
Areta menatapi pesawat yang membawa Fabian terbang ke Swiss, Fabian memutuskan untuk melanjutkan kembali hidupnya setelah beberapa lama ia larut dalam duka, hari ini tepat seminggu setelah pernikahan April, Fabian pulang ke negara tempat ia menetap beberapa tahun terakhir ini.
Entah kenapa melepas pria itu terasa lebih berat sekarang, mungkin karena melihat bagaimana raut sedih Fabian tadi, Areta tahu betul kalau Fabian sudah tak memiliki semangat hidup, siapa lagi yang Fabian perjuangkan sekarang? Mauren sudah tak ada, Areta pun tak mungkin dimilikinya, sedang orang tuanya, Fabian sungguh tak peduli lagi pada mereka, dendam masih bercokol di hati Fabian atas apa yang dilakukan oleh orang tuanya pada Mauren dan pada Areta.
...“Kamu ga apa - apa sayang?” Tanya Rivandra sepulang mereka dari bandara setelah mengantarkan Fabian, Rivandra cemas melihat Areta yang tampak murung...
...Areta menoleh pada Rivandra, lalu mendaratkan kepalanya di bahu suaminya itu, “kasihan Kak Fabian Kak, dia kayak udah ga punya semangat hidup” sahut Areta lesu...
...Rivandra mencium hangat kening Areta, “tenang aja, saya kenal betul seperti apa Fabian, dia pria kuat dan tangguh, nanti kita sering - sering jengukin dia di Swiss supaya dia ga ngerasa kesepian” hibur Rivandra ...
Areta tersenyum lega, Rivandra memberinya solusi, ada harapan ia akan bertemu denan sepupunya itu lagi
...“Kak, berhenti sebentar!” Titah Areta tiba - tiba, Rivandra refleks menghentikan mobilnya yang tengah melaju, alhasil ia dihujani suara klakson kendaraan di belakangnya...
...“Ada apa sayang? Ada yang sakit?” Tanya Rivandra cemas...
...“Ada tukang sate gerobak Kak, berhenti sebentar boleh ga? Aku pengen banget makan sate” rengek Areta...
...Rivandra manut, tak protes sedikit pun, ia dengan sabar menepikan mobilnya, “mau makan disana atau dibungkus aja?” Tanya Rivandra lembut...
...“Makan di mobil kayak dulu, pas banget kan cuacanya lagi mendung gini” ucap Areta sumringah...
...“Kalau seperti dulu berarti habis makan sate kita ke hotel gitu?” Goda Rivandra ...
...Areta terkekeh, “asal Kak Rivan beliin satenya yang banyak” ...
...“Mau dibeli sama gerobaknya sekalian?” Tantang Rivandra, sebelah alisnya terangkat dengan seringai lebar...
...Areta berdecak, “Kak ayolah, nanti malah kehabisan satenya!” Rengek Areta lagi...
Rivandra mengacak puncak rambut istrinya sebelum ia turun dari mobil dan beranjak untuk membeli sate yang sedang di idamkan istrinya itu
Areta menunggu lama di dalam mobil, entah berapa banyak sate yang dibelikan Rivandra untuknya sampai Areta tertidur
...“Sayang, bangun! Satenya udah mateng nih” ucap Rivandra sambil mengusap - usap lembut pipi Areta...
Areta menggeliat lalu mengerjap - ngerjapkan matanya, langit sudah semakin gelap, bahkan lampu jalan sudah semarak menerangi jalan raya
...“Udah malem ya? Kak Rivan beli satenya lama banget, emang beli berapa banyak Kak?” Tanya Areta dengan suara serak...
...“Maaf lama ya sayang, tadi saya beli 100 tusuk supaya kamu kenyang” sahut Rivandra ringan, sementara Areta melongo dibuatnya...
...“Kak aku laper, bukan kesurupan!” Sewot Areta sambil menerima banyak bungkusan berisi sate...
...“Ahahaha.. jaminan supaya kita ke hotel sayang, tadi katanya kita ke hotel kalau saya beliin banyak sate!” Sanggah Rivandra ...
...“Heeemm.. iya juga sih” sahut Areta kemudian, tak apalah ia menerima sate sebanyak itu, hitung - hitung membantu penjual satenya, Areta lalu antusias membuka bungkusan sate, melahap satu tusuk sate kambing berbumbu kacang kesukaannya, tapi tak lama Areta bergegas keluar dari mobil, setengah berlari menuju belakang mobil dan memuntahkan semua isi perutnya, tiba - tiba saja mual melandanya...
...“Sayang, kamu ga apa - apa?” Tanya Rivandra yang mengekorinya dengan panik ...
...Areta membersihkan mulutnya dengan tisu yang disodorkan Rivandra, “ga tau kenapa Kak belakangan ini aku sering mual, stress kali ya?” Sahut Areta...
Rivandra terdiam sejenak, pria itu lalu membantu istrinya yang tengah berjongkok untuk bangkit, lalu membimbingnya dengan sabar menuju mobil
__ADS_1
...“Kita ke rumah sakit dulu ya” ucap Rivandra begitu mereka telah duduk di dalam mobil...
