
...“Denger ya Mauren, kita bermesraan hanya selama kita di pelaminan nanti, setelah itu jangan coba - coba untuk nyentuh saya atau berharap saya bisa jadi suami yang baik buat kamu!” Ucap Dave sambil mencengkram rahang Mauren, setelah itu ia menghempaskannya begitu saja, Mauren terhuyung, air mata mengalir di pipinya yang sudah full make up...
Begitulah hari - hari yang dijalani Mauren sebagai Nyonya Dave semenjak mereka melaksanakan akad nikah seminggu yang lalu, Dave tak segan mengeluarkan kata - kata makiannya dan bahkan menyakiti fisik Mauren, benar kata Dave ia memang memperlakukan Mauren seperti sampah, malam pengantin mereka pun tak luput dari kekejaman Dave, siksaan tetap Mauren dapatkan meskipun Dave sedang menggaulinya.
Sungguh ironis hidupnya, dalam pernikahan pertamanya dengan Rivandra dulu, jangankan menyakitinya, mantan suaminya itu tak pernah sekali pun mengucapkan kata - kata kasar padanya, sebagai seorang suami Rivandra selalu membuatnya merasa menjadi ratu. Dan lihatlah nasibnya sekarang, diperlakukan keji oleh selingkuhannya sendiri
...“Bangun kamu Mauren! Ngapain kamu duduk di lantai gitu, hah?! Mau nyari simpati kamu, iya?! Kamu pikir saya bakal kasian sama kamu hah?!” Sentak Dave sambil menarik kasar tangan Mauren, membangunkannya dengan paksa, Mauren meringis merasakan tangannya yang dicekal kuat oleh Dave...
...Ibunya Dave dengan panik menerobos masuk, “kalian kenapa di kamar terus sih? Apa kalian ga tau kalau acara udah mau dimulai?” Sewotnya ...
...“Biasalah, ada yang drama lagi Ma! Pak nangis nangis segala, nyari perhatian banget!” Sindir Dave pada Mauren yang kini berdiri ketakutan...
...“Astaga! Ngapain kamu pake nangis nangis segala sih Mauren? Itu make up harganya mahal tau ga, ga tau diri banget kamu jadi mantu, bikin repot saya aja kamu!” Cerocos Ibunya Dave kesal sambil menoyor kepala Mauren, Mauren menggigit bibir bawahnya merasakan sakit yang teramat sakit akibat penghinaan suami dan mertuanya apalagi ketika Dave tergelak melihat bagaimana Mauren tergugu tanpa perlawanan...
...“Saya kasih tau ya Mauren, meskipun status kamu di mata orang lain adalah menantu keluarga kami, tapi di mata saya kamu itu budak yang udah dijual oleh orang tua kamu sendiri, jadi jangan banyak drama kamu! Ikutin semua perintah saya dan anak saya, ngerti kamu?!” Sengit Ibunya Dave...
Mauren mengangguk lemah, ia benar - benar tak punya daya dan upaya untuk melawan suami dan mertuanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Dave dan Mauren bersanding di pelaminan megah mereka, hanya berselang tiga hari dari resepsi Areta dan Rivandra, keluarga Dave pun menggelar pesta besar - besaran sebagai pencitraan untuk menutupi skandal Dave dan Mauren yang masih menjadi buah bibir. Sahid mengundang banyak orang di hajatan anaknya, mulai dari sahabatnya yang tokoh - tokoh politik, selebritis, para kaya yang berdompet tebal, hingga wartawan.
