Romeo Dan Wanita Malam

Romeo Dan Wanita Malam
Pemilik Hatiku


__ADS_3

Teman-teman saling berbisik satu sama lain. Saat melihat Romeo hanya terdiam membisu dan tak memberi tanggapan sama sekali.


Kai mengerutkan dahi. "Rom!" Kai memanggil kembali. Ia meminta pertolongan dari Romeo, agar mengatakan kebenaran yang sebenarnya.


"Haha, Romeo saja diam, berarti benar, Kan?" Queen mendorong kasar bahu Juliet.


Tubuh Juliet terdorong sedikit saja. Ia mendelikkan mata mendengar ucapan Queen. Lalu ia beralih menatap Romeo.


Aku membencimu Rom! Kalau bukan karena Gabriel dan Mommymu, aku tidak akan sudi masuk ke dalam kehidupanmu! sahut Juliet dalam hati sambil menatap tajam.


"Sudah lah Kai! Tidak usah di jelaskan pada wanita gila ini! Biarkan dia berkoar-koar! Aku tidak peduli!" Juliet mendorong tubuh Queen lebih kasar, menyebabkan Queen terhuyung ke belakang.


"Kau!" Queen murka hendak menjambak rambut Juliet.


"Hei, hei ada apa ini? Ayo, semuanya turun. Kita berkumpul 5 menit lagi!" Senior menyelenong masuk ke dalam bus, dan tanpa sengaja melerai perseteruan antara Juliet dan Queen.


Lantas Queen menurunkan kedua tangannya dan beralih menatap Senior. Ia takut masuk ke dalam buku kasus lagi seperti tempo lalu.


"Oke, Kak!" sahut maba serempak terkecuali Romeo.


**


"Ayo, Kai!" Entah sadar atau tidak, Juliet menyambar tangan Kai dan mengajaknya bergegas keluar dari bus.

__ADS_1


Romeo meradang. Seketika relung hatinya terbakar membara. Ia berjalan cepat ke depan hendak mengejar keduanya.


"Ayo, Kai. Kita ke sana dulu!" Juliet mengajak Kai berdiri di bawah pohon kala keduanya sudah turun dari bus. Kai mengangguk patuh, ia tersenyum simpul melihat Juliet tak melepaskan genggamannya. Keduanya berjalan perlahan.


"Lepaskan tanganmu!" Romeo menyentak kasar tautan tangan Juliet dan Kai.


"Awh!" desis Juliet kesakitan. Mata elangnya secepat kilat menangkap si pelaku. Kedua matanya melebar sempurna. Juliet menggeram kesal. Lagi dan lagi Romeo mengusiknya.


"Kau kenapa sih Rom!?" Kai mulai tersulut emosi sebab Romeo melukai tangan Juliet.


Romeo tak menyahut, ia malah menyambar kasar tangan Juliet lalu menyeret paksa Juliet.


"Rom, lepaskan aku!" Juliet mengibaskan tangan Romeo. "Kau kenapa?! Pergi sana!"


"Kau yang kenapa? Kau lupa mulai hari ini sampai pulang dari camping, kau harus menjadi kacungku dan kau tak boleh dekat-dekat dengan Kai!" Romeo berkata mengebu-gebu.


"Tidak mau! Kai temanku. Mengapa kau melarangku!" Juliet tak mampu menahan sabar. Biarlah Romeo marah sebab ia sudah malas meladeni Romeo.


"Sekarang kau berani melawanku ya! Kau lupa kita sudah menikah, aku berhak mengaturmu!"


Romeo berang, ia berjalan satu langkah hendak mendekati Juliet lagi, akan tetapi Juliet mendorong kasar tubuh Romeo.


"Tentu saja aku berani! Untuk apa aku takut! Kau bukan siapa-siapa bagiku!"

__ADS_1


Deg.


Romeo tertegun sejenak, jantungnya terasa nyeri. Seakan di hantam beribu-ribu batu. Ia heran dengan respon tubuhnya. Entah mengapa ia tak bisa mengontrol pikirannya jika berhadapan dengan Juliet.


"Tapi aku suamimu!" seru Romeo sambil mengedarkan pandangan takut-takut ada yang mendengarkan obrolan mereka.


"Cih! SUAMI DI ATAS KERTAS! Camkan itu Romeo!" Juliet mengatakan suami di atas kertas penuh dengan penekanan.


Kedua tangan Romeo terkepal kuat sampai-sampai gumpalan kemerahan nampak di sekitar tangannya.


"Kau kenapa?! Jangan kasar pada Juliet." Kai menghampiri keduanya yang tengah beradu mulut.


"Kau yang kenapa? Suka-suka aku, dia istriku." Nafas Romeo semakin memburu. Tatkala Kai mencampuri urusannya.


"Walaupun dia istrimu, tapi dia pemilik hatiku!" Kai berkata keras di kalimat terakhir.


.


.


.


So sweet banget dah Kai! 😍

__ADS_1


__ADS_2