Romeo Dan Wanita Malam

Romeo Dan Wanita Malam
Banyak Maunya


__ADS_3

Juliet melenguh sejenak, ia membuka kelopak mata perlahan, dan mengerjap-erjapkan dengan cepat. Ia menggerakan kepala ke segala arah.


Semula Juliet ingin memekik kala melihat ruangan yang teramat asing. Akan tetapi dia segera tersadar jika sekarang sudah menjadi istri Romeo dan saat ini pasti berada di Mansion milik mertuanya.


"Kenapa aku sampai lupa," gumam Juliet pelan sambil menepuk jidat. "Eh, Romeo di mana?" Juliet teringat dengan insiden beberapa jam yang lalu. Ia menelisik ke sudut-sudut ruang, dan melihat pintu kamar mandi terpampang tanda bertuliskan. "Jangan mendekat, Romeo yang tampan sedang mandi."


Semenjak menginjakkan kaki di mansion, Juliet bingung dengan tanda tersebut, sebab tulisannya sangat panjang dan di ukir di atas papan berwarna pink. Apakah Romeo menyukai warna pink. Entahlah, sebab tadi pagi ketika Juliet berada di walk in closet, tanpa sengaja ia melihat beberapa lembar kain berwarna pink, seperti boxer Hello Kitty, boxer Pororo, boxer Dora The Explore, dan masih banyak lagi yang tersimpan rapi di laci. Tidak hanya boxer, akan tetapi kaus Hello Kitty juga ada.


Aneh sekali, tubuh kekar tapi hati hello kitty, begitu lah sel-sel kecil Juliet menyimpulkan.


Juliet pun tak mau ambil pusing, sebab hidupnya sudah pening. Ia meregangkan otot-otot badan sesaat, lalu mengubah posisi tubuhnya duduk di tepi ranjang.


Kedua mata Juliet menatap lurus ke depan. "Kenapa hidupku rasanya seperti rollercoaster?" Ia bertanya kepada diri sendiri.


"Hei, Juliet kau tidak boleh mengeluh! Banyak orang di luar sana hidupnya lebih susah dari dirimu. Contohnya saja Romeo, dia saja mempunyai kutukan belalai tunduk, haha, jadi kau harus lebih banyak bersyukur," gumam Juliet pelan sambil tertawa kecil.


Suara pintu terbuka, sontak mengagetkan Juliet yang sedang berceloteh sendiri.


Ekor matanya dapat melihat siluet Romeo menyembul dari balik toilet. Ia menelan saliva dengan kasar, kala membayangkan perut sixpack Romeo yang kemarin nampak menggoda dan menawan, ia menggeleng pelan berusaha mengusir pikiran nakalnya. Ia tak bergeming dari posisi semula, dan tak berani menggerakkan kepala ke kanan maupun ke kiri, takut khilaf.


"Jul!" panggil Romeo sambil menyeka rambut basahnya.


Deg.

__ADS_1


Juliet membeku di tempat. Tanpa menyahut sama sekali.


"Jul! Kau tuli atau apa?"


"Iy-a," jawab Juliet tergagap.


Astaga, ada apa denganku? Ayo lah Jul, jangan seperti seorang pengecut! Juliet kebingungan terhadap respon tubuhnya, seakan tak terkoneksi dengan baik.


Romeo yang mendengar jawaban Juliet, mengerutkan dahi. Dia kenapa? Jangan bilang kerasukan setan? Tiba-tiba diam seperti itu.


Romeo kebingungan dengan sikap Juliet yang tak berani menatapnya. Detik kemudian, raut wajah Romeo berubah, ia tersenyum penuh arti.


"Jul!" panggil Romeo lagi.


"Keringkan rambutku!"


"Kenapa harus aku? Kau kan punya dua tangan!" Juliet bertanya tanpa menatap lawan bicara.


"Hukuman untukmu, karena telah membohongi suamimu yang tampan dan sexy ini, jadi kau harus mengeringkan rambutku!"


"Tidak mau!" Juliet melipat tangan di dada.


"Oke, kalau begitu aku akan menelepon Mommy, dan mengatakan kalau kau memiliki rahasia besar di rumah sakit, Mommy paling tidak suka ada seseorang yang berbohong padanya, terlebih lagi itu kau! Menantu kesayangannya!"

__ADS_1


Juliet tergugu.


Duh, berarti Romeo sudah tahu tentang Gabriel. Juliet tak menyahut. Ia tengah berpikir.


"Aku punya bukti!" sahut Romeo lagi, saat Juliet tak membalas ucapannya.


Aku malas mengeringkan rambutnya. Memangnya aku kacungnya apa?! Nyebelin banget si Romeo!


"Oke, aku akan menelpon Mommy!" Romeo menyambar gawai di atas meja.


"Stop! aku akan mengeringkan rambutmu!" Dari samping Juliet dapat melihat pergerakkan Romeo.


Cih, sebegitu takutnya kau! Hanya karena sebuah foto kemesraanmu bersama Sugar Daddy jelekmu itu! Romeo berucap di dalam hati.


.


.


.



Rom pakai dulu bajumu! 😅 ntar Juliet khilaf loh 😋😳

__ADS_1


__ADS_2