Salah satu undangan VIP pestanya Sahid adalah keluarga Julian, kedatangan mantan besannya sangat dinanti oleh Sahid supaya memberi kesan bahwa tak ada apa - apa yang terjadi antara keluarganya dan keluarga Julian, artinya nanti dia bisa sedikit mengurangi penilaian jelek tentang keberengsekan anaknya
Dave dan Mauren profesional memperlihatkan kemesraan mereka, meskipun tak jarang Dave berbisik mengancam dan mengintimidasi Mauren ketika istri yang tak diinginkannya itu mulai menekuk wajahnya, aksi ancam mengancam Mauren pun dilancarkan oleh orang tua Mauren yang berdiri bangga di samping anak malangnya itu
Back sound lagu cinta mengalun berlomba dengan gelak tawa para tamu undangan, suara dentingan gelas dan sendok garpu yang beradu dengan piring, lalu dalam hitungan detik keriuhan itu berhenti ketika rombongan keluarga Julian melangkah masuk, semua mata terpusat pada mereka sekarang penasaran menanti drama apa yang akan terjadi, para wartawan tak lengah langsung menyerang mereka dengan jepretan kamera atau mengabadikan lewat video
Sahid dan istrinya tersenyum lebar melihat kedatangan Julian sekeluarga, mereka gupuh turun dari panggung pelaminan untuk menyambut tamu yang ditunggu - tunggu, berbanding terbalik dengan Sahid dan istrinya baik Dani maupun Susan jengah bertemu kembali dengan mantan besannya itu
Dave terbelalak melihat mantan istrinya yang tampil super cantik, Rossy. Wanita yang sulit sekali ia hubungi dan temui, wanita pertama yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Dave refleks menepis gandengan Mauren seolah tak ingin jika Rossy melihat ada wanita lain yang menggandeng tangannya, padalah Rossy pun dalam gandengan suami barunya. Sedang hati Mauren tercabik ketika melihat Rivandra bukan hanya menggandeng malah merangkul Areta yang tampil paripurna
“Rivan” gumam Mauren lirih dengan mata berkaca - kaca, matanya fokus melihat mantan suaminya itu, remuk redam hatinya sekarang melihat bagaimana wajah Rivandra berseri bahagia bersama Areta
...“Terima kasih atas kedatangannya Pak Julian” ucap Sahid, jabatan tangan keduanya yang erat langsung diabadikan oleh para wartawan...
...“Selamat ya Pak Sahid dan Ibu, semoga pernikahan Dave dan Mauren menjadi pernikahan terakhir” sahut Julian sopan, ...
sementara Anna kelihatan sekali tak nyamannya, dagunya terangkat dengan pandangan mengintimidasi ketika bersitatap dengan istrinya Sahid, Anna masih dendam pada Dave dan keluarganya itu. Seorang Ibu yang mana yang akan memaafkan begitu saja ketika anaknya diselingkuhi, belum lagi kedua menantunya pun tak lepas dari perbuatan jahat Dave dan Mauren, kalau saja Julian tak memaksanya untuk hadir di acara resepsi itu sudah pasti ia tak akan menginjakkan kaki disana, entah apa tujuan Julian memenuhi undangan dari Sahid
Sahid sumringah, senang karena sepertinya Julian tak menaruh dendam padanya dan anaknya atas apa yang Dave dan Mauren lakukan pada Rossy dan Rivandra juga kedua menantu Julian, ia pun semakin semangat untuk bersandiwara di depan Julian
...”Saya berharap begitu juga untuk pernikahan putra dan putri Pak Julian, semoga mereka bahagia selalu, dan semoga relasi kita tetap baik, kalau Pak Julian perlu apa - apa jangan sungkan untuk menghubungi saya”...
...“Ahahaha.. terima kasih atas tawarannya Pak Sahid, tapi saya tak perlu apa - apa, saya sudah punya banyak orang untuk mengurus semuanya, termasuk untuk mengurus masalah yang menyangkut anak dan menantu saya, semuanya sudah saya serahkan pada 50 orang pengacara yang saya tunjuk, dan asal Pak Sahid tahu saja kalau sekarang tim pengacara saya sedang menyusun kasus mengenai masalah pengeroyokan yang dilakukan anak buahnya Dave pada Pandu” sahut Julian retorik...
Deg..
