
Raina menggeleng kuat disertai air mata yang jian menganak sungai. Tangannya semakin dingin, bibirnya bergetar hebat. Hingga ucapan Aksa memecah keheningan yang dipenuhi isak tangis di mansion megah itu.
"Silahkan periksa belakang telinga Raina, jika masih menyangsikannya," Ucap Alle pelan, tetapi Raina menggelengkan kepalanya keras, tanda jika ia tak mau.
"Kau pernah menceritakan tentang diri mu pada ku Rain, dan tentang keinginan terbesar mu untuk mewujudkan mimpi mu, menemukan keluarga kandung mu kan?" Aksa menatap Raina yang sudah tak lagi terlihat baik-baik saja saat ini, sungguh dia ingin sekali memeluknya sebagai sandaran. Tapi keadaan dan statusnya tak mengizinkan itu.
Semua orang tampak terbelalak mendengar ucapan Aksa, ternyata sudah sedekat ini hubungan keduanya pada waktu itu, tidak terkecuali Alina yang juga ikut menggelengkan kepala disertai mata yang tampak berkaca-kaca.
"Kau selalu bertahan dengan apa pun yang terjadi, meskipun jalan mu untuk mencapai karir mu saat ini bukanlah hal yang mudah. Perjuangan mu yang penuh dengan hinaan dan pandangan rendah dari senior maupun orang lain, bahkan kau pernah tidak makan beberapa hari, menahan lapar itu sudah biasa untuk mu, hanya karena ingin dikenal banyak orang dan berada diposisi ini, supaya keluarga mu bisa melihat mu dan mencari keberadaan mu Rain. Aku selalu mendukung mu dan berusaha membantu meskipun hubungan kita harus kandas, karena kau selalu mengatakan, jangan 'jangan pernah tinggalkan keluarga hanya untuk ku'. Kau selalu mengajarkan ku untuk bersikap lebih baik pada kedua orang tua ku, meskipun mereka tidak pernah melihat kearah mu, karena kau mengerti seberapa sakitnya ketika tidak memiliki keluarga. Sekarang semuanya sudah jelas Rain, mereka adalah keluarga mu, mereka tempat mu kembali."
Aksa menghela nafas lelahnya, tatapan matanya masih saja tertuju pada Raina yang semakin terisak hebat, Cheyra yang tak kuasa menahan sedih pun akhirnya berlari dan duduk di sebelah Raina, membawa gadis yang sedang terisak hebat itu kedalam pelukannya dan menangis bersama.
Setelah cukup lama tangis haru dan sedih menjadi satu Dimitry mengeluarkan stop map dan memberikannya pada Raina, di sana tertera surat keterangan dari rumah sakit di Seoul yang tertulis hasil tes DNA yang menyatakan jika sembilan puluh sembilan persen hasilnya cocok. Yang berarti mereka memanglah saudara kandung.
Tangan Raina bergetar hebat membaca surat keterangan itu, tangisnya semakin pecah, Ana yang tak kuasa pun berlari kearah Raina memeluknya erat disusul oleh Alexander, dan Cheyra memilih menyingkir, memberikan waktu pada keluarga yang baru berkumpul setelah delapan belas tahun terpisah.
Tangis haru berlangsung sedikit lama hingga mereda, ketiganya masih saja berpelukan, dengan Avr yang tanpa henti melayangkan ciuman kasih sayang pada putrinya. Setelah sedikit tenang, Dimitry tertawa dengan mata yang basah. Membuat Raina menatapnya.
"Kemarilah Rain, adik ku, yang selalu memberi jarak dan bersikap ketus pada ku. Aku kakak mu, itu artinya aku boleh memeluk mu bukan? kau selalu mengatakan jika, kau bukan muhrim ku, hingga kau tidak mengizinkan ku menyentuh mu. Kemarilah gadis keras kepala, Raina Ghiska Zoya." Panggil Dimitry dengan setengah terisak, tangannya merentang bersiap menyambut Raina, dia berjalan mendekat, dan Dimitry langsung menarik tangan kanan Raina dan memeluknya erat. Membuat Aksa bahkan mengepalkan tangannya, dia sedikit iri melihat hal itu.
__ADS_1
Dimitry mengelus sayang punggung ringkih Raina dalam pelukannya, kecupan terus dia layangkan dipelipis Raina tanpa henti. Rasa rindunya pada sang adik kini berujung sudah.
