
...“Kak, aku permisi ke kamar dulu ya” ucap Areta tergesa pada Rossy, sesaat setelah ia melihat Rivandra sedang berjalan mendekati mereka berdua di taman belakang...
Rossy hanya bisa menghela napasnya, setelah itu ia kembali menyesap tehnya, matanya memandangi punggung Areta yang kian menjauh lalu hilang masuk ke dalam rumah
...“Areta mau kemana kak?” Tanya Rivandra bingung, ia memang mendudukkan dirinya di depan Rossy, tapi kepalanya celingukan mencari Areta...
...“Kabur dari kamu!” Tandas Rossy...
...“Ngapain dia kabur dari aku Kak?” Tanya Rivandra bingung...
...“Pertanyaannya itu harusnya ngapain dia mau deket - deket sama kamu?” Sinis Rossy...
...“Aku kan suaminya Kak, ya ampun” protes Rivandra, kepalanya sakit hendak meledak, ia lagi - lagi tak bisa tidur memikirkan Areta, drama kehidupannya bertambah lagi sekarang dengan hadirnya sosok Fabian...
...“Suami yang datang pada saat sedang butuh aja gitu Rivan?” Turunan Omanya memang, kata - kata Rossy sepedas Oma Mieke...
Rivandra tak sanggup berkata apa - apa, ia diam saja
...“Sebagai lelaki harusnya kamu bisa menentukan sikap, jangan plin plan, kalau udah kehilangan baru tau rasa” ucap Rossy, ia lalu bangkit berdiri meninggalkan Rivandra...
Rivandra memikirkan omongan Rossy sebentar, ia lalu bangkit hendak menyusul Areta, mereka harus bicara
...“Rivan, bentar” panggil Mauren, langkah Rivandra terhenti untung saja Mauren memergokinya di tengah perjalanan, kalau ketika ia sudah sampai di depan kamar Areta tentu akan beda lagi ceritanya...
...“Nonton yuk” ucap Mauren sambil mengalungkan tangannya di leher Rivandra...
...“Nonton?” Tanya Rivandra...
...“Iya nonton, udah lama kan kita ga nonton film di bioskop” tutur Areta...
...“Saya ga..”...
...“Ayolah Rivan, please” kalau sudah memohon begitu Rivandra tak akan tega menolak apa pun permintaan Mauren...
...“Oke” sahutnya...
...“Kita ajak Areta juga ya” ucap Mauren lagi...
...“Hah?” Rivandra tak salah dengar, memang itu keinginan Mauren...
...“Kasian Areta, dia juga butuh refreshing, boleh ya yang?” Rayu Mauren...
...“Dia kan baru sembuh, ga usah lah” kelit Rivandra, sejujurnya ia tak tega pada Areta, menyaksikan Mauren yang bergelayut manja tentu saja akan membuat Areta cemburu, mungkin. ...
...“Justru itu, dia butuh refreshing, masa tiap hari ketemunya sama Oma mulu, dia kan masih muda, butuh hang out juga Rivan” tutur Mauren...
Rivandra menghela napasnya, ia tahu Mauren tak akan menyerah, ia sudah berusaha agar Areta tak ikut, sekarang semua terserah Areta, tapi ia yakin Areta akan menolaknya
...“Ya - ya udah kalau dia mau ikut ga apa- apa” sahut Rivandra...
...“Makasih sayang” tutur Mauren, bibirnya mendarat di bibir Rivandra “cup”...
...“Areta dimana ya? Kita ke kamarnya yuk, ajakin langsung!” Ajak Mauren, tangannya menarik tangan Rivandra yang enggan, sumpah demi apa pun ia tak sanggup membayangkan bagaimana wajah wanita itu begitu Mauren mengajaknya...
...****************...
...“Areta, kamu di dalam ga?” Pekik Mauren, tangannya mengetuk - ngetuk pintu kamar Areta, tak lama pintu itu terbuka, menampakkan wajah ramah Areta pada Mauren, tapi begitu ia melihat Rivandra, hilang lah ramahnya...
__ADS_1
...“Ada yang bisa dibantu Kak?” Tanya Areta sopan...
...“Areta, nonton yuk?” Ajak Mauren antusias...
...“Nonton?” Tanya Areta bingung, Rivandra menoleh ke arah lain tak berani melihat ekspresi Areta, ia yakin Areta pasti menolaknya dengan wajah sedih...
...“Iya nonton film di bioskop, harus mau ya!” Titah Mauren ...
...“Oke” jawab Areta sumringah...
Rivandra menoleh pada Areta, ia melongo tak menduga Areta akan menyetujuinya
...“Sip, siap - siap ya, satu jam lagi kita berangkat” tutur Mauren bahagia...
...****************...
...“Harus dandan gini ya Kak? Padahal cuma ke bioskop, pake jaket aja sama celana panjang udah nyaman banget” ucap Areta, niatnya ingin pamitan tapi Rossy malah sibuk mendandaninya, bersama sang komentator senior, Oma. ...
