Satu Suami Dua Istri

Satu Suami Dua Istri
Kebusukan


__ADS_3

Mauren boleh berbangga karena misinya kemarin telah berhasil membuat Areta menyingkir dari istananya, awalnya ia memang menginginkan anak yang dikandung Areta untuk ia asuh bersama Rivandra, tapi ucapan Areta bahwa Areta tak akan membiarkan Mauren memiliki anaknya menyadarkan Mauren bahwa selama ada anak itu maka kehidupan rumah tangganya tak akan lepas dari bayang - bayang Areta.


Pagi ini Mauren sudah kembali ke kediaman Julian, senyum sumringah menghiasi bibirnya yang ia pulas dengan pewarna bibir berwarna merah, ia sudah mendengar dari salah satu pembantu di rumah itu bahwa Areta sudah pergi kemarin, artinya Rivandra akan menjadi miliknya sepenuhnya lagi, ia pun akan kembali menjadi pusat perhatian dan kasih sayang di rumah itu


...“Selamat pagi semuanya” sapa Mauren ramah pada keluarga mertuanya...


Julian hanya menatap sebentar lalu fokus kembali pada layar tabletnya,


...“Pagi” sahut Anna singkat, kemudian fokus lagi pada makanannya, jangan tanya bagaimana Rossy dan Oma, Mauren dianggap angin lalu oleh mereka...


Mauren tak patah arang, senyumnya tetap mengembang, ia mengerti kesedihan yang tengah dirasakan keluarga mertuanya itu karena baru saja kehilangan calon keturunan mereka, yang terpenting buatnya Areta sudah menyingkir dari kehidupannya yang sempurna


...“Rivan masih di kamar, Bi?” Tanya Mauren pada Bi Jum yang tergupuh menata piring dan menuang air minum di depan Mauren, kalau tak ingat bahwa Mauren masih berstatus menantu di rumah itu, jangankan melayani Mauren, Bi Jum rasanya ingin menyiram Mauren dengan air minum yang kini sedang ia tuangkan ke gelas Mauren...


...“Masih Nyonya” sahut Bi Jum singkat, lalu tergesa beranjak dari situ, enggan berbicara lama - lama dengan iblis betina di depannya...


Sambil menyendok makanannya, Mauren menatap satu per satu orang di depannya lalu berdehem


...“Ma, aku kepikiran soal keluarga kita deh, belakangan ini kan banyak banget masalah yang terjadi sama keluarga kita, gimana kalau kita sekeluarga liburan Ma, ya itung - itung refreshing sama mengakrabkan diri lagi, kemarin kan banyak kesalah pahaman antara kita”...


Braaakk..


Traaang..


Suara tangan yang mendarat keras di atas meja makan diikuti suara piring beradu dengan sendok dan garpu, Rossy si pelaku penggebrakan meja itu menatap nyalang pada Mauren, Anna, Julian, dan Oma, terutama Mauren terkesiap


...“Kamu bener - bener ga tau malu ya biang rusuh! kamu pikir kami ga punya hati seperti kamu? Bisa - bisanya berpikir liburan disaat baru saja beberapa hari yang lalu kami kehilangan calon anak Rivandra, bahkan aku belum bisa lupa bagaimana wajah Areta yang merintih kesakitan di lantai dapur sana, dan dengan entengnya kamu ngajak kami liburan, dimana otak kamu Mauren?!” Sentak Rossy dengan suara melengking, bahkan para pembantu yang berada di dapur pun bisa mendengar suaranya membuat mereka penasaran apalagi yang terjadi kali ini...


Mauren tergagap, ia tak pernah melihat Rossy semarah ini sebelumnya, ia lalu melirik pada Anna, orang yang selama ini selalu membelanya, tapi kali ini Anna terdiam seribu bahasa.


Rivandra baru saja keluar kamar, ia yang sedang meniti anak tangga untuk turun terpatri di anak tangga terakhir saat mendengar bentakan Rossy yang sangat keras pada Mauren


Senyum Rivandra terbit, wanita jahat seperti Mauren memang pantas diperlakukan seperti itu, Rossy belum tahu saja kalau Mauren pernah punya affair dengan Dave mantan suaminya, kalau Rossy sampai tahu, entah kemarahan seperti apa yang akan Mauren terima.


