Reincarnation Of The Poor Princess

Reincarnation Of The Poor Princess
Fourty (40)


__ADS_3

"Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, Tuan Putri memiliki sihir yang kuat dan aura yang mematikan. Oleh karena itu, nyawa Tuan Putri sangat rentan terancam. Bisa saja besok Tuan Putri diserang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, jika tidak besok maka hari ini, atau sekarang."


"Aku tahu."


"Itu sebabnya saya akan mengajari Tuan Putri sihir teleportasi hari ini," lanjut Azalea seraya tersenyum.


"... Sihir teleportasi?" Stella mengulang kata itu disertai dengan tatapan tidak percaya.


Kedatangannya di dunia ini adalah sebuah keajaiban, dan dia juga mengalami kehidupan yang penuh dengan hal-hal mistis. Namun, Stella tidak menyangka jika di dunia ini ada sihir teleportasi.


Zhio memang bisa membuat portal teleportasi, tapi aku tidak menduga kalau di dunia ini ada sihir teleportasi! Rasanya seperti mimpi, batin Stella dengan takjub.


Lalu pikirannya berimajinasi tentang dia yang menggunakan sihir teleportasi untuk pergi ke tempat-tempat yang dia inginkan tanpa perlu penjagaan atau diketahui oleh orang lain.


Bukankah ini keren? Aku bisa pergi ke markas utama Eternal Flame tanpa ada yang tahu!


Seketika Stella menjadi bersemangat. Dia sangat tidak sabar ingin mencoba sihir teleportasi itu.


"Kalau begitu, tunjukkan padaku sihir teleportasi itu, Guru!" pinta Stella dengan mata berbinar.


Azalea yang melihat respons Stella tetap tersenyum, namun di dalam hatinya dia memuji kecerdasan sang raja.


Yang Mulia Raja memang tahu apa yang dibutuhkan Tuan Putri. Ini adalah kabar baik.


*(ingat ch. 28?)


Lalu Azalea berdiri dari duduknya. "Nah, Tuan Putri, perhatikan saya yang akan menunjukkan sihir teleportasi pada Anda," katanya.


"Ya!"


"Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memusatkan mana sihir Anda di kepala, lalu bayangkan tempat yang ingin Anda tuju, setelah itu gunakan kekuatan sihir Anda dan Anda akan muncul di tempat yang Anda inginkan. Seperti ini."


*(Mana: bentuk energi yang ada di alam dan di dalam manusia. Itu adalah sumber dari semua mantra sihir)


Kemudian Azalea, yang berdiri di hadapan Stella, berpindah tempat dalam sekejap dan muncul di ambang pintu Perpustakaan Kerajaan.


Stella bertepuk tangan ketika melihat sihir teleportasi itu secara langsung.


Setelah itu, Azalea kembali berteleportasi dan muncul di hadapan Stella.


"Apakah Tuan Putri sudah paham?"


"Ya!" jawab Stella. Dia berdiri, kemudian menghampiri Azalea. "Apa aku bisa mencobanya sekarang?"


"Tentu saja."


"Baiklah. Aku akan mencobanya!" kata Stella dengan penuh tekad.


Lalu Stella memusatkan mana sihirnya di kepalanya, dia membayangkan muncul di ambang pintu Perpustakaan Kerajaan seperti Azalea, dan mengerahkan kekuatan sihirnya agar bisa berteleportasi.


Namun, beberapa saat kemudian....


Satu menit.


Dua menit.

__ADS_1


Tiga menit.


Kwak, kwak, kwak―


Suara imajiner burung gagak yang sedang terbang terdengar di pikiran Stella.


Stella, yang mencoba menggunakan sihir teleportasi, tidak berpindah tempat satu senti pun. Dia masih berdiri di tempat yang sama. Setelah itu, Stella membeku.


Aku tidak percaya kalau aku tidak bisa menggunakan sihir teleportasi!


Prang!


Imajinasi Stella, yang memperlihatkan dirinya yang sedang berpindah tempat ke tempat yang dia inginkan tanpa harus diketahui oleh orang lain, seketika pecah berkeping-keping, terdengar seperti suara pecahan kaca.


"Seharusnya aku tidak terlalu banyak berharap...," guman Stella seraya kembali duduk dengan gerakan lesu.


