
...“Jadi gimana, sudah setuju semua kalau namanya Lily Alyana Edwards?” Tanya Rivandra pada anggota keluarganya yang tengah rapat kecil menentukan nama penerus Rivandra itu, sementara Areta yang baru saja selesai menyusui Lily hanya menyaksikan diskusi keluarga itu dari tempat tidurnya...
Julian yang duduk berdampingan dengan Anna manggut - manggut setuju
...”Bagus namanya Rivan, Lily itu dari nama Almarhumah Ibunya Areta bukan?” Tanya Anna...
...“Iya Ma, dan Alyana itu artinya seorang putri, jadi artinya seorang putri dari keluarga Edwards yang secantik bunga lili, gimana?” Tanya Rivandra dengan bangganya...
...“Oma baru tau kalau orang sekaku dirimu bisa puitis juga Rivan!” Goda Oma...
Rivandra mungkin tak menyadari itu, tapi semenjak kehadiran Areta dan Lily, dia berubah lebih manis dan romantis
...”Kalau sudah punya anak semuanya bisa berubah Oma” ...
...“Percayalah ada beberapa yang tidak begitu” sindir Oma pada Julian, sang anak hanya berdehem, sementara Anna dan Rossy menahan tawanya, ...
Julian memang super kaku dan dingin, nyaris tak pernah menyatakan rasa sayang baik pada Anna maupun anak - anaknya, ia tak berucap tapi sikapnya menunjukkan hal berbeda, Julian selalu ada saat Anna atau anak - anaknya membutuhkannya, ia bahkan pernah terbang dari Jepang ke Singapore hanya karena Rossy yang dulu sedang berkuliah di Singapore itu mengeluh flu
...“Tapi Areta dan saya memutuskan untuk meminta nama tambahan pada Kak Rossy” tutur Rivandra, pandangannya jatuh pada Rossy yang terperangah...
Rossy menunjuk dirinya sendiri
...”aku Rivan?”...
...“Iya, karena gimana pun tanpa Kak Rossy saya mungkin belum menemukan Areta dan Lily sampai sekarang” ...
...“Ahahaha.. ga perlu gitu Rivan, itu kan udah kewajibanku” ...
...“Ayolah Kak, apa Kak Rossy ga mau ngasih nama buat Lily? Heemm.. Onti Rossy kayaknya ga sayang ya sama Lily” ...
...Tambah Areta sambil menciumi anaknya yang bergerak - gerak kecil lalu terlelap lagi...
...“Eh.. eh.. bukan gitu! Heemmm, entahlah.. tapi sepertinya Papa, Mama, dan Oma yang lebih berhak memberikan nama pada Lily” ucap Rossy sungkan...
...“Ayolah Rose, itu permintaan dari adik - adikmu, pengingat bahwa kamu lah yang berjasa mempersatukan mereka kembali” tutur Oma...
...“Papa setuju Rose” tambah Julian yang diamini oleh Anna...
...“Baiklah, heeemmm” Rossy menimang sebentar, ia memang belum pernah memikirkan nama untuk seorang bayi, punya anak bukan prioritasnya lagi setelah ia dikecewakan oleh Dave, “Aku punya sebuah nama, tapi entahlah kalian akan suka atau tidak” ...
...“Sebut saja Rose!” Titah Oma...
...“Rosaline, aku ingin menambahkan nama Rosaline untuk Lilyku yang cantik” ucap Rossy mantap dengan senyuman yang lebar...
...“Heemm.. Rosaline, gimana menurut Mamanya Lily?” Tanya Rivandra sambil menoleh pada Areta...
...“Bagus Kak” sahut Areta sumringah...
...“Oke, berarti sudah fix ya.. namanya Lily Alyana Rosaline Edwards, semoga hatinya secantik paras dan namanya” pungkas Rivandra...
...“Aamiin” semua serempak mengamini do’a Papa muda itu...
...“Penetapan nama sudah, aqiqah akan dilaksanakan besok di Jakarta, Pak Sam dan Bi Jum yang mengurus semuanya, nah yang jadi pertanyaan sekarang, kapan kalian akan kembali ke rumah kita? Tadi Papa kalian sudah konsultasi sama dokter anak yang menangani Lily, katanya Lily dalam kondisi yang sangat baik meskipun lahir prematur, berat badannya saja yang masih harus ditambah” tanya Anna...