Rivandra melangkah dengan santai menuju ruang makan, kedua tangannya ia masukkan ke saku celana, senyum terukir diwajahnya yang tampan, ia memang telah ditipu oleh Mauren dengan telak, tapi hatinya lega karena perceraiannya dengan Mauren sudah di depan mata.


Sampai di ruangan makan, jangankan menyapa, Rivandra bahkan tak menoleh pada Mauren, pria itu mendudukkan dirinya di kursi tempat biasa Areta duduk, di samping Oma Mieke


Mauren yang masih ciut karena kemarahan Rossy semakin mencelos, ia pikir begitu Areta pergi maka situasi akan kembali seperti semula, Rivandra akan fokus memujanya lagi, tapi semua tak sesuai perkiraannya


Meski nyalinya mengkerut, tapi Mauren tak akan menyerah untuk mengembalikan posisinya seperti semula


...”Apa Kak Rossy pikir aku ga sedih atas kejadian kemarin Kak? Bagaimana pun anak itu akan jadi anakku juga, tapi aku bisa apa? Dan apa kita harus terus tenggelam dalam kesedihan?” Ujarnya...


Rossy menggeram, tak akan lepas dari ingatannya bagaimana wajah pucat pasi Areta yang mengerang kesakitan, bibir wanita itu tak lepas berdo’a memohon agar anaknya selamat, dan semuanya gara - gara rasa iri Mauren


...“Kamu bilang kamu sedih Mauren? Kamu sedih? Kenapa aku malah yakin kamu malah berpesta atas kegugurannya Areta ya? Kalau kamu ga mau Rivandra punya anak dari wanita lain, harusnya kamu yang hamil!” Rossy meninggikan suaranya sambil bangkit berdiri dari kursinya, dan beranjak dari situ...

__ADS_1


...“Rose, kamu mau kemana?” Pekik Oma pada Rose yang semakin menjauh...


...“Udah ga selera makan Oma, males liat muka tembok seseorang!” Pekik Rossy...


...“Hei Rose, apa kamu pikir Oma mau makan semeja dengan wanita ular? Tunggu Oma Rose!” Pekik Oma pada Rossy yang punggungnya sudah tak terlihat, Oma dengan segera menjalankan kursi rodanya pergi dari situ menyusul Rossy...


Julian dan Anna sama - menghela napas, sedang Rivandra anteng - anteng saja menyantap sarapannya


...“Hiks… “ Mauren mulai mengeluarkan kemampuan akting menangisnya untuk mengais iba dari mertua dan suaminya, “kenapa mereka nyalahin aku Ma? Apa mereka pikir aku sengaja menggugurkan kandungan Areta? Tolong Ma, Pa, Rivan, jelasin sama mereka kalau itu murni kecelakaan!” Tutur Mauren sambil terisak...


Rivandra menghentikan makannya, lalu menyeringai, tatapannya tajam memandang Mauren


...”Benar kah? Apa benar itu kecelakaan?” Emosi Rivandra campur aduk, kemarahan, penyesalan, jijik, dan kebencian berpadu sempurna dan bercokol di hatinya sekarang...


Lagi - lagi Mauren terkesiap dengan sikap suaminya


...”A-apa maksud kamu Rivan? Apa kamu juga tetap menuduhku sama seperti Oma dan Kak Rossy?” ...


Rivandra tersenyum sinis


...”saya yakin Papa dan Mama juga berpikir hal yang sama” ...


Julian kembali menghela napasnya, raut wajahnya yang dingin semakin mencekam, ia lalu bangkit dari duduknya,


...“Papa ke kantor dulu Ma, Rivan” tutur Julian lalu beranjak, Anna sigap mengikuti suaminya tanpa sepatah kata pun...


