
Stella terdiam kala mendengar jawaban Thev. Cara tercepat untuk meningkatkan kekuatan aura Dewi Kematian miliknya adalah dengan memakan buah legendaris yang ada di tangannya. Namun, keuntungan dari memakan buah itu sebanding dengan konsekuensi yang akan diterimanya dalam waktu dekat.
'Apakah sekarang sudah waktunya?'
Memakan Buah Kristal Merah sama saja dengan memulihkan wujud aslinya yang tidak diketahui orang-orang. Itu juga berarti bahwa dia siap untuk menghadapi bayangan kematian yang akan menantinya di masa depan.
'Tapi, kalau aku terus menunda waktu....'
Stella jatuh ke dalam pemikirannya yang tak berujung, menduga-duga semua kemungkinan yang akan membuatnya berada di ujung jurang kematian, dan memikirkan semua cara yang ada untuk menghindari semua kemungkinan itu.
'Yah, itu mungkin terjadi, tapi tidak apa-apa. Sekarang, aku sudah siap.'
Setelah berpikir jernih dan bertekad, Stella menatap buah itu, sebelum akhirnya memakannya secara perlahan.
Swuuush.
Setelah Stella selesai memakan buah itu, sekujur tubuhnya terasa ringan. Butiran keringat mengalir deras di tubuhnya. Di sekelilingnya, cahaya merah mengelilinginya, kemudian masuk ke rambut dan matanya.
"Ukh!"
Mata merah Stella terbuka lebar. Salah satu tangannya tanpa sadar mencengkeram tempat di mana jantungnya berada dengan erat. Ada sesuatu menyakitkan yang menyerang bagian itu. Tangannya yang bebas mengepal sampai memutih, berusaha menahan rasa sakit itu.
Blup. Blup.
Sesuatu yang terasa lembek keluar dari kulitnya. Siapa pun bisa melihat bahwa kulit Stella meleleh seperti es yang dicairkan dan memperlihatkan kulit baru yang jauh lebih cerah dan bersinar dibandingkan sebelumnya.
"Haahh, haahh! Haahh...!"
Setelah cukup lama bertahan dalam posisi yang tidak diuntungkan, Stella akhirnya berhasil menahan semua penderitaan yang dialaminya tadi. Dia menghirup oksigen dengan rakus sambil terengah-engah. Anehnya, setelah rasa sakit di jantungnya menghilang, dia merasakan ada sesuatu yang mengalir di sana dan membuat tubuhnya menjadi lebih kuat dan segar.
'Apa itu tadi?'
"Sekarang, jantungmu juga berfungsi sebagai tempat memproduksi mana sihir."
Kata-kata dari Thev, yang seolah bisa membaca pikirannya, membuat Stella terkejut.
"Apa maksudmu "memproduksi"?"
"Sesuai dengan namanya. Di sana, di jantungmu, kau bisa memproduksi mana sihir tanpa henti dalam jumlah yang tak terbatas. Ini berarti bahwa kau tidak akan pernah kekurangan mana dalam kondisi apa pun."
'Mengerikan.'
Itulah yang dipikirkan Stella ketika mengetahui kemampuan baru yang diperolehnya setelah memakan Buah Kristal Merah.
Bagi pengguna sihir, kekurangan atau kehilangan mana adalah masalah terbesar yang harus mereka hadapi jika berada di situasi tertentu. Jika tidak ada mana, lantas bagaimana mereka bisa menggunakan sihir? Bagi seorang penyihir agung pun, jika mana sihirnya menghilang, dia sama saja dengan menjadi orang biasa.
"Ternyata begitu."
Stella mengangguk mengerti. Bagaimanapun, ini adalah hal yang bagus. Bisa memproduksi mana sihir seperti jantung yang memompa darah setiap saat, itu berarti dirinya memiliki mana yang melimpah dan akan menjadi tidak tertandingi di situasi mana pun.
Tapi masalahnya, ada penyihir-penyihir berbakat dan jenius yang bisa mengukur mana seseorang hanya dalam sekali lihat.
