Selepas Kata Talak

Selepas Kata Talak
BAB 82. Bukan Suami Impian


__ADS_3

Sudah empat bulan sejak hari dimana mereka bertemu dan bermain badminton, kini Sean dan Aurel berada di ruangan Adam.


Adam.yang menempatkan dirinya sebagai dokter menatap kakak iparnya itu, dia bingung bagaimana dia ingin menyampaikan sebuah kabar ini kepada Sean.


Sean dan Aurel sudah mencoba beberapa macam program untuk memberi mereka keturunan tapi nampaknya Allah belum bisa memberi kepercayaan kepada mereka.


Sehingga atas kesepakatan bersama Sean meminta dirinya di periksa karena dia merasa aneh saja karena Aurel sendiri sedang dalam masa suburnya.


"Bagaimana, Dam?" tanya Sean yang membuat Sean bingung menyampaikan ini.


"Dari hasil yang aku dapat Kak Sean menderita infertilitas, tapi tenang ini bukan penyakit parah yang tidak bisa membuat kakak punya keturunan, kalau dilakukan pengobatan pasti bisa sembuh," jelas Adam yang membuat Sean dan Aurel saling menatap.


Sean meneguk ludah. "Infertilitas?"


"Infertilitas pria bisa terjadi ketika pria tidak bisa menghasilkan cairan dalam jumlah yang cukup, cairan berkualitas baik, atau tidak bisa menghasilkan cairan itu sama sekali, tapi karena kakak menghasilkan cairan itu, disini kakak hanya menderita kekurangan cairan berkualitas yang berpengaruh dengan hormon kakak," jelas Adam.kembali.


"Hormon tiroid berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh dan kinerja organ reproduksi pria, termasuk produksi dan kualitas ******, nah hormon tiroid terganggu disini," lanjut Adam.


Mendengarkan penjelasan Adam membuat Sean seketika sesak, rasanya fakta ini menampar dirinya, Aurel yang melihat itu langsung mengenggam tangan suaminya dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Kakak tenang yah, ini bisa di obatin kok dan cepet gak butuh waktu lama, kakak cukup terapi. Terapi hormon juga dapat dijadikan sebagai penanganan atau pengobatan infertilitas pada pria," Adam ikut menenangkan Sean.


Sean mengangkat kepalanya yang menunduk. "Kenapa kakak bisa menderita ini Dam?"


"Obat-obatan tertentu, khususnya yang digunakan dalam jangka panjang atau dosis tinggi, bisa menimbulkan efek samping berupa gangguan pada jumlah dan kualitas ****** sehingga menyebabkan infertilitas pria,.mungkin semasa kakak menjadi polisi sering mengonsumsi vitamin tertentu,"


Sean menghela napas dia tidak tahu kalau efeknya akan seperti ini, setelah menerima dan membuat perjanjian terapi hormon dengan Adam.


Sean dan Aurel kemudian pulang ke rumah mereka, sesampainya di rumah Sean langsung masuk ke kamar dan membuat Aurel menyusul Sean.


Bug!


"Kak?"


"Kenapa Rel? Kamu mau ninggalin kakak? Kakak gak berguna!" Sean meneteskan air matanya.


Aurel menggelengkan kepalanya, ia berjalan ke arah Sean, ia meraih bahu Sean kemudian menatapnya dalam. "Kata orang dibalik kesuksesan suami ada istri dibelakangnya, maka dibalik jatuhnya suami akan ada istri disampingnya yang siap menghapus air matanya."


Sean menatap Aurel yang menggelengkan kepalanya, wanita berhijab berusaha meyakinkan Sean. "Apapun kondisi kakak, Allah sudah menjadikan kakak imamku, jadi berikan aku satu alasan untuk meninggalkan kakak?"

__ADS_1


"Kakak gak berguna," desis Sean menundukkan kepalanya.


Aurel menangkup wajah Sean mengangkatnya sehingga kini mata mereka saling bertemu pandang. "Allah memberikan cobaan pasti ada maksud dan tertentu, Insha Allah kita bisa."


Sean tidak kuat dia menangis di pelukan istrinya, seperti anak kecil Sean menangis sesenggukan di pelukan istrinya itu, biasanya Aurel yang melakukan ini namun kini Sean yang menjadi seperti anak kecil.


"Ingat kan janji kita? Doa yang dilambungkan ke langit dalam sepertiga malam, insha Allah akan ada balasannya."





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like

__ADS_1


__ADS_2