***


"Tuan Putri, Anda tidak perlu merasa kecewa. Itu hal yang wajar, mengingat usia Anda masih kecil."


"...."


Azalea mencoba menghibur Stella, namun Stella tidak merespons sama sekali. Mulutnya terkunci rapat, membuat Azalea menjadi panik.


"Ah, umm .... Aha!" Azalea tiba-tiba berseru, seakan mendapat sebuah ide. Dia dengan cepat berkata, "Anda tidak perlu merasa kecewa, Tuan Putri. Usia Anda masih muda, dan jalan yang Anda tempuh masih panjang. Mungkin, besok Anda sudah bisa menggunakan sihir teleportasi. Kalau Anda terlalu cepat merasa putus asa, maka Anda sama saja dengan Pangeran Dhemiel. Beliau bahkan belum bisa mempraktikkan sihir teleportasi sampai sekarang."


"... Benarkah?"


Akhirnya, Stella merespons.


Lalu Azalea menangis darah di dalam hatinya.


Aku akan melakukan apa pun untuk Tuan Putri, bahkan jika aku harus membawa nama Pangeran Dhemiel dan menjelekkannya. Yang Mulia Raja dan Pangeran Dhemiel, tolong maafkan penyihir ini....


"Baiklah. Lupakan saja kejadian hari ini," kata Stella dengan tak acuh, membuat wajah Azalea menjadi cerah ketika mendengarnya. Sedetik kemudian, tatapan Stella menjadi tajam. "Sebagai gantinya, berikan aku informasi tentang bangsawan penyihir." Ada seulas senyuman di bibirnya.


"Apa .... Oh!" Azalea yang kebingungan seketika menutup mulutnya, mulai mengerti arah pembicaraan Stella, kemudian dia mengangguk. "Saya akan memberikan informasi yang saya tahu."


"Ya."


Aku tidak tahu kenapa Tuan Putri ingin tahu tentang bangsawan penyihir. Tapi ya sudahlah, anggap saja aku menjadi guru sejarah hari ini, batin Azalea, setelah itu dia mulai menjelaskan tentang bangsawan penyihir berdasarkan pengetahuannya.


"Bangsawan penyihir adalah keluarga penyihir pertama yang ada di Area Selatan. Mereka―"


"Tunggu, tunggu!" Stella menyela penjelasan Azalea, kemudian dia bertanya, "Apa itu Area Selatan?"


"Oh, apakah Tuan Putri tidak tahu?" Azalea balik bertanya seraya memiringkan kepalanya. Stella mengangguk sebagai jawaban. Lalu Azalea melebarkan matanya, seakan baru saja menyadari sesuatu. "Maafkan kecerobohan saya. Seharusnya saya menjelaskan hal itu pada Anda sebelumnya."


"Tidak apa-apa. Apa bisa dijelaskan sekarang?"


"Ya. Dengarkan baik-baik," jawab Azalea sambil memunculkan sebuah peta di atas meja perpustakaan. Hal itu agar memudahkan Stella memahami apa yang akan dia jelaskan. Lalu jari telunjuk Azalea menunjuk sebuah bagian yang ada di peta itu. "Ini adalah Area Selatan, tempat di mana Kerajaan Evergard dan kerajaan yang lainnya berada. Wilayah ini disebut dengan "Kawasan Penyihir", karena sebagian besar penduduknya bisa menggunakan sihir, meskipun itu adalah sihir tingkat rendah."


"Aku mengerti."


"Lalu ada namanya Area Utara, Area Barat, dan Area Timur. Masing-masing ditinggali oleh ras yang berbeda-beda. Sedangkan daerah yang mencakup semua wilayah area itu disebut Benua Atrevido."

__ADS_1


"Baik. Aku mengerti." Stella mengangguk, lalu menatap Azalea. "Sekarang lanjutkan penjelasan yang tadi, Guru."


"Oh, benar. Selanjutnya, bangsawan penyihir memiliki tiga suku, yaitu suku Putih, suku Kuning, dan suku Merah. Sesuai dengan namanya, penyihir-penyihir yang lahir di suku-suku itu memiliki warna rambut yang sama dengan nama suku tersebut," jelas Azalea sambil menggulung peta yang tadi dia munculkan, sebelum akhirnya kembali melanjutkan, "Suku Putih memiliki ciri khas rambut putih keperakan dan mata merah, suku Kuning memiliki rambut pirang keemasan dan mata biru, sedangkan suku Merah memiliki rambut dan mata berwarna merah menyala."


