Reincarnation Of The Poor Princess

Reincarnation Of The Poor Princess
Sixty Four (64)


__ADS_3

Entah mengapa, meskipun Stella tidak bisa melihat sesuatu itu dengan matanya, dia bisa merasakan energi gelap dan kelam yang berputar-putar di sekeliling Xylia. Rasanya seperti ada lubang hitam pekat yang menarik orang-orang agar berdekatan dengan Xylia.


Hah.


Stella berkedip dengan cepat, kemudian tidak merasakan energi gelap tadi di sekitar Xylia. Kebingungan melanda dirinya.


Apakah itu hanya perasaanku saja?


Perasaan tadi terlalu nyata untuk dikatakan sebagai imajinasinya, tapi Stella tidak merasakan apa pun lagi sekarang. Bahkan setelah matanya memandang Xylia dengan intens, perasaan tadi tidak dirasakan lagi olehnya.


Tidak. Aku yakin kalau yang kurasakan tadi nyata.


Stella terlalu fokus pada pikirannya dan Xylia, sehingga mengabaikan orang-orang di sekitarnya.


"Stella?"


Dua orang yang berbeda menyebut namanya di saat yang bersamaan. Stella pulih dengan cepat, kesadarannya kembali. Ia segera memandang bolak-balik antara Raja Shavir dan Dhemiel.


"Ya?"


"Kau baik-baik saja?"


"Tentu saja."


Pertanyaan dari Dhemiel dijawab dengan cepat oleh Stella, kemudian dia tersenyum, menyiratkan bahwa dia baik-baik saja. 


Stella tidak bisa memberitahukan firasat buruk yang dirasakannya tadi pada kedua laki-laki itu. Dia belum memeriksa apakah itu benar atau tidak, apalagi sekarang adalah ulang tahun Dhemiel. Dia tidak bisa merusak pesta yang telah dipersiapkan selama berminggu-minggu yang lalu.


"Aku baik-baik saja."


Tapi itu bohong. Sekarang Stella tidak dalam kondisi yang baik. Kegelisahan mengelilingi hatinya.


"Tidak. Kau berbohong."


Stella tersentak.


Seolah-olah bisa memahami pikirannya, Raja Shavir mengutarakan perkataannya. Mata ungu yang perlahan gelap itu bertemu pandang dengan mata ungu cerah Stella.


"Ada kegelisahan di matamu."


Sebaik apa pun Stella menyembunyikannya, agak aneh mendengar dia menjawab pertanyaan Dhemiel dengan cepat dan terdengar terburu-buru, yang biasanya bersikap tenang. Nada suaranya menyiratkan bahwa ada sesuatu yang dia sembunyikan.


Kepekaan yang tidak berarti!


Stella meneriaki Raja Shavir di hatinya, yang mampu merasakan kegelisahannya. Dia memaksa otaknya berpikir dengan cepat, mencari jalan keluar. Tiba-tiba, ajaran akting tidak berguna yang diajarkan oleh kakak perempuan keduanya, Belle, datang dalam ingatannya dan menjadi sangat berguna di situasi saat ini.


Lalu Stella menurunkan tatapannya dan tersenyum dengan malu-malu, rona merah samar tampak di pipinya.


Pikirkan semua kejadian yang membuatmu malu, Stella! Saat aku digoda oleh seluruh murid universitas di kelas, saat aku ketahuan mengintip Kak Larson ikut kencan buta, dan saat Ester memujiku dengan berlebihan! Pikirkan semuanya!

__ADS_1


Kejadian-kejadian memalukan yang tidak bisa hilang dari ingatannya akhirnya berhasil membuat wajahnya memerah.


Dan ... sekarang!


"Itu ... aku gelisah karena melihat semua orang memberikan hadiah yang mahal pada Kak Dhemiel. Sedangkan aku ... tidak memberikan apa-apa. Aku jadi malu dan gelisah, tidak tahu harus memberi apa...."


Saat itu, suasana di antara mereka langsung menjadi hening.


Stella sudah berkeringat banyak di punggungnya, bertanya-tanya mengapa suasana saat ini sangat hening dan sepi. Dia yakin bahwa aktingnya berjalan lancar, tapi ada yang salah dengan respons mereka.


Memberanikan diri, Stella mengintip ekspresi Raja Shavir dan Dhemiel, tapi setelah itu dia menjadi sweatdrop. Tingkah keduanya yang terbilang absurd membuatnya tidak bisa berkata apa-apa. Itu karena mereka meneteskan air mata dengan wajah memalukan.


Apa-apaan dengan ekspresi mereka.


"Aku sangat terharu. Ternyata Stella-ku masih memikirkan hal itu, padahal waktu itu kau sudah mengatakannya padaku dan aku bilang tidak apa-apa!"


Dhemiel mulai berceloteh dengan dramatis. Tapi itu masih lebih baik, daripada Raja Shavir yang berbicara seolah-olah sedang membaca puisi.


"Aku akhirnya bisa melihat ekspresi langka itu di hari yang indah ini. Ternyata menjadi seorang ayah itu memberikan banyak keuntungan daripada menjadi raja."


