Romeo Dan Wanita Malam

Romeo Dan Wanita Malam
MaraMaraMara


__ADS_3

"Hmfff!" ucapan Juliet tersendat, kala sebuah tisu di sumpal ke dalam mulutnya.


Beberapa detik yang lalu, tanpa pikir panjang Romeo menyambar kotak tisu di atas dashboard, kemudian memasukkan tisu ke dalam mulut Juliet agar ia tak berisik.


"Kurang ajar kau!" cetus Juliet setelah berhasil mengeluarkan tisu.


Romeo tak membalas sibuk mencari kunci mobil.


"Kemari kau!" Juliet menjambak rambut Romeo.


"Argh! Apa yang kau lakukan, Juliet?!" Romeo mengibas kasar tangan dengan Juliet. "Kasar sekali kau pada suami tampanmu ini!"


Juliet tak menyahut, ia menahan amarah yang membuncah di dalam dadanya. Kedua netra Juliet berkilat menyala, menatap tajam dan dingin.


"Kau bertambah jelek, kalau seperti itu!" Romeo tersenyum sinis, sembari menyalakan dan melajukan mobil, meninggalkan pelataran Cafe.


"Terserah! Turunkan aku sekarang, Romeo!" Suara Juliet terdengar tajam dan dingin.


"Tidak mau!" Romeo mendengus kasar. Kedua netranya fokus ke depan memperhatikan lalu-lalang kendaraan.


"Kenapa tidak mau?! Turunkan aku sekarang!" Juliet meminta dengan menggebu-gebu.


"Kau harus dihukum!" Romeo meningkatkan kecepatan mobil, tatkala teringat Juliet berbohong padanya dan mendengar cerita dari Duo Biang Keladi perihal Juliet yang bermesraan dengan seorang pria di dalam cafe tadi.


"Memangnya salah aku apa ha?!" Juliet menarik-narik rambut Romeo.


"Juliet lepaskan rambutku! Kau mau kita kecelakaan!?" Romeo menatap tajam sembari menyentakkan tangan Juliet.


Juliet terlonjak kaget mendengar suara Romeo meninggi. Dengan cepat ia menurunkan tangan.


"Salah aku apa?" Juliet bertanya kembali, ia penasaran, padahal dia sudah mengatakan pada Romeo akan pergi ke Mall bersama Reza.

__ADS_1


Beruntung tadi, selesai menjenguk Gabriel, Juliet mengantisipasi dengan mengajak Reza pergi ke Mall, membeli beberapa perlengkapan untuk camping. Sebab ia yakin membutuhkan sebuah jaket tebal, takut-takut di sana cuaca dingin. Tidak lupa pula ia membelikan kebutuhan Gabriel saat ia tinggal pergi nanti, seperti buku-buku, dan beberapa boneka kecil.


"Cih, aku tadi melihat kau ke rumah sakit bertemu pria yang tadi di cafe, jelas-jelas kau berbohong, katanya mau ke mall, tapi apa? Dasar pembohong besar!" Romeo melirik sekilas.


Juliet tergugu.


Mampus aku, bagaimana dia bisa tahu. Apa dia juga tahu tentang Gabriel.


"Tidak, kau salah lihat. Aku dari tadi berada di Mall bersama Reza. Dan pria itu Kakak Reza." Juliet bersikukuh, berusaha tenang terhadap situasi sekarang. Ia tak boleh bertindak gegabah, bisa saja Romeo sedang memancing pertanyaan jebakan, yang menjadi boomerang untuknya.


Romeo tertawa kecil tapi tawanya terkesan mengejek. "Prok, prok, prok, tepuk tangan untuk wanita pembohong sepertimu. Kau pikir aku bodoh!" Secara tiba-tiba Romeo menekan rem pedal mobil.


Juliet memekik. "Rom! Kau gila atau apa?!"


Romeo tak menyahut. Ia segera menyambar gawai di atas dashboard mobil, lalu menggeser-geser layar dan menghadapkan gawai pada Juliet.


Deg.


Juliet menelan saliva kasar. Kala melihat kumpulan foto dirinya, bersama Reza dan Bimo berada di rumah sakit, terpajang di galeri Romeo.


Juliet tak menyahut. Ia tampak salah tingkah.


Romeo kembali melajukan mobil. "Aku paling membenci orang yang suka berbohong! Terlebih lagi kau berkencan dengan sugar daddymu, di saat kita masih berstatus suami istri!"


"Tapi dia bukan Sugar Daddyku. Di-"


"Diam!" potong Romeo menoleh ke samping, rahangnya semakin mengeras.


Juliet seketika bungkam.


Ampun dah, Romeo seram juga kalau lagi marah.

__ADS_1


"Lagian kita hanya menikah kontrak! Apa hakmu?!" Juliet menabuh genderang perang.


Romeo tak menyahut, dia malas berdebat, Juliet benar-benar membuatnya naik pitam. Sebaliknya dia malah melajukan kendaraan di atas kecepatan rata-rata.


Juliet ketakutan. Di sepanjang jalan suara klakson mobil di luar memekakkan telinganya.


"Romeo! Pelan-pelan!" jerit Juliet mencengkram tali seatbelt sembari memejamkan mata.


Romeo seakan menutup telinga. Dia tak menghiraukan teriakan Juliet, dia sudah diselimuti aura hitam pekat, dia marah, dia menggila, sangat gila!


"Romeoooooo! Berhenti! Kau gila!"


"Iya, aku memang gila!"


"Hahhhhhhh Romeoo, berhenti! Aku bilang berhenti! Aku takut Rom!"


"Diam, berisik!"


Menempuh sekitar sepuluh menit lamanya, Romeo dan Juliet telah tiba di kediaman Andersean.


"Aku membencimu!" Juliet menatap tajam dengan membuka seatbelt, lalu menarik handle mobil dan menutup kuat pintu mobil. Ia berjalan cepat memasuki mansion.


Romeo tak menanggapi perkataan Juliet, ia segera mematikan mobil, dan berlari kecil hendak menghampiri Juliet yang sudah berjalan mendahuluinya.


"Juliet! Berhenti kau!" Romeo menyambar pergelangan tangan kanan Juliet.


"Awh!" desis Juliet mengaduh kesakitan. "Apa maumu?!"


.


.

__ADS_1


.


Tuh di tanya sama Juliet, maumu apa Rom? 😒


__ADS_2