Sahid terhenyak, ancaman Julian benar - benar membuatnya shock, pantas saja Julian mau datang, ternyata ada peringatan yang ingin dia sampaikan, Sahid lalu menjatuhkan pandangannya pada anak semata wayangnya yang kini sedang fokus menatap Rossy, rahang Sahid mengeras, giginya gemerutuk, kalau saja tidak ada orang disitu sudah pasti Dave habis dihajarnya, Dave membuat semuanya berantakan
Istrinya Sahid sudah mau menangis saja, ia menarik - narik lengan jas suaminya minta agar suaminya segera bertindak untuk meredam niat Julian, ia tak bisa membayangkan anak kesayangannya mendekam di penjara
...“P - Pak Julian, saya yakin semuanya hanya kesalah pahaman, Dave khilaf.. saya mohon maaf atas apa yang telah dilakukan Dave pada Nak Pandu” tutur Sahid dengan wajah memelas...
...“Tidak ada kata khilaf dalam dunia hukum Pak Sahid, kita berdua sama - sama tahu itu, saya pastikan Dave akan menerima hukuman atas apa yang telah ia perbuat, baiklah Pak Sahid sekali lagi selamat atas pernikahan putra Bapak ya” sahut Julian sambil menepuk - nepuk pundak Sahid yang badannya gemetaran ...
...“Pa gimana ini Pa? Mama ga mau kalau Dave sampai di penjara Pa!” bisik istrinya Sahid histeris, Sahid pelan menurunkan badannya yang gemetaran untuk duduk, dadanya bergemuruh dengan jantung yang berdebar, ia tak bisa berbuat apa - apa sekarang, Julian benar - benar tak main - main dalam menghukum Dave, ia sampai menunjuk tim pengacara...
Julian dan rombongan tak ingin membuang waktunya lama - lama disitu, meski hanya untuk sekedar duduk di meja VIP yang disediakan khusus untuk mereka, memang hanya satu tujuan Julian untuk datang ke acara itu, yaitu untuk memperingatkan Sahid dan Dave bahwa apa pun yang dilakukan mereka pada keluarga Julian akan berbuah konsekuensi berat
...“Rossy!” Pekik Dave membahana memanggil Rossy yang sedang berjalan bergandengan dengan Pandu untuk keluar dari tempat acara...
Bukan hanya Rossy yang menoleh pada asal suara, semua orang pun kini menatap Dave, maklum saja Dave berteriak lantang ketika semua tamu undangan hening demi menonton drama antara keluarga Julian dan Sahid, parahnya Dave bukan hanya berteriak, ia sampai meninggalkan pelaminannya dan setengah berlari menyusul Rossy. Mauren terduduk lemas, harga dirinya hancur dipermalukan oleh suaminya di depan banyak orang, sedang Dani dan Susan sama - sama menghela berat napasnya mengingat apa yang akan orang bicarakan tentang kelakuan Dave ini. Jangan tanya Sahid dan istrinya, wajah keduanya memerah karena malu dan marah
__ADS_1
...“Rossy, tunggu Rose!” Panggil Dave setengah berlari menyusul Rossy yang kini mempercepat langkahnya...
Langkah Rossy terhenti ketika ia merasakan tangannya ditarik, Rossy murka melihat Dave yang berani menyentuh tangannya bahkan di depan suami Rossy sendiri
...“Apaan sih? Lepas!!” Sentak Rossy sambil berusaha melepaskan pegangan Dave pada lengannya...
...“Lepasin tangan kamu dari istri saya, Dave!” sentak Pandu sambil menepis kasar tangan Dave yang memegang lengan Rossy...