...“Udah nurut aja, lagian siapa suruh kamu mau diajak - ajak gitu sama Mauren? Mikir ga sih akibatnya gimana buat perasaan kamu? Kakak beneran ga ngerti jalan pikiran kamu!” Sewot Rossy, meskipun ngomel - ngomel tapi tangannya telaten memakaikan berbagai jenis riasan di wajah Areta...
...“Rose, itu rambutnya digulung di atas aja Rose, biar kelihatan santai” komentar pertama Oma tentang dandanan Areta...
...“Iya Oma, make upnya juga tipis ini bukan yang bold, udah cantik sih wajahnya ga perlu di permak” sahut Rossy bak make up artist profesional...
...“Kak, boleh ga kalau parfumnya jangan yang itu, aku pake parfum lain aja” pinta Areta, ia tak ingin memakai parfum yang disukai Rivandra, tidak juga memakai warna baju favorit Rivandra, kalau perlu ia akan memakai semua yang dibenci Rivandra, seperti kebenciaannya pada pria itu...
...“Siap” sahut Rossy, matanya fokus membubuhi lip gloss di bibir Areta...
...“Jawab dulu pertanyaan Kakak tadi Areta, kenapa coba kamu ga nolak ajakan Mauren? Kamu yakin ga bakalan kenapa - kenapa nanti?” Cecar Rossy lagi...
...“Aku ga berani nolak perintah Kak Mauren, Kak.. sudah kebiasaan.. hehehe” jawab Areta, ia boleh cengengesan tapi hati Oma dan Rossy mencelos...
Areta tersenyum miris
...“Gimana lagi Oma, balas budi kan dibawa sampai mati” sahut Areta ...
...“Ada batasnya Areta, apa seumur hidup kamu akan membalas budi pada mereka? Suatu hari mereka harus menerima kalau level kamu sama dengan Mauren, kalian sama - sama istri Rivandra” cerocos Oma...
Areta hanya tersenyum miris
Tak lama ponsel Areta berbunyi, Mauren sepertinya sudah mencarinya, setelah pamitan, Areta bergegas menemui Mauren yang sudah siap di ruang tamu
...“Kamu cantik banget Areta, sumpah” ucap Mauren begitu melihat Areta dari ujung kaki sampai ujung kepalanya, Mauren tahu pasti bahwa itu adalah hasil perbuatan Rossy, tapi tak apa ia pun ikut senang. Jika saja Mauren tahu bagaimana suaminya itu memandangi Areta penuh damba, sudah pasti ia tak akan senang...
...“Terima kasih Kak, maaf Kak Mauren dan Kak Rivandra jadi nunggu” ucap Areta sopan, tak lupa ia menganggukan kepalanya hormat ...
...“Ga apa - apa, berangkat yuk” sahut Mauren...
Di mobil itu, Areta duduk sendiri di belakang, acuh, tak peduli pada Mauren yang mesra mendaratkan kepalanya di bahu Rivandra, sesekali ia mencium pipi suaminya itu meskipun Rivandra mencoba menghindar. Jangankan cemburu, justru kebencian yang berkobar di hati Areta, ia ingat betul mobil yang mereka pakai sekarang adalah mobil yang sama dengan mobil pertama kali ia mereguk asmara dengan Rivandra, mobil yang sama juga yang membawa mereka ke hotel untuk malam pertama mereka, jika ada orang yang paling membuat Areta jijik sekarang maka Rivandra lah orangnya, pria yang saat ini diam - diam melihatnya dari kaca spion tengah mobilnya.
Kemesraan Mauren mereda sebentar ketika mereka masuk ke pusat perbelanjaan meskipun tangan mereka tetap bergandengan, sementara Areta mengekor di belakang, Rivandra bukannya tenang berjalan di depan Areta, inginnya ia menggandeng Areta, menghentikan lirikan para lelaki yang dilewati istrinya itu, ia tahu saat ini Areta lah yang jadi pusat perhatian, karena ia dan Mauren menutup wajahnya dengan masker, tak ingin jika ada yang mengenali mereka
...“Harusnya Areta pake masker juga tadi” bisik Rivandra tanpa sadar pada Mauren...
...“Ahahaha.. banyak yang liatin Areta ya? Biarin aja yang, siapa tau ada yang nyantol” jawab Mauren tenang tapi membuat hati Rivandra terbakar ...
Jika suatu peristiwa bisa terjadi karena kebetulan mungkin inilah saatnya, ketika mereka menuju gedung bioskop, Mauren melambai dan memanggil pria yang tak lain adalah Kakaknya, Fabian.
__ADS_1
Areta menghela kasar napasnya, entah dosa apalagi yang diperbuatnya hari ini sampai ia harus terlibat dalam situasi secanggung ini, sementara Rivandra memandang tak suka pada Fabian
...“Areta, kamu.. cantik” ucap Fabian tanpa sadar, wajah tampannya mengumbar senyum, senang bertemu dambaan hati...
...“Selamat sore Kak Fabian” sapa Areta sopan...