Jika salah satu di antara para penyihir itu ada yang tak sengaja mengukur mana Stella karena penasaran dengan bakat sang putri, maka dia bisa melihat bahwa ada mana sihir melimpah yang tidak pernah habis di tubuhnya. Jika itu terjadi, maka sudah pasti Stella akan diburu oleh para penyihir dan mereka akan memasukkan Stella ke Menara Sihir dengan segala cara. Dan jika Raja Shavir setuju, maka Stella akan langsung bisa tinggal di Menara Sihir tanpa boleh menolak.
'Ugh, jika itu terjadi, aku akan menghancurkan kerajaan!' batin Stella dengan tatapan berapi-api.
Thev, yang salah paham dengan tatapan berapi-api Stella, tertawa senang. Dia mengira bahwa Stella sangat bersemangat untuk menjadi penyihir berbakat dan jenius berikutnya.
Karena itu, dia berkata dengan wajah sombong, "Hei, kau tahu. Aku bisa mengajarimu berbagai macam sihir."
"Benarkah? Apakah kau juga bisa mengajariku bagaimana caranya menyembunyikan mana sihir?"
"Iya, tentu sa―apa tadi katamu?"
Thev, yang pada awalnya mengangkat kepalanya dengan tinggi sambil berlagak angkuh, seketika membulatkan mata birunya pada pertanyaan Stella. Dia menatap manusia kecil itu dengan pandangan heran.
"Untuk apa kau ingin menyembunyikan mana sihirmu? Di mana-mana, orang-orang pasti ingin pamer bakat mereka ke semua orang."
"Iya, itu orang lain, bukan aku," balas Stella sinis, merasa kesal karena naga kecil itu membanding-bandingkannya dengan orang lain. "Memangnya ada orang sepertiku di dunia ini? Pokoknya, jangan banyak tanya dan katakan saja jawabannya!" serunya di akhir kalimat.
Thev mendecih.
"Biasa, kek," balasnya tak kalah sinis, ikutan kesal karena gadis kecil di depannya memberinya perintah dengan mudah seperti membalik telapak tangan. "Ngomong-ngomong, bersikap sopanlah padaku."
"Kenapa?"
Thev langsung menjawab dengan bangga, "Tentu saja karena aku adalah seekor naga yang agung."
"Tapi, kau tidak berbicara sopan padaku, tuh?"
"Huh? Kenapa aku harus?"
__ADS_1
Stella menyeringai kecil secara diam-diam, kemudian meniru gaya sang naga tadi.
"Tentu saja karena aku adalah seorang putri kerajaan yang sangat berbakat dan jenius," ucapnya dengan nada bangga yang dibuat-buat, tapi anehnya terdengar seperti isi hatinya.
"...."
Menyaksikan adegan itu, Thev dibuat tidak bisa berkata-kata. Untuk sesaat, dia menyetujui ucapan Stella beberapa saat yang lalu.
'Iya, ya. Di mana aku bisa menemukan orang sepertinya? Hanya dia yang sanggup bertingkah seperti itu di depanku. Dasar manusia kecil kurang ajar...! Eh, ralat, aku bisa dalam bahaya kalau memanggilnya manusia kecil lagi.'
Thev berkeringat dingin ketika menyadari isi pikirannya.
Biarpun dia adalah seekor naga yang agung (uhuk), kekuatannya terkunci bersamaan saat dia tertidur untuk menjaga Buah Kristal Merah. Dan butuh waktu yang lumayan lama untuk memulihkan kekuatannya. Saat ini, dia hanya bisa mengandalkan mulutnya yang besar dan kakinya yang dipenuhi cakar tajam untuk bertarung. Dengan kata lain, di tubuhnya tidak ada sihir sama sekali.
'Yah, itu menjelaskan kenapa aku tidak langsung menyerang manusia itu ketika pertama kali bertemu dan malah memainkan permainan konyol yang ... sangat seru. Haha....'
Entah kenapa, sekarang dia menganggap bahwa dirinya sama sekali tidak berguna.
...―――...
