Selepas Kata Talak

Selepas Kata Talak
BAB 89. Babah Siaga


__ADS_3

"Ah iya Mas yang disitu," Dikta merasakan badan nya sudah agak enakan karena sedari tadi di pijat oleh Adam.


Adam yang pasrah menuruti perintah istrinya itu karena memang Dikta tengah mengandung anaknya.


Akta sudah tertidur sedangkan Adam masih harus menuruti kemauan istrinya padahal sudah jam dua belas malam, Dikta yang juga sudah mengantuk perlahan tertidur sehingga membuat Adam bisa merenggangkan badannya sejenak.


Adam lupa dia belum melaksanakan sholat isya, dia memilih keluar dari kamar menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelah mengambil air wudhu, Adam langsung menggelar sajadah ditengah kamar kemudian menunaikan sholat isyanya yang tadi terlewat.


Assalamualaikum, warahmatullah~


Adam mengucap salam setelah tahiyad akhir kemudian memanjatkan doa setelah melaksanakan sholat isya nya yang diakhiri dengan Al-fatihah.


Ngeakk-


Suara tangisan Akta membuat fokus Adam buyar, Adam kemudian berdiri dan mengambil Akta yang tertidur di samping Dikta.


"Anak Babah kenapa? Lapar yah mau susu?" Adam menggendong Akta dan membawanya keluar ke ruang tamu agar tangisan Akta tidak mengangguk Dikta.

__ADS_1


Adam yang sudah mengantuk kembali menunda tidurnya, ia menidurkan Akta di sofa ruang tamu dalam posisi masih menangis, setelahnya Adam membawa botol susu Adam ke dapur, mencucinya terlebih dahulu kemudian membuatkan susu baru.


Setelah selesai Adam, kembali mengambil Akta dan menggendongnya kemudian memberinya susu. "Anak Babah diam yah, kasian Bunda kamu nak."


Akta tidak menggubris dia tetap menangis dan menolak susu dari Adam, sehingga Adam harus berusaha keras menina-bobokan Akta.


Adam hampir menyerah namun dia ingat istrinya tengah mual dan lemas sampai Adam mengingat Terdapat dua amalan wirid dzikir yang dapat dilakukan agar hati menjadi tenang, pertama dzikir “Hasbunallah wa ni'mal wakiil” dan kedua, dzikir “la haula wala quwwata illa billah”.


Adam mencoba membacakan zikir itu untuk Akta sembari memberi Akta susu, Akta yang awalnya rewel kemudian diam dan memilih menyusu.


"Akhirnya," Akta tertidur setelah Adam beberapa kali mengulang dan akhirnya mengakhiri zikirnya.


Adam yang sudah mengantuk memilih tidur sembari memeluk erat putranya itu dan larut dalam tidur nya sampai lupa untuk kembali ke dalam kamar.


Dikta terbangun dari tidurnya sesaat setelah Adam tertidur diluar, dia berjalan keluar kamar dan melihat wajah lelah Adam yang sedang tidur diruang tamu memeluk Akta.


Melihat itu membuat Dikta merasa hangat, dia berjalan masuk ke kamar mengambil bantal dan selimut kemudian berjalan keluar juga ke ruang tamu, ia duduk disofa yang sama, perlahan menyandarkan kepalanya di bahu Adam menyelimuti badan Adam dan badannya kemudian ikut tertidur dalam kehangatan tersebut.


Adam yang merasakan kehadiran Dikta, melepas satu tangannya yang memeluk Akta dan memilih memeluk bahu Dikta sementara Dikta akhirnya memeluk Akta dari samping.

__ADS_1


Benar-benar keluarga bahagia.





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


Halo semuanya Author mau mengucapkan terimakasih kepada semua pembaca yang sudah kasih semangat karena jatuhnya level novel ini.


Alhamdulillah novel ini levelnya sudah naik kembali dan ini rezeki banget dari Allah buat Author.


Maaf Author telat update, walaupun begitu Author sangat menunggu dukungan penuh kepada Karya Author baik Like dab Komentarnya.

__ADS_1


Semoga Allah membayar kebaikan pembaca.


__ADS_2