Satu Suami Dua Istri

Satu Suami Dua Istri
Perlindungan Seorang Suami


__ADS_3

Rivandra hening ketika mendengar laporan dari Pandu mengenai kejadian antara Rossy dan Laura seminggu yang lalu, saat dirinya absen dari rumah sakit untuk menemani Lily dan Areta. Rivandra memang sudah mendengar sekilas apa yang terjadi dari Areta, tapi istrinya itu tak menjelaskan lebih detil, kini Rivandra semakin paham apa motivasi istrinya ngotot bekerja kemarin, pantas saja Areta bahkan rela meninggalkan Lily untuk memulai karirnya, ternyata ia mendapat penghinaan sedemikian rupa dari Laura.


Atas dasar laporan dari Pandu, siang itu Rivandra menggelar sebuah rapat besar khusus untuk dokter - dokter baru dan dokter - dokter senior, rapat dadakan yang di gelar pemilik rumah sakit itu jelas mengundang tanda tanya karena seingat mereka rapat selalu diadakan terjadwal, dan ada pemberitahuan seminggu sebelumnya


Pandu yang duduk disebelah Rivandra mengabsen satu persatu peserta rapat yang sudah memenuhi ruangan, memastikan semua dokter baik yang senior maupun junior sudah hadir


...“Sudah hadir semua” ucap Pandu pada Rivandra setelah yakin tidak ada yang absen pada rapat siang itu, Rivandra mengangguk, tangannya lalu cekatan meraih mikrofon di depannya...


...“Selamat siang para rekan - rekan dokter senior maupun dokter - dokter yang baru bergabung di rumah sakit ini, saya ga akan berlama - lama karena kita sama - sama tau banyak pasien yang harus kita rawat dan jaga, oleh karena itu saya langsung akan menyampaikan tujuan saya mengadakan rapat dadakan pada hari ini yang sifatnya urgent dan tidak bisa dikesampingkan” tutur Rivandra yang disambut riuh saling bisik penasaran apa yang akan disampaikan oleh pimpinan mereka...


...“Harap tenang rekan - rekan semua!” Seru Pandu yang seketika membungkam kehebohan para peserta rapat...


...Rivandra lalu meraih sebuah map berisi beberapa lembar kertas kemudian meraih mikrofonnya lagi, “Informasi penting yang ingin saya sampaikan adalah, bahwa semenjak lima hari yang lalu kepemilikan rumah sakit ini sudah saya alihkan pada istri saya yang bernama Areta Diandra Edwards, legal dan sudah disahkan oleh notaris” ucap Rivandra sambil menunjukkan secarik kertas di tangannya yang lagi - lagi sontak membuat hadirin sibuk mengomentari dengan bisik - bisik, ada yang takjub pada rasa cinta yang besar Rivandra pada istrinya hingga rela memberikan rumah sakit tempatnya meniti karir, tak sedikit juga yang menyayangkan, ada pula yang memuji betapa beruntungnya Areta itu, dan Laura satu - satunya yang terduduk lemas, bak disambar petir ketika ia mendengar bahwa kini Areta lah bos besarnya...


...“Tolong tenang semua rekan - rekan!” Ujar Pandu lagi, kali ini tidak semua mengikuti titah Pandu, beberapa masih ada yang sibuk berbisik - bisik...


...“Oleh karena itu istri saya, pemilik baru rumah sakit ini berhak untuk mengambil beberapa keputusan yang mutlak akan dilaksanakan oleh saya sebagai pimpinan rumah sakit dan oleh dokter Pandu sebagai wakil saya, jadi jika selama ini ada yang bermasalah dengan istri saya, selamat anda bermasalah dengan pemilik rumah sakit yang artinya nasib anda di ujung tanduk karena mulai besok istri saya akan langsung mengawasi jalannya rumah sakit” tandas Rivandra...


Glek..


