
Pagi yang sebenarnya cerah bagi Aurel jika saja Bapak Hamil di keluarganya itu tidak rewel, setelah sholat subuh sampai sekarang jam delapan pagi, Sean selalu saja mual-mual dan meminta hal yang aneh-aneh.
Sebenarnya Aurel sangat senang melakukannya karena ini juga efek dari kehamilannya, malahan Aurel seperti wanita yang tidak hamil, karena yang terlihat dominan adalah Sean.
Sean sudah tiga hari tidak bertugas dengan alasan sakit dimana sebenarnya dia hanya ingin dimanja.
"Bubur nya kenapa di aduk, dek?" Sean memprotes bubur ayam yang dibeli Aurel.
"Bedanya apasih kak?" Aurel ikut duduk di kursi Samping Sean.
Wajah Sean merungut dia sedikit kesal kepada istrinya itu, karena Sean tidak ingin bubur nya di aduk walaupun rasanya sendiri akan tetap sama.
"Gamau makan?" Aurel menarik mangkok bubur tersebut yang membuat Sean membuang muka.
"Nanti dedek bayinya lapar loh, Kak," Aurel menggoda Sean dengan mulai memakan bubur yang harusnya untuk Sean.
"Cewek emang gak peka," jawab Sean yang membuat Aurel tertawa.
Aurel menaruh sendok yang dia genggam kemudian menarik wajah Sean dengan cara mencubit kedua pipinya.
Pria dewasa hampir berkepala empat itu pasrah saja saat istrinya memperlakukan dirinya begitu. "Utututu tayang."
"Suapin," Sean menyerah yang membuat Aurel mengambil sendok dan mulai menyuapi Sean.
Disaat Aurel menyuapi Sean, ia mendengar dering ponsel yang berasal dari ponselnya, Aurel segera mengambil ponselnya dan mengangkat telepon tersebut.
Setelah mengangkat dan berbicara sejenak, Aurel kembali ke meja makan dan mendapati Sean yang sudah makan sendiri.
__ADS_1
"Siapa dek?"
"Temen kuliah," jawab Aurel agak lesu.
"Lah kok lesu? Kamu capek yah di repotin kakak?" Sean menatap Aurel.
"Bentar lagi sidang skripsi dan skripsi ku belum kelar-kelar sampai sekarang, jadi harus begadang malam ini," jawab Aurel yang membuat Sean merasa sedih.
Sean tersenyum kemudian mengusap wajah istrinya itu. "Biar kakak yang mengerjakan skripsi kamu."
Aurel mengernyit. "Mana bisa gitu."
"Percaya sama kakak, katanya bakal saling percaya," Sean mengangkat kelingkingnya yang membuat Aurel ragu namun akhirnya menakutkan jari kelingkingnya kepada kelingking Sean.
•
Jam sudah menunjukkan pukul satu malam, Aurel terbangun dari tidurnya saat mendengar suara-suara aneh dan kebetulan dirinya ingin melakukan sholat disepertiga malam, Aurel meraba ke arah samping ranjangan, dan tidak menemukan suaminya yang membuat Aurel segera bangkit dari tidurnya.
Click ... Click ... Click
Suara ketikan keyboard membawa Aurel keluar dari kamar dan melihat ke ruang tamu, disana tampak Sean yang masih terjaga dengan kacamata kerja dan laptop di pangkuannya, ia tampak mengerjakan skripsi dari Aurel, melihat itu membuat Aurel tersenyum bahagia memiliki suami seperti Sean.
Aurel menghampiri Sean yang membuat Sean sadar akan kehadiran Istrinya, Sean melirik Aurel dan melepas kacamatanya sebelum menaruh laptop di meja, sebelum dirinya menarik Aurell kedalam pelukannya dan merangkulnya.
"Kok bangun, mau sholat tahajud yah? Kakak belum tidur lagi," Sean mencium kening Aurel.
Aurel memandang suaminya yang sudah memperlihatkan ekspresi mengantuk. "Kakak ngantuk yah? Gapapa skripsinya dikerjain lain kali aja, atau gak aku aja yang lanjutin, Kakak kan masih sering mual nanti sakit lagi loh."
__ADS_1
Sean tersenyum dan mencium jemari istrinya. "Gapapa, tanggung banget, lagian, Kakak masih seger kok,"
"Yakin?" Aurel mendelik
Sean mengangguk, Aurel mengetahui bahwa suaminya berbohong, namun Aurel bisa apa ini keinginan dari Sean sendiri.
"Sana masuk kamar, sholat, terus tidur yah, gak baik ibu hamil begadang,"
"Bapak hamil juga," kekeh Aurel.
Aurel berdiri dan berjalan masuk ke kamar, Sean masih memandanginya, Aurel yang melihat itu segera berlari kembali ke arah Sean dan memeluk suaminya itu.
"Makasih Kak! Aku sayang banget sama Kakak! Sehat-sehat yah, susah nemu suami kayak Kakak," ujar Aurel terisak di pelukan Sean.
"Kamu nangis?" Sean melepas pelukannya.
"Gak, cuma kelilipan, aku mau tidur disofa aja nemenin Kakak, bangunin jam dua aja buat sepertiga malamnya," jawab Aurel mengusap air mata nya.
Sean berpikir sejenak kemudian mengangguk, Sean kemudian menidurkan Aurel berbantal pangkuannya, setelahnya Sean kembali memakai kacamata dan mengerjakan skripsi Aurel.
•
•
•
TBC
__ADS_1
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like