...“Mau ngapain, Kak? Kak Rivan masih ada kerjaan? Katanya mau ke hotel?!” Tanya Areta...
...Rivandra menerbitkan senyumnya, “bentar aja” sahutnya...
Sepanjang perjalanan Rivandra tak berhenti tersenyum, sesekali ia mengelus - elus rambut Areta yang sebentar - sebentar terlelap tidur
...“Kak, kalau udah nyampe kasih tau ya, aku ngantuk banget, ga tau kenapa belakangan aku gampang banget ngantuk Kak” gumam Areta...
...“Iya, kamu istirahat aja sayang, nanti saya bangunin kalau udah sampai rumah sakit” sahut Rivandra ...
Perjalanan ke rumah sakit tak memakan waktu lama, Rivandra memacu kendaraannya lebih cepat, ia ingin segera memastikan bahwa dugaannya benar
Di iringi sapaan hormat dan wajah - wajah penasaran para karyawan akan kedatangan bos besar beserta istrinya di malam hari, Rivandra menggandeng Areta menuju poli kebidanan, menemui dokter kandungan disana
...“Kak, kok kita kesini?” Tanya Areta kebingungan...
...“Sayang, denger… kalau dilihat dari gejalanya kemungkinan besar kamu hamil, tapi kita pastiin lagi ya” sahut Rivandra ...
...“H - hamil Kak? Serius aku hamil Kak?” Tanya Areta antusias, ia lalu mengingat - ingat lagi kondisi tubuhnya dan semua gejala yang dirasakannya, ia memang sudah telat datang bulan selama tiga minggu tapi ia tak berpikir kalau ia hamil, ia mengira itu hanya karena stress akibat kepergian Mauren yang tiba - tiba...
...“Kita pastiin dulu” sahut Rivandra, Areta mengangguk menyetujui, lalu masuk bersama Rivandra ke dalam ruangan pemeriksaan kebidanan...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masih pagi sekali ketika Rossy dan Pandu sudah datang ke kediaman Julian, membawa banyak sekali kue - kue dan kudapan lain, raut wajah keduanya tampak bahagia, menambah semarak acara sarapan bersama pagi itu
...“Oma seneng banget kalau pagi - pagi liat wajah - wajah bahagia cucu - cucu Oma gini, tapi ngomong - ngomong emang ada kabar menyenangkan apa?” Tanya Oma...
...Rossy dan Pandu saling pandang lalu menebar kembali senyumannya, Pandu berdehem, “Papa, Mama, Oma, Rivandra, Areta, ada pengumuman penting” tutur Pandu menyita perhatian semua orang disana termasuk Julian yang tadinya sedang fokus pada layar tabletnya...
...“Rossy hamil lagi” ucap Rossy ceria...
...“Benarkah Rose? Ya Tuhan terima kasih” ucap Oma bahagia...
...“Kamu hamil lagi, Nak? Hamil lagi?” Tanya Anna meyakinkan dirinya...
...“Iya Ma, sudah 6 minggu” sahut Rossy, Anna begitu senangnya, ia memburu memeluk Rossy lalu mengelus - elus perut Rossy...
...“Selamat Pandu, Papa sangat bahagia, jaga anak kalian baik - baik” ucap Julian tak kalah senangnya...
Sementara Rivandra dan Areta saling pandang, kaget dengan kabar yang dibawa Rossy
...“Apa kita kasih tau aja Kak? Atau besok aja ya?” Bisik Areta...
...“Kenapa ditunda?” Tanya Rivandra yang ikut berbisik, Rossy tanggap ketika kedua adiknya itu tak merespon berita kehamilannya...
...“Rivan, Areta, kalian kenapa? Kalian lagi ada masalah?” Cecar Rossy...
...Areta tergagap, “B - bukan gitu Kak, ga ada masalah apa - apa kok, selamat ya Kak, aku ikut seneng” ucap Areta...
...“Areta juga hamil lagi Kak, usia kandungannya 7 minggu” tandas Rivandra tak ingin menunda lagi menyampaikan kabar bahagia yang ia dan Areta miliki...
__ADS_1
Kali ini semua terhenyak kaget, dua kabar gembira dalam satu waktu, dua kehamilan yang waktunya nyaris bersamaan
...“Ya Tuhan Areta, apa bener kamu hamil lagi Nak?” Cecar Anna, wajahnya berseri bahagia dengan mata berkaca - kaca...
...“Iya Ma, sudah dipastikan sama dokter kandungan tadi malam” sahut Areta...
...Kali ini Anna memburu Areta, disusul Rossy yang ikut bangkit untuk memeluk adik iparnya itu, “selamat ya sayang, Mama seneng banget, ya Tuhan terima kasih” ucap Anna tak berhenti - hentinya bersyukur...
...”Selamat ya Areta, Kak Rossy ikut seneng, eh ngomong - ngomong kita bisa periksa kandungan bareng dong? Terus belanja kebutuhan bayi bareng juga” tutur Rossy antusias...
...“Lahiran bareng juga bisa Kak, kita atur aja waktunya, jadi nanti ulang tahunnya bareng” sahut Areta gembira...
