Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Persyaratan Aksa


__ADS_3

Siang ini Seoul terasa sedikit hangat, karena matahari bersinar meskipun saat ini sedang musim dingin, semilir angin menambah beberapa pejalan kaki mengeratkan jaket dan syal mereka, memang belum waktunya turun salju tetapi udara dingin sudah menusuk tulang.


Aksa menuruni tangga pesawat jet pribadi milik Allessandro yang dia gunakan untuk pulang, terkadang jika sedang bad mood Aksa akan bersikap semaunya seperti saat ini, dia dengan sombongnya memakai jet pribadi Alle yang tingkat keamanannya setara dengan pesawat milik presiden Rusia.


Aksa menuruni tangga pesawat dengan menggunakan kaca mata hitam, mantel coklat tebal dan panjang membuatnya terlihat sangat keren dan tampan. Beberapa petugas wanita yang berada di bandara pun enggan mengalihkan pandangan matanya dari sosok sang pewaris Dennison group itu.


Aksa memasuki mobil maybach hitam miliknya yang sudah terparkir apik, sementara Luke memberikan kunci pada sang tuan. Aksa memberikan kode jika dia tidak ingin diganggu dan ingin mengendarai sendiri mobilnya.


Meskipun pada kenyataannya anak buah terbaik Leo salah satu asisten terbaik sang ayah terus mengikutinya. Bukan tidak tahu jika selama ini kemana pu dia selalu diikuti, hanya saja menurutnya semuanya masih dalam batas wajar.


Tetapi saat di Indonesia Allard memiliki seseorang yakni asisten Sinta yang dapat dipercaya hingga Anak buah sang ayah tidak pernah mengikuti Aksa ke Indonesia.


Aksa memarkirkan mobilnya didepan tangga pintu utama mansion sang ayah, dia sengaja tidak menaruhnya ditempat parkir, begitulah Aksa terkadang dia ingin menunjukkan jika dia sedang marah. Masuk kedalam mansion dimana pintu utama sudah ada yang membukakan untuknya.


Dia langsung manaiki lantai dua dimana ruang keluarga berada, kedatangannya sudah dinanti oleh Allard dan juga Ica. Sang ibu menyambutnya dengan senyum mengembang dibibirnya sembari merentangkan kedua tangannya untuk memeluk putra kesayangannya.


"Aksa, mommy merindukan mu sayang, berhentilah bersikap seperti anak kecil, dengan terus marah pada mommy dan daddy."


Ica memeluk anaknya dengan senyum mengembang, bagi Aksa, Ica merupakan kelemahan terbesarnya hingga saat ini, dia terlalu menyayangi sang mommy. Hingga tak sanggup jika wanita yang telah melahirkannya ini mengeluarkan air mata.


Ica membimbing Aksa duduk disofa empuk yang terlihat sangat nyaman. Mila menuangkan minuman dingin kedalam gelas panjang, kemudian dia pamit undur diri, hening sesaat sebelum akhirnya Ica membuka pembicaraan.


"Aksa, bicaralah apa yang membuat mu menolak keras perjodohan ini?"


Aksa mengambil nafas panjang, sedikit melirik kearah sang daddy yang terlihat santai tapi memperhatikannya sedari tadi. "Aku mencintai wanita lain mom, apakah itu cukup?"


Ica menghela nafasnya dalam, alih-alih marah, dia malah terlihat tersenyum. "Mencintai itu hak setiap orang nak, kau juga berhak mencintai, tapi mommy ingin kau segera menikah, dan kau tau jauh sebelum mommy menjodohkan kalian, mommy sudah selalu bermimpi tentang seorang gadis yang berhijab dan saat mommy meminta petunjuk dari yang maha kuasa, dalam mimpi mommy itu terlihat gadis itu yang muncul."


"Mom, tapi aku sangat mencintainya, baru kali ini aku begitu mencintai seorang wanita melebihi aku mencintai diri ku sendiri mom."


"Aksa, mencintai sewajarnya nak, jangan berlebihan itu tidak disukai Allah."


"Mom bisakah kita batalkan perjodohan ini?"

__ADS_1


Ica menggeleng, "Tidak bisa Aksa, mommy sudah terlalu berat pada keluarga Alina, tidak bisakah kau menurut pada mommy kali ini lagi nak?"


Ica terlihat berkaca-kaca dan hal itu membuat hati Aksa menjadi teriris, antara cintanya pada sang ibu dan kekasihnya.


"Bisakah aku mengajukan syarat mom?"