Apa? Stella membulatkan matanya, terkejut.


Tidak menyadari perubahan ekspresi pada raut wajah Stella, Azalea melanjutkan, "Suku Putih dan suku Merah didominasi oleh laki-laki, sedangkan suku Kuning didominasi oleh wanita. Jadi, ada tradisi di antara mereka yang mengharuskan pernikahan antara suku Putih-Kuning dan suku Merah-Kuning." Di akhir penjelasannya, Azalea menambahkan, "Di antara penyihir campuran dari suku-suku itu, hanya penyihir dengan rambut pirang dan mata merah yang masih hidup, walaupun jumlahnya tidak lebih dari satu, sedangkan keluarga bangsawan penyihir yang lain sudah punah. Itulah sebabnya orang yang memiliki rambut pirang dan mata merah sangat langka. Nah, itu adalah pengetahuan saya tentang bangsawan penyihir."


Se-sebentar .... Rambutku berwarna pirang, lalu mataku berwarna merah, jadi itu adalah hasil campuran dari suku-suku itu...?


Stella tercengang, tidak menyangka jika wujud aslinya berkaitan dengan bangsawan penyihir, lalu percakapannya dengan Zhio di malam itu kembali terngiang-ngiang di kepalanya.


Ah, jadi itu kenapa Zhio bertanya tentang asal-usul ibuku, karena yang memiliki sihir pemurnian hanya keluarga bangsawan penyihir.


Stella mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda mengerti. Setelah itu, pikiran Stella melayang pada saat-saat di mana Zhio datang berkunjung ke istananya bersama Xylia, kemudian sesuatu melintas di pikirannya.


Kalau dipikir-pikir, Zhio memiliki....


Lalu mata Stella membulat karena terkejut dengan fakta yang diketahuinya.


"Rambut merah dan mata biru!"


Tanpa sadar, Stella berseru, mengagetkan Azalea.


Itu artinya Zhio juga termasuk dalam keluarga bangsawan penyihir!


"Tu-tuan Putri?" Azalea memanggil Stella dengan lirih, membuat Stella tersentak. "Ada apa? Kenapa Tuan Putri berseru?"


"Ah? Oh, tidak ada," jawab Stella dengan cepat, kemudian menggeleng. "Pelajaran hari sampai di sini dulu, ya! Aku permisi dulu. Sampai jumpa, Guru!" Lalu Stella bangkit dari tempat duduknya dan berlari menuju pintu Perpustakaan Kerajaan.


"Tuan Putri―"


Sayangnya, Stella sudah terlebih dahulu pergi, meninggalkan Azalea di dalam ruangan itu dengan ekspresi bingung di wajahnya.


Sementara itu, Stella, yang berlari mengeluari Perpustakaan Kerajaan, memperlambat langkahnya.


"Sayang sekali, aku sedang tidak dalam kondisi untuk mengacaukan perpustakaan itu," kata Stella sambil menampakkan ekspresi kecewa, lalu dia tersenyum. "Itu karena ada hal penting yang harus aku urus!"


Bruk!


"Waaa―"


Stella, yang tidak memerhatikan jalan, tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang. Dia menjerit dan nyaris terhuyung ke belakang, untungnya lengannya berhasil ditahan oleh orang itu, sehingga keseimbangan tubuhnya kembali.


"Aku minta maaf. Aku harus pergi. Sampai jum―"


Sesaat, napas Stella tercekat di tenggorokannya kala matanya bertatapan dengan orang yang tidak sengaja dia tabrak. Secara perlahan, matanya menjadi lembab dan bergetar, sedangkan hatinya diterjang perasaan rindu.


"Kakek...?"


――――――――――――――


di sini aku pke bahasa inggris britania (fourty/empat puluh/40) soalnya agak gimana gitu klo pke bahasa amerika (forty/empat puluh/40) yah walaupun artinya sama :D


sampai jumpa tanggal 12 Desember ヽ(^o^)丿(mau UAS dlu xixixi)

__ADS_1


TBC!


__ADS_2