Romeo Dan Wanita Malam

Romeo Dan Wanita Malam
Sudut Pandang Romeo (2)


__ADS_3

Gawat apa ada kamera di kamarku!?


Esok hari aku memberi perintah pada Juliet agar pergi ke apartment, takut saja jika Queen sampai tahu. Aku tak mau Julietku tersakiti. Tak lupa juga pada hari itu aku mengobrak-abrik kamarku mencari kamera siapa tahu saja ada. Namun tak ketemu.


Dengan terpaksa aku menjauhi istriku sendiri. Namun secara diam-diam, aku juga memperhatikan dia dengan menyewa apartment lagi di sebelah kamarnya. Memantau pergerakkannya.


Di malam minggu, aku tak sengaja bertemu Juliet di Mall. Hatiku sangat bergembira, walapun harus menahan rasa cemburu, melihatnya tertawa bersama Kai. Apakah mereka berpacaran entahlah. Aku begitu nelangsa sekaligus sesak.


Di bioskop, aku teramat bersyukur Juliet duduk di sebelahku. Saat gelap, aku sengaja menggengam jarinya karena aku sangat merindukannya.


Sebuah rasa rindu yang tertahan dan hanya menjadi anggan-anggan. Kalau di pikir-pikir sampai kapan ini terus berlanjut. Aku begitu tertekan. Sudah beberapa hari juga aku tidak makan teratur. Sedari tadi aku jenggah juga meladeni sikap Queen.


Saat ingin pulang, Kei mengajak kami untuk makan. Kaki ini selalu mengikuti mereka, dari belakang pula aku meneliti penampilan Juliet sederhana dan tertutup namun tetap cantik. Bodynya itu berbahaya! Lihat itu para lelaki menatap laparnya. Bok-ongnya ingin segera ku remas! Argh! Kenapa dia pake celana jeans! Kenapa tidak pakai rok saja!


Sesuatu yang tak di duga terjadi. Queen lagi, lagi berbuat ulah. Aku sangat muak! Dan aku terkejut dan cemas saat Queen menampar Juliet. Aku takut jika Queen akan menyebar foto Juliet. Hatiku perih melihat pipi Juliet memerah. Ingin memeluknya tapi akal sehatku berperang. Tidak boleh gegabah!


Aku mengatakan Juliet kasar?! D*mn! suami macam apa aku! Setidaknya Queen tersenyum kemenangan saat aku membelanya. Memang itu kan yang diinginkan.


Terpaksa aku berlalu pergi tanpa melihat ke arah Juliet. Melirik sekilas, aku tak mampu melihat sorot matanya itu. Aku begitu pecundang malah memarahi dia di depan semua orang! Argh!


Di basement Mall.


"Rom! Tubuhku sakit! Peluk aku?" pintanya memelas. Aku tak mengindahkan perkataan wanita ular itu.


Namun tiba-tiba dia memelukku, aku terkejut bukan main lalu dia hendak menciumku. Dengan gerakan cepat, aku menutup mulutku dan Queen hanya mencium punggung tanganku.


Benar-benar ***-*** sesungguhnya! Dan aku mendorongnya kasar hingga mengenai pintu mobil. Tanpa sengaja aku melihat Juliet di balik pilar. Tak mau gegabah. Aku berucap lembut pada Queen meminta maaf dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil. Dan berpura-pura mengatakan kunci mobilku tertinggal di toilet.


Setelah itu aku mendekati Juliet. Aku ingin memeluknya tapi dia melontarkan sebuah kata yang membuat dadaku kembali sakit.


"Aku membencimu, Rom!" teriaknya, tubuhku membeku di tempat melihat kepergiannya.


"Tak apa kau membenciku, tapi aku akan selalu menjaga dan mencintaimu," ucapku pelan sewaktu itu.


Saat mengantar Queen pulang ke rumahnya, aku lebih banyak diam. Dan tanpa sadar pula Queen melabuhkan ciuman di pipiku. Karena aku sangat tak fokus. Karena jijik aku pergi ke apotik membeli alkohol membersihkan pipiku dari kuman.


Sesampainya di Mansion. Aku dikejutkan dengan kedatangan Juliet antara senang dan juga takut. Dia memakai pakaian sangat terbuka. Aku tak tahan ingin langsung menerkamnya. Aku menggodanya. Lalu menyerangnya, dan tanpa sengaja mengigit bibirnya kala dia mengucapkan kata benci lagi. Cukup lama dia mendesah aku membawanya ke puncak nirwana.


Hingga tubuhku bergetar, lalu ku buang anak-anakku di atas perutnya. Jika aku pikir-pikir aku menunda dulu memiliki anak. Takut jika dia kesakitan saat melahirkan. Aku tak tega melihatnya sakit saat manusia keluar dari lubang mininya itu. Tidak!


Hingga menjelang subuh pukul empat. Aku kembali meradang Mama Queen menelpon lagi. Katanya Queen ingin bunuh diri dengan meneguk baygon. Aku tak peduli, biarlah aku ingin tidur bersama istriku.

__ADS_1


Namun saat menjelang pagi. Dering handphone berbunyi. Mama Queen di depan mansion.


