Selepas Kata Talak

Selepas Kata Talak
BAB 65. Tamparan Telak


__ADS_3

Perumpamaan yang diberikan Dikta benar-benar menampar habis seluruh orang yang ada disana, Dikta menyimpan miniboard dan spidol tadi ke meja kemudian berjalan ke arah Bianca.


"Bagaimana?" tanya Dikta mendelik dan menyodorkan tangannya meminta mic yang ada pada Bianca. "Aku takut kau kehabisan kata-kata, biarkan aku yang menggantikanmu bersuara."


Bianca terdiam, pipinya memerah malu, ia menyerahkan mic itu kepada Dikta kemudian berdiri dengan kaki gemetar, ini sudah kedua kalinya dia di buat mati kutu dengan cara yang bahkan tidak pernah Bianca sangka.


Dikta menonaktifkan mic tersebut kemudian mengambil mic-nya sendiri dan mulai berbicara didepan sana.


"Kegagalan adalah sebuah keberhasilan yang tertunda? Menurutku bukan, kegagalan adalah dimana merupakan bagian cacat dari chapter pertama kehidupan dan kita harus membukanya karena biasanya di chapter berikutnya jauh lebih baik," jelas Dikta yang membuat semuanya menunduk malu.


Aurel dan Sean yang tidak tahu apa-apa juga ikut diam dan saling melempar tatapan bingung atas kemunculan Bianca.


"Kenapa orang gagal tidak pernah diberikan kesempatan? Padahal secara logika orang gagal adalah orang yang bisa belajar dari kegagalannya, kalian berpikir menjaga rumah tanggaku saja aku sendiri tidak bisa,"


"Jelas! Bagaimana bisa kau memberikan konsultasi pernikahan kalau pernikahanmu saja berantakan," cecar Bianca bersuara.


"Nah itu jawabannya, maka karena pernikahanku berantakan. Jadi aku tahu apa saja yang menjadi kesalahan dan yang seharusnya tidak kulakukan dan itu semua yang aku bagikan kepada kalian agar kejadian yang sama tidak menimpa kalian," jelas Dikta kembali menampar Bianca dalam.


Deg!


Bianca lemas, Dikta seperti tidak kehabisan kata-kata membalas perkataan mereka semua dengan caranya sendiri.

__ADS_1


"Kalian bilang pernikahan yang gagal adalah aib? Padahal kalian tidak tahu itu adalah sebuah keberhasilan, berhasil kenapa? Yah setidaknya kalian berhasil mendampinginya sampai saat itu. Dan itu bukanlah kegagalan melainkan batu loncatan, jika semua orang berpikir seperti ini, tentunya tidak akan ada kats minoritas di kalangan orang gagal," Dikta menaruh mic-nya kemudian berjalan ke kursi melewat Bianca dan mengambil tasnya.


Saat Dikta kembali berbalik dia sengaja mendekatkan dirinya kepada Bianca dan berbisik. "Dua kosong, Bianca, Assalamualaikum."


Dikta berjalan meninggalkan area seminar itu setelah menampar habis mereka semua dengan kalimat dan mempermalukan kata-kata mereka sendiri dengan elegan.


Sean dan Aurel yang menggendong Akta berdiri mereka menyusul Dikta keluar dari sana dengan kata lain seminar itu sudah selesai.


"Dek! Dikta! Dia tadi siapa?" tanya Sean meraih tangan Dikta agar berhenti berjalan.


"Siapa? Bianca? Dia bukan siapa-siapa kak, lebih baik kakak sama Aurel ngambil katering makanan buat acara pengajian kematian Bang Robby, aku sama Akta mau ke rumah sakit dulu," jawab Dikta.


"Beneran kan gak ada apa-apa?" tanya Sean yang merasa Dikta berbohong.


Sean menatap Aurel dan mengajaknya masuk ke mobil karena mereka akan menjemput pesanan katering.


Selepas kepergian Sean dan Aurel, Dikta berjalan menyebrang jalan menggendong Akta untuk ke restoran yang ada di sebrang jalan.


Dikta sengaja beli disana karena hanya disana yang menyediakan babat goreng kesukaan Adam.


Disaat Dikta sedang menunggu pesanannya tiba-tiba Bianca datang dan menggenggam erat tangan Dikta.

__ADS_1


"Urusan kita belum selesai,"


"Dan kau tidak berhak menyentuhku," balas Dikta menghempaskan tangan Bianca.


"Oh rupanya kau sedang memesan makanan kesukaan Adam? Kau tahu kenapa Adam suka babat goreng? Karena aku pernah membawakannya makanan ini,"


Dikta tersenyum kecut. "Oh bagus sekali, kau membuat suamiku menyukai makanan yang akan dimakan berdua bersama istri sah-nya."


"Eh tadi aku salah bilang, sebenarnya aku memesan toge goreng tadi,"


Bianca terdiam. "Maksudku juga toge goreng."


"Oh iya?" Dikta mengambil pesanannya. "Padahal yang aku pesan adalah babat goreng beneran."


Jleb!


Dikta berjalan meninggalkan Bianca disana setelah membayar pesanannya.



__ADS_1



TBC


__ADS_2