...“Ah iya bener juga, ah senengnya” ucap Rossy, kini keduanya saling berpelukan hangat, refleks sedikit meloncat - loncat girang juga...
...“Sayang, jangan loncat - loncat gitu! Kamu lagi hamil muda!” Protes Rivandra ...
...“Rose, duduk! Jangan loncat - loncat gitu!” Titah Pandu tak kalah galak dari Rivandra, kedua Ibu hamil itu cengengesan lalu kembali duduk di kursinya masing - masing...
Tanpa mereka sadari Oma tengah berderai air mata sekarang, bukan karena sedih, tapi karena bahagia yang tak terkira
...“Terima kasih Tuhan, terima kasih” gumam Oma sambil mengusap air matanya, sang cucu - cucu sigap bangkit dari duduknya lalu mendekati Oma, memeluk Oma penuh kasih...
...“Papa sampai speechless, bingung mau ngomong apa selain rasa syukur yang tak terhingga, terima kasih Pandu, Rossy, Rivandra, Areta yang sudah memberikan kami para orang tua kebahagiaan lagi yang tak terkira, setelah kehadiran Lily di tengah keluarga kita” ucap Julian, pria yang biasa dingin itu pun untuk pertama kalinya meneteskan air mata, air mata kebahagiaan, Anna di sebelahnya memeluk suaminya itu, ikut menikmati euphoria kebahagiaan yang tengah menyelimuti keluarganya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lebih dari 8 bulan kemudian…
Napas Rivandra terengah setelah ia lari tunggang langgang masuk ke dalam ruang tindakan persalinan, sang istri tampak sedang kepayahan menahan rasa sakit yang teramat
...“Sudah pembukaan berapa dok?” Tanya Rivandra pada dokter kandungan yang tengah menangani Areta...
...“Sudah pembukaan lima, dok” sahut dokter itu, ia kemudian lanjut memberikan instruksi pada Areta...
...“Maaf saya telat sayang, tadi ada pasien yang harus saya operasi dulu” tutur Rivandra pada Areta sambil menghadiahkan ciuman bertubi - tubi di dahi istrinya, tangannya menggenggam erat tangan Areta untuk memberinnya kekuatan...
...“Ga apa - apa Kak, anak kita juga kayak ngerti, dia belum mau keluar sampai Papanya dateng” sahut Areta sambil meringis menahan sakit yang teramat...
...“Jagoan Papa, jangan lama - lama ya di dalam, kasian Mama” ucap Rivandra sambil mengelus perut Areta yang membuncit...
...“Kak Rose gimana Kak?” Tanya Areta, ia teringat pada Kakak iparnya itu yang juga tengah ditangani untuk persalinannya...
...“Kabar terakhir tadi masih persiapan untuk operasi caesar, ada Mas Pandu, Mama Amel dan Papa Radit yang nungguin, Raja juga ada, di depan ada Papa, Mama, Oma, dan April yang nungguin kamu. mereka gantian bolak balik nungguin kamu dan Kak Rossy” tutur Rivandra ...
...“Lily, Lily dimana Kak?” Tanya Areta ...
...“Lily lagi sama pengasuh - pengasuhnya di ruangan saya, nanti kalau adiknya sudah lahir, Lily saya bawa untuk nemuin kamu dan adiknya” jawab Rivandra, tangannya telaten menyeka peluh yang membasahi pelipis Areta...
Areta tersenyum lagi berganti meringis karena sakit yang teramat hebat menerpanya lagi
Nyaris sore ketika kedua kabar bahagia itu di dengar keluarga, bayi tampan Rivandra dan Areta, dan bayi perempuan cantik milik Pandu dan Rossy telah lahir dengan selamat dan sempurna tanpa kekurangan satu apa pun, seluruh keluarga haru biru hanyut dalam kebahagiaan, bukan hanya keluarga, para rekan dokter, karyawan rumah sakit, dan para pasien pun ramai - ramai mengucapkan selamat atas kehadiran dua penerus Rivandra dan Pandu dalam waktu yang nyaris bersamaan.
Fabian pun yang sedang berada di Swiss turut bahagia ketika mendapat kabar kelahiran anak kedua Areta, cukup lama ia video call dengan Rivandra dan Areta tadi untuk melihat jagoan kecil wanita yang sampai saat ini masih sangat ia cintai itu, cinta yang tulus karena ia bahagia melihat Areta bahagia, kebahagiaan sebagai ganti atas semua penderitaan yang Areta alami sejak ia masih kecil dulu.
__ADS_1
\~ Selesai \~
(Dear All, demikian novel author yang ke-2 berjudul “Satu Suami Dua Istri”, terima kasih untuk semua support, apresiasi, komen, like, gift, saran, dan ide yang diberikan oleh teman - teman pada Author, nantikan novel ke-3 author yang berjudul “Transaksi Di Atas Ranjang Suami”, sekali lagi terima kasih all, bahagia dan sehat selalu semuanya.. ❤️❤️❤️❤️❤️🥰🥰🥰🥰🙏🏻🙏🏻🙏🏻)