Ica mengerutkan keningnya, tetapi kemudian dia mengangguk, dia tahu jika Aksa tipe yang lebih suka jika dia bersikap lembut.


"Apa itu nak?"


"Aku akan menuruti keinginan mommy setelah kita bertemu dengan Raina."


"Raina?.... siapa dia."


"Dia hanya seorang gadis sederhana yang ku cintai mom."


Kedua orang tua Aksa saling pandang dan sedikit terkejut saat mendengar syarat yang diajukan oleh Aksa.


"Baiklah, kita temui dia besok". Ucap Allard final, dan mau tidak mau Ica pun menyanggupinya.


"Kenapa harus terbang?"


"Karena dia warga negara Indonesia dad."


Allard dan Ica terkejut saat mengetahui hal itu keduanya saling berpandangan, hingga tak menyadari jika sang putra telah beranjak menuju kamarnya.


....


"Luke, kirim pesan pada Rodrigo jika aku akan segera terbang ke Indonesia, minta dia mengirimkan apa pun yang dia ketahui untuk misi kita kali ini."


"Baik tuan, silahkan pilot sudah menunggu anda."


"Thanks,"

__ADS_1


Dimitry memasuki pesawat vlad force one miliknya, untuk segera mengudara menuju langit Indonesia. Kedatangannya sedikit lebih awal dari pada yang direncanakan, karena dia ingin sedikit mengecoh mata-mata yang selama ini berusaha mencari celah untuk mengikutinya.


.. ..


"Tuan muda sudah berangkat lebih awal dari rencana tuan."


"Ya, aku tahu kirimkan semua yang sudah kita ketahui sejauh ini pada Dimitry."


"Juga tentang foto yang kau dapatkan lima tahun lalu. Aku ingin Dimitry lebih cepat menemukan adiknya."


"Baik tuan," Rodrigo segera membuka amplop coklat yang baru di ambil dari oleh Avram dari dalam berangkas, yang telah dia simpan selama lima tahun terakhir ini.


Foto dengan pemandangan pegunungan, dengan tumbuhan teh tersebar serta kabut yang terlihat, menandakan jika foto itu diambil dari dataran tinggi, seorang gadis remaja tengah memetik teh, sayangnya wajah gadis itu tidak terlihat, karena foto itu diambil membelakangi objek fotonya.


.....


Raina menyelesaikan tugas terakhirnya sebelum dia bertolak ke Jakarta, dengan riang dia pulang dan menyapa semua penghuni kos yang dia jumpai, hari ini perasaannya sangat bagus dan entah mengapa hatinya terasa ringan. Membuatnya enggan melepas senyum manis yang jarang dia tunjukkan pada lawan jenisnya.


"Semakin dekat kenapa aku merasa grogi ya, aku harus bisa membuat costumer ku terlihat cantik natural besok, ah... aku tidak sabar tapi aku juga sangat grogi."


Ujar Raina bermonolog pada diri sendiri. Sembari mempersiapkan lagi peralatan dan apa yang akan dia bawa ke Jakarta, memang bukan pertama kalinya dia ke Jakarta, tetapi kali ini perasaannya sangat gembira, dan dia tidak tahu mengapa bisa seperti ini.


Raina berangkat malam ini karena besok pagi dia sudah harus bersiap, untuk acara yang digelar malam esok. Raina berangkat mengenakan celana jins hitam panjang, kaos putih polos dilengkapi dengan long cardi coklat, rambut yang dia ikat ekor kuda serta sepatu sneaker putih yang melekat di kakinya, dia terlihat sangat cantik meskipun selalu berpenampilan casual.


Dengan langkah mantap Raina menyeret kopernya untuk segera memasuki bandar udara Ahmad Yani Semarang dan terbang menuju Bandar udara Soekarno Hatta.


Raina langsung menuju hotel yang telah direservasikan oleh seniornya karena acara itu akan diadakan di hotel ternama di Jakarta. Saat dia baru saja masuk lobby hotel tanpa sengaja tubuhnya bertabrakan dengan seorang laki-laki berperawakan tinggi, karena terburu-buru Raina tidak menyadari jika dihadapannya ada orang lain yang sedang berjalan dari arah berlawanan.


Bruk..


"Auh... " Tubuh mungil Raina terhempas kelantai yang keras, dia mendongak melihat siapa yang dia tabrak dan...


"Kau?"

__ADS_1


......... Bersambung ........


Bersambung donk.. jangan lupa vote besok hr senin 😁😁😁 komen aja udah bersyukur bgt loohh ☺☺☺☺


__ADS_2