Romeo Dan Wanita Malam

Romeo Dan Wanita Malam
Gosip Baru


__ADS_3

"Juliet! Kai!" jerit Queen sembari bangkit berdiri, kala melihat Juliet menindih tubuh Kai. Beberapa detik yang lalu, Juliet kehilangan keseimbangan karena Romeo menyilangkan kaki saat Juliet ingin melangkah.


Kai yang melihat pergerakkan Juliet, berjalan cepat mengikuti Juliet, dan tanpa sengaja pula Juliet menimpa tubuhnya. Keduanya berada di lantai bus, tepatnya di ruang tengah bus. Saat ini Juliet di atas tubuh Kai saling menempel satu sama lain.


"Kai, maaf!" Juliet meminta maaf dengan bangkit berdiri sembari mengusap keningnya yang tadi berbenturan dengan kening Kai.


Kai pun melakukan hal yang sama, ia mengusap perlahan keningnya. Semburat merah nampak di kedua pipi Kai. "Tidak apa-apa," Kai berkata pelan dengan menatap lekat ke dalam bola mata Juliet.


Romeo melebarkan kedua netranya, tatkala melihat pemandangan di depan. Apa yang ia rencanakan ternyata tak sesuai ekspetasinya. Dadanya kembali bergemuruh, dan tanpa sadar kedua tangannya terkepal kuat, giginya bergemelatuk, rahangnya mengeras, menandakan ia tengah menahan gejolak amarah.


"Astaga, kalau mau berciuman jangan di sini, Kai!" pekik Queen lagi.


Haha, terimakasih Kai berkat dirimu. Romeo akan menjadi milikku! Queen tersenyum licik.


Queen tak melepaskan pandangan mata, saat melihat raut wajah Romeo menggeram kesal. Sedari tadi, Queen sudah terbangun, dan ia mengamati tingkah laku Romeo dan Juliet, yang membuatnya naik pitam.

__ADS_1


Akan tetapi, ketika melihat Kai sepertinya juga menyukai Juliet. Queen seakan mendapatkan angin segar. Ia sudah merencanakan sesuatu di dalam benaknya.


Mendengar teriakan Queen, teman-teman yang sedang memasuki ruang mimpi terbangun dari tidurnya.


"Hoam, ada apa nih?" Salah seorang gadis keheranan sebab mimpi-mimpi manisnya seketika ambyar.


"Kai dan Juliet berciuman!" Queen membuka suara memprovokasi teman-temannya.


"Wah gila! Gosip baru nih!"


"Haha, iya benar tuh!"


Komentar beberapa gadis dan pemuda. Mereka termakan ucapan Queen, dan terkekeh-terkekeh sambil menatap Kai dan Juliet secara bergantian, bermaksud menggoda keduanya.


Sontak Kai dan Juliet terkejut mendengar penuturan Queen dan teman-temannya.

__ADS_1


"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Kalian salah paham. Kau jangan mengada-ada Queen! Tadi aku terjatuh dan tidak sengaja menimpa Kai. Lagian tadi kening kami terbentur, tidak sampai ciuman!" Juliet berkata dengan mengebu-gebu. Ia tidak terima atas tuduhan Queen.


"Halah, tidak usah berkilah Juliet. Aku tadi melihat dengan mata kepala ku sendiri. Untuk apa aku berbohong?!" Queen melipat kedua tangan di dada. Satu alisnya terangkat sedikit.


"Cih, kau berada di belakang kursi ketiga kami. Jadi bisa saja kau salah melihat!" Juliet menantang. Kedua matanya menatap tajam dan dingin.


"Aku tidak mungkin salah lihat! Dari tadi aku melihat tingkah lakumu Juliet!" Queen berseru sambil berjalan menghampiri Juliet.


Seketika Juliet mencibir. "Benar kah? Berarti kau melihat apa yang aku lakukan dari tadi. Termasuk..." Juliet melirik sekilas pada Romeo yang sedang menatap dingin Kai. Sementara Kai tak menyadari tengah diperhatikan. Sebab ia sedang memperhatikan Juliet dan Queen.


Mengerti arah pembicaraan Juliet. Queen kembali berang. Ia menggeram sebal kala teringat Romeo dan Juliet begitu in tim. Tadi Queen bangkit berdiri hendak pergi ke toilet, akan tetapi mata elangnya tak sengaja menangkap pergerakan Romeo dan Juliet yang tengah beradu pandang.


"Sudah, sudah jangan berdebat! Benar kata Juliet kami nggak sengaja jatuh. Benar kan Rom?" Kai meminta saksi mata mengatakan kebenaran. Agar teman-temannya tak salah paham. Ia tak mau image Juliet semakin memburuk. Ia tengah menahan sabar melihat sikap Queen yang terlalu ikut campur dan berusaha membuat gosip baru.


Romeo tak menyahut. Ia diam seribu bahasa. Entah apa yang dia pikirkan.

__ADS_1


__ADS_2