Areta turun dari tempat tidurnya, lalu meletakkan Lily dalam box bayi sebelum bergabung duduk di sebelah Rivandra
...“Saya serahkan semua pada Areta, dia yang paling harus nyaman untuk tinggal dimana” sahut Rivandra...
...“Kok aku Kak?” ...
...Rivandra tak malu - malu mendusel wajahnya di lengan Areta, ia gemas sekali melihat wajah istrinya itu, “Ya kamu, saya bisa dengan senang dan tenang tinggal dimana aja asal sama kamu dan Lily” Areta mendorong pelan suaminya itu, malu afeksi mereka disaksikan seluruh anggota keluarga...
...“Heemm, gombalmu itu Rivandra!” Olok Rossy sambil tergelak...
...“Adikmu itu berubah jadi kucing manis kalau disamping Areta, Rose!” Tambah Oma yang membuat Anna juga ikut tergelak...
...“Papa rasa sebaiknya kalian menetap disini saja untuk sementara, sampai kondisinya memungkinkan untuk kembali, terutama untuk Areta dan Lily” ucap Julian...
Suasana yang tadinya riang berubah hening, semua mata menatap pada Julian minta penjelasan, kecuali Rivandra.. ia sudah mengetahui alasan kenapa Julian meminta Areta dan Lily untuk menetap di Jogja dulu
__ADS_1
...“Pa, kalau Areta sama Lily disini, Mama juga ikut disini ah, Mama ga bisa jauh dari mereka lagi Pa, lagian kenapa sih mereka ga bisa ikut kita pulang ke Jakarta?” Cecar Anna...
Julian membuka kacamatanya, lalu memijit pelipisnya
...“Ini ada hubungannya dengan masa lalu Rivandra, Ma”...
...Oma menatap penuh tanya pada Julian, ada teka teki apalagi ini, “Loh masa lalu yang mana maksudnya Julian? Ada masalah apalagi ini? Apa bijak meninggalkan Areta yang baru saja melahirkan disini? Meskipun ada suaminya, tapi tetap saja seorang Ibu yang melahirkan lebih baik kalau didampingi oleh keluarganya” ...
...“Semuanya tidak usah kembali dulu ke Jakarta, saya sudah mempertimbangkan semuanya, ini tempat teraman untuk sementara waktu, besok Rivandra akan mencari rumah untuk kita semua, dan untuk masalah pekerjaan nanti saya dan Rivandra bisa bolak balik ke Jakarta” imbuh Julian...
Areta menyikut pelan suaminya, perasaan cemas sudah mulai menyelimutinya
...”Kak ini ada apa?” ...
Rivandra mengelus punggung Areta
...”Ga ada apa - apa, hanya saja kalau kamu kembali dalam waktu dekat ini, kami khawatir kamu kurang nyaman, bagaimana pun di rumah itu pernah ada Mauren, dan sekarang rumah masih di renovasi supaya semuanya baru, sudah,, tenang aja” ujarnya sambil menarik Areta ke dalam pelukannya...
...“Kamu ga nyembunyiin apa pun dari aku kan Kak?” Bisik Areta penuh telisik, entah kenapa menurutnya alasan Rivandra terasa janggal ...
...“Ga apa - apa sayang, kamu fokus ke pemulihan kamu sama Lily aja ya” ...
Sebenarnya bukan hanya Areta yang merasakan adanya ketidak beresan, Oma, Anna, dan Rossy pun sama, hanya saja mencecar Julian dan Rivandra di depan Areta bukan langkah yang tepat, mereka tidak ingin membuat Areta stress.
...“Ah terkait dengan resepsi pernikahan setelah kalian menikah di KUA nanti, sebaiknya resepsinya dilakukan setelah semua situasinya memungkinkan, untuk menikah kalian bisa melakukan di KUA disini secepatnya” tutur Julian...
...”Resepsi? Kenapa ada resepsi Pa?” Tanya Areta bingung...
