Satu Suami Dua Istri

Satu Suami Dua Istri
Pesona Seorang Rossy


__ADS_3

Rossy melenggangkan kaki jenjangnya masuk ke rumah sakit Rivandra, hari ini juga ia harus membuat perhitungan dengan perempuan yang mencoba menyusupi rumah tangga adiknya, tak akan ia biarkan siapa pun merenggut kebahagiaan Rivandra dan Areta apalagi jika sampai Lily jadi korbannya, boleh dibilang dialah malaikat pelindung untuk keluarga Rivandra


Pesona Rossy mampu membuat orang - orang yang ia lewati menoleh takjub padanya, tubuhnya yang tinggi langsing, kulit putih mulus kontras dengan rambutnya yang pirang, hidung mancungnya ia pakai untuk menenggerkan kaca mata hitam


Yang sudah tahu kalau Rossy adalah Kakak sang empunya rumah sakit sekaligus istri salah satu dokter senior disitu langsung mengangguk hormat, yang belum tahu memandangi Rossy dari ujung kaki hingga ujung kepala, beberapa berbuntut bisik - bisik mungkin karena dengki atau terpesona


...Melihat Rossy yang tiba - tiba sudah duduk manis di ruangannya, Pandu sedikit terkejut, “Loh sayang, tumben kamu ke datang ke kantor, apa kamu sakit?” Tanya Pandu khawatir...


...“Ada masalah yang harus aku selesaikan Mas” Sahut Rossy dengan wajah serius, Pandu paham betul jika ekspresi wajah Rossy seperti itu, artinya ada masalah besar yang sedang dihadapi oleh istrinya ...


...“Ada masalah apa sayang? Kenapa kamu ga cerita sama saya kalau ada masalah?” Pandu semakin khawatir saja...


...“Mas bisa pertemukan aku dengan dokter baru yang bernama Laura?”...


...Pandu dibuat semakin bingung, “Laura? dokter Laura? Kamu ada masalah apa sama dokter Laura sayang? Apa kalian saling kenal?” ...


...“Nanti Mas akan tau setelah aku ketemu sama wanita itu” tandas Rossy, bicaranya tenang tapi raut wajahnya menyimpan amarah, Pandu tak berani bertanya lebih lanjut, ia lebih memilih memerintahkan asistennya lewat interkom untuk memanggil Laura...


Rossy hanya menunggu sebentar, Laura yang kebetulan baru saja menyelesaikan operasinya tergupuh datang ketika diinformasikan bahwa dokter Pandu memanggilnya, Laura agak terkejut melihat ada perempuan cantik disamping Pandu, tak pernah ia lihat sebelumnya, tapi ia yakin itu adalah istri Pandu, sekaligus Kakak Rivandra, Laura segera memasang senyum terbaiknya, sangat sopan ketika ia menyapa Rossy


...“Duduk!” Titah Rossy tanpa basa basi, Laura agak terkejut dengan sikap Rossy padanya, seingatnya ia tak pernah memiliki masalah dengan Rossy, bertemu pun tak pernah...


Pandu hanya mengamati saja, ia penasaran juga dengan sikap Rossy yang tak bersahabat pada Laura


...“Apa kamu punya perasaan pada Rivandra?” Cecar Rossy langsung pada pokoknya...


Laura terhenyak, Pandu pun sama


...“M - Maksudnya?” Laura jelas bingung dengan pertanyaan Rossy yang begitu tiba - tiba...


...Rossy tersenyum sinis, “ga usah pura - pura lah, itu kan yang kamu sampaikan pada Areta, istri dari Rivandra?” Tohok Rossy, Pandu menghela napasnya, ia mengerti sekarang kenapa Rossy begitu murka...

__ADS_1


...Laura menerbitkan senyumnya, “Jadi ini atas pengaduan Nyonya Areta?” ...


...“Bukan pengaduan, melainkan keluhan karena suaminya memperkerjakan perempuan gila yang menginginkan suami orang lain!” Sengit Rossy...


...Laura menelan salivanya mendengar omongan Rossy yang frontal, “saya menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan, berdasarkan pandangan saya pribadi” sahut Laura dengan gemetaran...


...“Bahwa kamu merasa lebih baik dibanding Areta? Ngerasa lebih hebat? Wanita hebat mana yang menginginkan suami orang lain, hah?” Sengit Rossy, “kamu bangga karena merasa menjadi perempuan sukses? Bangga karena merasa lebih berpendidikan dibanding Areta? asal kamu tau ya, kamu ga ada apa - apanya dibanding Areta!”...


Laura terbata hendak menjawab, tapi tak ada kata yang bisa terucap, tenggorokannya tercekat


...“Kamu pikir Rivandra adik saya akan memilih istri sembarangan? Kamu pikir keluarga saya akan asal saja menerima menantu, hah? Untuk kami Areta lah yang terbaik buat Rivandra, kualifikasinya sudah teruji, selain cantik dan cerdas, dia juga baik hati, kehormatannya tinggi, ga seperti kamu yang merendahkan diri dengan mengharapkan suami orang lain”...


Deg..


Wajah Laura merah padam, Rossy benar - benar mempermalukannya


...“Kenapa? Malu? Tersinggung? Apa kamu ga malu saat mengungkapkan perasaan kamu pada suami orang lain di depan istrinya sendiri, hah?” Sentak Rossy, “cih, menjijikan!” Ucap Rossy berdecih jijik...


