Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Story Of Alcie & Allessandro


__ADS_3

"Namanya Raina Ghiska Zoya, dia hanya seorang gadis yatim piatu, yang hingga saat ini dia sama sekali tidak mengetahui siapa dan dimana keberadaan orang tua kandungnya. Dia hanya lulusan menengah atas, dia juga hanya gadis miskin yang bertempat tinggal di pegunungan terpencil, sejak kecil dia sudah terbiasa mencari uang sendiri untuk menghidupi dirinya dan membayar sekolah. Bagi orang lain tidak ada yang menarik dari dirinya dan kehidupannya, tapi entah mengapa justru aku teramat sangat tertarik padanya."


Aksa menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan, melirik kearah kakak iparnya yang sedang tersenyum miring mendengar ceritanya, sembari memberi makan kucing besar kesayangannya yang berkulit loreng.


"Lalu, kenapa kau tertarik padanya Aksa?"


"Heehhh.... Entahlah, dia gadis pertama yang mampu membuat jantung ku menggila." Aksa mendengus sembari tersenyum kecil, jujur saja sesungguhnya Aksa pun tidak benar-benar mengerti akan alasan dia mencintai Raina.


"Sama seperti saat aku melihat kakak mu dulu, saat dia berusia lima tahun, hehe konyol bukan? aku bahkan berulang kali mencoba menepis rasa itu, ku pikir aku gila saat itu karena mencintai gadis kecil, sampai dititik aku menyerah dengan perlawanan yang ku buat sendiri. Aku biarkan saja rasa itu ada, tapi aku berusaha untuk tidak menemuinya hingga usianya 10 tahun, tapi ternyata rasa itu justru semakin kuat bercokol, hingga membuat ku menuruti kemauan hati ku. Aku mencintainya sejak dia kecil dan baru mengungkapkannya ketika dia berusia delapan belas tahun."


"Benarkah? Selama itu honey?" Cheyra yang diam-diam menguping pembicaraan dua pria beda generasi itu tak kuasa menahan diri saat pembicaraan itu menyangkut tentangnya. Disaat Aksa terperangah mendengar penuturan Alle, keduanya malah tengah terlihat saling tatap dengan pancaran mata penuh cinta.


"Ya, aku telah menjaga mu bahkan saat kau masih berada dalam kandungan ibu mu Cie!"


"Woah... benarkah kak?"


Aksa menjawab antusias ucapan Alle. Sementara Alle hanya mengangguk mantap. Hingga saat ini Alle belum pernah mengatakan hal itu pada siapapun selain istrinya.


"Bagaimana bisa?"


"Saat itu, aku masih remaja berusia lima belas tahun, dan daddy meminta ku mendatangi mansion milik daddy Allard, aku yang saat itu menganggap daddy Allard adalah ayah kedua ku, tidak bisa menolak saat daddy Max meminta ku menjaga istri dari teman baiknya. Akhirnya aku datang dan kondisi mansion cukup mencekam saat itu, tapi aku berhasil membawa mommy kalian kerumah sakit, dan janinnya selamat meskipun telah mengalami pendarahan hebat saat itu, dan kau tau anak yang dikandung mommy itu adalah kakak mu."


Aksa sungguh terkejut mendengar hal itu, jadi benar sang mommy dan Cheyra sudah sejak lama menjadi incaran para musuh daddy-nya. Itulah mengapa daddy Allard sangat protektive pada kalian berdua.

__ADS_1


"Kak, apakah tak apa jika kali ini aku memulai bisnis dengan mafia Rusia?" Tiba-tiba Aksa teringat akan klient-nya yang merupakan mafia ternama.


"It's oke Aksa, dia tidak akan menyentuh mu sedikit pun, karena dia harusnya tahu siapa kau dan hubungannya dengan ku, dia sebenarnya orang yang baik, tetapi karena kehilangan anak perempuannya membuatnya jadi pemarah dan pendendam."


"What? dia kehilangan anak perempuannya?" Tanya Aksa tak percaya jika seorang mafia ternama seperti Alexander Avram pun bisa kehilangan putrinya.


