
Tidak ada malam pertama pengantin yang indah seperti layaknya para pengantin diluar sana. Dimana semua pengantin akan sangat menantikan hal ini. Malam ini Raina tertidur sendiri didalam kamarnya, sedangkan Aksa dan para pria yang lain sedang sibuk menyiapkan strategi dan langkah apa yang akan diambil kedepannya untuk menyikapi Asahi.
"Maaf, aku tidak memberitahu kalian sebelumnya, jika anak buah ku menemukan sebuah fakta menarik. Sejak karir Raina melonjak pesat dalam dua tahun belakangan ini, anak buah ku selalu secara tidak sengaja menemukan fakta menarik saat dia tengah mengawasi gerak gerik Raina, ternyata ada sosok pria yang juga selalu mengawasinya dari jarak yang tidak bisa dikatakan jauh.
Pria itu selalu memiliki tato kecil di pergelangan tangannya, tato dengan gambar kapak dan clurit itu, yang belakangan baru ku ketahui jika dia merupakan bagian dari mafia yang berkembang di Jepang, meskipun bukan termasuk dalam bagian Yakuza, tetapi kelompok itu juga berdiri atas izin dari petinggi Yakuza itu sendiri."
Ucapan Alle sontak membuat semua pria yang berada dalam ruang kerja Avram itu membelalakkan mata. Sementara Aksa sedikit banyak dia juga mengetahui siapa sebenarnya Asahi ini.
"Aku juga pernah mendengar jika Asahi ini lebih memilih mendirikan kelompok sendiri dibandingkan masuk kedalam kelompok Yakuza." Aksa sedikit mengetahui tentang perkembangan kelompok ini.
"Aku hanya khawatir apakah mereka merupakan satu kesatuan atau memang berbeda secara fisik dan dalamnya." Dimitry yang merasa kecolongan pun akhirnya angkat bicara.
"Jika lawan kita hanya Asahi tanpa embel-embel Yakuza, maka bisa dipastikan kita akan gampang mengalahkan mereka. Tetapi lain halnya jika ternyata kelompok Asahi ini merupakan bayang-bayang dari Yakuza itu sendiri." Allard yang sedikit tertinggal dalam dunia bawah tanah itu berusaha mengeluarkan pendapatnya.
"Aku akan berusaha mencari tahu tentang hal itu. Kebetulan adik ku Daza Del Cano saat ini tengah berada di Jepang dan sedang berusaha mendapatkan kontrak kerjasama dengan petinggi Yakuza untuk mengimpor senjata." Alle yang sejak dulu enggan meminta bantuan pada adiknya yang berbeda ibu itu akhirnya mau tidak mau besok dia harus meminta bantuan pada Daza.
"Apa itu tidak melukai harga diri mu bang?" Pertanyaan Aksa membuat semua pria menatap kearahnya lalu kemudian berbalik menatap Alle dengan penuh tanya.
"Itu sudah sangat lama... dan kami sudah berdamai. Sesekali memerintahnya bukan hal besar. Karena aku tidak meminta tetapi memerintah." Dengan angkuhnya Alle mengatakan itu. Dari pada menggunakan kata meminta dia lebih suka menggunakan bahasa memerintah.
__ADS_1
Dimasa lalu keduanya sempat bersitegang karena Daza ternyata memiliki perasaan yang sama seperti dirinya pada Cheyra. Tetapi bedanya Alle menang telak karena ternyata jauh sebelum Daza mencintai Cheyra, Cheyra sudah terlebih dahulu sah menjadi istrinya. Meskipun pernikahan mereka awalnya dirahasiakan. Cheyra sendiri pun awalnya tidak tahu siapa sebenarnya suaminya.
Kesepakan telah dibuat dan selama pernikahan keduanya belum dipublikasikan oleh Avram, Aksa diminta untuk tidak tinggal bersama dengan Raina dulu, agar membuat Asahi tidak bisa mengambil tindakan lebih jauh.
Karena bagaimana pun juga mereka semua butuh persiapan jika saja ternyata kelompok Asahi merupakan bayang-bayang dari Yakuza. Allard kembali mencari koneksinya pada semua mantan anak buah dan relasi bisnisnya yang bernaung dibawah dunia hitam. Tak terkecuali dengan Alle, sementara Aksa terlihat lebih tenang saat ini tanpa melakukan rencana apa pun. Karena dia sudah memiliki serangkaian rencana sendiri tanpa memberitahu para tetua disini.
Aksa merasa jika Raina saat ini merupakan tanggungjawabnya, jadi dia akan berusaha mati-matian untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Meski tak memungkiri dia sangat membutuhkan bantuan dari Ayah, mertua dan kedua kakak iparnya. Tetapi dia juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan Raina tetap aman.
Keputusan yang ditetapkan sebenarnya membuat Aksa sangat tidak menyukainya. Karena dia harus kembali terpisah dengan Raina, meskipun statusnya sudah merupakan pasangan suami istri. Tetapi dia tidak akan egois terlebih lagi ini menyangkut keamanan Raina.