"What?!" Tentu saja aku kaget, mengapa Mamanya sampai tahu tempat tinggalku. Privasiku benar-benar tidak ada. Belum lagi di mansion tak ada siapapun selain asisten-asisten. Aku bergegas keluar tanpa mandi, hanya cuci muka, gosok gigi dan berganti pakaian.


Ternyata Queen sakit katanya! Merepotkan sekali! Kan ada obat tinggal diminum susah sekali. Aku pun ke rumah Queen menemaninya. Aku belum makan sedikitpun dari pagi, hanya minum air putih saja. Mereka ini orang kaya tapi pelit. Tidak seperti Aunty Yellow, Mommy si Kembar di rumah bergelimangan makanan. Hingga menjelang sore, aku pulang dengan perut keroncongan.


Sesampainya di sana aku termenung sambil melangkah, dan baru menyadari jika Juliet sedang memanggil-manggil. Aku berbalik, mataku melebar ternyata Queen mengikutiku. Dia tepat di belakang Juliet. Sejak kapan? Kenapa aku tidak menyadarinya? Bagaimana dia bisa sampai masuk ke Mansion? Arghh! Kesibukan Daddy dan Mommy kali ini membuatku kelimpungan.


Aku pun menyuruh Juliet pulang, takut terjadi sesuatu. Karena aku sangat lelah.


Tapi dia tetap kekeh dan sedikit terkejut saat mengatakan dia masih perawan kala ku sentuh. Aku membaca kertas dengan teliti. Mau dia tidak perawan sekalipun aku tetap menerimanya. Dan aku teramat senang ternyata dia mencintaiku!


Queen di belakang mengangkat ponsel yang dihadapkan layarnya padaku menampilkan unggahan foto Juliet berjumlah lima buah. Tanganku terkepal, menahan diri. Lalu mengatakan aku tidak mencintainya.


Dapat aku lihat matanya mulai berkaca-kaca. Aku tak mampu melihat. Kepalaku menunduk. Mengigit bibir bawah agar sesuatu di balik bola mata ini tak keluar. Dia mengucap sebuah kata maaf, dan suaranya terdengar bergetar. Lalu berlari ke luar.


Queen, wanita iblis mengatakan Juliet j*lang. Padahal dia lah jal*ng! Kesabaran ku sudah habis. Aku ingin melenyapkan Queen sekarang jua. Tak apa aku masuk penjara. Asalkan Julietku baik-baik saja. Yang terpenting kami saling mencintai. Pikiran pendekku.


Flashback Off.


"Kemana dia? Sayang di mana?" Romeo masih mencari Juliet. Hujan semakin bertambah deras. Kepala Romeo begitu pening.


Di sisi lain.


"Ada apa?"


Dor.


Terdengar suara tembakan di ujung sana.


"Nyonya! Anda di mana?"


"Aku sedang berperang bersama Gangsta Paradise. Langsung to the point saja!"


Maximus menjelaskan secara singkat pada Lily setelah mendapatkan informasi dari Mbok Inah.


***


Lily diujung sana tertegun. Tak mau membuang banyak waktu dia menelpon mata-matanya di Indonesia.


"Hallo, kau ini, kenapa rencanamu gagal total!?" bentak Lily tanpa sapaan.

__ADS_1


"Semua sudah dilakukan sesuai perintah Aunty, dan selalu mengikuti Juliet bahkan kami menonton di bios-"


"Stop! Sekarang cepat kirimkan tempat yang biasa didatangi Juliet."


Bugh.


Lily tengah menendang punggung lawan.


"Oke, aunty. Jangan lupa hadiahnya!"


"Iya! Cepatlah!"


****


Indonesia.


Dering ponsel Romeo berbunyi, lantas Romeo menyambar cepat dan mendapatkan pesan dari temannya. Dia mengerutkan dahi.


"Jika ingin bertemu Juliet datanglah ke sini!"


Tak berniat membalas dia pun pergi ke tempat yang dikatakan. Hujan dan guntur bercampur menjadi satu. Sepanjang jalan Romeo selalu memikirkan Juliet. Apakah dia kedinginan? Dia tadi pakai baju tipis atau tebal? Batin Romeo membayangkan wajah Juliet.


Guyuran sangat deras sampai-sampai jalanan pun tak terlihat dikaca. Romeo memicingkan mata, menajamkan penglihatan. Tiba-tiba di depan sana sesuatu berlari cepat ke tengah jalan.


Brak.


"Juliet...."


Deg.


Di lain tempat. Dada Juliet tiba-tiba berdenyut nyeri.


"Ada apa denganku?" gumamnya pelan sambil menoleh ke samping melihat Hiro tak ada di tempat. Kepalanya menoleh kanan dan kiri, celingak-celinguk. Juliet beranjak dari tempat duduk sambil menahan rasa gigil di tubuhnya.


"Hiro!"


****************


Coba tebak siapa mata-mata Lily?


Komentar di bawah ya. Jika benar akan mendapatkan kouta 1 GB 😉. Giveaway sebelum tamat.

__ADS_1


Note : Komentar namanya dan jelaskan mengapa dia menjadi mata-mata. Udah banyak clue loh 😃


Di Bab tamat akan ada bagi-bagi pulsa. Pemenang di pilih random ya.


__ADS_2