Selepas Kata Talak

Selepas Kata Talak
Extra Part 02


__ADS_3

"Bengong terus, mikirin mantan yah?" Aurel datang membawakan kopi untuk Sean yang duduk di sofa ruang tamu sambil memandang kosong ke televisi yang menyala.


Aurel  baru saja menidurkan anak nya yang belum diberi nama, sebelum membuatkan kopi untuk Sea. yang sedari tadi banyak diam.


Sean tersenyum melihat kehadiran Aurel dan mengambil cangkir kopi tersebut dan meraih tangan Aurel untuk duduk disampingnya.


"Kalau memang mikirin mantan, kenapa?" bisik Sean bertanya sebelum menyesap kopinya.


"Yah gapapa, kan cuma dipikirin yang penting dihati Kakak, cuma ada aku," jawab Aurel menekan dada Sean.


"Kan biasanya dipikirin dulu nanti lama-lama jatuh ke hati," Sean menaik turunkan alisnya.


"Kalau itu sampai terjadi, Kakak harus bisa berusaha berjalan tanpa kaki nantinya," ancam Aurel menatap Sean.


Sean hanya terkekeh kemudian menciumi leher istrinya itu. Disela keromantisan mereka berdua, terdengar suara bayi mereka menangis yang membuat Aurel memaksa Sean untuk menghentikan aksinya.


"Baby, nangis," pinta Aurel. "Lepasin, dulu kak."


"Gak mau, biarin aja dia nangis," jawab Sean egois.


"Tapi kan kasian," Aurel mencoba menjelaskan.


"Lebih kasian mana sama Aku yang gak pernah dapat kepuasan batin?"


Oke Sean terkena Baby Blues karena kurang perhatian dari istrinya sangat berbeda dengan Adam.


Aurel menghela napasnya pelan dan tersenyum pada Sean sebelum memberinya penawaran.


"Nanti malam, aku bakal izinin kakak buat ngelakuin hal yang selama ini kakak pengenin."

__ADS_1


"Serius?" tanya Sean tidak percaya.


Aurel mengangguk yakin. "Tapi bohong."


Sean melepaskan Aurel yang langsung lari ke kamar untuk menenangkan bayinya yang sedang menangis.


"Bayi itu selalu saja mengganggu kesenangan Daddynya," gerutu Sean mengikuti Aurel ke kamar.


Sesampainya didalam kamar Aurel hendak menyusui Bayinya, namun segera ditahan oleh Sean.


"Sini biar aku aja," ujar Sean pada Aurel


"Kakak, yang mau susuin?" tanya Aurel kaget.


"Gaklah," jawab Sean dan mengambil Baby dari box bayinya.


"Kenapa sih bayi itu gak bisa berpikir dewasa, kerjaannya nangis terus," keluh Sean menimang Babynya.


"Harusnya bisa," jawab Sean yang perlahan berhasil menenangkan Bayinya. "Tapi dia lucu yah, mirip aku."


Setelah berhenti menangis, Sean menaruhnya kembali ke box bayi.


"Cih, Bapak-Bapak komplek emang," desis Aurel duduk diranjang.


Setelah tenang, Sean berniat menemani Babybermain dan membuatnya tertawa, namun sudah lama berusaha, Sean tak kunjung bisa membuat anaknya tertawa.


"Sayang, anak kita ada masalah hidup apa sih? Kok gak ketawa," desah Sean menyerah dari kegiatannya.


"Coba kakak gigit tangannya, pasti dia nangis." jawab Aurel kesal. "Emang susah yah bicara sama bapak-bapak, kok bisa Kakak jadi polisi padahal labil begini."

__ADS_1


"Karena suami kamu tampan," jawab Sean duduk disamping Aurel.


"Kepedean."


"Itu fakta, coba tanya Baby."


"Sayang, menurut kamu, Daddy kamu ini tampan gak?" tanya Aurel pada Baby sembari menunjuk suaminya dengan tangannya.


Baby terdiam.


"Gak, katanya," Aurel menggeleng. "Tapi Kakak manis dan perhatian, jadi aku cinta."


Mendengar jawaban itu Sean hanya tersenyum bangga kemudian mencium pipi istrinya yang membuat Aurel memeluk pinggang suaminya.


Kebahagiaan pasangan ini sudah lengkap berawal dari sebuah kesalahpahaman, beda keyakinan namun disatukan dalam sebuah takdir.


Dibalik sikap Sean yang terkadang manja, dia sangat menyayangi keluarga kecilnya itu.


Dan Sean masih akan tetap sama.





TBC


Assalamualaikum

__ADS_1


Jangan Lupa Like


__ADS_2