Mauren menangkap binar di mata Fabian ketika melihat Areta, meskipun Mauren awalnya tak suka dengan apa yang dilakukan olah Areta dan Fabian, tapi tak masalah juga jika ternyata mereka menjalin rasa, walaupun ia tahu orang tua mereka sudah pasti menentangnya.
...“Kak, habis dari mana?” Tanya Mauren...
...“Habis makan sama klien, kalian mau nonton?” Tanya Fabian...
...“Iya Kak, mau gabung?” Tanya Mauren, Rivandra melongo.. bagaimana mungkin mereka nonton berempat? Double date begitu? Jelas ia tak bisa terima...
...“Kalau yang lain setuju, boleh aja” tutur Fabian, matanya tak berpaling dari Areta yang kini salah tingkah, tak nyaman...
...“Pasti pada setuju lah” ucap Mauren, hati Rivandra berontak ingin protes keras, dialah yang tak setuju Fabian ikut serta...
...“Iya kan Areta?” Tanya Mauren, meminta persetujuan Areta...
...“Iya Kak” sahut Areta ragu, siapa lah ia yang bisa menentukan Fabian boleh ikut atau tidak...
...“Ahahaha.. aih udah dong jangan pada canggung gini, yang lalu biarlah berlalu, kita nonton aja ya nikmatin filmnya, yuk” ucap Mauren sambil menggandeng Rivandra masuk, Fabian dan Areta mengekor di belakang...
...“Kalau kamu takut, kamu peluk saya aja ya, itu hantunya serem kayaknya” bisik Fabian pada Areta yang duduk di sebelahnya...
Areta meringis
...“Terima kasih Kak” ucapnya risih, Areta merutuki dirinya sendiri yang tak mendengarkan omongan Rossy, kini situasi sangat tak nyaman buatnya, ia terjebak duduk diantara Fabian dan Rivandra, ia bahkan tak bisa meletakkan tangannya di pegangan kursi, karena baik tangan Fabian atau Rivandra entah sengaja atau tidak menyentuh tangannya, akhirnya ia duduk mengkerut dengan tangan yang ia pakai memeluk perutnya sendiri, aman....
Diantara banyaknya film hari itu, entah kenapa lah Mauren memilih film horor untuk di tonton, meskipun ia tidak takut tapi Fabian terus - terus mendekatkan badannya pada Areta menyodorkan bahunya menawarkan perlindungan, ingin menjauh tapi di sebelah kanannya ada Rivandra, serba salah.
...“Pake ini, kamu kedinginan” ucap Fabian sambil menyelimutkan jasnya di badan Areta, Rivandra menoleh sekilas, rahangnya mengeras menahan marah...
...“Ga usah Kak, aku ga apa - apa kok” sahut Areta, sambil menyingkap jas Fabian, hendak mengembalikan...
...“Atau lebih seneng kalau tangannya di genggam aja, biar hangat?” Goda Fabian...
Areta sigap memakai jas Fabian kembali
...“Aku pinjem jasnya aja Kak, makasih” ucap Areta...
...“Ahahaha.. kamu masih sama Areta, gemesin” ucap Fabian, tangannya cekatan mengacak pucuk rambut Areta tanpa Areta bisa mengelak, membuat Areta mendelik tajam pada Fabian...
Jleb..
Hati Rivandra meradang, jika tak ada Mauren sudah pasti ia akan menjauhkan Fabian dari Areta, ia sungguh tersiksa sekarang
Areta menghela lega napasnya ketika film yang mereka tonton berakhir juga, tak ingin membuat kesalah pahaman Areta segera mengembalikan jas Fabian, lalu berjalan mengekor di belakang Mauren
...“Mau makan dulu ga?” Tanya Fabian, Mauren sudah tersenyum...
...“Maaf Fabian, kami harus pulang lebih cepet, Areta baru sembuh dari sakit, dia masih butuh istirahat” jawab Rivandra, ia tak ingin melihat Fabian memperhatikan Areta lagi, cukup sudah....
...“Oke kalau gitu lain kali, atau mungkin sesekali saya bisa makan siang di rumah kamu Rivandra?” Mulutnya berkata Rivandra tapi matanya melihat Areta...
...“Boleh dong Kak, kabarin aja kapan waktunya ya, biar nanti dimasakin makanan spesial, udah lama loh kita ga makan bareng, Kak” jawab Mauren bahagia...
__ADS_1
Jika Mauren dan Fabian bahagia, maka tidak dengan Areta dan Rivandra, untuk Areta kedatangan Fabian ke rumah akan menyebabkan masalah baru, sedang buat Rivandra berarti semakin besar pula kecemburuannya.
Malam itu Rivandra lagi - lagi tak bisa memejamkan matanya, sikap dingin Areta saja sangat menyiksanya, kini ditambah kecemburuan, kekhawatiran jika Areta masih menyukai Fabian, kerinduan, keinginan untuk menyentuh Areta lagi yang campur aduk menjadi satu membuat batinnya gundah gulana, sangat menyesakkan dada.