Satu Suami Dua Istri

Satu Suami Dua Istri
Semua Gara - Gara Areta!


__ADS_3

...“Kamu darimana Rivan?” Tanya Mauren pada Rivandra yang baru saja masuk ke dalam rumah, peluh membasahi pelipis dan kaus yang pria itu pakai...


...“Jogging” sahut Rivandra dengan napas terengah lalu menenggak air minum di botol yang ia bawa...


...“Kenapa kamu ga bilang dulu sama aku?” Cecar Mauren...


Rivandra mengernyitkan dahinya,


...“Sejak kapan saya harus melaporkan semua hal yang saya lakukan sama kamu Mauren?” Tanya Rivandra ...


...“Sejak kamu punya istri lain Rivan, aku ga mau ya kamu diem - diem janjian sama Areta” tutur Mauren berapi - api ...


Rivandra menggelengkan kepala, senyum miris terbit di bibirnya, jangankan untuk bertemu diam - diam, kali ini Areta benar - benar menjauhinya, sudah beberapa hari ini tak satu pun panggilan atau pesan darinya yang direspon Areta, bahkan kini Areta mengunci kamarnya ketika malam hari, Rivandra pun tak pernah punya kesempatan untuk berduaan dengan Areta karena Mauren yang terus saja mengawasi gerak geriknya di rumah. Kebersamaan terakhir dengan Areta hanya pada hari pertama Areta berada di rumah itu dan mereka tidur bersama, itu pun tak lebih dari dua jam. Rivandra tersiksa, sangat tersiksa.


...“Saya ga janjian sama Areta atau sama siapa pun, Mauren” sahut Rivandra ...


...“Lantas kenapa kamu ga bilang sama aku kalau mau jogging atau ngajak aku kayak dulu - dulu?” Tanya Mauren...


...Rivandra mendengus, “Kamu masih tidur tadi” jawab Rivandra ...


Mauren bersedekap dengan tatapan penuh selidik, “Kamu berubah Rivan, kamu ga kayak dulu lagi”


...“Jangan apa - apa dipermasalahin Mauren” ucap Rivandra mulai jengah...


...“Jangan - jangan kamu punya wanita lain selain Areta di rumah sakit, itu makanya kamu tiap hari berangkat pagi pulang tengah malam, iya kan?” Cecar Mauren...


...“Jangan memancing keributan Mauren” jawab Rivandra mulai terusik dengan tuduhan Mauren...


...“Kamu dan keluarga kamu sama aja semuanya” sinis Mauren, dadanya mulai kembang kempis menahan amarah...


...“Apalagi masalahnya?” Tanya Rivandra lesu...


...“Kalian semua udah ga nganggep aku semenjak masa laluku terbongkar dan aku dinyatakan ga bisa hamil, kemarin aja kalian bilang ga apa - apa ga punya anak, tapi liat sikap kalian semua berubah padaku, aku benci kalian semua!” Ucap Mauren meledak - ledak...


...“Benci?” Sinis Rivandra dengan senyuman penuh cibiran...


...“Aku benci kalian yang mengagung - agungkan Areta karena dia hamil anak kamu sementara aku ga bisa memberi kamu keturunan!” Ujar Mauren semakin berapi - api, suaranya semakin meninggi...


...“Salah siapa kamu ga bisa punya anak, Mauren? Salah siapa kamu menyembunyikan tentang kamu yang diperkosa sampai punya anak dan kamu membunuhnya?” Sengit Rivandra sambil mendekatkan wajahnya pada Mauren penuh kemarahan, “jangan menguji batas kesabaran saya, Mauren!” Rivandra yang memang tengah resah karena Areta yang menjauhinya tersulut amarah...


...“Kamu berubah Rivan, kamu berubah! Dan aku tau ini gara - gara siapa, gara - gara Areta si ****** itu kan?” Pekik Mauren ...


...Telinga Rivandra memanas mendengar ucapan Mauren, “jaga omongan kamu Mauren, dia Ibu dari anak saya!” ...

__ADS_1


...“Kenapa kamu marah? Apa aku salah ngomong? Dia menggunakan anak yang dia kandung untuk mendapat perhatian semua orang di rumah ini termasuk kamu, apa bukan ****** namanya? Areta ******!!” Pekik Mauren lagi...


...Gigi Rivandra gemeretak, rahangnya mengeras, “tutup mulut kamu Mauren!” Sentak Rivandra membahana, kali pertama ia membentak Mauren mengeluarkan semua unek - uneknya, betapa ia tak rela Mauren merendahkan Areta karena rasa iri hatinya yang semakin menjadi - jadi...


Dengan dada bergemuruh Rivandra tergesa melangkah meninggalkan Mauren yang masih terpatri di tempatnya


...“Aku mau pulang ke rumah orang tuaku, jangan pernah nyari aku Rivan!” Pekik Mauren pada Rivandra yang sudah jauh di depannya...


Orang rumah bukannya tak tahu pertikaian yang terjadi pada suami istri itu, suara teriakan Mauren terdengar jelas kemana - mana, belum lagi bentakan Rivandra tadi. Tapi semua memilih diam, enggan ikut campur. Anna sang Mama hanya bisa mengelus dada ketika mendapati kemarahan Rivandra, untuk pertama kalinya ia mendengar Rivandra bicara sekeras itu.


...****************...


Mauren mendudukkan dirinya dengan lesu di sofa ruang tamu rumah orang tuanya, Susan tergesa menghampirinya


...“Kenapa lagi?” Tanya Susan pada anaknya yang terlihat sendu...


...“Aku pengen punya anak Ma, aku pengen punya anak!” Pekik Mauren, wajahnya memerah antara sedih dan marah, tak lama Dani ikut menghampiri dengan panik mendengar teriakan anaknya, menyusul Fabian yang masih sibuk menyimpulkan dasinya pun ikut datang...