Beberapa yang menyadari bahwa selama ini mereka merendahkan Areta jelas shock, bayangan akan dipecat pun terlintas di benak mereka, terlebih lagi Laura ia bahkan merasakan badannya gemetaran hebat sekarang, belum selesai rasa shocknya karena Rossy beberapa hari yang lalu, sekarang sudah datang lagi serangan yang tak kalah membuatnya jantungan


...“Berhubung mulai besok istri saya akan bergabung dengan kita untuk mengawasi jalannya rumah sakit, saya minta kerja sama semuanya, jadilah profesional, saya tidak akan mentoleransi siapa pun yang melibatkan perasaan dalam pekerjaan di rumah sakit ini” tutur Rivandra, matanya menjelajah melihat satu persatu wajah bawahannya...

__ADS_1


...“Dan saya minta jika ada yang bergabung dengan rumah sakit ini hanya karena ingin mendekati saya, silakan anda ajukan surat pengunduran diri segera, karena selain melanggar kode etik, itu juga sangat bertentangan dengan kebijaksanaan di rumah sakit ini, terutama karena saya sudah memiliki istri dan saya sangat mencintai istri saya, jadi kalau ada yang masih terang - terangan atau diam - diam melancarkan aksinya untuk mendekati saya atau dokter lainnya yang sudah beristri atau bersuami, saya anggap itu pelanggaran berat dengan sanksi pemecatan tidak hormat, saya tidak mau punya karyawan yang tidak menghormati suatu ikatan pernikahan” tutur Rivandra panjang lebar dengan ekspresi datar dan dingin, pertanda jika ia benar - benar serius dalam hal ini...


Dokter - dokter perempuan muda sebagian besar tersindir, mengingat salah satu motivasi mereka untuk bekerja di rumah sakit tersebut adalah karena Rivandra, sedang dokter yang memang berniat untuk bekerja manggut - manggut tenang, bagi mereka keputusan Rivandra itu tepat, memang jengah juga melihat dokter - dokter wanita yang sibuk mencari perhatian Rivandra dibanding sibuk memperhatikan pasiennya sendiri, padahal mereka tahu jika Rivandra telah berkeluarga


...“Demikian pengumuman yang ingin saya sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerja samanya, silakan anda kembali ke tugas masing - masing” ucap Rivandra menutup rapat dadakannya...


Satu persatu peserta rapat mulai keluar dari ruangan tersebut, ada yang masih sibuk membahas, ada yang melangkah tergesa ingin segera kembali ke tugasnya, ada pula yang melangkah lunglai seperti halnya Laura, jika tak ada orang Laura mungkin sudah menangis sesenggukan mendengar apa yang Rivandra sampaikan, Laura tak menyangka jika pembicaraannya dengan Areta akan berbuntut panjang, bahkan kini dirinya terancam dipecat dengan tidak hormat


...Sepeninggal para peserta rapat Pandu memandangi adik iparnya dengan pandangan menyelidik, “kamu serius memberikan rumah sakit ini pada Areta?”...


...“Sebenarnya saya sudah mengurus pemindahan kepemilikan rumah sakit ini beberapa bulan yang lalu Mas, awalnya Areta juga menolak tapi saya memaksa, saya ingin dia merasa kalau dia punya power dan kekuasaan, toh apa pun yang saya miliki sekarang adalah milik Areta juga, akhirnya Areta menerima dengan catatan tidak boleh ada yang tahu karena dia tidak mau dilimpahi tanggung jawab sebesar itu, dia hanya ingin fokus pada Lily dan saya, tapi setelah kejadian dengan Laura kemarin, saya pikir memang seharusnya semua orang tahu siapa pemilik rumah sakit ini sekarang” ...


...Pandu tergelak sambil menggeleng - gelengkan kepalanya, “orang sedingin dan sekaku kamu ternyata parah ya kalau sudah bucin!” ...


...Tawa Pandu semakin menggelegar, benar - benar tak ia duga jika dibalik sikap dingin Rivandra ternyata menyimpan sisi romantisme sebesar itu, “Astaga Rivan, sebenarnya berapa besar kadar bucinmu itu pada Areta?”...


