Satu Suami Dua Istri

Satu Suami Dua Istri
Resepsi Akbar Rivandra - Areta


__ADS_3

...“Putri Mama cantik sekali” puji Tante Amel, Ibunya Pandu pada Areta, senyumnya merekah bangga melihat pesona putri angkatnya itu dalam balutan dress berwarna putih...


Areta berseri mengagumi wajahnya sendiri, entah berapa Rivandra membayar make up artistnya itu, pekerjaannya memuaskan!


...“Beneran cantik Ma?” ...


Amel masih dengan senyum bangganya membelai lembut rambut Areta yang dibiarkan tergerai


...”Mama yakin putri Mama akan jadi pusat perhatian malam ini, lihat saja nanti” wanita anggun itu lalu merogoh tasnya, meraih kotak perhiasan beludru berwarna hitam, jari lentiknya mengeluarkan kalung berkilauan, lalu pelan mengalungkannya di leher Areta...


Mata Areta membulat melihat perhiasan berlian yang ia tahu pasti harganya selangit itu kini mengalung di leher jenjangnya


...“M-Mama, ini buat aku?” ...


...“Iya sayang, ini hadiah dari Mama, Papa, Mas Pandu, sama Mas Raja buat kamu, semoga kamu suka ya sayang” tutur Amel...


Hati Areta terasa penuh, baru dalam hitungan minggu mereka dekat tepat setelah pernikahan Rossy dan Pandu, lalu orang tuanya Pandu mendeklarasi Areta sebagai anak perempuannya, dan kini memberikan perhatian sebesar itu seolah Areta memang darah dagingnya


...“Terima kasih Ma” tutur Areta lirih, ia memberanikan diri memeluk pinggang Mama angkatnya, Amel tentu saja menyambut pelukan hangat Areta dengan suka cita, membelai sayang rambut anak ketemu gedenya itu...


...“Jangan nangis dong sayang, nanti make upnya luntur loh, repot deh harus ngulang make up dari awal” ujar Amel meski air matanya pun sudah lolos membasahi pipinya yang berbedak tebal...


Areta mengurai pelukannya, meraih tisu dan mengusap sangat pelan air matanya tak ingin make upnya yang butuh waktu dua jam itu diulang lagi


...“Mama kenapa baik sekali, padahal kita baru ketemu, dianggap sebagai anak saja sudah anugerah buatku Ma, Mama ga perlu memberikan aku hadiah semahal ini” ...


...“Mama jauh lebih beruntung karena mendapatkan putri di usia Mama yang udah ga muda lagi Nak, dari dulu Mama pengen punya seorang anak perempuan yang Mama bisa kepangin rambutnya, Mama bisa beliin dress - dress lucu, terus Mama ngelihat dia dandan cantik saat pernikahannya” tutur Amel, bibirnya penuh senyum, matanya menerawang, ia lalu mengecup sayang pucuk kepala Areta, “terima kasih karena kamu mengizinkan Mama memenuhi impian Mama” ...


...“Mama boleh kok ngepangin aku nanti” tawar Areta...


...“Ahahaha.. iya sayang, nanti Mama kepangin rambut kamu ya, terus Mama pakein pita warna pink, semoga Rivandra ga protes nanti” tawa Amel renyah, bahagia menyelimutinya...


...“Ma, udah selesai belum dandannya? Keluarga besar Rivandra sama tamu undangan udah pada nungguin itu” Ucap Radit pada istrinya, pria itu lalu menjatuhkan pandangannya pada Areta, senyumnya mengembang saat memandangi anak angkatnya itu, tatapannya bangga layaknya seorang Ayah pada putrinya ...


...“Ah iya.. iya Pa, ini udah mau selesai, tinggal touch up sedikit lagi, barusan ada drama tangis - tangisan soalnya” celoteh Amel, lalu memberi kode pada para staf make up artist untuk merapi - rapikan lagi Areta...


Radit menghela napasnya

__ADS_1


...“Aduh kenapa putri kita dibikin nangis Ma? ini hari bahagianya loh, harusnya dibikin ketawa, bukan nangis Mama!”Protes Radit...


Amel usil memajukkan bibirnya


...“Heemm.. coba aja tadi Papa disini juga, Mama jamin Papa yang bakal duluan nangis, orang Papa melow gitu kok!” Goda Amel...


...“Ya sudah sudah, ayo cepet, acaranya udah mau dimulai” titah Radit tak sabaran...


