Selepas Kata Talak

Selepas Kata Talak
BAB 95. Definisi Bahagia | TAMAT


__ADS_3

Adam menggendong tubuh Dikta di koridor rumah sakit dimana Dikta sudah kesakitan menahan sakit.


Anjani dan tim medis lainnya segera mendatangi Adam dan mengambil alih Dikta menggunakan brankar rumah sakit mereka membawa Dikta ke dalam ruang persalinan yang sama dengan Aurel..


Kini ada dua Dokter disana Anjani dan seorang lainnya, Sean yang melihat kehadiran Adam langsung menarik tangan Adam pelan.


"Dikta dan Aurel berada di satu ruangan yang sama Dam?" Sean menatap Adam.


Adam mengangguk sejenak, kemudian kembali mengkhawatirkan kondisi istrinya sama seperti Sean dia juga khawatir.


Setidaknya Adam pernah menemani Dikta dulu ketika persalinan Akta berbeda dengan Sean yang merupakan pengalaman pertamanya.


"Akta mana Dam?" tanya Sean yang tidak melihat keberadaan Akta.


"Akta ada sama Mama Reni, kak," jawab Adam duduk di kursi tunggu.


Cukup lama mereka dalam posisi seperti ini, tidak ada yang berubah masih hening dan doa yang mereka selalu panjatkan agar persalinan istri mereka.


Disaat krusial seperti ini Anjani memilih keluar dia memanggil nama Adam dan Sean yang membuat kedua Papa Muda itu berdiri dari duduknya, hm Apakah Sean masih Papa Muda?


"Adam? Kak Sean? Lebih baik temenin Aurel dan Dikta didalam," Anjani memanggil.


Adam dan Sean saling melempar pandangan kemudian berjalan masuk ke ruangan persalinan tersebut, mereka berdua langsung berhambur ke istri masing-masing, entah bagaimana, Dikta dan Aurel bisa berada dalam satu ruangan, dimana hanya sebuah kain panjang yang menjadi pembatas.


Sean berlari ke arah Aurel, dia menggenggam tangan istrinya itu, wajah Aurel tampak berkeringat menahan sakit, sementara Sean hanya bisa menunduk menatap wajah istrinya.


"Kamu harus bisa sayang, kakak yakin kamu bisa," jawab Sean seolah menjawab semua kekhawatiran istrinya.

__ADS_1


"K-kak, sakit," Aurel menatap Sean dalam.


Sean mendekatkan keningnya ke kening Aurel menggesek hidungnya dengan hidung istrinya dan menautkan erat jari jemarinya dengan jari Aurel berusaha menguatkannya.


"Kamu bisa sayang! Kamu bisa,"


Mendapat dorongan mental dari suaminya membuat Aurel berusaha bertahan lebih kuat, untuk mengeluarkan anak nya dari dalam perutnya.


Tidak jauh berbeda dengan Adam, di pengalaman kedua mendampingi Dikta ini Adam masih saja takut dan gemetar dia takut kehilangan istrinya.


"Kamu bisa kan, masa gak bisa Akta aja dulu bisa," Adam menyemangati istrinya.


Berbeda dengan Aurel, Dikta malah cenderung tidak terlalu kesakitan ditambah dorongan mental dari suaminya membuat Dikta semakin mengejan agar jalan keluar bayinya bisa cepat terbuka lebar.


"Mas!" Dikta berteriak tertahan menarik rambut Adam yang membuat Adam harus memiringkan badannya.


"Alhamdulillah!" Mereka berempat mengucap hamdalah yang sama.


Bayi Aurel dan Dikta sudah lahir, tampan dan cantik, kedua dokter tersebut segera mengambil bayi masing-masing untuk dibersihkan.


Adam dan Sean lemas mereka berdua bersandar pada tembok.


Srtt!


Dikta membuka horden pembatasnya dengan Aurel sehingga mereka berdua bisa saling menatap.


"Enak Rel?" tanya Dikta.

__ADS_1


"Ah lega Ta! Pengen lagi rasanya tapi sakitnya bukan main, suami kamu kenapa tuh?" jawab Aurel menghela napas panjang.


"Kepalanya sakit tadi aku jambakin," Dikta cengengesan. "Kak Sean sendiri kenapa?"


"Lemas dia, gatau kenapa," Aurel dan Dikta tertawa seolah tidak terjadi apa-apa disaat suami mereka sport jantung atas kejadian ini.


Tak lama kemudian Anjani dan dokter lainnya datang membawa Anak Adam dan Sean memberikannya ke masing-masing ayah.


"Alhamdulillah cewek! Cantik kayak Mamanya!" Sean antusias!


"Alhamdulillah! Cowok lagi, gapapa deh beban keluarga baru," Adam langsung disetil jidat nya oleh Dikta.


Mereka berdua mulai mengazani anak mereka bersamaan dengan itu rasa bahagia mulai menelusuk ke diri masing-masing.


Kebahagiaan kedua keluarga kecil ini sudah lengkap.





TAMAT


Assalamualaikum


Bakalan ada beberapa BonChap tapi kisah mereka cukup sampai disini yah.

__ADS_1


Terimakasih!


__ADS_2