikkan sesuatu pada sang putra, sesaat kemudian Aksa tampak mengangguk paham dengan apa yang diucapkan sang ibu. Membuat Ica tersenyum lega.
Siap tidak siap Raina harus siap. Meskipun pikirannya berkecamuk. Ini bukan menjadi impian pernikahannya, sebagai seorang MUA, dia telah menyaksikan banyaknya pernikahan sejak karirnya menjadi perias, namun dia tidak pernah melihat pernikahan yang seperti ini. Serba mendadak dan acara lamaran berganti dengan acara ijab qobul.
__ADS_1
Pengeras suara dites beberapa kali, dan serangkaian acara ijab qobul pun dimulai dengan khidmat. Gemuruh di dada Raina semakin hebat saat dia mendengar kalimat.
"Qobiltu nikahaha watashwijaha......... " Luruh sudah liquid bening yang sejak tadi berusaha dia tahan, agar tidak menetes. Nyatanya kalimat itu membuatnya mengharu biru. Gejolak rasa haru, bingung dan bahagia bercampur menjadi satu. membuatnya tak kuasa menahan haru.
Setelah dinyatakan sah oleh para saksi, lantunan doa dari pemuka agama pun teralun merdu. Dengan diiringin tangisan haru beberapa wanita yang tengah berada di dalam kamar.
Ana langsung mendekap Raina dalam pelukannya sesaat doa telah selesai dipanjatkan. Sementara Ica terlihat sibuk menyeka sudut matanya yang juga telah basah sedari tadi. Ica menatap lembut pada Raina kemudian dia membawa Raina kedalam pelukan hangatnya.
Cheyra yang terlihat tegar pun tak kuasa menyembunyikan rasa haru-nya. Berulang kali dia memeluk erat tubuh adik iparnya dengan penuh rasa syukur.
.......
Raina meraih tangan Aksa dan mencium punggung tangan suaminya dengan takzim, meskipun dengan tangan yang bergetar, tetapi dia mampu menangani perasaannya.
Aska meraih puncak kepala Raina, menyentuhnya dengan tangan kanannya, dan melafadzkan doa yang baru saja dia hafal beberapa menit yang lalu atas perintah sang ibunda. Siapa sangka meskipun baru saja menghafalnya tetapi Aksa melafalkannya dengan fasih.
Sementara Raina sibuk menengadahkan kedua tangannya mengaminkan setiap kata yang keluar dari bibir sang suami. 'Ah... suami' batin Raina.
Raina tersentak dari lamunannya saat Aksa mendaratkan kecupan manis di keningnya yang terbalut hijab.
__ADS_1
Tanpa banyak drama keduanya luruh dalam rasa haru... akhirnya apa yang selalu mereka langitkan di setiap malam dikabulkan oleh Allah. Keduanya larut dalam rasa haru dan menangis bersama.
Aksa membawa tubuh mungil Raina kedalam dekapannya, menyalurkan semua rasa yang berkecamuk dihatinya. Begitu pula dengan Raina dia bahkan terlihat terisak kecil. Hingga Aksa melayangkan kecupan-kecupan ringan diwajahnya.
"Mas..... "
"Ayo kita keluar dan bersalaman dengan para orang tua." Ajak Aksa yang saat ini terlihat menggandeng Raina dan berjalan kearah berlangsungnya acara ijab qobul. Keduanya berjalan terpisah menyalami setiap tamu yang sudah hadir malam ini.
Allard terlihat sibuk berbicara pada asisten Avram dan Asisten Dimitry. Dia juga memanggil kepala pelayan di mansion Avram. Mengatakan jika besok pagi-pagi sekali dia harus membagikan makanan pada jamaah sholat subuh di beberapa masjid terdekat untuk acara walimah.
Sementara Avram dan Ana yang tidak tahu menahu itu hanya bisa memasrahkan semuanya pada sang besan dan membantu sebisa yang dia bisa lakukan.
Malam semakin larut, para tamu undangan sudah beranjak pulang dan menyisakan kedua keluarga besar itu. Semua kesibukan telah berganti dengan keheningan malam, para wanita memilih pergi beristirahat dikamar masing-masing yang telah tersedia. Sementara para pria membahas langkah selanjutnya yang akan dilakukan jika Asahi menerornya.
....... bersambung .......
Malem semua.... kurang greget dan kurang sweet ya... memang... tapi keuwuan mereka akan segera dimulai.....
jan lupa vote, like n comen mksihhh......
__ADS_1