...“Hei kamu menantu Mama Areta, jelas harus ada resepsi agar semua orang tau kalau kamu lah istri Rivandra sekarang” tandas Anna...
...“Tapi apa itu perlu Ma?” ...
...“Perlu!” Anna, Rossy, dan Oma kompak menjawab...
Rivandra tergelak melihat wajah istrinya yang menciut
...****************...
...“Hayo, mikir apa kamu Kak?” Tohok Areta menangkap basah Rivandra yang meneguk salivanya melihat bongkahan padat yang sedang dicecap oleh anaknya...
...“Tidak ada, saya hanya melihat Lily, dia cantik seperti Mamanya, ucap Rivandra yang lalu bangkit dan pindah duduk ke belakang Areta, memijat - mijat bahu dan tengkuk istrinya itu, sesekali ia membubuhi kecupan disana...
...“Hei, tolong sampai disitu aja ya Kak, inget kita lagi puasa!” ...
...“Ahahaha.. apa kamu berharap saya melakukan yang lebih? saya hanya mijitin kamu sayang, melancarkan aliran darah kamu supaya ASInya semakin lancar”...
Areta mendengus
...“Apa kecupan juga bisa memperlancar ASI” ...
...“Tidak juga, tapi memperlancar kasih sayang” Rivandra memajukan wajahnya, menarik wajah Areta untuk memandangnya, mendaratkan beberapa kecupan di bibir lembab Areta, namun Rivandra tak puas disitu, ia memagutnya lembut menghanyutkan, meskipun Lily masih dalam embanannya, Areta tak kalah, balas memagut bibir suaminyaa...
...“Kak, bisakah mulai sekarang kita saling terbuka mengenai apa pun itu?”...
Rivandra menopang wajahnya dengan bahu Areta
...”jelas harus seperti itu, ga boleh ada rahasia antara kita” ...
...“Kalau begitu ceritakan apa yang terjadi nyampe kita ga bisa pulang ke Jakarta dulu, Kak!”...
Rivandra menjawil gemas dagu Areta, istrinya itu selain cantik juga cerdas, bukan hal yang mudah untuk menyembunyikan sesuatu dari Areta, karena ia pasti akan tahu
...“Kemarin sore asistennya Papa laporan kalau ada beberapa orang yang mendatangi kantor Papa, sempat membuat kerusuhan disana, beruntung bodyguard Papa dan security gedung berhasil mengusir mereka, salah satu orang yang dihajar dan dipaksa bicara oleh bodyguard Papa mengatakan kalau mereka suruhan Dave”...
Areta terhenyak kaget
...”Dave? Apa itu Dave yang sama, Kak?” Tanyanya panik...
...“Iya, malemnya asisten saya yang laporan kalau beberapa orang juga datang ke rumah sakit, mencari - cari saya, setelah mereka yakin saya ga ada di rumah sakit, mereka langsung pergi begitu saja” ...
__ADS_1
Areta jelas panik
...”Untuk apa Dave mencari Papa dan Kak Rivan?” ...
...“Asumsi saya untuk meminta bukti perselingkuhanya dengan Mauren, Dave khawatir jika keluarga kita membocorkan perselingkuhannya pada media, karena bukan hanya kredibiltasnya aja yang akan hancur, tapi nama baik keluarganya yang mantan pejabat juga akan tercoreng, dan saya yakin ini ada kaitannya dengan Om Dani juga Adrian, mereka menjadikan Dave sebagai alat balas dendam karena saya menceraikan Mauren dan Papa menarik semua investasinya di perusahaan Om Dani”...
...Areta menghela napasnya, “Jadi ini yang Papa maksud ada kaitannya sama masa lalu kamu, Kak?” ...
...“Iya…. maaf tadi saya ga terus terang sama kamu, saya ga mau kamu khawatir apalagi kalau sampai stress karena memikirkan hal ini”...
...“Membiarkan aku menjadi orang yang terakhir tau justru akan membuatku stress Kak, tolong.. libatkan aku dalam hal apa pun yang terjadi dalam hidup Kak Rivan, bukannya kita suami istri?” ...
Rivandra menghirup dalam - dalam aroma sampo Areta di rambutnya, lalu menciumi pucuk kepala wanita cantik itu
...“Iya, saya akan melibatkan kamu dalam hal apa pun Areta” ucapnya...
