Romeo Dan Wanita Malam

Romeo Dan Wanita Malam
Demi Mommy


__ADS_3

"Yaps! Romeo akan memberikan Mommy cucu!" Samuel membuka suara dengan cepat sembari menunjuk Romeo yang berdiri mematung.


"Benar Mom. Dia sudah menikah, sementara kami belum, jadi tidak mungkin kami memberikan cucu!" seru Nickolas dalam satu kali tarikan nafas.


"Whats?! Tidak, aku tidak mau!" protes Romeo cepat.


"Kenapa tidak mau?" tanya Lily menatap lekat. "Kau tak mau mengabulkan permintaan Mommy." Kedua mata Lily mulai berkaca-kaca.


Romeo enggan menyahut. Ia gamang.


"Romeo turuti permintaan Mommymu. Lihat gara-gara kalian istriku menangis!" Leon merengkuh kembali Lily.


"Romeo, kabulkan permintaan Mommy!" Nickolas berkata serius.


Duh kenapa kacau gini, arghh gimana mau punya anak, icip aja belum. Ah Juliet juga sudah jebol. Aku tidak mau! Dia musuhku! Aku semakin membencimu Juliet!


Romeo menarik nafas dalam. Ia tak menyahut perkataan Nickolas.


"Iya, Rom. Semalam kau kan sudah menabur benih, jadi taburkan lah sering-sering di lahan itu."

__ADS_1


Romeo mengepalkan kedua tangan kala teringat ulah kedua kakaknya. Tadi malam, dia hampir saja menyentuh tubuh Juliet. Sebab sepanjang malam harus melihat Juliet tertidur di atas sofa memakai kemeja putihnya yang tembus pandang, belum lagi gaya tidur Juliet tak beraturan ke sana kemari. Dia pun tak bisa tidur hingga subuh baru bisa tidur terlelap.


Aku tidak sudi menyentuh tubuh Juliet. ucapannya itu ia lontarkan di dalam hatinya. Karena tak mungkin berterus terang di depan kedua orangtuanya, terlebih lagi Mommynya yang sedang sakit.


Lily mengurai pelukkan, air mata jatuh perlahan dikedua matanya. "Honey, anak-anakku semuanya jahat padaku."


Leon menyeka cepat buliran yang menetes di kedua pipi Lily. Ia tak membalas perkataan Lily melainkan memeluk kembali istrinya berusaha menenangkan kegundahan istrinya.


Leon menatap tajam pada ketiga anaknya secara bergantian. Sedari tadi mereka terdiam membisu kala mendengar ucapan Mommynya.


Pancaran mata Leon seperti Dewa Kematian. Romeo menelan salivanya dengan kasar saat Daddynya beralih menatapnya.


Daddy benar-benar marah padaku. Apa lebih baik aku mengiyakan saja permintaan Mommy. Romeo bernegosiasi.


"Mom," panggil Romeo lembut sembari menghampiri kedua orangtuanya.


Leon melepaskan pelukkan. "Honey, Romeo ingin berbicara,' ucapnya tersenyum simpul.


Lily menoleh. "Iya, Nak."

__ADS_1


Suara Lily terdengar serak dan parau, Romeo terenyuh sesaat, tak mampu mendengar suara Mommynya, andaikan saja ia benar-benar menikah dengan wanita yang dicintainya. Pasti, dia akan segera mengabulkan permintaan Mommynya.


Romeo berjongkok di dekat sofa. "Mom, apakah dengan aku memiliki anak, Mommy akan bahagia?" Romeo berkata serius, intonasi suaranya terdengar berat.


Lily menghela nafas. Lalu mengelus kepala Romeo. "Mommy akan sangat bahagia, Nak. Kau mau mengabulkan permintaan Mommy?" Seketika kedua mata Lily terlihat berbinar.


Ya ampun, kenapa aku jadi merasa bersalah ya, karena membohongi Mommy. Lihat mata Mommy, ahh sudahlah Rom, demi Mommy, kau harus berbohong dulu.


"Rom, kenapa diam?" Lily menunggu jawaban dari anaknya.


Romeo tersadar dan bersikap tenang. "Iya, Mom. Aku akan mengabulkan permintaan Mommy."


"Benarkah?" Senyuman menggembang di wajahnya.


Romeo tersenyum paksa dan mengangguk cepat.


Lily melirik ke samping. "Honey, sebentar lagi kita akan mempunyai cucu."


Leon mengulum senyum sembari mengelus pipi istrinya. "Iya, sekarang jangan menangis lagi ya."

__ADS_1


Mommy, maafkan aku. Romeo hanya bisa membatin melihat interaksi kedua orangtuanya, yang nampak senang dengan permohonannya akan dikabulkan.


Andai istriku bukan Juliet! Dia itu wanita murahan!


__ADS_2