Pandu masih hening, tak juga meredam kemarahan Rossy, ia setuju dengan amarah yang diluapkan istrinya, bisa - bisanya Laura menginginkan Rivandra, bahkan sampai terang - terangan memberi tahukannya pada Areta, jelas tak akan ia biarkan rumah tangga adik angkatnya itu disusupi pihak ketiga. Laura masih saja tertegun, otaknya berpikir keras bagaimana caranya menyusun kata - kata untuk meyakinkan kalau ia lebih baik dari Areta


Laura tertunduk semakin dalam, tak ia sangka hinaan yang ia lontarkan pada Areta justru berbalik menyerangnya


...“Jadi jangan bermimpi, bahkan jangan berharap atau berpikir kamu akan bisa menggeser posisi Areta, jangankan dengan cara licik seperti yang kamu lakukan, bahkan dengan cara baik - baik pun kami ga akan pernah menerima kehadiran wanita lain selain Areta dalam kehidupan Rivandra, jelas?! Sentak Rossy lagi ...


Laura nyaris menangis, kubangan jernih sudah menggelayut di pelupuk matanya


Braaakk…


Rossy menggebrak meja kerja Pandu, membuat suaminya itu melonjak kaget, Laura pun sampai memejamkan matanya


...“Jelas tidak?!” Sentak Rossy lagi...

__ADS_1


Laura tak bergeming, hanya air mata yang mulai mengaliri pipinya, tak pernah sekali pun dalam hidupnya ia dihina mati - matian seperti ini, selama ini ia selalu menerima puja dan puji


...“Kalau sudah jelas, keluar! Saya ga pengen lama - lama melihat wajah wanita dengan jiwa pelakor yang bersembunyi dibalik gelar dan pendidikan seperti kamu!” Sengit Rossy...


Laura tak membantah, tanpa pamit ia segera keluar ruangan Pandu sambil menyeka air matanya yang mengalir deras karena shock dan malu, langkahnya gontai menapaki koridor rumah sakit karena kakinya gemetaran dengan dada yang teramat sakit, bukan hanya karena hinaan Rossy, tapi juga penolakan dan penegasan bahwa ia tak akan pernah bisa mendapatkan Rivandra yang sudah jadi obsesinya dari ia masih di bangku SMA dulu, saat Ibunya mengajaknya untuk mengikuti reuni bersama Anna, yang mempertemukannya untuk pertama kali dengan Rivandra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jika hati Laura sedang hancur, maka hati Areta sedang berbahagia, selain karena kondisi Lily jauh membaik, hubungannya dengan Rivandra pun menghangat kembali, kesalah pahaman diantara mereka sudah bisa teratasi dengan sangat baik, hal itu pun membuat keluarga Rivandra ikut bernapas lega, mereka memang khawatir luar biasa ketika melihat hubungan Rivandra dan Areta yang merenggang, jadi ketika melihat suami istri itu berbaikan sekalian saja mereka membiarkan keduanya untuk menghabiskan waktu berdua di kamar mereka, sedang Lily diambil alih pengasuhannya oleh Anna dan Amel, lagi pula Rivandra dan Areta jelas membutuhkan waktu untuk istirahat, semalaman mereka tak tidur karena mengawasi kondisi Lily


...“Selamat pagi sayang” sapa Rivandra pada Areta yang baru membuka matanya, pria itu menopang kepala dengan sebelah tangannya sambil memperhatikan lekat gerak gerik istrinya...


...Senyum Areta terbit melihat pemandangan indah di depannya, meskipun dengan rambut yang masih acak - acakan pria itu konsisten terlihat tampan, “Udah berapa lama Kak Rivan bangun dan ngeliatin aku?” Tanya Areta sambil menggeliat manja...


...“Cukup untuk bisa menebak kira - kira kamu mimpi apa” sahut Rivandra ...


...“Oh ya, emangnya kira - kira aku mimpi apa?” ...


...“Mimpiin saya kan? Kamu senyum - senyum soalnya” ...


...“Iya, aku mimpiin Kak Rivan” sahut Areta sambil merangsek ke dalam dada Rivandra ...


...Rivandra tersenyum bangga, “Mau mandi bareng?” Tanya Rivandra ...


...“Berendam bareng!” Sahut Areta manja, semakin senang saja Rivandra, pria itu lalu beringsut bangkit dari tempat tidurnya, dengan tangannya yang berotot ia membopong Areta menuju kamar mandi ...


...“Berendamnya agak lama ya, mau sambil dengerin musik?” Tanya Rivandra lagi...


...Areta mengangguk, “pake banyak lilin juga” sahut Areta manja...


...Rivandra jelas senang dijadikan istrinya tempat bermanja, “Siaaap” sahutnya...

__ADS_1


Benar agak lama mereka berendam di jacuzzi, sambil mendengarkan musik romantis dengan semilir wangi dari banyak lilin aroma therapy, keduanya saling memejamkan mata menikmati kulit yang saling bersentuhan, Areta bahkan sampai sempat terlelap dalam rengkuhan Rivandra yang setia memeluknya dari belakang.


Keromantisan keduanya tak berhenti sampai disitu, selesai mandi mereka kemudian menyantap sarapan yang sudah terhidang di meja kamar mereka, penuh dengan hidangan sarapan di perut mereka, kedua sejoli itu berolahraga ringan sebentar sambil bersenda gurau, bukan Rivandra namanya kalau ia tak memanfaatkan kesempatan, mencumbu yang berujung dengan aktifitas panas pun mereka lakukan sebelum kemudian mereka terlelap tidur kembali dengan hati yang penuh kebahagiaan.


__ADS_2