
Walaupun Status Novelnya End tapi Tetap Bersambung Kok kak :)
"T-tapi kenapa?" tanya Sean bingung atas pernyataan tiba-tiba Aurel.
"Karena aku ingin, Karena Tuhan dan Karena aku mencintaiku, aku sadar Tuhan kita berbeda tapi haruskah aku lantas pergi?" jawab Aurel mengeluarkan semua isi hatinya kepada Sean.
"Kau tahu? Aku juga mencintaimu, tapi apakah pantas bagiku merebutmu dari Tuhanmu?" Sean menatap Aurel dalam.
Aurel menatap Sean balik dalam posisi emosional ini, ia langsung berlari ke arah Sean dan memeluk Sean dalam, ia memangku wajahnya di bahu Sean sehingga membuat Sean terdiam tidak melawan.
"Kau tidak merebutku, tapi yang ingin bersamamu, makanya ajari aku islam," jawab Aurel saat melepas pelukannya.
Sean melirik Mama Reni dan Dikta di ujung sana dengan ekor mata yang langsing meraih kontak dengan Dikta.
"Kau serius?" tanya Sean sekali lagi.
"Aku tidak pernah seserius ini, aku ibarat mendapatkan sebuah panggilan untuk berjalan kesini dan meminta kak Sean mengajari aku apa itu islam," jawab Aurel.
Sean kembali menatap Dikta yang kali ini Dikta menganggukkan kepalanya sejenak menyetujui itu.
"Kalau kamu yakin, aku siap membantumu masuk islam, demi Allah, demi aku dan demi cinta kita, setelah aku berjanji akan melamarmu," Sean meneteskan air mata tidak menyangka bahwa kehidupan percintaannya bisa seperti ini.
"Dan aku akan berusaha menjadi seorang muslim yang baik nantinya, demi Tuhan, demi kamu dan demi cinta kita," Aurel balik menatap Sean sehingga kini mata mereka saling bertemu pandang.
•
•
__ADS_1
•
Hari ini prosesi tujuh bulanan Dikta sudah selesai, Dikta, Mama Reni dan Sean setuju setelah acara ini mereka akan sekalian melakukan prosesi masuk islam Aurel yang dibantu Ustadz Zaky.
Setelah pembacaan surat yasin untuk kandungan Dikta kini mereka semua terduduk di ruang tengah, dengan Aurel berhadapan dengan Ustadz Zaky.
"Mbak Aurel siap?" tanya Ustadz Zaky yang membuat Aurel menarik napas panjang.
Aurel melirik Sean yang mengangkat jempol untuknya sebelum Aurel menganggukkan kepalanya kepada Ustadz Zaky.
"Siap, Pak Ustadz,"
"Baiklah ikuti perkataan saya yah," Ustadz Zaky memulai pembacaan kalimat syahadat tersebut.
Kejadian itu dilakukan secara khusyuk bahkan Aurel sangat bersungguh-sungguh mengucapkan dua kalimat syahadat yang dibimbing Ustadz Zaky.
"Alhamdulillah."
Suara orang yang mengucap hamdalah terdengar membuat Aurel terbangun dari diamnya.
"Alhamdulillah, Mbak Aurel sudah menjadi seorang muslim," Ustadz Zaky menjelaskan.
Seketika Aurel menutup wajahnya dan mengucap Alhamdulillah pula, ia berdiri kemudian berjalan memeluk Dikta sahabatnya.
"Doakan aku istiqomah yah," bisik Aurel yang membuat Dikta tersenyum lebar.
"Aku akan selalu mendoakan mu," jawab Dikta mengusap wajah sahabatnya.
__ADS_1
"Aurel?"
Suara Sean memanggil Aurel membuat Aurel membalikkan badannya dan hendak berlari memeluk Sean sebelum Sean menahannya.
"Kau kan sudah masuk islam, dan otomatis kita bukan mahramnya, tunggu aku melamarmu yah," Sean tersenyum kepada Aurel yang membuat Aurel tertunduk. "Aku ada hadiah untukmu."
Sean mengeluarkan sebuah kerudung yang ia sembunyikan di punggungnya dan memasangkannya kepada Aurel.
"Calon istri yang baik adalah dia yang ingin menutup auratnya, dan aku harap dirimu ingin seperti itu," Sean menaruh besar harapan untuk Aurel menutup auratnya.
Aurel menatap Sean. "Aku mengikuti agamamu karena aku tahu kaulah imam-nya kelak, jika ini permintaanmu, maka akan aku lakukan dan juga demi Allah dan dirimu," jawab Aurel membuat Sean menghangat.
•
•
•
TBC
Aurel Sebelum Berhijab
Aurel Setelah Berhijab
__ADS_1