Setelah pasti tampilan Areta tanpa cela, dengan digandeng Mama dan Papanya Areta melangkah anggun menuju ke ballroom hotel tempat diadakannya acara, Areta tak tahu kejutan besar telah disiapkan suaminya di ballroom itu


Areta terhenyak begitu pintu ballroom dibuka, bagaimana tidak jika ballroom super luas yang disesaki banyak orang itu telah disulap bak negeri dongeng, bertema warna putih senada dengan dress code para tamu undangan, dekorasi bunga segar mawar putih penuh menghiasi dari sudut ke sudut, lampu kristal raksasa gemerlap menjuntai di tengah - tengah ballroom, ornamen klasik dan mewah ada di pelaminan dan pilar - pilar raksasa bernuansa emas, sedang bunga lily berwarna putih memenuhi jalan dari ambang pintu menuju pelaminan khusus untuk dilalui Areta untuk menyongsong suaminya, gaun putih mewah bertabul kristal Swarovski berekor panjang dan busui friendly yang membalut tubuh Areta berkilauan ditempa lampu sorot ketika wanita cantik itu mantap melangkahkan kakinya setelah kedatangannya diumumkan oleh pembawa acara, Rivandra benar - benar membuat Areta menjadi ratu sehari


Kehadiran Areta di ballroom menyita perhatian para undangan, apalagi ketika seorang violin syahdu memainkan lagu romantis dari biolanya, mengiringi langkah Areta menuju Rivandra yang sudah berdiri tegak menantinya di pelaminan, dan lihatlah suaminya itu, ia begitu tampan dalam tuxedo warna putihnya, wajahnya berseri melihat istrinya yang menawan.


Areta semakin bahagia karena bukan hanya Rivandra yang ada disana, di sebelah Rivandra berdiri dengan senyuman lebar Julian dan Anna, tak jauh dari mereka Rossy yang mengemban Lily berdampingan dengan Pandu dan Oma Mieke, tak ketinggalan April pun hadir berdiri berdampingan dengan Raja, adiknya Pandu


Tak ada mata yang tak menatap Areta dan Rivandra, bukan hanya rupa mereka yang menjadi bahan bisik - bisik, kisah mereka pun tak luput dari bahan omongan, Areta si cantik yang kini dijuluki Cinderella, upik abu yang naik tahta menjadi Nyonya tuan muda. Yang memuji Areta jelas banyak, tapi yang mencibirnya pun masih ada, untuk sebagian orang label pelakor sudah terlanjur tersemat padanya sulit untuk dihilangkan, tapi Areta tak peduli, ia tak akan memaksa siapa pun untuk mempercayai kisahnya. Areta tetap berjalan tegak mengikuti alunan biola menyongsong suaminya yang ia tahu sudah tak sabaran ingin segera bersanding dengannya


Suara tepuk tangan dan siulan dari teman - teman dan pegawai Rivandra di rumah sakit berlomba dengan back sound lagu cinta yang mengalun begitu Rivandra mengambil Areta dari dampingan Amel dan Radit, mengapitkan lengan Areta ke lengan kokohnya, membawanya menuju kursi pelaminan, seorang rekan Rivandra bahkan barbar menyuruh atasannya itu untuk mencium sang istri tercinta, Rivandra tak malu - malu ketika mendaratkan ciumannya di pipi Areta, mengundang tepuk tangan dan keriuhan lagi, tak menyangka jika bos mereka yang super dingin di rumah sakit ternyata bisa romantis juga


...”Terima kasih Kak” ujar Areta terharu dengan usaha Rivandra untuk membahagiakannya...


...“Terima kasih aja?” Protes Rivandra ...


Areta mendengus


...“Sudah ku duga, pasti ga gratis!” ...


...“Ahahaha.. ga ada yang gratis di dunia ini sayang!” Tandas Rivandra...


Arete memiringkan wajahnya, berbisik lembut di telinga Rivandra


...“Baiklah, akan aku bayar lunas dengan kerja kerasku malam ini Kak” godanya...


Blush..


Wajah Rivandra seketika memerah, teringat bahwa malam ini adalah malam pertama mereka setelah puasa panjang pasca kelahiran Lily

__ADS_1


...“Gimana?” Rayu Areta, senang menyiksa suaminya yang saat ini meneguk ludahnya berkali - kali...


...“S - saya tunggu” sahut Rivandra terbata, tak sabar menanti malam pertamanya kembali...


...****************...


Acara telah berlangsung berjam - jam Areta bahkan sudah berkali - kali bolak balik masuk ke ruangan khusus untuk menyusui Lily, tapi gelombang tamu sepertinya tak surut juga, jika Areta masih bisa mengembangkan senyumnya menyambut orang yang menghaturkan kata selamat pada mereka maka tidak dengan Rivandra, wajahnya kembali dingin sudah tak betah berbasa - basi nampaknya


Jika Rivandra sudah enggan menerima ucapan lagi, maka tidak dengan orang tuanya dan orang tua angkat Areta, mereka sang pelaku yang mengundang banyaknya tamu undangan untuk datang masih sumringah menyambut relasi - relasi mereka


Areta sendiri seringkali meninggalkan suaminya di pelaminan, selain karena harus menyusui Lily, juga karena beberapa kali Amel dan Radit memboyong putrinya itu untuk diperkenalkan pada teman - teman dan keluarga besar mereka, selesai dengan Amel dan Radit, Julian dan Anna pun melakukan hal yang sama, pamer menantu cantik mereka pada relasi bisnis dan saudara yang datang, belum lagi Oma yang heboh memanggil Areta untuk diperlihatkan pada teman - teman artis seniornya, hari ini Areta super sibuk sekali.