Rivandra masih menatap Mauren dengan dinginnya, tak ada lagi cinta kasih dalam pandangannya untuk wanita itu


...“Seharusnya kamu ga pulang lagi ke rumah ini, Mauren.. lihat lah ga ada lagi yang mengharapkan kehadiranmu disini, pulang lah ke rumah orang tuamu, atau mungkin… ke rumah DS?” Rivandra menyeringai lagi lalu bangkit berdiri dan meninggalkan Mauren yang mengerutkan keningnya...


Cukup waktu sebentar saja untuk Mauren menyadari apa maksud Rivandra, mata Mauren membelalak, debaran di jantungnya tak karuan, badannya gemetaran sudah, apa Rivandra sudah mengetahui semua? Astaga..


Mauren menggeleng - gelengkan kepalanya menolak pemikirannya sendiri


...”enggak enggak, Rivandra ga mungkin tau apa yang terjadi dulu, ga ada yang tau selain aku, Dave, Adrian, Mama, sama Papa dan ga mungkin satu pun dari kami membocorkannya” gumamnya panik...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Adrian memarkir mobilnya di depan rumah mewah Susan dan Dani, Mauren dengan panik memintanya untuk segera menemuinya disana, pria itu menyegerakan langkahnya, karena kalau mendengar bagaimana paniknya Mauren tadi sudah pasti ada masalah genting yang sedang terjadi


Di ruang kerja, Mauren dan orang tuanya sudah berkumpul, wajah ketiganya terlihat cemas dan putus asa


...“Mauren, ada apa ini?” Tanya Adrian sambil mendudukkan dirinya, napasnya terengah ia setengah berlari dari halaman rumah Mauren menuju ruang kerja yang berada di lantai dua...


Mauren mendekati Adrian dan duduk di sebelahnya, wajah Mauren pucat pasi ketakutan


...“Rian, Rivandra kayaknya udah tau tentang aku sama Dave, gimana ini Rian?Aku ga mau Rivandra sampai menceraikan aku!” Panik Mauren sambil menyugar frustasi rambutnya, Adrian terkesiap...

__ADS_1


...“Mauren, yang tenang! Kamu jangan nyampe kepancing sama omongan Rivandra, kamu pura - pura bego aja kalau mau aman” tutur Dani yang diamini oleh Susan...


...“Bentar Mauren, kamu yakin Rivandra tau soal hubungan kamu dan bos Dave? Tau darimana dia?” Kini Adrian yang panik, bisa habis ia jika rahasia Mauren terbongkar, bukan hanya Rivandra yang mungkin akan membuat perhitungan dengannya, tapi juga Dave...


...“Dia nyebut DS Rian, DS! Siapa lagi DS yang dia maksud kalau menyangkut aku?” Sungut Mauren sambil berdiri lalu berjalan mondar - mandir gelisah...


Adrian termenung sejenak


...“DS?” Gumamnya, ia seperti mengingat pernah menuliskan inisial itu tapi entah dimana, ia tak pernah secara gamblang menyebut nama Dave atau sampai mempublikasikannya, Dave memang tak ingin orang tahu tentangnya, cukup sepak terjangnya saja dibalik layar yang dikenal orang...


...“Ini salah kamu Rian! Seandainya dulu kamu ga maksa aku untuk menjalani hubungan dengan Dave, pasti ga akan gini jadinya, harusnya kamu dulu nyodorin aja si Areta, bukannya si Dave dulu sempet naksir si Areta juga pas dia datang kesini?” Cerocos Mauren...


...“Terus si Areta yang jadi artis beken gitu?” Sengit Adrian...


Susan dan Dani saling pandang


...“Bentar, jadi bos Dave dulu pernah naksir sama si Areta? Gimana bisa?” Tanya Susan tak percaya...


Adrian menghela napasnya


...”jadi dulu bos Dave minta ketemuan sama Mauren di tempat aman Tante, ya saya bawa ke rumah sini karena kalau ke tempat lain pasti banyak yang kenal sama Mauren, terlalu beresiko! Eh pas dateng kesini dia liat Areta, minta dikenalin.. cuma saya bilang si Areta udah nikah” tutur Adrian panjang lebar...


Dani menghela kasar napasnya


...”Bener kata Mauren, harusnya dulu bos Dave dikenalin aja sama si Areta, mau dipake tuh si Areta nyampe rusak juga ga masalah, tapi sekarang kalau sudah begini Mauren yang rugi kan?” ...


