Romeo Dan Wanita Malam

Romeo Dan Wanita Malam
Deg Deg Ser


__ADS_3

Romeo meletakkan kembali gawainya, senyum penuh kemenangan terpatri di wajahnya. Ia berjalan cepat menghampiri Juliet yang terpaku di tempat, kala hentakan kaki Romeo semakin terdengar mendekat.


Tanpa sadar Juliet menutup mata dan mencengkram kuat kain sprei. Aroma tubuh Romeo menyeruak ke dalam indera penciumannya, saat Romeo berdiri tegap dihadapannya. Hembusan nafas Romeo pun bergema di gendang telinganya. Dan degup jantung Juliet semakin bertambah cepat seperti lomba pacuan kuda saja.


"Kenapa kau menutup matamu?" Romeo tersenyum penuh arti.


"Mataku kena debu," bohong Juliet berusaha tenang seraya menarik nafas panjang dan menghembuskan pelan.


"Alasan! Ayo cepat buka matamu dan keringkan rambutku ini!" Romeo dapat melihat kegugupan Juliet walau pun Juliet sudah menutupinya. Akan tetapi, raut wajah Juliet tak dapat mengelabui Romeo.


"Pakai bajumu dulu," pinta Juliet pelan ia dilanda kepanikan kala merasakan Romeo beberapa jengkal darinya.


"Rambutku masih basah, Ireng! Nanti saja! Cepat buka matamu!" Suara Romeo terdengar meninggi.


Juliet terkesiap, jantungnya semakin tak karuan, pikiran Juliet sudah melanglang buana entah kemana. Ia kembali menghela nafas.


Juliet ada apa denganmu? Ayo, kau harus berani! Juliet keheranan terhadap reaksi tubuhnya.


Sedari tadi Romeo mengamati tingkah laku Juliet.


Haha, aku sudah tahu kelemahanmu, kau mirip kelinci kecil, Ireng! Ini baru permulaan!


"Juliet Aguilera, kau membangkang ya! Aku akan menelepon Mommy!" seru Romeo hendak mengayunkan kaki.


Juliet bangkit berdiri sembari membuka cepat kelopak mata. "Jangan! Stop!"


Secara bersamaan pula Romeo membuka kain di pinggang.


"Ahhhh!" Juliet menutup cepat kedua matanya. Kala melihat Romeo melepaskan lilitan handuk.


"Hahaha!" Romeo malah tertawa keras, melihat ketakutan Juliet.


"Apa yang kau lakukan, Romeo?! Kau gila atau apa ha?" Jantung Juliet berdegup kencang 1000 kali lipat dari sebelumnya.


"Tentu saja aku mau melepaskan handukku, kau ini aneh sekali! Hahaha!"

__ADS_1


"Aku membencimu Romeo, awas kau! Cepat pakai celanamu!" perintah Juliet.


"Aku sudah memakai celana dari tadi! Wah-wah ternyata kau mesum ya!" Romeo menyeringai tipis.


Lantas Juliet tanpa sadar menurunkan tangan, dan melihat memang benar Romeo memakai celana boxer hello kitty berwarna hitam.


Semburat berwarna merah nampak di kedua pipi Juliet. Ia semakin salah tingkah, lalu memalingkan wajahnya, tatkala melihat otot perut sixpack Romeo terpampang jelas.


Astaga, mengapa aku jadi mesum sih kalau bersama Romeo.


"Kenapa kau diam?" Romeo menjatuhkan bokong di tepi kasur. "Cepat keringkan rambutku!" Romeo menyodorkan handuk kecil.


Jari-jemari Juliet mengambil cepat kain berwarna putih itu. Dengan terpaksa ia berdiri menghadap Romeo dan mulai mengusap rambut Romeo.


Keempat pasang mata itu saling bersitatap satu sama lain.


Deg.


Juliet memalingkan muka tanpa menghentikan gerakan tangannya, dia beralih menatap lukisan yang terpajang di dinding kamar.


"Si-al, kenapa jadi begini sih!? Heh belalai tidur tidak kau! Atau mau ku cekik kau nanti?!" Romeo melirik sekilas ke bawah. Namun belalai bukannya menurut, malah semakin memberontak.


"Tahan Rom! Ini cobaan, cobaan, cobaan! Apa memang dia mau menggodaku?! Romeo menelan saliva kasar kala dua gundukan semakin mendekat.


"Rom sudah belum?" tanya Juliet merasa bahwa rambut Romeo sudah kering. Kedua tangannya terhenti sejenak menunggu jawaban.


"Belum!" sahut Romeo cepat. Juliet kembali menggerakan tangan sambil mengerutu dalam hati mengumpati Romeo.


Otak dan mulut Romeo seketika ngehenk. Astaga, kenapa aku bilang belum? Kedua mata Romeo enggan berkedip melihat dua aset penting Juliet.


"Eh, sudah!" sahutnya lagi.


Juliet menggeram sebal. "Sudah atau belum sih?!"


"Su-dah!" Romeo tergagap. Seketika Juliet menghentikan gerakan tangan dan hendak berbalik. Namun Romeo menyambar cepat tangan Juliet. Juliet yang tak siap, hilang keseimbangan, tubuhnya condong ke depan. Alhasil ia terjatuh di atas tubuh Romeo.

__ADS_1


Dugh.


"Awh!" Juliet dan Romeo memekik kesakitan kala kening keduanya terbentur.


Secara bersamaan juga pintu kamar terbuka.


"Guk, guk, guk!" Hiro menyalak, berlari cepat dan melompat ke atas kasur.


Kedua bola mata Lily melebar. "Oh my God! Maafkan Mommy tidak sengaja menganggu kalian bercocok tanam, hehe." Lily tengah melihat Juliet menindih tubuh Romeo yang tak memakai baju.


Lantas Romeo dan Juliet menoleh ke samping. Juliet segera bangkit berdiri, begitu pula dengan Romeo. Keduanya terlihat salah tingkah.


Romeo menatap Lily yang senyam-senyum sendiri. "Ini tidak seperti yang Mommy pikirk-"


"Romeo itu hal yang wajar, katanya kau mau memberikan Mommy cucuku, Kan?" potong Lily cepat sambil tersenyum pada Juliet.


Dahi Juliet berkerut. "Ha? Cucu?" gumamnya sangat pelan.


"Kalian cepatlah membersihkan diri, setelah itu pergi lah ke bawah. Kita akan makan malam bersama," pungkas Lily berlalu pergi meninggalkan Romeo dan Juliet yang saling membuang muka, keduanya pun sama-sama melihat ke atas, menyibukkan diri melihat sepasang cicak yang ternyata sedang indehoy.


Suasana terasa amat canggung selepas kepergian Lily.


"Jul, mandi sana!" seru Romeo tanpa menatap lawan bicara.


"Iya." Juliet berlari kecil, dan menutup kuat pintu toilet.


Hah bisa gila aku! ucap Romeo dan Juliet bersamaan di dalam hati, walau pun di ruangan yang berbeda.


.


.


.


😰 Mommy Lily ganggu aja tahu! Belalai Romeo udah mau berkembang biak itu 😂😆

__ADS_1


__ADS_2