
Adam dan Sean kini sedang dalam keadaan bersitatap diruang tamu, Mama Reni, Aurel dan Dikta yang sedang menggendong bayi nya menatap mereka serius.
"Menurutku namanya harus memakai kosakata Anindito," Adam mengeluarkan pendapatnya.
"Menurutku namanya harus mengusung unsur Marvel, karena aku peminat serial Marvel dan sebagai paman yang baik aku ingin keponakanku menganut nama itu," Sean bersikeras dengan pendapatnya.
"Tapi itu aneh,"
"Apa yang aneh, Anindito Tirta Ammar De Loki Marvel Adinata? Bagus kan?" ujar Sean dengan bangga.
Semua yang ada disana tercengang dengan usulan nama tersebut yang dinilai "sangat" terlalu panjang.
"Kak Sean ngapain sih?" Aurel menyenggol lengan Sean yang membuat Sean menatap Aurel.
"Sayang? Nama itu bagus kan?" ujar Sean meminta pendapat Aurel.
"Sayang-sayang. Kita belum ada hubungan yah sebelum Kak Sean seriusin aku," jawab Aurel impuls membuang muka dengan wajah memerah.
"Sabar sayang, pokoknya aku mau namanya itu," Sean tetap bersikeras dengan pendapatnya.
"Wah, wah parah sih," Adam melipat kedua tangannya dan menatap Sean serius.
"Sudah! Sudah! Kalian berdua tidak usah sibuk memperdebatkan nama anak ini, kan ibunya ada disini, biar dia saja yang memberikan nama," Mama Reni melerai mereka berdua dengan menarik telinga keduanya.
Sontak Adam dan Sean mengadu dengan tangan di telungkup memohon maaf kepada Mama Reni.
"Masih mau berantem!?" tanya Mama Reni kepada kedua pria yang sudah dia anggap seperti anak sendiri itu.
__ADS_1
"Gak Ma! Gak! Janji kok," Sean menatap Mama Reni memelas karena memang dia sangat takut dengan jeweran telinga Mama Reni.
"Adam juga gak bandel kok Ma,"
Dikta dan Aurel yang melihat tingkah calon suami mereka hanya tersenyum geli kemudian saling melempar tatapan.
"Lebih baik kalian pergi belanja buat Aqiqah hari ini, kambingnya udah mau dipotong tuh," Mama Reni memberikan daftar belanjaan kepada Adam dan Sean yang membuat keduanya siap delapan enam.
Adam segera keluar menuju mobilnya sedangkan Sean memilih tinggal sebentar menyaksikan Aurel yang tengah memakan permen.
"Suka banget sama permen," ujar Sean melirik Aurel.
"Rasanya enak, nih aku ada satu lagi, mau gak?" Aurel mengulurkan tangannya memberikan permen kepada Sean.
Bukannya menerima permen tersebut Sean malah mendekatkan wajahnya kepada Aurel sehingga permen tersebut terjatuh.
"Mahram sayang, aku kan cuma mau nyoba permennya," jawab Sean mengedipkan matanya yang membuat Aurel menutup matanya.
Seketika Sean tertawa melihat ekspresi Aurel yang membuat Sean bangkit setelah berhasil mengerjai calon istrinya.
"Yasudah aku pergi dulu, Assalamualaikum," Sean berjalan keluar rumah menyusul Adam.
Sedangkan Aurel mengucap istighfar atas adegan tersebut dan melirik Dikta yang tengah tertawa geli.
"Puas?" Aurel mendelik kesal. "Betewe Ta? Aqiqah itu acara apa sih?"
"Kalau dari sabda Rasulullah saw, sih dijelaskan bahwa, Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka hendaklah disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur rambutnya dan diberi nama." jelas Dikta. "Gitu Rel, jadi acara Aqiqah itu dimana nanti akan disembelih kambing dan pemotongan rambut serta pemberian nama untuk anak aku."
__ADS_1
"Oh aku baru tahu, maaf yah soalnya aku baru belajar agama, eh kamu udah punya nama untuk anak kamu?" tanya Aurel kembali.
"Gapapa.kali Rel, aku udah punya kok nama untuk anak aku," jawab Dikta menatap bayinya yang berada dalam gendongannya.
"Siapa?"
"Rahasia, nanti kamu juga tahu sendiri,"
"Oke, aku menyerah, tapi Ta? Kok kambing yang mau di potong itu ada dua?" tanya Aurel penasaran.
"Jadi gini, sebuah hadist mengatakan, Rasulullah saw pernah bersabda, Barang siapa yang ingin menyembelih untuk anaknya, maka hendaknya ia menyembelih untuknya. Untuk anak laki-laki, dua kambing dan untuk anak perempuan, seekor kambing, karena anakku laki-laki jadi kambingnya ada dua," jawab Dikta.
"Aku baru tahu lo," Aurel tampak antusias dengan penjelasan Dikta.
Setelahnya mereka berdua memilih membantu Mama Reni membersihkan rumah setelah anak Dikta tertidur sembari menunggu Adam dan Sean pulang.
•
•
•
TBC
ADAM DAN DIKTA
__ADS_1