...“Loh rugi apanya Om, dia udah jadi artis besar sekarang, artis papan atas! Ga banyak artis baru yang karirnya langsung menanjak kayak dia, semua rumah produksi berebut supaya Mauren yang jadi bintang utama, kalau bukan karena bos Dave mana mungkin Mauren bisa nya pe ke titik ini!” Sanggah Adrian berapi - api...


Dani dan Susan terdiam, tak bisa dipungkiri bahwa ketenaran anaknya membuat mereka bangga juga, salah satu modal yang mereka punya agar layak berbesan dengan keluarga Julian


Mauren mendaratkan bokongnya dengan kasar di sofa sebelah Susan


...“Udah lah yang penting sekarang kita nyari jalan keluarnya! Ma, aku ga mau kalau Rivandra sampai menceraikan aku Ma, aku ga mau! Hiks..” Mauren terisak di pelukan Susan, Ibunya itu mencoba menenangkannya...


Adrian yang dari tadi memutar otaknya mengenai darimana Rivandra bisa mengetahui tentang inisial DS seketika membelalakkan matanya, badannya menegang, tangannya lalu merogoh saku celananya dan meraih ponselnya disana, jarinya bergerak cepat di atas layar ponselnya, ia lalu terduduk lemas ketika memindai foto yang dia unggah dua tahun yang lalu di media sosial, betapa cerobohnya dia menggugah foto sejoli yang sedang menjalani hubungan terlarang, Mauren yang pacaran dengan Rivandra, dan Dave yang baru saja memulai hubungan asmaranya dengan Rossy, meskipun dalam foto itu wajah Dave dan Mauren sudah diblur, tapi mungkin saja Rivandra melihat detail Mauren dan Dave dari barang yang mereka pakai


...“Rian, apa? Kamu liat apa?” Cecar Mauren yang sedari tadi memperhatikan gerakan dan raut wajah gelisah Adrian...


Adrian menyodorkan ponselnya pada Mauren, wanita itu sigap meraihnya, matanya membola melihat foto yang diunggah Adrian disana, begitu pun dengan Susan


...“Kamu bego apa gila sih Rian? Ngapain kamu pake upload foto - foto gini?! Hapus Rian, hapus!” Sentak Mauren sambil melempar ponsel pria itu begitu saja ke pangkuan Adrian, pria itu gupuh menghapus bukti penting yang ia yakini sumber informasi untuk Rivandra...


Dani mengusap kasar wajahnya


...”Adrian, Mauren, hapus semua foto - foto yang kira - kira mengaitkan antara bos Dave dan Mauren, jangan ada satu pun yang tertinggal, ga boleh ada celah untuk Rivandra memiliki bukti untuk menceraikan Mauren!” Titah Dani, Adrian dan Mauren mengangguk, mereka berdua lalu fokus pada ponsel mereka masing - masing untuk menghilangkan bukti apa pun yang ada disana...


Tanpa mereka sadari sebuah bukti penting tengah berada di tangan pria tampan yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka dan dengan sigap merekam semuanya, Fabian yang baru saja pulang setelah semalaman mencari keberadaan April untuk mencari tahu soal Areta tak sengaja melewati ruang kerja yang berjarak tak jauh dari kamarnya, langkahnya terhenti ketika ia mendengar nada tinggi suara Mauren, hampir saja Fabian muntah begitu mendengar isi pembicaraan di dalam sana yang ia rasa sangat menjijikan, ia tak mengira adiknya mampu melakukan hal serendah itu hanya untuk mendapat ketenaran demi pantas bersanding dengan Rivandra, murka pada adiknya saja masih belum hilang karena dengan tega sengaja ingin menggugurkan kandungan Areta, amarahnya kini bertambah sudah. Dan apa maksudnya dengan omongan Papanya tadi tentang Areta, tega - teganya Papanya bicara seperti itu tentang Areta, jahat sekali.

__ADS_1


...”keluarga berengsek” gumamnya sambil beranjak dari situ...


__ADS_2