Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Tragedi Pesta Pernikahan Audy


__ADS_3

Besok merupakan acara yang sangat penting bagi Audy, sejak kemarin dia sudah berada di pulau Jeju, pernikahannya memang diadakan di pulau ini, semua kerabat dan rekan bisnis serta teman-temannya mendapatkan tiket pesawat gratis untuk menghadiri pesta pernikahannya.


Raina bersi keras untuk segera berangkat ke hotel yang telah di sewa oleh calon suami Audy. Dia beserta kru yang dimiliki Raina telah tiba siang ini menggunakan pesawat jet milik Dimitry. Awalnya Dimitry tidak mengizinkan Raina untuk bekerja, mengingat luka di lengannya yang masih basah, akan tetapi kata-kata Raina membuat dia diam seribu bahasa.


Flash Back Rumah sakit


"No, aku tidak mengizinkan mu untuk bekerja besok," Ucap Dimitry tegas, dia yang baru datang dengan ponsel tercanggih dan model terbaru dari perusahaan Alle, nyatanya Raina tidak berterimakasih sama sekali.


"Apa masalah mu tuan Dimitry. Ini pekerjaan ku, aku bertanggungjawab sepenuhnya dengan acara ini." Jawab Raina tak kalah tegas.


"Luka dilengan mu bahkan belum kering Rain."


"Apa anda tau perjuangan saya untuk berada dititik ini? bukan setahun dua tahun tuan, jika saat ini saya tidak profesional, maka busa dipastikan jika karier saya akan hancur. Apa anda bisa bertanggungjawab untuk hal ini? Apa anda bahkan mengerti apa tujuan dan motivasi saya untuk bisa menjadi MUA yang dikenal banyak orang?" Ucap Raina dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa tuan berpikir jika saya hanya menginginkan karir saya berada di puncak tertinggi? No, jika itu yang anda maksud, jawabannya adalah salah besar. Saya mempunyai tujuan dan motivasi tersendiri untuk tetap berdiri dan bersikap profesional apa pun keadaan saya, karena saya sedang berusaha untuk mencari seseorang yang mungkin saja tidak pernah menginginkan keberadaan saya di Dunia ini."


Jederrr....


Bagaikan petir, hati Dimitry merasa diremas saat dia mengetahui alasan dibalik sikap tegas dan kerja keras Raina selama ini. Hatinya seketika menjadi sakit, dia sudah berjuang seorang diri untuk berada diposisi ini, dan ini adalah batu loncatan tertingginya untuk sampai pada puncak karirnya sebagai MUA.


Dimitry hanya terdiam sembari menatap Raina dengan pandangan sendu, sementara Raina sudah tak kuasa menahan liquid bening yang sejak tadi menggenang dipelupuk matanya, dia menangis dalam diam.


Selama ini, apa pun keadaannya dia selalu berusaha untuk tetap bekerja, meskipun tiga jam sebelum bekerja terkadang dia masih berada di rumah sakit. Pekerjaannya yang akrab dengan dinginnya angin malam disaat semua orang masih terlelap, dia sudah harus memulai pekerjaannya, membuat tubuh kecilnya terkadang tidak kuasa menahan terpaan pekerjaan, ditambah waktu istirahat yang kurang membuat tubuhnya semakin drop.

__ADS_1


"Kalau begitu, pergilah menggunakan kendaraan yang sudah ku siapkan untuk mu. Dan ingat, kau harus ditemani oleh seorang dokter dan perawat yang akan terus berada di samping mu." Titah Dimitry tegas dan tidak ingin dibantah. Dia keluar dari ruang perawatan Raina, dan meminta Luke untuk mengurus segala sesuatunya.


Flashback Off.


"Mba, istirahat aja dulu, nanti kita gladi bersih sama mba Audy setelah magrib, sekalian nentuin make up dan warna yang cocok diaplikasikan dengan gaun, tema dan latar belakang pestanya." Ujar Lita mengingatkan.


Raina berbagi kamar dengan Lita, sementara kamar dokter dan perawat wanita berada tepat disebelah kamar Raina, untuk semua kru yang mengikuti Raina berada tepat didepan kamar Raina.


Dengan masih menggunakan penyangga tangan, Raina berusaha untuk menjalankan kewajibannya. Apa pun keadaannya Raina tetaplah menjalankan sholat lima waktu, setelahnya dia tidak pernah absen untuk terus meminta segera dipertemukan dengan keluarga kandungnya, air matanya meleleh setiap dia meminta hal ini.


