Selepas Kata Talak

Selepas Kata Talak
BAB 67. Sang Konsultan Pernikahan


__ADS_3

Dikta berjalan menggendong Akta keluar dari ruangan Adam, ia berjalan melewati koridor rumah sakit sampai akhirnya Dikta tidak sengaja berpapasan dengan sosok yang hari ini sangat menganggu dirinya.


Bianca.


Rupanya Bianca adalah salah satu dokter dirumah sakit yang sama, Bianca yang.melihat Dikta langsung menghadang langkah Dikta.


Dikta menghembuskan napas pelan kemudian menyelengkat kaki Bianca sehingga membuat Bianca jatuh ke lantai.


Duk!


Kotak makanan Dikta ikut jatuh disamping Bianca yang membuat Dikta menghentikan langkahnya.


"Maaf aku tidak sengaja, apakah sakit?" tanya Dikta menunduk sejenak mengambil kotak makanan yang berada didalam kantong kresek tersebut.


Dikta mengambil tangan Bianca kemudian menjejalkan kantong kresek bekas kotak makanannya tadi.


"Barangkali kau malu, kau bisa tutupi wajahmu dengan ini," bisik Dikta kembali berjalan meninggalkan Bianca yang berdecak kesal disana.


Dikta berjalan keluar dari rumah sakit tanpa memperdulikan Bianca yang hari ini sudah tiga kali di permalukan secara hebat oleh Dikta.


"Kau kalah lagi Bianca, kalah telak," Seorang Pria datang dan membantu Bianca berdiri.


"Wanita itu benar-benar menyebalkan, aku membencinya," jawab Bianca membersihkan bagian belakangnya yang tadi menyentuh lantai.

__ADS_1


Dikta yang sudah tiba ditepi jalan segera memesan taksi online sembari menunggu taksinya datang, Dikta memilih masuk kedalam sebuah cafe untuk memesan minuman.


"Dek, Cappucino Milknya satu yah," ujar Dikta memesan pesanannya.


Pelayan tersebut membuatkan pesanan Dikta sedangkan Dikta memilih menunggu di depan meja pemesanan sampai seorang pria datang dan melirik Dikta.


"Mbak, saya mau bayar," ujar pria tersebut yang membuat pelayan tadi melayani pria tersebut. "Orange jus dua, sekalian sama pesanan Mbak yang itu."


Dikta mengangkat alisnya ia melirik pria tersebut. "Maksudnya apa yah?"


Pria tersebut tidak menjawab dia malah mengedipkan mata ke Dikta yang membuat Dikta tahu modelan pria seperti ini.


Setelah membayar pria tersebut mendatangi seorang wanita yang dari Dikta dengar itu adalah istri pria tersebut.


"Mbak tunggu!" Dikta memanggil istri pria tersebut kemudian berjalan mendekatinya.


"Saya Dikta Adinata, seorang konsultan pernikahan, saya rasa anda perlu bantuan saya," ujar Dikta berjalan meninggalkan istri dari pria tersebut.


Pria yang tadi seketika menunduk menyesali perbuatannya, yang membuat istri pria itu segera meminta penjelasan.


Dikta berjalan meninggalkan cafe tersebut tanpa mengambil pesanannya karena taksi yang dia pesan sudah datang.


Dikta segera masuk ke dalam Taksi tersebut dan mendekap erat Akta yang sudah tertidur didalam gendongannya.

__ADS_1


Taksi tersebut berjalan, meninggalkan Area rumah sakit menuju rumah Mama Reni.


Ping!


Suara notifikasi pesan dari ponsel Dikta berbunyi, membuat Dikta kembali membuka ponselnya dan mendapati sebuah foto dari nomor Bianca.


Foto tersebut memperlihatkan Bianca yang sedang mengobrol dengan Adam, bukannya cemburu Dikta malah tersenyum melihat foto itu.


Dikta mulai mengetik pesan balasan yang berbunyi [Semangat yah ngerebutnya, kalau berhasil aku traktir kamu babat goreng, oh iya lupa bilangin dong ke suami aku, kalau istrinya udah dalam perjalanan pulang]


Dikta memencet tombol kirim yang tak lama kemudian tanda centang abu-abu di pesan Dikta berubah menjadi centang biru.


"Bianca, dimana-mana Istri itu lebih terhormat daripada penggoda," gumam Dikta menaruh kembali ponselnya.





TBC


Assalamualaikum

__ADS_1


Jangan Lupa Like :)


Kak, Author ada Novel Baru judulnya ISTRIKU HARAM DISENTUH di NovelToon juga kok, jngan lupa mampir yah.


__ADS_2