Rivandra sudah seperti robot sekarang, duduk sebentar lalu berdiri ketika ada yang menyalaminya, sedang Areta masih kuat menerbitkan senyum di wajahnya, meski kaki dan tangannya sudah kebas tapi bahagia menjadi pelipur lelahnya


Kejutan untuk Areta tak berhenti sampai disitu, di tengah - tengah acara saat Rivandra sudah mulai manyun seorang penyanyi mancanegara tiba - tiba muncul menyanyikan lagu, Bruno Mars membuat para undangan yang hadir histeris apalagi ketika penyanyi beken itu menyanyikan lagu “just the way you are”, lagu favorit Areta. Rivandra sudah lama menyiapkan kejutan itu untuk Areta, ia tahu betul istrinya itu mengidolakan Bruno Mars dari lagu - lagu yang selalu di dengarkan Areta


Areta nyaris pingsan, melongonya saja lama, bahkan tak sadar ketika Bruno Mars berdiri di depannya dengan tangan terulur mengajaknya untuk bangkit dan ikut mendendangkan lagu, Areta masih seperti mimpi matanya berkaca - kaca menatap Rivandra agar meyakinkannya bahwa itu nyata, senyum dan anggukan sang suami fix mengkonfirmasi bahwa dia sedang tak mimpi


Anna sang mertua setengah mendorongnya agar menerima uluran tangan Bruno Mars, membiarkan menantunya itu bersenang - senang, buah kesabarannya menjalin hidup yang tak mudah selama ini. Areta kini berjalan dalam gandengan Bruno Mars, masih diiringi teriakan histeris dan jepretan banyak sekali kamera ponsel, yang menyempatkan datang ke hajatan Rivandra malam itu jelas merasa beruntung, siapa sangka Rivandra mengundang penyanyi kelas dunia untuk membahagiakan istrinya, yang tak datang sudah dipastikan gigit jari


Di tengah - tengah panggung Areta seperti bukan dirinya, ia ceria berdendang bersama idolanya, tubuhnya ringan bergoyang mengikuti irama meskipun suara sedikit fals pun ia tetap menuai puji, tertutup oleh kecantikan wajahnya dan gaunnya yang wah


“Just the way you are…. “ dendang Areta dan Bruno Mars kompak ditimpali para hadirin, riuh kembali terdengar, sorak dan tepuk tangan meramaikan acara, baby Lily yang sudah terlelap bahkan sampai harus diungsikan bersama pengasuhnya ke kamar tempat mereka menginap di hotel itu, tak ingin sang bayi terbangun karena suara gaduh


Rivandra dari pelaminan melihat puas kebahagiaan istrinya, tak sia - sia asistennya hampir sebulan menghubungi management Bruno Mars, membayar lebih agar bintang kesayangan Areta itu bisa hadir di acara spesial mereka, sepadan dengan keceriaan Areta malam ini.


“Every day I wake up next to an angel, more beautiful than words could say… “


Potongan lirik lagu kedua yang dibawakan Bruno Mars menyadarkan Rivandra bahwa sudah waktunya ia ikut bergabung dengan Areta,


Hadirin yang melihat Rivandra berjalan menuju Areta dengan gagahnya kembali histeris, apalagi saat tangan Rivandra meraih tangan Areta untuk berdansa dengannya, makin heboh lah orang - orang disana. Diiringi suara merdu mendayu keduanya larut dalam perasaan mereka, Areta yang tak bisa berdansa cukup melabuhkan kepalanya saja di dada Rivandra, sedang tangan prianya melingkar di pinggang Areta, badan keduanya bergerak pelan mengikuti irama


Pandu menangkap atmosfer romantis, tak ingin kalah oleh afeksi adik iparnya, ia menggandeng Rossy membawa istrinya itu untuk berdansa bersamanya, beberapa pasangan muda terhipnotis untuk ikut serta bahkan April pun diminta berdansa oleh Raja, wanita tomboy itu tak kuasa menolak pun melihat wajah Raja yang memohon, jadilah ia yang tak pernah berdansa sekali pun itu hanya menggeser - geser kaku tubuhnya saja, beruntung Raja dengan sabar mengimbanginya. Pasangan muda mudi itu syahdu bergerak sambil saling menatap diiringi suara merdu milik Bruno Mars


Areta ibarat kuda yang lepas dari kandangnya, ia larut dalam kebahagiaan yang diciptakan suaminya, ia tak malu menggoyangkan tubuhnya, memeluk Rivandra, dan ikut bernyanyi dengan lantang lagu apa pun yang tengah dibawakan penyanyi gandrungannya itu


Meski waktu sudah larut malam, tak ada satu pun yang rela beranjak dari tempat acara, selain sibuk mengabadikan kedatangan bintang internasional, mereka juga tak mau melewatkan kesempatan untuk mendapatkan satu unit mobil sebagai door prize yang disiapkan keluarga Rivandra atas rasa syukur kebahagiaan putra putri mereka.

__ADS_1


__ADS_2