Dave acuh, ia tak peduli pada omongan Pandu, fokusnya hanya pada Rossy, bahkan Dave tak gentar ketika Rivandra mendekatinya, lalu berdiri di depan Rossy untuk menjadi tameng bagi kakaknya itu
...“Rossy, saya masih sangat mencintai kamu, kenapa kamu malah menikahi laki - laki lain Rose? Kenapa kamu ga memberikan saya sedikit waktu lagi untuk membuktikan kalau saya sudah berubah?” Lantang Dave, kepalanya celingukan mencoba melihat Rossy di balik perlindungan badan tegap Rivandra, Dave bahkan tak peduli kalau saat ini ia sedang menjadi tontonan semua tamu undangan, bahkan ada beberapa wartawan yang merekam perbuatannya...
Hadirin sibuk berbisik - bisik membicarakan betapa tak tahu malunya Dave itu, bisa - bisanya di hari pernikahannya sendiri Dave menyatakan cinta pada mantan istrinya di depan semua orang termasuk suami baru Rossy sendiri, benar ternyata Dave memang berengsek
...“Apa mau kamu Dave?” Sengit Pandu, ...
Dave mendelik tajam pada Pandu
...“Bukan urusan kamu bajingan!” sengitnya...
...“Dia istri saya Dave, apa yang ingin kamu katakan pada Rossy bisa kamu katakan pada saya” tandas Pandu...
Dave malah tersulut
Bug..
Satu bogem mentah mendarat di pipi Pandu hingga wajah Pandu memaling ke samping, orang - orang sontak berteriak histeris dan terkaget, Rossy langsung memburu suaminya mengajaknya untuk menjauhi Dave
Lalu Bug..
Rivandra tak tinggal diam, tinjunya melayang keras ke rahang Dave, jeritan histeris orang - orang kembali terdengar
...”laki - laki berengsek!” Sentak Rivandra pada Dave yang terhuyung dan kini terduduk di lantai. Areta, Julian dan Anna menghambur mendekati Rivandra menenang - nenangkannya...
...“Ahahha.. Kenapa Rivandra? Kamu marah pada saya karena saya berhasil menghancurkan kehidupan Kakak kamu dan mantan istri kamu, iya?” ...
Sahid yang menyadari anaknya akan berbuat kekacauan lagi setengah berlari menyeruak tamu undangan yang mengerubuni pertengkaran antara Dave dan keluarga Julian, bisa bahaya kalau Dave memulai masalah lagi
Rivandra tersenyum sinis
...“Apa kamu ga sadar siapa pemenangnya sekarang? Lihatlah Kak Rossy sekarang, dia punya suami yang jauh lebih baik segalanya dibanding kamu, dan lihatlah saya Dave, saya mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dibanding mantan istri saya, selingkuhan kamu itu! Apa kamu tau, Dave? pada akhirnya sampah akan bersatu dengan sampah” tutur Rivandra dengan puasnya...
Dave berdecih, ia lalu bangkit, wajahnya bengis menantang Rivandra. Tak lama Sahid datang, kasar menarik tangan anaknya agar menjauh dari Rivandra
...“Cukup Dave, cukup! Ingat berapa pasang mata yang sedang melihatmu sekarang, dan ingat apa tujuan kamu menikahi Mauren, semuanya untuk mengembalikan nama baik kamu dan keluarga kita” bisik Sahid penuh penekanan...
...“Saya ga peduli Pa, kenapa saya harus menikahi perempuan murahan seperti Mauren Pa? Bukan dia yang saya inginkan untuk jadi istri saya tapi Rossy, saya ingin rujuk sama Rossy!” Sentak Dave membahana, bisik - bisik sumir kembali terdengar ...
Sahid menggeram, wajahnya sudah merah padam, malu dan amarahnya bercampur menjadi satu
...“Jangan gila kamu Dave, kamu dan Mauren sudah menikah, apa kata orang - orang nanti kalau kamu malah ngejar - ngejar istri orang lain?” Bisik Sahid lagi...
...“Saya ga mau sama perempuan murahan kayak Mauren Pa!” Teriak Dave ...