...“Lantas apa yang akan Papa sama Kak Rivan lakukan?”...
...“Untuk sementara hanya mengawasi pergerakan Dave dulu, kalau dia kembali berbuat ulah, kami akan melibatkan pihak berwajib. Yang pasti saya dan Papa ga akan membiarkan orang - orangnya Dave mendekati keluarga kita, terutama kamu dan Lily” pria itu mengelus lembut kepala mungil Lily...
Areta menambatkan kepalanya di dada bidang Rivandra
...”Kakak juga tenang aja, ga akan aku biarkan siapa pun menyakiti Kak Rivan dan Lily, seorang perempuan bisa berubah menjadi sadis jika itu menyangkut orang yang dicintainya” ...
Rivandra memeluk punggung Areta
...”kalau begitu tolong lindungi saya Nyonya Rivandra, saya mengandalkanmu!” ...
...“Aku ga bercanda Kak, aku serius!” ...
...“Siapa yang menganggap kamu bercanda sayang? Saya percaya kamu bisa melakukan apa pun kalau menyangkut saya dan Lily, bukannya sudah terbukti ketika kamu membawa Lily pergi dari saya?”...
...“Teruslah mengungkit! apa kurang puas dengan kembalinya kami pada Kak Rivan?!” ...
...“Ahahaha.. oke oke, saya nyerah! Sudah malam, Lily juga sudah tidur kan? Sebaiknya dia di letakkan di box bayinya, giliran Papanya yang harus ditemani tidur” ...
...“Heemmm, sudah terendus nakalnya” sahut Areta sambil bangkit dan menidurkan Lily di box bayinya...
Rivandra dengan bahagianya beringsut tidur di bed perawatan Areta, ia lalu menepuk - nepuk tempat kosong di sebelahnya
...“Sini Mamanya Lily, giliran Papanya yang diperhatikan!” titahnya...
Areta memajukan bibirnya, namun tak menolak ajakan suaminya itu, ia ikut naik ke tempat tidur dan berbaring dengan tangan Rivandra sebagai bantalnya. Tangan pria itu segera saja memeluk Areta
...”Wangi rempah - rempah” ujarnya...
...“Ramuan dari Oma sama Mama Kak, katanya biar tubuh sang Ibu hangat, ada jamu - jamuan yang disuruh diminum juga, macem - macem khasiatnya, dari mulai supaya perut singset lagi, sama biar rapet lagi katanya, entahlah”...
...“Kalau begitu rajin - rajinlah minum jamunya sayang, kita buktikan khasiatnya nanti setelah selesai masa puasa panjang ini, heemmm.. sudah lama sekali rasanya, entah kapan akan berakhir” keluh Rivandra...
Pelukan pria itu bagai selimut hangat yang membuat Areta sangat nyaman
...“Ahahaha.. Sabarlah Kak, buah kesabaran itu manis, pokoknya nanti aku kasih yang manis - manis deh buat Kakak kalau puasanya udah selesai”...
Rivandra menciumi leher Areta
...“Heeemmm, janji? Dari ujung kaki sampai ujung kepala?”...
...“Iya janji, ga ada yang terlewat, semuanya buat Kak Rivan”...
...“Membayangkannya saja membuat saya makin ga sabar, sepertinya saya harus membeli rumah dengan kamar yang besar - besar”...
...“Kenapa gitu Kak?” Areta sudah semakin nyaman saja di buaian Rivandra, matanya malah sudah mulai ia pejamkan meskipun ia masih menimpali omongan Rivandra...
...“Agar ga ada yang mendengar ketika kamu teriak - teriak entar”...
...“Aku bisa menutup mulutku dengan tangan Kak, jangan khawatir”...
...“Tanganmu akan sibuk seperti biasa, menjelajah kemana - mana, nakal!” ...
__ADS_1
Pria itu mengangkat sedikit wajahnya untuk melihat Areta karena wanita itu tak lagi menimpalinya bicara, pantas saja.. wanita itu sudah terlelap dengan damainya, Rivandra mencium sayang dahi istrinya itu, sebelum kemudian ia ikut terlelap.