...Rivandra tersenyum, “Bukan bucin Mas, tapi ini bentuk perlindungan suami terhadap seorang istri, saya ingin dia merasa kalau ada orang yang selalu bisa dia andalkan, yaitu saya” tandas Rivandra ...


Pandu hanya bisa mengangguk - angguk paham, baginya label bucin semakin melekat pada sosok Rivandra mengingat bukan kali pertama ia dapati Rivandra melakukan sesuatu yang luar biasa untuk Areta


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Areta bukan hanya bahagia dan terharu, ia nyaris tak percaya ketika melihat secarik kertas yang menyatakan bahwa dia lah pemilik rumah sakit yang baru, memang sudah beberapa bulan ini Rivandra menawarkannya untuk memegang kepemilikan rumah sakit, tapi Areta selalu menolak, Areta tak menyangka jika setelah Areta menanda tangani beberapa berkas Rivandra benar - benar mewujudkan keinginannya

__ADS_1


...“Kak, ini serius? Ini berarti aku harus ikut campur dalam masalah rumah sakit?” Tanya Areta ...


...Rivandra mengangguk, “bentuknya hanya pengawasan saja, untuk operasional serahkan pada saya dan Mas Pandu” sahut Rivandra, senyumnya mengembang melihat raut bahagia Areta...


...“Itu artinya aku harus datang ke rumah sakit tiap hari?” Tanya Areta lagi, ia sedikit ragu mengingat saat ini ia hanya ingin fokus menjadi Ibu rumah tangga...


...“Datang pagi saja bersama saya, lalu nanti sore jemput saya pulang sambil melihat kondisi rumah sakit, kalau kamu sedang ada waktu luang, kamu bisa sedikit lebih lama di rumah sakit, saya sudah siapin meja kerja untuk kamu di ruangan saya, jadi kamu juga ga kehilangan waktu sama Lily, dan kita juga tetep bisa kerja bareng sekaligus menghabiskan waktu bersama, gimana?” ...


...Wajah Areta semakin berseri, senyumnya lebar, “Mau Kak, aku mau banget!” sahut Areta lalu memburu memeluk suaminya itu...


...“Syukurlah, dengan begini kamu ga perlu ngerasa ga percaya diri lagi karena mulai sekarang kamu adalah pemilik salah satu rumah sakit terbesar di Jakarta, Nyonya Areta! Mohon tegur saya baik - baik ya kalau kinerja saya tidak sesuai harapan” tutur Rivandra sambil menduselkan wajah tampannya ke ceruk leher Areta...


...“Ahahaha.. gaji Kak Rivan aku potong kalau kerjanya ga bener!” Sahut Areta, “tapi ngomong - ngomong Kak Rivan ga punya perusahaan lagi dong?” ...


...“Siapa bilang, kamu pikir perusahaan yang masih Papa handle itu perusahaan siapa nantinya? Apa saya juga belum cerita kalau Oma mewariskan hotel untuk saya kelola? Dan ada rumah sakit juga diluar Jakarta, atau kamu mau saya pindahkan semuanya atas nama kamu aja?” ...


...Areta mengeratkan pelukannya, “heeemm.. sudah Kak, cukup! Aku saja masih pusing mikirin aku harus ngapain nanti di rumah sakit, tolong jangan tambah bebanku!” Protes Areta...


...“Saya yakin kamu pasti bisa, tenang saja, ada saya” tandas Rivandra ...


...Areta memejamkan mata dalam pelukan hangat Rivandra, “memang itu yang selalu membuatku kuat, karena aku tahu ada Kak Rivan yang selalu ada buat aku” Tuturnya...


...****************...

__ADS_1


(Note dari Author: dear all readers, mohon maaf ya jika updatenya lama, dan mohon maaf juga belum bisa respon komentar dan maaf karena updatenya tidak terlalu panjang, berhubung Author baru saja selesai operasi lasik yang tidak memungkinkan untuk memegang gadget lama - lama, soon setelah recovery updatenya akan lebih panjang ya, terima kasih untuk komentar, like, gift, dan votenya 🥰🥰🥰🥰)


__ADS_2