Plak…
Pipi Dave yang sudah memar karena bogeman mentah Rivandra tadi kini bertambah merah akibat tamparan Mauren, entah sejak kapan wanita itu ikut turun dari pelaminan dan berdiri di samping Dave, semua orang terhenyak kaget, baru kali ini dalam sejarah ada seorang mempelai perempuan menampar mempelai laki - laki di pesta pernikahan mereka
Dave mengeraskan rahangnya begitu melihat tamparan keras itu berasal dari Mauren
...“Berani beraninya kamu nampar saya, dasar wanita murahan!” Sentak Dave, satu tangannya terangkat hendak menampar Mauren, beruntung Rivandra sigap menahan tangan Dave...
...“Jangan pernah main tangan sama perempuan, berengsek!” Sengit Rivandra, Areta segera menggandeng suaminya, tak ingin Rivandra terlibat konflik yang memanas antara Mauren dan Dave...
__ADS_1
...“Oh mau jadi pahlawan buat wanita murahan ini?” Sinis Dave pada Rivandra, ...
...“Iya aku wanita murahan! Aku murahan gara - gara kamu! Kamu yang merenggut kehormatanku sebagai balas budi karena kamu telah menjadikanku artis, kamu menggauliku berkali - kali sampai aku hamil dan setelah itu kamu minta aku menggugurkan kandunganku karena kamu mau nikah sama Kak Rossy, kamu yang menjadikanku hancur lebur begini Dave, kamu!” Suara Mauren jelas terdengar oleh semua orang yang lagi - lagi terkaget - kaget, ini bentuk pengakuan langsung dari Mauren tentang skandalnya dan Dave...
Sahid menarik kasar tangan Mauren untuk menghentikan kegilaannya itu
...“Kenapa Om? Om mau marah gara - gara aku membuka aib yang mau Om tutupi, hah? Udah cukup Om, akan aku buka semuanya pada semua orang” Sinis Mauren...
...“Mauren, tutup mulut kamu!” Kali ini Dani yang berteriak lantang dari kejauhan, melangkah tergesa menghampiri Mauren...
Mauren bukannya bungkam, ia malah berniat membuka semuanya sekalian, sudah cukup semua penghinaan dan caci maki yang ia terima dari Dave dan keluarganya, termasuk dari orang tuanya sendiri
...“Nah, itu Papaku! Kalian semua tau, Papaku sendiri menjualku pada Dave, Papa bahkan tega melihatku dicaci dan dimaki oleh Dave dan keluarganya hanya karena uang” celoteh Mauren lantang pada semua orang disitu, Dani tersentak begitu pun Susan, malu mereka sampai ke ubun - ubun ketika tatapan menghakimi dijatuhkan semua orang pada mereka ...
...“Bukan itu aja keberengsekan Papa dan Mamaku, dulu ketika Areta tinggal di rumah kami, sejak umur 6 tahun Areta dijadikan pelayan sama Mama dan Papa, untuk biaya sekolahnya Areta harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, mengerjakan semua tugas sekolahku dan mengurusi kebutuhan sekolah Kak Fabian, dan yang lebih parahnya Mama tidak memberikan warisan almarhumah Tante Liliana untuk Areta, padahal Tante meninggalkan banyak sekali aset dan uang untuk Areta, tapi semuanya habis dipakai oleh Mama dan Papa” teriak Mauren lantang...
...“Mauren cukup!” Sentak Dani, Susan luruh duduk di lantai tak menyangka jika Mauren akan membuka rahasia besar mereka...
Deg…
Areta terhenyak, nyaris saja limbung seandainya Rivandra tidak memeganginya, hiruk pikuk kembali terjadi, bisik - bisik bahkan cemoohan jelas sekali terdengar
...”A-apa maksud Kak Mauren?” Tanya Areta lirih dengan perasaan campur aduk...
Mauren tersenyum sinis melihat Areta yang shock
...”kenapa? Kamu kaget begitu tau kalau kamu orang kaya? Bahwa rumah yang kami tempati selama ini itu adalah milik Ibu kamu?”...