"Ya, ada insiden dimana dia kehilangan anak perempuannya delapan belas tahun yang lalu. Meskipun aku sempat menyelamatkannya tapi nyatanya sang pengasuh yang sangat ketakutan itu pergi dengan membawa serta putri kecil tuan Alexander Avram." Tutur Alle panjang membuat Aksa lagi-lagi mendelik mendengar ucapan sang kakak ipar.


"Hidup mu penuh dengan kegilaan kak." Aksa menggeleng menyadari jika kakak iparnya begitu berpengaruh dan berkuasa sejak dulu hingga sekarang.


"Sekarang aku tau seberapa berkuasanya kakak ipar ku, jadi bisakah setidaknya aku memanfaatkan kekuasaan mu untuk bisnis ku, kau mau membantu ku bukan, untuk bisnis ku kali ini?" Ucap Aksa dengan raut wajah tengilnya. Membuat Alle tertawa terbahak-bahak.


"Memangnya kapan kau tidak memanfaatkan ku dengan baik hem?" Jawaban Aksa sontak membuat ketiga kakak beradik serta ipar di sana menjadi pecah seketika.


"Kau sungguh tau cara memanfaatkan kakak ipar mu dengan cukup baik Aksa." Cheyra menyahut setelah tawanya mereda.


"Apa yang kau pikirkan dek?" Tanya Cheyra yang tiba-tiba merasa aneh melihat Aksa yang bersikap sangat dingin itu.


"Aku ingat gadis ku, dia mempunyai pekerjaan yang cukup sulit, terlebih lagi tanpa dukungan dan bantuan dari siapa pun, tetapi dia berusaha mewujudkan impiannya dengan kemampuan yang serba terbatas itu."


Jawaban Aksa seketika membuat ketiganya hening.


"Memangnya apa pekerjaan kekasih mu Aksa?"

__ADS_1


"Dia seorang make up Artis yang belum mempunyai nama besar, dia hanya panggilan, meskipun dia sebenarnya cukup berbakat di bidangnya." Jawab Aksa sembari menatap sendu pada apa pun yang dilihatnya.


"Apakah dia baik-baik saja, bahkan persaingan kerja sangat ketat. Hinaan, cacian sudah menjadi makanannya sehari-hari."


"Dia akan tumbuh jadi wanita kuat, jangan takut, saat ini dia sedang menjalani seleksi alam, jadi kau hanya bisa membantu sewajarnya, biarkan dia berproses sebagaimana mestinya. Karena untuk menjadi kuat, harus ditempa dan tahan banting bahkan diinjak-injak sekalipun, itu akan membuatnya bangkit lebih kuat lagi."


Ucapan Alle sungguh bagaikan angin segar bagi Aksa, akhirnya kedua kakaknya mengerti maksud dan tujuannya datang jauh-jauh ke Spain ini.


........


Tring...


Ponsel Raina berdenting saat dia menerima pesan dari cosmtumernya. Raina membuka dan membaca pesan itu, seketika dia menjadi tersenyum dan berlonjak-lonjak. Disana mengatakan dia mendapatkan tawaran pekerjaan untuk melukis salah satu publik figur ternama yang sedang naik daun.


Tanpa basa-basi Raina menerima tawaran pekerjaan itu dengan senang hati, karena ini bisa menjadi batu loncatan untuk karirnya kedepan, jika yang dia rias merupakan orang yang berpengaruh.


......


"Pyar.... "


Dimitry menjatuhkan gelas berisi white wine yang sedang dia bawa ditangannya, karena dia sangat terkejut saat mendengar laporan dari asisten kepercayaannya.


"Sudah saya konfirmasi tuan, jika memang pada delapan belas tahun yang lalu ada seseorang yang membawa TKW Ilegal karena surat-suratnya tidak ditemukan dan dia hanya membawa seorang bayi perempuan yang baru berusia sepuluh bulan."

__ADS_1


......... Bersambung ..........


Heeyyyy... maleman Aku Up lagi karena tiga hari ini duo bocil sungguh menguras emosi dan air mata.. 😙🤭🤭😂😂😂 . jan lupa vote dan komen ya.. makasih... 😘😘😘


__ADS_2