Malamnya Raina melakukan gladi bersih bersama Audy dan kru-nya, semua sudah dipersiapkan secara matang. Raina meminta resep obat pereda nyeri untuk acara Audy besok, kemungkinan dia akan banyak bergerak meskipun menggunakan satu tangan.


Keesokan paginya setelah dia melakukan kewajibannya, Raina segera menuju ke kamar Audy untuk memulai make up, meskipun dia hanya bekerja me-make up Audy, sementara untuk urusan accesories serta rambut serta memakaikan gaun, menjadi urusan Lita sepenuhnya, Raina hanya mengawasinya di kursi.


Dia terlalu takut jika hasil make up satu tangannya tidak menjadi sempurna, setelah selesai Raina melihat lagi tampilan Audy secara seksama, tak dapat dipungkiri rasa haru segera menyergapnya, akhirnya dia bisa menyelesaikan pekerjaan yang dia pikir akan gagal karena dia hanya menggunakan satu tangan.


.........


Acara pemberkatan berjalan dengan khidmat tanpa halangan suatu apa pun, hingga tiba saatnya resepsi yang digelar malam ini, Raina kembali me-retouch ulang make up Audy, setelah selesai Audy mempersilahkan Raina menghadiri acara Resepsi tersebut juga sebagai tamu undangan. Di sana dia duduk di kursi yang di atas meja telah ada tulisan namanya. Raina hanya Bersama Lita, dia melihat begitu banyaknya tamu undangan, dia hanya fokus pada tangannya yang saat ini tidak lagi menggunakan penyangga, dia ingin berlatih bergerak sedikit-semi sedikit.


Pada pertengahan acara, Lita pamit untuk ke toilet, saat itu Raina duduk sendirian, kerongkongannya terasa kering, dia memutuskan untuk mengambil air minum atau pun minuman yang halal, karena di meja hanya ada red wine dan white wine yang memang agamanya melarangnya untuk meminum itu.


Raina berjalan perlahan, meskipun tempat minuman halal sedikit ramai, karena sebagian besar tamu juga berasal dari Indonesia, dia juga melihat beberapa wanita menggunakan hijab. Raina mendapatkan minumannya, tersedia beberapa minuman berbahan buah dan soda.

__ADS_1


Raina mengambil jus Alpukat yang tersedia, dia membawanya ke meja yang telah disediakan untuknya, tetapi tiba-tiba tubuhnya terdorong dari samping, membuatnya terhuyung.


Pyar....


Gelas yang berada ditangan kanannya terjatuh dan sontak saja suara gaduh itu menjadi pusat perhatian semua tamu yang berada di sana, dan jus yang dia bawa itu mengotori gaun yang dia kenakan.


Raina tak lagi memikirkan gaunnya yang kotor, atau pun gelasnya yang pecah, tetapi rasa nyeri yang menusuk di bagian lengan kirinya membuatnya terpejam, dia memegang erat lukanya, tubuhnya yang terdorong membuat dia menghantam pilar besar yang berada di sana, seketika itu rasa sakit yang berdenyut membuatnya memejamkan mata.


"Sorry..... a-aku tidak sengaja," Ucap wanita berhijab yang tadi tidak sengaja menabrak Raina, tetapi setelah menyadari jika wajah Raina tidak asing membuatnya seketika merubah bahasa yang dia gunakan.


"Maaf, mb Raina kan? m-maaf banget ya mba, saya tidak sengaja tadi." Ucapnya dengan wajah panik karena melihat gaun Raina yang kotor, juga karena banyaknya perhatian dari semua orang yang berasa di sana. Raina membuka mata saat indra pendengarnya menangkap suara yang tidak asing baginya itu.


Deg....


"Mba Alina..... "


Ucapan Raina tidak bisa dia lanjutkan saat Raina merasa tangan kanan yang memegang lengan kirinya menjadi basah, bau anyir segera menguar di indra penciumannya.


Raina melepaskan tangannya, dan dia nyaris memekik kala telapak tangan kanannya berubah menjadi merah karena darah.


.......... Bersambung ..........


Hay semua.... maaf ya kemarin g Up, aku kan udh ksih tau sblumnya seminggu ini kegiatan full bgt.. tp aku ttp usahain Up buat kalian, curi-curi waktu.. mksih atas antusiasnya, jangan lupa vote, like n comen ditunggu... πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜β˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2