Selepas Kata Talak

Selepas Kata Talak
BAB 77. Sunnah, Mas


__ADS_3

"Mas, sini," Dikta yang baru meletakkan Akta di ranjang setelah memberinya susu.


Adam yang tengah memilih baju untuk sholat jumat hari ini, langsung mendatangi Dikta yang tampak menyiapkan alat cukur.


"Mau ngapain Ta?" tanya Adam pada Dikta yang membuat Dikta menarik tangan Adam agar duduk.


"Cukuran dulu yah, sunnah Mas ini hari jumat," jawab Dikta yang membuat Adam mengangkat alisnya. "Mencukur bulu adalah salah satu sunnah dari Rasulullah SAW dan menjadi fitrah yang baik, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah ra. Fitrah ada 5: khitan, mencukur bulu, memendekkan kumis, potong kuku dan mencabut bulu ********."


Mendengar itu membuat Adam mengangguk. "Yaudah ayok."


Dikta mengoleskan krim cukur ke beberapa bagian brewok dan kumis Adam kemudian mulai mencukurnya dengan alat pencukur. "Mas? Tahu gak, aku tuh kayak Khadijah deh kalau ingat kisah cinta kita."


"Kenapa?"


"Kalau Rasulullah dimata Khadijah itu bakal berdebar-debar sama kayak aku kalau sama Mas, Mas berhasil buat aku terpana, kayak lagu sih?" jelas Dikta. "Dialah Syahidah Khadijah cinta pertama sang baginda."


"Salah, harusnya gini, Dialah Dikta, cinta pertama Mas Adam," ralat Adam yang membuat Dikta tertawa.


Dikta segera membersihkan bekas krim pencukur dan sisa bulu halus yang selesai dia potong.


"Lanjutin dek, lagunya," ujar Adam mengelus dagunya yang ditumbuhi bulu.

__ADS_1


"... Harta, Tahta, kewibawaannya, tak dapat menyilaukan hatinya. Dialah Syahidah Khadijah, cinta pertama sang baginda ..."


Dikta tampak bernyanyi yang membuat Adam tersenyum, setelahnya Adam berjalan masuk ke luar kamar menuju kamar mandi karena sebentar lagi akan masuk waktu sholat jumat.


Setelah itu, Dikta membawa alat cukur tadi kembali ke kotak obat setelah dibersihkan dan memilih keluar menuju halaman rumah sembari menunggu Adam mandi.


Disaat Dikta tengah duduk di teras, terdengar langkah kaki yang membuat Dikta mengangkat kepalanya yang ternyata itu adalah Bianca.


"Assalamualaikum," ujar Bianca yang membuat Dikta mengangkat alisnya.


"Waalaikumsalam, ada apa Bianca? Nyari Mas Adam?" tanya Dikta yang membuat Bianca menggeleng.


"Maafin aku Dikta, aku pengen berubah, aku sadar aku selama ini salah, semua kata-kata kamu benar-benar membuat aku tertampar," jawab Bianca yang membuat Dikta kaget.


Bianca menatap Dikta dalam. "Aku tahu, tapi aku butuh orang sepertimu untuk membantuku, aku ingin menutup aurat sama sepertimu."


Disaat Bianca dan Dikta sedang berbincang tampak Adam keluar dari kamar dengan memakai baju koko lengkap miliknya.


"Bianca, ngapain kamu kesini?" tanya Adam.yang sinis kepada Bianca.


"Aku ada keperluan dengan Dikta, Dam," jawab Bianca yang membuat Dikta mengangguk.

__ADS_1


"Yasudah, Ta, Mas ke masjid dulu yah," ujar Adam menyodorkan tangannya untuk disalami oleh Dikta.


Adam hanya berjalan ke Masjid yang kebetulan lumayan dekat dari rumah Mama Reni sekarang.


Setelah kepergian Adam, Dikta mengajak Bianca masuk ke dalam kamarnya. "Kamu bilang mau nutup aurat kan?"


Bianca mengangguk, Dikta kemudian memilihkan beberapa jilbab untuk Bianca pakai, setelah mendapatkannya Bianca langsung memakainya dengan bantuan Dikta.


"Masya Allah, cantik banget, kamu yakin? Istiqomah yah," ujar Dikta yang membuat Bianca perlahan meneteskan air matanya dan memeluk Dikta dalam.


"Makasih, Ta, karena kamu aku merasa sadar bahwa selama ini aku hidup dalam keadaan salah,"


Dikta mengangguk dan membalas pelukan Bianca dia senang karena ada satu lagi hamba Allah yang kembali.





TBC

__ADS_1


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


__ADS_2