Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Rahasia Yang Mulai Terungkap


__ADS_3

Semilir angin di danau buatan yang terletak di daerah dataran tinggi di kota Semarang, membuat hijab pasmina seorang gadis manis itu berkibar, midi dress berwarna navy sebetis yang dia kenakan juga ikut bergoyang terbawa angin. Gadis itu tampak memejamkan mata didepan kap mobil civic keluaran terbaru berwarna putih, bersandar pada mobil yang baru beberapa bulan ini menemaninya, dia terlihat menikmati angin segar dengan memejamkan matanya, senyum terukir indah dibibir mungilnya.


Gadis itu sedikit terperanjat saat mendengar dering ponselnya, dia mengambilnya dari cluth yang berada ditangannya.


"Ya Lit, gimana?"


"Iya empat puluh menit lagi aku sampai, disiapin aja dulu, nanti kalau aku sampai kita langsung berangkat ke kota sebelah."


Ya, gadis itu Raina, setelah hampir satu tahun lamanya masalah dan pahitnya hidup yang dia rasakan selama ini, dia memutuskan memakai pakaian yang lebih tertutup, meskioun belum bisa sepenuhnya memakai pakaian syar'i.


Berperang batin selama tiga bulan terakhir ini akhirnya dia memutuskan memakai hijab, setidaknya keputusannya itu mendapatkan banyak manfaat dari pada mudharatnya. Dia tidak lagi dipandang sebelah mata oleh para pria, karena pakaiannya yang sedikit minim.


Raina mendapatkan kenyamanannya setelah memakai pakaian ini, hal itu juga yang membuat Dimitry dan anak buahnya kesulitan menemukan keberadaannya karena foto Raina yang dia miliki tidak memakai hijab.


Raina memutar tubuhnya, memasuki mobil yang baru dia beli dua bulan terakhir ini, dia harus bergegas karena sang asisten sudah menunggu untuk acara pernikahan anak bupati kota sebelah, dimana nanti malam merupakan acara midodareni, sehingga Raina memutuskan untuk sekalian menginap malam ini di kota sebelah, karena esok pagi buta dia akan memulai merias untuk acara akad nikah.


Raina mengendarai mobil putihnya dengan kecepatan sedang, membelah sore kota Semarang yang sekarang sedang sedikit macet, dia berusaha mengikuti les privat setir mobil disela-sela kesibukannya, karena kebutuhan kerjanya yang mengharuskan dia untuk bisa mengendarai mobil sendiri. Membuat Raina belajar dengan cepat, dia tipe orang yang bisa dengan cepat belajar, membuat keuntungan tersendiri bagi dirinya yang terbiasa sendiri.


Dia memang sosok gadis mandiri yang introvert, jadi kemana dan dimana saja dia harus bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Tidak butuh waktu lama dia sudah sampai di galery tempat kantornya berada, tanpa menunggu perintah Lita segera memasukkan semua alat-alat make up yang telah dia persiapkan sebelum Raina tiba.


.........


"Di mana? Di mana kau melihat kalung ini Aksa?" Cecar Alle dengan sangat bersemangat.

__ADS_1


Aksa tidak langsung menjawab pertanyaan Alle, dia malah terlihat menerawang jauh ke depan. Meskipun kakak iparnya itu telah menunggu dengan tidak sabar kata perkata yang keluar dari mulut Aksa.


"Aksa, katakan dimana kau melihatnya?" Ulang Alle tidak sabar.


"Bukan, bukan kalung, lebih tepatnya itu sebuah gelang kecil, hanya saja..... "


"Gelang? kau yakin itu gelang?"


"Ya, aku sangat yakin, karena aku sempat memegang dan menyimpannya beberapa hari."


"What? kau serius?" Tanya Alle seperti orang bodoh.


"Ya, aku sangat yakin karena di sana juga terukir inisial Alx di sana."


Tanpa menjawab ucapan Aksa, Alle meraih kalung kecil yang berada diatas meja, dia melihat dengan seksama dan membolak balik kalung itu, dan seketika matanya terbelalak saat melihat inisial Alx ada di sana.


"Ya, kau benar Aksa, itu harusnya adalah sebuah gelang berukuran kecil, dan hanya dikenakan bayi."


"Ya, awalnya aku merasa heran kak kenapa gadis itu menyimpan gelang berukuran kecil,"


"Kau benar dia membuat sepasang perhiasan berupa gelang dan kalung dengan mata bandul menggunakan berlian, dengan desain yang sama."


"Maksud kakak? aku tidak mengerti."

__ADS_1


"Nanti aku akan memberitahu mu semuanya, saat ini katakan pada ku siapa pemilik gelang ini?"


"Gelang itu.... milik... Raina kak, gadis yang ku cintai bahkan hingga sampai detik ini."


Jawab Aksa dengan mata sendu dia seolah merasakan kehampaan yang begitu besar.


"Apa kau serius?"


"Sangat, karena aku menemukannya saat Raina menjatuhkannya dan itu awal mula pertemuan kami."


"Ya Tuhan, kenapa selama ini ternyata dia ada dihadapan kita semua."


"Apa maksud mu kak?"


"Ceritakan tentang gadis itu, lengkap tanpa ada yang kau sembunyikan sekecil apa pun yang kau ketahui." Alle sungguh benar-benar bersemangat hingga membuat Aksa menjadi sedikit keheranan.


Aksa menceritakan semua yang dia ketahui tentang kehidupan gadis yang dia cintai bahkan hingga sampai detik ini, hanya dengan mengingat Raina jantungnya menjadi berdegup tidak normal.


Rasa gelisah dan juga sedih kembali menghampirinya dia adalah satu-satunya gadis yang mampu membuatnya jatuh sejatuh-jatuhnya, Meskipun saat jni dia sudah memiliki seorang tunangan.


Nyatanya gadis itu mampu membuat Aksa tidak berpaling sedikitpun dari Raina, dan dia sungguh sangat merasa tersiksa selama hampir satu tahun terakhir ini.


............ Bersambung ..............

__ADS_1


Happy new year All, semoga ditahun yang baru ini kita bisa lebih bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan semua keinginan dan impian kita bisa terwujud di tahun ini.... β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Jan lupa ksih vote, like n comen... aku nulisnya sambil liat kembang api dari jauh... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2