...“Ini gara - gara si Areta, iya?” Tanya Susan prihatin melihat anaknya...


...“Semua orang di rumah itu memanjakan si Areta Ma, semua perhatian tertuju pada Areta tanpa mempertimbangkan gimana rasanya jadi aku” tutur Mauren lirih...


Dani mendengus kesal mendengar penuturan Mauren, kebenciannya dan kemarahannya pada Areta semakin menjadi - jadi


...“Apa salah kalau keluarga menyambut kehadiran keturunan yang mereka tunggu - tunggu?” Tohok Fabian...


...“Ya salah Fabian, mereka ga mempertimbangkan perasaan Mauren, Mauren lah yang harus dijaga perasaannya, dia mennantu yang resmi di keluarga itu!” Cerocos Susan sambil mengelus - elus rambut anak kesayanganya ...


Fabian tersenyum sinis


...“Jelas mereka akan menjaga perasaan Areta, Ma, Areta yang bisa memberikan mereka penerus!” Sinis Fabian...


Dani terkesiap mendengar omongan Fabian, Susan apalagi


...“Kamu itu harusnya simpati sama nasib adik kamu, apa kamu pikir ga bisa punya anak itu keinginan Mauren? Seandainya saja dulu dia ga diperkosa sampai harus aborsi, mungkin sekarang dia yang mengandung anak Rivandra” sewot Dani...


...“Ahahaha.. kalian yakin Mauren diperkosa?” Fabian tergelak, tawanya menggelegar...


Mauren mendongak menatap kakaknya dengan mata membulat, sedang Dani berkacak pinggang emosinya mulai tersulut


...“Apa maksud kamu Fabian? Apa kamu pikir Mauren akan mengarang cerita pahit seperti itu?” Sentak Susan sambil bangkit berdiri...


...“Coba Mama dan Papa pikir, kalau emang Mauren diperkosa apalagi sampai hamil dan aborsi, kenapa dia ga ngomong sama kita? Saat dia belum nikah selama masih tinggal sama kita apa dia pernah menunjukkan gejala trauma, marah, atau sedih? Seingat saya ga pernah, bahkan selama ini dia keliatan sangat bahagia” tutur Fabian, matanya menelisik Mauren, sedang bibirnya senyum penuh cemooh...

__ADS_1


Mauren menelan salivanya, jantungnya berdebar kencang


...“Fabian, hentikan semua omong kosong kamu! Kamu pikir Mauren serendah itu sampai dia berpura - pura diperkosa, hah?” Sentak Dani dengan mata menyalang ...


...“Papa tanya aja sendiri sama anak kesayangan Papa, apa bener diperkosa? Atau suka sama suka? Terus siapa pelaku pemerkosaannya kalau emang dia diperkosa?” Tantang Fabian...


...“Fabian cukup!” Sentak Susan lagi, “kamu kenapa sih Fabian? Kenapa kamu berubah jadi skeptis gini sama adik kamu sendiri? Oh.. Mama tau, ini semua gara - gara si Areta kan? Kamu belain si Areta, iya?” Sengit Susan...


Fabian tersenyum


...“Iya emang saya belain Areta, jelas saya akan membela Areta” tandas Fabian...


Wajah Dani memerah, rahangnya mengeras


...“Apa kamu sudah gila Fabian?” Sentak Dani membahana ...


...“Papa akan lebih terkejut lagi ketika saya bilang kalau suatu hari ketika Areta sudah bercerai dari Rivandra, saya akan menikahi dia” tukas Fabian...


Dani semakin murka, kemarahannya sudah tak terkendali, setali tiga uang dengan istrinya yang mendelik tajam pada Fabian


...“Jangan harap Mama sama Papa akan merestui kalian, Fabian! Mama haramkan Areta untuk datang ke rumah ini apalagi jadi istri kamu!” Sengit Susan...


Fabian mengulum senyumnya, “Saya ga perlu restu Mama dan Papa, saya sudah dewasa, dan satu hal lagi, saya ga akan segan - segan membuat Papa dan Mama jatuh miskin jika Papa dan Mama mencoba menghalangi saya dan Areta! Apa Papa dan Mama lupa kalau perusahaan sudah atas nama saya? dan pertanyaannya sekarang, apakah sekelas konglomerat seperti keluarga Rivandra mau berbesan dengan orang miskin?” Tutur Fabian sambil tergelak dan berlalu dari situ penuh kepuasan


Dani terduduk lemas, sedang Susan mengelus - elus dadanya yang terasa sesak


Mauren meradang, tangannya terkepal


...“Semua gara - gara si Areta sialan, Areta kurang ajar!!” Teriak Mauren...


...“Sudah Nak, sudah” ucap Susan menenangkan putrinya, khawatir kemarahannya tak terkendali seperti biasa ...


Dani hening sebentar, dahinya berkerut seolah sedang menimbang sesuatu


...“Mauren, jujur sama Papa dan Mama, apa betul omongan Fabian tadi? Apa benar kalau kamu sebenarnya ga diperkosa?” Tanya Dani menelisik...


Susan terhenyak mendengar pertanyaan suaminya, tapi senada dengan suaminya ia pun penasaran dengan omongan Fabian tadi


Wajah Mauren meredup, air matanya yang dari tadi sudah berkubang kini tumpah ruah


...“Pa, Ma, maafin Mauren” ucap Mauren sambil terisak...


...“Maksudnya apa Mauren?” Tanya Susan dengan perasaan tak karuan...

__ADS_1


Mauren memeluk erat Mamanya, tangisnya pecah.


(Bersambung)


__ADS_2