Waktu nyaris masuk subuh saat Aksa masuk kedalam kamar Raina. Setelah sebelumnya mendapatkan tatapan canggung dari Dimitry. Karena dia harus memasuki kamar Raina. Tetapi dia berusaha bersikap senormal mungkin.
Aksa masuk kedalam kamar Raina yang memang tidak dikunci, karena dia sadar sang suami pasti akan tidur dikamarnya. Tetapi siapa sangka pembahasan ini akan sampai subuh. Aksa menutup pelan kamar Raina dengan pencahayaan yang temaram.
"Tuan Alexander memang sesuatu... " Ucapnya seraya tersenyum bangga, akhirnya dia bisa memiliki Raina seutuhnya. Aksa mengambil sepotong kaos oblong dan celana chino, memakainya kemudian berjalan menuju ranjang.
Badan dan pikiran yang lelah karena telah diforsir seharian ini, membuatnya membaringkan tubuh dan masuk kedalam selimut yang dikenakan sang istri. Raina tampak tidak terganggu sama sekali dengan pergerakan Aksa.
Meskipun tak dipungkiri dia juga sudah sangat tidak sabar menantikan hal yang seharusnya dilakukan oleh sepasang pengantin baru. Tetapi dia sadar jika saat ini bukan waktu yang tepat. Terlebih setelah kejutan yang telah dilalui Raina seharian ini.
__ADS_1
Aksa menelusupkan tangan kirinya kebawah leher Raina yang masih tertutup hijab instan itu. Dia membawa Raina dalam dekapannya, seolah mempunyai reflek yang bagus Raina mendusel mencari tempat ternyamannya didalam pelukan Aksa. Aksa yang menyadari tingkah Raina itu tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Dia gemas dengan tingkah Raina. Kecupan-kecupan ringan dia daratkan dibeberapa titik di wajah ayu Raina.
"Semoga setelah ini kita tidak terpisahkan lagi Rain. Aku bisa gila jika itu terjadi...maaf telah memberikan shock terapi dua kali dalam semalam ini. Tapi percayalah aku akan berusaha melindungi dan menjaga mu dengan segenap jiwa ku." Aksa menutup malam ini dengan kecupan panjang dikening Raina setelahnya dia memejamkan matanya, karena rasa kantuk dan lelah membuatnya lebih cepat terlelap menyusul sang istri yang telah terlebih dahulu menyelami alam mimpi.
.....
Pagi hari mansion Alexander telah disibukkan dengan rutinitas para maid dan beberapa pelayan yang terbagi menjadi tiga shift. Tetapi pagi ini semua Maid ikut bekerja membantu kepala pelayan menyiapkan beberapa menu karena pagi ini dia harus membuat beberapa menu sarapan yang lebih banyak mengingat masih ada keluarga besan yang menginap di mansion Alexander.
Semua maid sudah memulai tugas membersihkan seluruh bagian mansion terkecuali lantai dua. Kepala pelayan melarang keras siapa pun menginjakkan kaki dilantai dua karena dia tahu jika semalam sang majikan dan keluarga besan membahas beberapa hal hingga nyaris subuh.
Kamar pengantin baru itu juga masih terlihat tertutup belum ada tanda-tanda penghuninya telah beraktifitas. Hingga semua menu sarapan telah tersedia. Barulah semua orang turun kelantai satu untuk memulai harinya dengan sarapan bersama.
Aksa dan Raina merupakan pasangan yang paling terlambat datang keruang makan. Hingga saat keduanya turun semua mata tertuju padanya, yang sontak saja membuat Aksa dan Raina kikuk seketika dengan kecanggungan pagi ini.
"Wah... kau benar-benar memanfaatkan waktu mu dengan baik Aksa." Ucapan tanpa filter Alle membuat semua orang tersenyum dalam diam, tetapi mereka lebih memilih tetap melakukan aktifitasnya tanpa menoleh lagi kearah Aksa dan Raina. Mereka semua tahu jika Raina merupakan pribadi yang pemalu.
"Woah... tapi sepertinya dia tidak benar-benar menghabiskan malamnya dengan baik tuan Alle, terbukti adik ku masih bisa berjalan lancar tanpa perlu bantuan. Hahahaha.... " Dimitry dengan tidak tahu malunya terus menggoda pasangan pengantin baru itu dengan antusias. Membuat semburat merah dipipi kedua insan itu terlihat semakin menggelikan.
Sementara Aksa yang mengetahui Raina tengah malu dan salah tingkah, meraih bahunya dan dirangkul berjalan menuju kursi yang telah disiapkan tanpa memperdulikan tatapan dan cuitan kedua kakak iparnya yang jahil itu.
__ADS_1
....... Bersambung ........
Malem All..... aku Up nih.. yuk yang mulai bucin siap-siap meleleh yaa... ☺☺☺