"Terimakasih sudah mau bertahan, terimakasih sudah berusaha mencari kami," Ucap Dimitry sembari mengeratkan pelukannya. Dan Raina hanya mengangguk dengan isakan yang kembali terdengar keras.
Nyatanya apa yang dia inginkan, menganggap Dimitry sebagai saudaranya itu terkabulkan saat ini, membuat beban yang dipikul Raina serasa terlepas seketika.
Alle menatap Raina dengan seksama kemudian berkata, "Kau tau Rain, kau sempat membuat wanita ku cemburu pada mu," Dan saat itu semua orang menatap kearah Alle dengan heran. Termasuk Raina yang tak habis pikir mengapa bisa Cheyra cemburu padanya.
"Saat aku menatap mu cukup lama waktu itu, disana ada Cheyra yang menatap tajam kearah ku, padahal waktu itu aku berusaha menelisik tahi lalat di wajah mu, tetapi rupanya istri ku yang sangat pencemburu ini, meragukan kesetiaan ku." Ucap Alle dengan wajah tanpa dosa membuat semua orang tertawa atas perkataannya. Alle sengaja menciptakan suasana ini agar semuanya bisa tertawa setelah kesedihan yang baru saja terjadi.
"Selamat Tuan Alexander Dimitry, anda telah menemukan putri anda kembali." Ujar Allard dengan senyum mengembang sembari menjabat tangan Avram. Tetapi saat melihat kearah Raina tatapannya melembut, setelah mendengar ucapan Aksa, dia merasa bersalah. Ternyata apa yang dia pikirkan tidaklah benar.
"Raina, maaf om sempat meragukan mu sebelumnya, maaf telah salah faham pada mu selama ini." Ucap Allard menyesal, tetapi semuanya sudah tidak lagi berarti.
Alina maju melangkah mendekat kearah Raina, kemudian dia mengulurkan tangannya yang disambut oleh Raina. "Maaf, secara tidak sengaja aku menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian dulu, dan maaf jika itu membuat kalian menjadi terpisah." Ujarnya dengan nada bicara yang sopan dan halus.
Raina mengangguk dengan tatapan sendu, keduanya pun berpelukan saling memberi dan menguatkan satu sama lain. Membuat Aksa menatap jengah, karena hingga saat ini hatinya masih belum mau berubah untuk mencintai wanita lain.
"Selamat Rain, semua perjuangan mu selama terbayar hari ini, kau tidak lagi perlu bekerja terlalu keras, karena impian dan tujuan mu sudah tercapai. Berhentilah menyiksa diri sendiri dengan bekerja dari pagi sampai pagi lagi, bahkan nyaris membuat dokter dipecat karena keras kepala mu yang ingin tetap bekerja meskipun masih harus rawat inap di rumah sakit."
__ADS_1
Semua orang terperangah mendengar ucapan Aksa, tak terkecuali Raina, kali ini Aksa sedikit berani mengatakan ini karena Alina sudah pamit ingin keluar mencari pengganjal perut. Meskipun pada kenyataannya dia merasa tidak nyaman berada ditengah keluarga yang bukan hak-nya untuk ikut campur.
"Kenapa? kau heran? mau mengatakan aku membual huh? meskipun kita sudah tidak ada hubungan apa pun lagi, tapi aku masih terus memantau mu dari jauh, melalui salah satu anak buah mu, yang bernama Budi, dia selalu mengatakan informasi terbaru menyangkut diri mu."
"Ya, dan termasuk salah satu job dari Audy, kau yang membantunya mendapatkan tawaran itu bukan tuan Aksa?" Ucap Dimitry dengan senyum miring, dia diam-diam mengawasi Aksa yang masih sering mencari tahu dan membantu sang adik memuluskan pekerjaannya.
Raina melongo menatap kearah Aksa tidak percaya, apakah masih secinta itu, sehingga masih terus membantu dan memantaunya sebisa mungkin.
"Apa anda masih mencintai putri ku tuan Aksa Dennison Lee?"
Deg......
........ Bersambung ........
Hai semua.... hayo.. aku double Up nihh... kasih vote, like n komen tiap babnya donk, jangan lupa juga kepoin Sosmed ku untuk tau visual dan trailernya.....
FB : Fayna Rahma
IG : zantica_rahma
__ADS_1
** : @fayna_rahma
Di fillow juga boleh untuk tau semua karya2 ku apa aja... kalau mau ya... g juga gpp.. βΊβΊβΊπππ