Romeo Dan Wanita Malam

Romeo Dan Wanita Malam
Hari Pertama - Pengantin Baru


__ADS_3

Deg.


Romeo dan Juliet saling menatap satu sama lain. Lagi, dan lagi dalam diam.


Satu detik.


Dua detik.


Tiga detik.


Sepuluh detik...


"Awh!" jerit Juliet saat Romeo mendorong kasar tubuhnya ke samping. Ia mengaduh kesakitan sejenak. "Kau sangat kasar, Rom. Aku membencimu!" Juliet bangkit duduk menatap dingin Romeo.


Romeo malah menyeringai licik menanggapi kekesalan Juliet. Dia beranjak dari tempat tidur dan bergegas berjalan ke kamar mandi, meninggalkan Juliet yang tengah mengumpati dirinya.


"Damn!" Romeo membuka celana dan mengurut-urut belalainya. Sedari tadi dia menahan hasratnya saat melihat tubuh Juliet yang terlihat menggoda. Akhirnya ia memilih bermain solo daripada menjamahi tubuh Juliet. Ia bergedik ngeri, teringat jika tubih Juliet sudah di sentuh oleh banyak pria di luar sana, jadi lebih baik dia bermain sendiri, pikir Romeo.


Romeo mendengus kesal teringat dengan sikap Nickolas dan Samuel, yang menjadi dalang di balik kejadian malam ini.


***


Keesokan harinya.


Cahaya matahari menembus ke dalam gorden kamar Romeo hendak membangunkan si empunya. Romeo melenguh sejenak di atas tempat tidur, ketika merasakan cahaya menerpa wajahnya.


Sementara itu, Juliet sudah terbangun dari mimpinya, beberapa menit yang lalu. Kini, ia masih berbaring di sofa tengah menyelami isi pikirannya. Ia menatap langit-langit kamar.


Apakah aku mampu bertahan selama satu tahun ini. Batin Juliet, saat teringat dengan perkelahian tadi malam. Ia melirik sekilas pada bahunya yang nampak membiru karena gigitan Romeo.


Juliet menghela nafas kasar, lalu mengalihkan pandangan mata pada Romeo, melihat Romeo masih terlelap.


"Aish, lama sekali dia bangun. Dia lupa apa, hari ini ada ospek lanjutan," desis Juliet pelan sembari bangkit duduk. Lalu menurunkan kaki dan berjalan menuju tempat tidur Romeo.


"Rom! Bangun!" panggil Juliet sembari melipat tangan di dada.


"Rom!" Juliet memanggil kembali sebab Romeo tak bergeming sama sekali.


"Oh my God! Susah sekali membangunkannya! Lebih baik aku biarkan saja dia bangun kesiangan!"

__ADS_1


Juliet berdecak kesal. Lantas ia berjalan menuju walk in closet mencari kemeja dan celana training milik Romeo.


"Ah, lebih baik aku pakai ini dulu nanti pulang dari kampus aku akan mengambil pakaian di apartment." Juliet menyambar pakaian Romeo dan berjalan menuju kamar mandi.


***


"Kenapa kau tidak membangunkanku?" tanya Romeo melihat Juliet baru saja keluar dari toilet.


"Aku sudah membangunkanmu, tapi kau tidur seperti kebok!" sindir Juliet sembari mengeringkan rambut dengan handuk.


Romeo mendelikkan mata menanggapi perkataan Juliet. Ia pun beranjak dari tempat tidur.


"Jul, siapkan pakaianku!" perintah Romeo, lalu bergegas berjalan menuju toilet.


"Whats! Kenapa harus aku!?" Juliet menatap tajam punggung Romeo yang menghilang di balik pintu.


Akan tetapi, Juliet tetap menuruti perintah Romeo. Juliet malas berdebat, ia pun mencari pakaian Romeo di walk in closet dan segera menaruh baju Romeo di meja khusus. Setelah selesai dia keluar dari ruangan.


***


Lantai 1, ruang makan.


"Selamat pagi, Mom, Dad," sapa Juliet ramah.


"Pagi, dear. Pagi," sahut Lily dan Leon serempak.


Romeo mendelik mata melihat sikap Juliet yang menurutnya hanya pencitraan saja.


"Duduk lah di sini," ucap Lily sembari menarik kursi di sebelah kursi Romeo.


"Kenapa dia di sini Mom?!" cetus Romeo kesal seraya menjatuhkan bokong di kursi.


"Rom, dia istrimu!" Lily berdecak kesal dengan sikap Romeo.


Romeo menghela nafas, mendengar ucapan Mommynya.


"Kemana Duo Jablay?" tanya Romeo saat tak melihat keberadaan dua kakaknya.


"Tumben, kau bertanya. Mereka sudah berangkat ke kantor." Leon membuka suara, sedari tadi tengah membaca laman berita di i-pad kesayangannya.

__ADS_1


"Hm." Romeo hanya berdeham membalas ucapan Daddynya. Tadi dia berencana ingin memarahi kedua Kakaknya karena perbuatan mereka semalam. Tapi pupus sudah harapannya, saat melihat duo jablay sudah pergi ke kantor.


"Honey, kita sarapan ya, taruh dulu i-padnya," tutur Lily lembut sembari menyambar i-pad di tangan Leon.


Leon mengulum senyum dan mengecup sekilas pipi istrinya, membuat Lily tersipu malu mendapatkan perlakuan manis dari suaminya di pagi hari.


"Oh come on, Dad. Ada orang di sini!" Romeo mendengus kesal sembari menyambar smoothies sayur di atas meja.


Sedangkan Juliet tersenyum kikuk melihat pemandangan di depan mata, sungguh kedua orangtua Romeo terlihat mesra meskipun umur mereka sudah tua. Membuat Juliet berandai-andai, suatu saat nanti ingin di perlakukan seperti itu oleh pasangannya.


.


.


.


"Kau nanti berjalan kaki dari depan gerbang! Jangan sampai mereka tahu kalau kita satu mobil!" seru Romeo menatap dingin pada Juliet.


"Iya!" sahut Juliet ketus dengan memutar malas bola matanya.


Kini, kedua pengantin baru itu berada di mobil, hendak pergi ke kampus. Romeo dan Juliet saling duduk berjauhan di kursi tengah. Sementara itu, di kursi depan kemudi, Pak Supir tersenyum simpul melihat tingkah majikannya itu.


"Dan jangan pernah publikasikan hubungan kita di di depan semua orang! Paham!?" Ultimatum Romeo sambil mengangkat satu telunjuk menghadap pada Juliet.


"Iya, Paduka, aku juga tidak sudi jika mereka sampai tahu hubungan kita!" Juliet menahan geram dan sebal dengan sikap Romeo yang sombong itu.


.


.


.


Menempuh kurang lebih, dua puluh lima menit lamanya keduanya tiba di kampus.


"Julietttttttt!" jerit seseorang histeris.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2