Reincarnation Of The Poor Princess

Reincarnation Of The Poor Princess
Nine (9)


__ADS_3

Keesokan paginya, Stella sudah bersiap pergi menuju Mansion Ic, tempat di mana Guild Penyihir berpusat.


Pagi ini, Jesriel Ariel Alfonsa―pelatih yang mendampingi Stella berpedang―sudah menunggunya di ruang tamu, dan itu membuat Stella terkejut karena ia memintanya menunggu dirinya di Mansion Ic, tetapi Stella tidak menyangka jika Jesriel menunggu dan berkeinginan mengantarnya ke Mansion Ic.


"Muridku yang cantik dan kurang ekspresi akhirnya akan melakukan tes bakat. Guru tampanmu ini sangat senang," ucap Jesriel dengan bangga.


Stella hanya diam dan tidak berkomentar.


Lelaki berusia 19 tahun itu kemudian menuntun Stella menuju kereta kuda yang telah disiapkan oleh kerajaan. Suzy mengantar tuannya sampai depan gerbang istana, ia tidak bisa mengikuti Stella menuju Mansion Ic karena ia hanyalah pelayan. Lagi pula, sudah ada Jesriel yang bersama tuannya.


Di dalam kereta, suasana hening menyelimuti kedua orang itu. Duduk di samping Stella, Jesriel diam-diam melirik Stella, ia ingin melihat ekspresi apa yang ditunjukkan muridnya saat mengetahui bahwa prajurit-prajurit kerajaan tidak ikut mengantarnya menuju Mansion Ic. Namun, yang dilihat Jesriel hanya wajah datar seperti papan, tidak ada gurat kesedihan atau semacamnya.


Sebenarnya, jika seorang anak bangsawan mendapat undangan dari Guild Penyihir, maka keluarga anak itu akan melakukan persiapan panjang, salah satunya saat akan menuju Mansion Ic, maka mereka akan meletakkan puluhan prajurit untuk mengawal kereta kuda yang akan digunakan.


Namun, Jesriel tidak melihat adanya prajurit-prajurit kerajaan yang mengawal kereta kuda yang dinaiki seorang putri, yaitu muridnya. Apakah rumor tentang keluarga kerajaan yang tidak menyukai Putri Stella benar adanya?


Mengetahui bahwa pelatihnya terus melirik ke arahnya sedari tadi, Stella menjadi sedikit risi.


Akhirnya, dia memutuskan untuk bertanya, "Guru, apakah ada sesuatu di wajahku?"


Jesriel langsung mengerjapkan matanya.


Dia memberikan senyum lebar seraya berkata, "Murid, maafkan gurumu ini yang tidak bisa berpaling darimu."


Perkataan Jesriel yang terdengar ambigu membuat kedua alis Stella merajut.

__ADS_1


"Guru, ucapanmu terdengar aneh."


Stella menolehkan kepalanya dan menatap Jesriel tajam.


"Ada apa?"


Hawa dingin tiba-tiba memancar dari tubuh Stella. Kereta kerajaan saat itu terasa suram. Siapa pun yang berpapasan dengan kereta itu pasti akan merasakan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang. Kusir yang mengendarai kereta langsung berkeringat dingin disertai tubuhnya yang menggigil.


'Putri Stella lebih menyeramkan daripada Raja Shavir!' batin kusir itu.


Sedangkan di dalam kereta, Jesriel yang merasakan hawa tidak sedap dari muridnya langsung menjawab, "Eh ... itu, gurumu ini hanya penasaran bagaimana ekspresimu saat, saat tidak ada prajurit yang mengawal kereta ini...."


"Apakah itu harus?" tanya Stella dengan ekspresi malas.


"Tentu saja!" jawab Jesriel cepat. "Apalagi muridku ini adalah seorang putri! Anak dari seorang duke saja pasti diberi penjagaan yang ketat, tapi kau .... Haah, maafkan perkataanku. Kau pasti sedih. Muridku yang cantik dan kurang berekspresi, guru tampanmu ini tidak akan pernah meninggalkanmu. Jadi―"


Jesriel tertegun di tempatnya. Bagaimana bisa anak kecil berumur 5 tahun memiliki pemikiran seperti itu?


...―――...


Bangunan setinggi tiga puluh meter itu tampak indah dengan berbagai macam ornamen item sihir yang menghiasi dinding. Kerumunan orang-orang dari keluarga bangsawan meramaikan tempat itu. Puluhan kereta kuda berjajar di samping bangunan bercat putih itu.


Dari balik tirai, Stella menatap kerumunan orang-orang itu dalam diam. Beberapa saat kemudian, sebuah kereta kuda yang tampak mewah melewati kereta kudanya. Bendera dengan lambang bunga mawar berwarna emas berkibar di atas kereta kuda mewah itu.


Melihat bendera itu, Stella mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Lambang mawar berwarna emas, itu adalah lambang Kerajaan Evergard. Artinya, orang yang berada di dalam kereta mewah itu berasal dari keluarga Kerajaan Evergard.


Tetapi siapa?


Dalam silsilah keluarga Evergard yang sekarang, Raja Shavir hanya memiliki dua orang anak, yaitu Dhemiel yang berumur 7 tahun dan Stella yang berumur 5 tahun.


Dhemiel pastinya sudah melakukan tes bakat dua tahun yang lalu, sedangkan Stella akan melakukan tes bakat hari ini. Jadi, siapa yang berada di dalam kereta kuda itu?


Memfokuskan pandangannya pada kereta kuda mewah itu, Stella melihat seseorang turun dari kereta kuda tersebut. Orang itu adalah Raja Shavir! Kemudian, tatapan Stella melihat bahwa Raja Shavir mengulurkan tangannya pada pintu kereta.


Siapa?


Sesaat setelahnya, sepasang tangan mungil menerima uluran tangan Raja Shavir. Rambut berwarna pirang itu terpantul sinar matahari, tampak menyilaukan mata. Bola mata berwarna hijau cerah itu menatap semua orang, tak lupa dengan senyum memesona yang terbentuk di wajah anak kecil itu yang perlahan turun dari kereta.


'Si*lan!'


Stella mengumpat di dalam hati. Wajahnya menjadi gelap. Anak kecil itu adalah Xylia. Sepupu perempuannya!


Jesriel yang berada di samping Stella ikut mengarahkan pandangannya pada kedua orang yang menjadi sorotan publik. Dia kemudian memandang murid cantiknya.


'Muridku yang cantik dan kurang ekspresi, betapa menyedihkannya hidupmu,' batinnya seraya tersenyum pahit.


―――――――――――――


ini chapter paling dikit kata-katanya, tpi semoga suka~

__ADS_1


TBC!


__ADS_2