Areta mematung, jantungnya berdebar kencang, benarkah apa yang Mauren katakan? Rahasia apalagi ini
...“Mauren, apa benar semua yang kamu katakan sekarang ini?” Cecar Rivandra...
...“Itu semua ga benar! Mauren salah paham! Itu semua bohong!” Teriak Dani membela diri...
Mauren tertawa terbahak
...”bohong? lalu bagaimana Papa menjelaskan sertifikat asli rumah itu yang atas nama Tante Liliana, hah? Mama juga pernah bilang sama aku kalau sebenarnya Areta lah pemilik semua aset yang Papa dan Mama jual sampai habis” ...
Dani murka, wajahnya kian menggelap
...“Dasar anak durhaka kamu Mauren! Tega - teganya kamu mempermalukan kami seperti ini, dasar anak tak tau diuntung!” ucapnya, satu tangannya terangkat hendak melayangkan tamparan lagi pada Mauren...
...“Cukup Pa!” sentak Fabian yang entah datang darimana dan sejak kapan sambil menangkis serangan Dani pada adiknya, Mauren menatap nanar Kakaknya, wajahnya memelas mohon diselamatkan dari siksaan yang tengah menimpanya ...
Dani yang masih emosi menatap tajam anak laki - lakinya itu
...“Dia sudah memfitnah orang tuanya sendiri, dia sudah mempermalukan kami!” Tandas Dani...
Fabian menatap dingin wajah Ayahnya
...”kalau begitu buktikan pada Areta kalau semua tuduhan Mauren tidak benar, perlihatkan sertifikat asli rumah yang sedang Papa dan Mama tempati sekarang, mudah bukan?” Tantang Fabian...
Dani menelan kasar salivanya, jelas tak mungkin ia menunjukkan sertifikat asli rumah mewah itu yang memang masih atas nama Ibunya Areta
Melihat Dani yang tergagap dan tak berkutik lagi, Fabian menghela napasnya, kini ia percaya apa yang dikatakan Mauren benar adanya, Fabian lalu menjatuhkan pandangannya pada Areta yang kini berlinang air mata lalu ia menatap Rivandra
...“Kamu punya tim lawyer kan? Selidiki lah mengenai kepemilikan rumah itu dan aset - aset atas nama Tante Liliana yang sudah Papa saya jual, jika terbukti benar maka Papa harus menerima konsekuensinya” ucapnya pada Rivandra ...
Rivandra mengangguk paham, sedang Dani maupun Susan kini mulai gemetaran, rahasia mereka telah semuanya terbongkar, dunia mereka runtuh seketika, ditambah lagi pemberontakan yang dilakukan kedua anaknya, cukup untuk membuat mereka merasa remuk redam
Fabian lalu mengulurkan tangannya pada Mauren yang sedang berdiri tergugu dan terisak. “Ayo kita pergi Mauren” ucapnya lembut, sejahat - jahatnya Mauren Fabian tak tega melihat bagaimana adiknya diperlakukan sampah oleh semua orang terutama oleh suaminya dan orang tuanya sendiri, Mauren menatap kakaknya dan tanpa ragu menerima uluran tangan Fabian, kini adik kakak itu berjalan berdampingan beranjak meninggalkan resepsi yang sudah hancur berantakan
Melihat sang mempelai perempuan yang sudah meninggalkan tempat resepsinya, Julian dan seluruh anggota keluarganya pun ikut angkat kaki dari tempat itu dengan membawa tugas untuk menyelidiki tentang aset - aset Areta yang telah diambil alih oleh Dani. Setelah kepergian keluarga Julian, satu persatu tamu undangan pun membubarkan diri dari tempat acara, meninggalkan Dave yang frustasi, sedang orang tua Dave kini menanggung sejuta rasa malu, Dani dan Susan lebih parah lagi, selain malu mereka pun kini ketakutan akan konsekuensi yang akan mereka hadapi selepas penyelidikan tim pengacaranya Julian.
__ADS_1