"Tadi kau bertanya bagaimana caranya menyembunyikan mana sihir, 'kan?"
Stella mengangguk sebagai jawaban.
Mereka sekarang tidak lagi bermain-main seperti tadi dan membuat ekspresi tidak terbaca di wajah masing-masing.
"Caranya gampang," ucap Thev seraya terbang berputar-putar di sekeliling Stella. "Ayo buat kontrak denganku."
"Apa?"
"Ayo buat kontrak denganku," ulang Thev dengan nada sedikit berdecak di awal kalimatnya. "Itu satu-satunya cara."
"Benar itu satu-satunya cara?"
Pertanyaan dari Stella membuat sang naga berkeringat.
Tentu saja itu bukanlah satu-satunya cara untuk menyembunyikan mana sihir seseorang, tapi itu adalah cara tercepat yang bisa terpikirkan olehnya saat ini, yang tidak bisa mengajari manusia itu cara menyembunyikan mana sihir.
'Bukan tidak bisa, tapi sekarang aku tidak bisa menggunakan sihir!' elak Thev di dalam hatinya. 'Untuk mengajarinya cara menyembunyikan mana sihir, tentu saja aku harus memberinya contoh dulu, 'kan? Tapi masalahnya, aku tidak bisa memberikan contoh karena sihirku masih terkunci!'
Jadi, yang bisa terpikirkan olehnya adalah membuat kontrak dengan Stella. Dia juga bisa mendapat keuntungan dari kontrak itu karena tuannya adalah seseorang yang memiliki mana sihir melimpah, kemudian sihirnya yang sempat terkunci akan kembali lebih cepat daripada perkiraannya.
Thev sudah bersemangat ingin membuat kontrak sambil memikirkan keuntungannya sendiri, melupakan sepenuhnya bahwa Stella adalah orang yang cerdik.
"Lalu apa yang kudapatkan?"
"Apanya?"
"Apa keuntunganku kalau membuat kontrak denganmu?"
'Hah!'
Thev tersentak. Dia melupakan sesuatu yang penting ketika sibuk memikirkan keuntungannya sendiri. Sedangkan Stella sudah menatap tajam ke arah naga itu, membuat Thev memutar otaknya dengan keras.
Masalahnya....
'Tidak ada manusia yang hidup bahagia setelah menjalin kontrak dengan naga!'
Dia melupakan fakta penting ini. Bahwa seorang manusia yang mengikat kontrak dengan seekor naga tidak pernah memiliki akhir yang baik. Kontrak seperti itu dianggap terlarang dan dipercaya sebagai awal datangnya sebuah bencana.
'Aku melupakan ini! Siaaal!!'
Thev ingin menangis sekarang. Rasanya seperti dia terbang ke tempat yang tinggi bersama khayalannya, kemudian jatuh ke dasar paling bawah dari dunia saat mengetahui bahwa khayalannya pecah berkeping-keping.
'Selamat tinggal, sihirku yang terkunci....'
...―――...
"Apa keuntunganku kalau membuat kontrak denganmu?"
Stella menunggu jawaban dari naga kecil itu, tapi yang dilihatnya hanya mata menyedihkan penuh air mata yang selalu ditunjukkan oleh naga itu. Dia bingung dan tidak mengerti. Apakah pertanyaannya salah? Tidak mungkin. Pasti naga itu mengetahui sesuatu.
"Cepatlah katakan."
"Ah, lupakan saja yang tadi! Aku hanya bercanda!"
"Jadi, kontrak itu cuma bercanda?"
"Iya! Begitu. Aku hanya bercanda!"
Siapa pun bisa melihat bahwa naga itu tampak panik dan berbohong dengan terang-terangan.
__ADS_1
"Hm ... aku tidak percaya." Mata merah Stella menyala terang di dalam gua yang terbuat dari balok es. "Tawaranmu tadi aku terima. Ayo kita buat kontrak."
"Tidak bisa!"
"Kenapa?"
"Pokoknya tidak bisa!"
"Kenapa?"
