
...----------------...
Masih di luar pintu kamar Romeo.
"Kau dengar itu, Sam? Berarti OBT kita berhasil," sahut Nickolas.
Dahi Samuel berkerut. "OBT?"
"Aish kau ini, Operasi Belalai Tunduk, OBT," ucap Nickolas cepat. Samuel pun mangut-mangut mendengarkan perkataan Nickolas.
Keduanya menempelkan daun telinga di pintu kamar Romeo, hendak mendengarkan interaksi di dalam ruangan yang kini sunyi senyap. Mereka teramat penasaran dengan adik bungsunya itu, apakah bisa berkembang biak dengan baik atau tidak.
Tadi sore, Nickolas dan Samuel mendapatkan kabar dari Mommynya, bahwa Romeo akan menikah, pada seorang wanita yang dapat melepaskan kutukan belalai tunduk.
Sontak, keduanya teramat senang dengan berita tersebut, walau pun pernikahan Romeo hanya di atas kertas. Semula mereka keheranan dengan keputusan yang di ambil oleh kedua orang tuanya, namun setelah Mommynya menjelaskan bahwa Romeo dan Juliet, sepertinya saling bermusuhan, mereka akhirnya mengerti.
Alhasil, Nickolas dan Samuel, segera pulang ke mansion, meninggalkan rapat penting di perusahaan. Berniat, membantu Romeo agar dapat bercocok tanam dengan baik.
Upaya yang mereka lakukan adalah menaruh obat perangsang, di makan malam pengantin baru tersebut. Tadi, mereka sudah menyabotase makanan dan minuman yang akan di bawa asisten rumah tangga untuk Romeo dan Juliet.
"Aku benar-benar tidak menyangka, ternyata adikku sangat liar," ucap Nickolas saat mendengar bunyi hentakan tempat tidur Romeo terdengar kuat.
"Mungkin saja istrinya sexy, hehe," sahut Samuel, ia menebak jika Juliet sangat cantik dan mempesona, sehingga Romeo terpana pada istrinya, dan kalap dalam permainan ranjangnya.
"Nick! Sam! Apa yang kalian lakukan?"
Tubuh Nickolas dan Samuel seketika menegang, saat mendengar suara yang mereka kenal. Lantas keduanya menoleh ke belakang.
"Mom," sapa Nickolas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hei, Mom. Belum tidur Mom?" tanya Samuel menyembunyikan kegusarannya.
Lily tak langsung menjawab, dia menatap penuh curiga pada kedua anaknya. "Kalian belum menjawab pertanyaan dari Mommy, kenapa kalian ada di sini?"
Nickolas dan Samuel tak langsung menjawab, keduanya terlihat salah tingkah.
__ADS_1
"Nick! Sam!"
Lily memanggil kembali kedua anak kembarnya, saat keduanya tak langsung menjawab pertanyaan darinya.
"Romeo!" jerit Juliet dari balik pintu.
Lily yang berada di luar kamar terkesiap. Saat mendengar suara teriakan Juliet. Ia pun reflek menempelkan kuping di pintu kamar Romeo.
"Wow, anakku terlalu bersemangat, kasihan sekali Juliet!" celetuk Lily tanpa sadar, kala mendengar bunyi pekikan Juliet di dalam bilik.
"Eh tapi tunggu dulu...."
Lily keheranan bukannya Romeo tidak menyukai Juliet, ia menebak putra bungsunya tidak berhubungan baik dengan Juliet. Hal tersebut dapat ia lihat dari cara Romeo memperlakukan Juliet. Lantas mengapa malam pertama, Romeo malah menggempur Juliet tanpa ampun.
Detik kemudian.
Lily menatap tajam Nickolas dan Samuel, yang sedari tadi berdiri tegap di sampingnya.
"Apa yang kalian rencanakan!?" Lily mengangkat alis matanya, sembari melipat tangan di dada.
"Mom, kami kasihan pada Romeo, jadi kami sedang menjalankan aksi OBT," tutur Nickolas pelan.
Lily mengerutkan dahi. "OBT?"
"Operasi Belalai Tunduk," sahut Samuel cepat sembari terkekeh pelan.
"Ha?" Lily melonggo semakin bingung. "Jelaskan pada Mommy apa itu OBT?"
"Mommy mengatakan kalau Romeo menolak pernikahan ini kan, dan keduanya saling bermusuhan. Mommy tahu sendiri, kalau Romeo itu sangat keras kepala. Maka dari itu, sebagai kakak yang baik dan tampan, kami berniat membantu Romeo agar bercocok tanam dengan baik, Mom. Jadi kami berinisiatif menaruh obat perangsang di makan malam mereka, hehe, dan kami menamakan rencana kami dengan singkatan OBT, Operasi Belalai Tunduk," jelas Samuel.
Lily terperangah mendengarkan penuturan Samuel. "Kalian ini!? Kalau mau membantu Romeo, bukan seperti itu caranya!" Wanita bermanik biru laut itu mendengus kesal dengan kelakuan dua anak kembarnya itu. "Lebih baik, Mommy masuk ke dalam!" Lily hendak menendang pintu kamar Romeo.
"Jangan Mom! Mommy ini ada-ada saja, mereka sedang main kuda-kudaan malah Mommy ganggu!" Samuel menghadang Mommynya agar tidak mendobrak pintu.
"Iya juga ya, kenapa aku ceroboh sekali!" cetus Lily merutuki kebodohannya.
__ADS_1
"Iya, Mommy memang ceroboh. Orang sedang asik berkembang biak, Mommy malah mau mengacaukan proses menanam benih di sawah, Kan, nggak asik!" Nickolas berucap tanpa jeda.
"Iya benar Kak, aku tidak bisa membayangkan betapa syoknya Romeo, jika sampai Mommy tadi masuk ke dalam, pasti dia akan kerasukan reog!" Samuel menimpali perkataan kakaknya.
Lily melototkan mata saat Nickolas dan Samuel semakin menyudutkannya. "Mommy itu panik! Ini semua karena ulah kalian juga, Duo Jablay!" Kedua tangan menarik kuping Nickolas dan Samuel.
Sontak Nickolas dan Samuel mengaduh kesakitan.
"Aduh, duh sakit Mom!" Samuel mencodongkan badan ke depan, saat tarikan di kupingnya sangat kuat.
"Mommy, lepas Mom! Aku hanya mengikuti intruksi dari Samuel!" Nickolas mengkambinghitamkan adiknya, sebab jeweran Mommynya terasa pedas.
"Enak saja kau menyalahkanku, bukannya itu semua idemu!" Samuel berkilah karena memang benar ide itu tercetus dari Kakaknya.
"Diam!" Lily semakin mengeratkan cubitannya, dia kesal dengan sikap kedua putra kembarnya yang semakin bertambah umur, semakin aneh dan nyeleneh.
Boom.
Terdengar bunyi tempat tidur yang patah dan retak. Sontak ketiga orang yang berada di luar kamar terkejut.
Secepat kilat Lily menurunkan tangan dan menempelkan telinga di pintu kamar, begitu pula dengan Nickolas dan Samuel melakukan hal yang serupa.
"Rom sakit!" teriak Juliet.
Lily geleng-geleng kepala, tak kala mendengarkan suara Juliet sepertinya kesakitan.
"Astaga, akhirnya anak piyikku sudah bisa bercocok tanam." Kedua mata Lily berembun, ia amat terharu ternyata Romeo berhasil menghilangkan kutukan.
"Good job, Rom!" seru Nickolas dan Samuel serempak.
Sementara itu.
.
.
__ADS_1
.