Stres.


Stella tidak tahu bagaimana rupa ekspresi wajahnya saat ini. Sepertinya wajahnya benar-benar terdistorsi dengan kelakuan mereka.


Aku yakin mereka sedikit stres. Tidak, mungkin mereka memang stres, tapi orang-orang di sini tidak ada yang menyadari penyakit mereka.


Untuk yang ke sekian kalinya, martabat ayah dan anak itu hancur hingga ke titik terendah.


―――


Ada keinginan yang kuat dalam diri Xylia untuk menjadi yang terbaik dari semuanya dan menjadi yang paling diperhatikan oleh semua orang. Entah mengapa, dia ingin menempati posisi pertama di hati mereka. Segera, seperti magnet yang menarik benda-benda logam di sekitarnya, Xylia menjadi pusat perhatian para anak bangsawan yang tidak pernah ditemui olehnya sama sekali. Mereka semua menatapnya dengan wajah berseri-seri.


"Ya ampun, bukankah kau adalah Nona Xylia, putri dari Duke Fictin yang terkenal?"


"Nona Xylia, perkenalkan, aku adalah Adelia Romeo, putri dari Count Romeo."


"Ini pertama kalinya aku melihatmu. Ternyata Nona Xylia lebih cantik dari rumornya."


"Aku akan mengadakan pesta teh lusa. Bisakah kau datang?"


"Rambut pirang bersinar milik Nona Xylia lebih cantik dari apa pun di dunia ini."


"Nona Xylia...."


Apa, apa ini?


Keterkejutan melintas di matanya.


Aku ingat kalau mereka adalah anak-anak bangsawan yang menjadi teman-temanku di masa lalu. Kami sering menjelekkan Tuan Putri di setiap pertemuan. Tapi aku menghindari mereka dan tidak pernah bertemu dengan mereka. Dan sekarang, mereka datang kepadaku tanpa diundang?

__ADS_1


Xylia sedikit kewalahan dengan perhatian tiba-tiba yang ditunjukkan semua orang padanya. Rasanya sangat aneh. Perasaan bingung dan puas bercampur aduk di hatinya. Namun tidak lama kemudian, bibirnya bergerak dengan sendirinya.


"Senang bertemu dengan kalian juga."


Senyuman manis, yang selalu dia gunakan saat memikat semua orang di masa lalu, tersebar dengan alami di wajahnya.


"Ya ampun! Senyuman Nona Xylia sangat cantik!"


"Manis sekali!"


"Sekarang aku baru sadar kalau Nona Xylia lebih cantik daripada Tuan Putri!"


Pembicaraan dengan cepat berubah arah.


"Ah, kau benar. Memang sudah seharusnya seperti itu."


Xylia tanpa sadar menyetujui ucapan salah satu anak perempuan remaja itu, lalu setelah itu dia membelalak kaget, terkejut dengan pikirannya sendiri.


"Kudengar Yang Mulia Raja dan Pangeran Mahkota meninggalkan Nona Xylia demi Tuan Putri. Aku turut simpati."


"Tapi bukankah ini aneh? Mengapa tiba-tiba?"


"Benar, seperti seseorang telah mencuci otak Yang Mulia Raja dan Pangeran Mahkota."


"Itu sebabnya, kita tidak boleh menilai orang dari sampulnya. Tuan Putri terlihat biasa di depan, tapi siapa sangka dia bisa mempengaruhi orang lain di belakang. Licik sekali."


"Sungguh mengerikan. Andai saja Nona Xylia yang menjadi tuan putri, dan bukannya anak perempuan seperti itu."


"Aku sangat setuju."


"Aku berharap Yang Mulia Raja segera sadar siapa yang harus dia sayang dan dia abaikan."


Mereka mulai berbicara dengan santai, padahal nyatanya sedang menjelekkan seseorang. Pandangan mereka menjadi dingin setiap kali mencemooh Stella. Lidah berbisa mereka mulai menjalankan tugas kotor.


Berdiri di tengah-tengah mereka, Xylia membeku setelah menyadari bahwa bibirnya berbicara tanpa dia inginkan dan pikirannya berpikir tanpa dia minta. Wajahnya menjadi pucat.


Ini, jangan-jangan...!


Bats!


Ah, apa yang baru saja kupikirkan?


Ekspresi Xylia dengan cepat berubah. Energi gelap dan kelam segera menguar dari tubuhnya dan menjadi lebih pekat daripada sebelumnya, kemudian menempel di tubuh orang-orang di sekitarnya secara diam-diam. Lalu dia tidak sengaja mendengar orang-orang di sekitarnya mengejek sosok yang dikatakan "tuan putri". Senyuman menghina seketika terbit di wajahnya.


Tuan Putri? Gelar itu tidak pantas untuk putri terbuang itu. Bukankah gelar itu hanya cocok untukku?


Mata hijaunya menyiratkan kilat mengejek. Kesombongan segera menguasai dirinya. Lalu dia bergabung dengan para anak bangsawan di sekitarnya dan mulai membicarakan hal-hal "seru" dengan mereka.


――――――――――――――

__ADS_1


TBC!


__ADS_2