Kegigihannya membuat naga hitam itu frustrasi dan menjawab dengan spontan, "Itu karena sangat terlarang!!"
"Terlarang?"
Stella mengulang kata itu dan tersenyum miring, sedangkan Thev sudah menutup mulut naganya rapat-rapat.
"Terlarang pun tidak apa-apa. Yang penting aku bisa menyembunyikan mana sihir ini."
Tapi tidak ada jawaban.
Stella kembali berbicara dengan wajah tanpa ekspresi.
"Tidak peduli baik atau jahat, aku akan melakukan apa saja untuk bisa menyembunyikan mana sihir ini. Yang penting hidupku tidak terancam. Biasanya, agar menjadi sukses, kita harus mengambil risiko besar."
Thev berhenti terbang berputar-putar dan duduk di atas lantai es. "Kenapa?" tanyanya kebingungan. "Kenapa kau harus mengambil risiko besar agar bisa sukses?"
"Karena aku egois," jawab Stella tegas. "Aku hanya ingin hidup di sini dengan tenang tanpa terancam. Kau bilang kontrak itu sangat terlarang, 'kan? Heh, aku tidak percaya. Orang-orang yang sebelumnya pernah membuat kontrak dengan naga adalah orang yang lemah. Sedangkan aku tidak."
"Orang yang lemah...?" gumam naga itu dengan tatapan tidak percaya.
Stella mengangguk mengiyakan, lalu tersenyum penuh percaya diri.
"Sekarang katakanlah, kenapa kontrak itu bisa disebut sangat terlarang?"
"... Karena manusia yang membuat kontrak dengan naga tidak pernah memiliki akhir yang baik."
"Pft."
Suara tawa dari Stella mengambil alih perhatian Thev.
"Hanya itu alasannya?"
"Iya."
"Sangat konyol."
Stella perlahan berjalan mendekat ke arah naga hitam itu. Lalu memberikan senyuman tulusnya yang jarang diperlihatkan kepada siapa pun.
"Kau tidak perlu percaya dengan mitos itu."
"Tapi itu fakta," sangkal Thev dengan gigih. "Aku tidak mau membahayakan anak perempuan Alexa."
"Entah itu mitos atau fakta, kau tidak boleh terlalu percaya. Karena takdir setiap orang berbeda."
"Berbeda...."
"Benar. Jadi, ayo kita buat kontrak."
Sriiiing!
Lingkaran sihir dengan warna emas yang terang muncul di bawah kaki Stella, bersamaan dengan darah dari ibu jarinya yang menetes ke kepala Thev. Kontrak antara manusia dan naga dengan sistem tuan-budak segera dibuat.
Itu adalah momen ketika kejahatan dan kebaikan bercampur dan saling membantu.
Semuanya berawal dari tempat ini.
Awal dari kehidupan yang baru.
―――――――――――――――
aku baca semua komen kalian yg bilang cepetan up thor, crazy up thor, semangat thor, lanjut thor, dll dan langsung dapet ide buat lanjutin bab ini yang berhenti di tengah-tengah😭 makasih semua dan maaf gak bisa up cepet atau double up kyk dulu😭 skrng aku lagi libur dan dulu udh bertekad buat sering" up pas libur, tapi entah kenapa... aku terserang virus malesss😭 gegara banyak manhwa baru yg menggiurkan dan aku pun lagi ada project fanfict, tl novel, dan tl manhwa😭 maaf banget😭 walau begitu aku bakal usahain nulis 500+ kata lebih per hari🤧
buat yg nanya apa aku hiatus, jawabannya... ya nggak lah😭
trus buat yg bilang penasaran sm kelanjutannya, tunggu yah😭 (aku tau klo tunggu tanpa harapan itu menyakitkan, tapi cuma kata "tunggu" yg bisa aku kasih ke kalian selagi nulis bab baru😭)
pokoknya maaf😭
*A/N: btw, aku udh kasih clue loh tentang bab-bab selanjutnya: "Awal dari kehidupan yang baru". hayoloh mikir🤣
TBC!
__ADS_1