Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Berpacu Dengan Waktu


__ADS_3

Raina menghempaskan tubuhnya kasar di atas sofa panjang tempatnya dan sang asisten beristirahat, dia menghembuskan nafasnya kasar. Rasa lelah menghampirinya, bahkan pinggangnya terasa akan patah saat ini, dikejar waktu yang sangat minim, tetapi akhirnya dia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik.


Tak heran karena clientnya kali ini merupakan pejabat jadi memang memiliki banyak tamu, membuatnya harus pintar-pintar mencuri waktu sang pengantin untuk bertukar costum.


"Akhirnya selesai juga ya, mba Raina pasti capek, aku aja yang cuma dandanin brides maid udah berasa kayak mau putus pinggang ku." Ujar Lita dengan nafas yang terlihat lelah. Sementara Raina hanya membalasnya dengan senyuman manis seperti biasa.


"Mba setelah ini hanya ada beberapa event tapi nggak terlalu besar, kayaknya bisa dihandel anak-anak, besok kita ada meeting dengan orang yang pesan lewat DM."


"Iya Lit, hanya puluhan anak-anak wisuda kita bisa bantu mulai subuh, nanti jam tujuh kita udah harus siap di kantor."


"Iya mba, mudah-mudahan bisa selesai. Kasian sebenernya banyak yang nggak kebagian kebaya mba, besok-besok kalau mendekati musim wisuda diperbanyak kebaya mba."


"Iya Lit, aku udah mikir ke sana cuma kita terkendala sama jahitnya. Nggak semua penjahit bisa jahit kebaya, kamu tahu sendiri kan, kadang hasilnya nggak memuaskan."


"Iya sih ya mba, nanti deh kalau ada waktu aku cari penjahit untuk kita pekerjakan juga mba."


"Kamu urus ya Lit, soalnya kita harus belanja kain dan pernik aksesoris untuk gaun pengantin juga, stoknya sudah menipis."


"Siap mba, besok aku kasih tahu anak-anak sekalian kalau kita udah deal meeting besok."


Kawasan tempat Raina membuka galery butik pengantin memang dekat dengan dua kampus ternama di kota Semarang, jadi ketika musim wisuda sudah bisa dipastikan akan banyak anak-anak yang ingin dirias olehnya.


...........


"Nak, mommy mau bicara sebentar, duduklah." Ica mengikuti Aksa yang baru saja selesai makan malam bersama, karena Allard sedang makan malam diluar dengan kliennya. Aksa menurut, dia duduk di sofa yang berada di kamarnya.


"Aksa, sudah hampir satu tahun pertunangan mu dengan Alina, menurut mommy itu sudah cukup untuk kalian saling mengenal. Kapan kamu siap menikahi Alina?"

__ADS_1


Deg.


Aksa terdiam mendengar ucapan sang mommy yang sama sekali tidak pernah dia sangka, selama ini dia mencoba bersikap tenang, meskipun hatinya sama sekali tidak ingin.


"Aku belum siap mom." Jawab Aksa sembari mengalihkan pandangannya.


"Nak, apa kau belum bisa mencintai Alina?" Pertanyaan Ica sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari Aksa. Dia hanya terdiam meskipun kenyataannya hati dan perasaannya bimbang dan ragu.


"Mommy juga dulu tidak mau dijodohkan dengan daddy mu Aksa, tapi ternyata lambat laun cinta itu tumbuh karena terbiasa bersama. Begitu juga dengan kakak mu."


"Mom, jujur aku belum nyaman berada di dekat Alina."


"Daddy menunggu kesiapan mu dalam tiga bulan ini nak, berpikirlah matang-matang."


"Mom... "


Lagi, kedua orang tuanya egois dengan hidupnya, tanpa mau memikirkan perasaannya. Saat seperti ini Aksa memilih kembali ke penthousenya di sana dia bisa bernafas lega tanpa ada yang terus menanyai kesiapannya menikahi Alina Parveen.


Sekembalinya dia dari Spanyol, Aksa terus berpikir bagaimana bisa kakak iparya mencari tahu tentang Raina, hingga saat ini dia belum mengetahui apa pun. Alle berjanji akan memberitahukan padanya saat dia berkunjung ke Korsel dengan membawa serta anak-anak dan Istrinya Alcie Cheyra Dannis.


.........


"Dad, Aku akan ke Indonesia untuk memastikan sesuatu," Dimitry berbicara pada daddy-nya diruang kerja, mansion putih besar itu memang memiliki banyak maid dan pengawal, tetapi suasananya sangat dingin karena beberapa bulan terakhir ini, sang tuan muda lebih sering keluar negeri untuk urusan bisnis.


"Apa kau sudah menemukan titik terang son?"


"Doakan saja dad, semoga aku bisa membawanya saat ulang tahun mommy Lusa dad."

__ADS_1


"Good berangkatlah, bawa beberapa orang pengawal elit yang kita miliki. Kau tidak perlu kesusahan seperti saat di Malaysia son."


"No dad, di Indonesia keamanan paling utama itu datang dari masyarakatnya, aku merasa aman, karena disana setiap tamu diwajibkan lapor. kebetulan yang ku datangi merupakan kampung kecil, aku hanya akan bersama Dua orang pengawal saja untuk membantu ku dad."


"Kau yakin son?"


"Aku akan segera menelpon daddy jika memang nanti aku membutuhkan bantuan."


"Good, jaga dirimu baik-baik bawa pulang Riana apa pun keadaannya."


"Aku berburu dengan waktu dad, kemarin orang suruhan ku mengatakan ada orang lain juga yang mencari keberadaan seorang gadis dengan ciri-ciri yang nyaris sama dengan Raina dad."


Pyar...


Gelas wine yang berada dalam genggaman Alexander Avram pecah seketika karena terjatuh ke lantai. Sang pemilik terkejut mendengar ucapan Dimitry.


"Segera, cari Riana dengan cepat Dim, aku tak mau kita terlambat." Mata Alexander berkilat saat mengucapkan titahnya. Meskipun terlihat sudah berumur, tapi masalah emosi dan kekuatan Alexander mampu berhadapan dengan lima pria sekaligus dalam waktu yang bersamaan.


.........


"Jadi, bagaimana mba, setuju dengan proposal yang kami ajukan?"


Mata Raina membelalak karena ucapan asisten artis ternama yang saat ini karirnya sedang berada di puncak, tetapi dia tanpa ragu memutuskan untuk menikah.


......... Bersambung .........


Malem All.... maaf ya kemarin g Update badan berasa kurang fit, dan udah nulis cuma dpet separuh, alhasil dilanjutin sekarng...

__ADS_1


Jangan lupa vote ini hari senin, like n comen juga ku tunggu... makasihhh... sayang kalian 😘😘😘


__ADS_2