
Kedua netra berwarna coklat pekat itu seketika menyala, ia tak melepaskan pandangan di depan. Jantungnya berdenyut nyeri, kala melihat Juliet tersenyum pada seorang pria.
"Ini menantu yang Mommy banggakan itu, aku yakin sekali pria itu membeli tubuh Juliet," desis Romeo pelan mengeram sebal.
Sedari tadi, Romeo menguntit kendaraan milik Reza. Ia meminjam mobil Duo Biang Keladi, lalu di mana Kai dan Kei, mereka di suruh Romeo pulang memakai taxi.
Romeo amat penasaran, apakah Juliet benar-benar pergi ke Mall, atau tidak, dan benar dugaannya, Juliet berbohong!
Di sini lah dia sekarang, memantau dari jarak paling aman, melihat dengan intens interaksi ketiga manusia di depan sana.
Romeo merasa dia dibodohi oleh seorang wanita!
Romeo menggertakan gigi, dia kesal, dan dia marah terhadap sikap Juliet. Juliet tak menghargainya sebagai seorang suami, walau pun keduanya menikah di atas kertas. Tidak bisa kah Juliet berkata jujur, karena Romeo menjunjung tinggi nilai kejujuran.
Romeo merasa harga dirinya begitu rendah. Romeo seperti pria dungu!
Romeo memalingkan muka, kala Juliet hampir bersitatap padanya.
"Lebih baik aku menemui Mommy," gumam Romeo pelan.
Di ujung sana, Juliet merasa seseorang sedang mengintainya. Kedua matanya bergerak ke setiap sudut-sudut lorong.
"Jul, ya udah yuk kita ke atas." Reza menepuk perlahan pundak Juliet membuyarkan lamunan.
Juliet tersadar, dan mengangguk pelan.
***
Deruan mobil milik Romeo, membelah jalanan raya perkotaan. Seirama dengan detak jantung Romeo yang begitu cepat, Romeo teringat tatapan Juliet pada pria tadi. Seakan terpesona dan terpana kepada sosok yang tak Romeo ketahui itu.
"Ada apa dengan jantungku!?" Romeo bertanya sendiri.
Apakah sekarang aku memiliki penyakit lain?
__ADS_1
Romeo mendengus kasar.
"Ah astaga, aku lupa menanyakan di mana Mommy sekarang!" Romeo ingat betul, Mommynya minggu ini akan sibuk dengan pembukaan cabang restaurant barunya. Romeo melirik ke atas dashboard mobil, lalu menyambar gawai merk Sung-Sang.
"Mom!"
"Iya, Nak. Tumben telepon Mommy, apakah kau sudah pulang?"
"Mommy di mana?" Bukannya yang menjawab pertanyaan dari Lily, Romeo malah balik bertanya.
"Mommy berada di perusahaan Kakakmu, ada apa? Kau baik-baik saja, Kan?" Suara Lily terdengar khawatir.
Uhh, bagaimana ini ternyata Mommy di perusahaan Duo Jablay. Romeo mendengus.
Romeo melanjutkan ucapan di dalam benaknya. Tapi aku harus menemui Mommy sekarang!
"Rom! Kok malah diam? Ada apa?" Lily bertanya lagi, karena tak mendengar balasan dari anaknya.
"Nggak kenapa-kenapa, Mom. Aku akan ke sana!"
Sambungan panggilan diputuskan sepihak oleh Romeo. Ia tahu ucapan terakhir Mommynya.
***
Perusahaan Co.Marq.
Romeo menutup pintu mobil dengan kasar. Ia menatap gedung yang menjulang tinggi di depan.
"Aku malas sekali ke sini!" Romeo berjalan cepat memasuki gedung bertingkat itu.
"Permisi," sapa Romeo datar, pada sekretaris Kakaknya.
Sekretaris tak langsung menyahut, sejenak terpana pada ketampanan Romeo.
__ADS_1
"Hei! Permisi!" Romeo geram kala Sekretaris tak merespon ucapannya.
"Iy-a." Sekretaris tergagap, lalu mengeleng pelan.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan menebarkan senyuman terbaiknya.
"Aku mau bertemu dengan Nickolas Andersean!" Romeo berkata ketus.
"Hm, sebelumnya apakah sudah membuat janji temu?"
Romeo mendelikkan mata. "Belum."
"Duh bagaimana ya, Pak Nickolas sedang bersama orang penting, jadi-"
"Katakan saja Romeo Andersean ingin bertemu!" potong Romeo cepat.
Dahi Sekretaris berkerut. "Romeo Andersean?"
Romeo enggan menanggapi, ia menahan sabar.
"Astaga, maafkan aku Tuan muda, silahkan masuk saja." Sekretaris teringat dengan pesan Nickolas bahwa adiknya akan datang ke perusahaan, bernama Romeo Andersean. Ia tampak salah tingkah merutuki kebodohannya.
Romeo mendengus kasar, berjalan memasuki kantor Nickolas.
Ya ampun, tampan sekali. Tidak kalah tampan dengan pak bos! Uh, apa aku mengaet adiknya saja ya, lumayan berondong. Kalau Pak Nick, susah banget di rayu! Sekretaris bermonolog di dalam hati, sembari melihat punggung Romeo menghilang di balik pintu.
"Mommy!" sapa Romeo setelah menutup pintu.
"Romeo." Lily bangkit berdiri.
Namun tiba-tiba...
Bruk.
__ADS_1
Lily ambruk seketika.
"Mom! Honey!"